
"Nona, paviliun Wuxi kami bisa memastikan pil obat nona akan terjual dengan harga yang fantastis, tapi ..." Tuan Lin ragu melanjutkan ucapannya.
"Tapi apa? ..." Wen Yun Zi mengerutkan kedua alisnya.
"Tolong maafkan penglihatan dan pengetahuan saya yang buruk. Jika kami bahkan tidak tahu apa efek pil obat ini, bagaimana kami bisa melelangnya?" Tuan Lin mengatakan apa yang ada di pikirannya, diikuti oleh anggukan Tuan Jiang yang juga penasaran.
Wen Yun Zi tersenyum samar dan berkata. "Pil obat ini bisa mempercepat pelatihan kultivasi seseorang sebanyak tiga hingga lima kali lipat."
Tuan Jiang dan Tuan Lin saling memandang dengan ekspresi tidak percaya. "Bagaimana mungkin? ... Ramuan level tiga hanya bisa mempercepat pelatihan kultivasi seseorang sebanyak dua kali lipat, bagaimana mungkin efek pil obat level dua ini bisa melampaui efek ramuan obat level tiga yang sebenarnya?"
"Itu karena pil obat milikku berbeda dengan ramuan obat level tiga. Pil obat milikku hanya bisa menghasilkan efek penuhnya jika di konsumsi oleh seseorang yang kultivasinya belum mencapai level Xuan Jiang, dan tidak akan berguna jika di konsumsi oleh seseorang yang sudah berada di atas level Xuan Jiang." Wen Yun Zi menjelaskan dengan percaya diri.
"Ini ..." Tuan Lin tidak tahu harus berkata apa, tapi berbeda dengan Tuan Jiang yang sudah mulai mempercayainya.
Sebagai seorang apoteker, Tuan Jiang tentunya lebih paham mengenai efeknya. Hanya saja Tuan Jiang tidak pernah menyangka kalau pil obat level dua berwarna merah yang dipegangnya akan memiliki efek yang sangat luar biasa.
Tuan Lin merenung; Hanya pil obat level dua tapi sudah mampu menghasilkan efek yang cukup menakutkan. Meskipun memiliki batas level konsumsi, tapi jika efeknya memang seperti yang nona ini katakan, maka pasti akan menimbulkan sensasi yang luar biasa di Negara Bulan Ungu. Empat Klan utama pasti akan saling bersaing mendapatkan pil obat ini untuk di konsumsi para talenta muda di Klan mereka. Apalagi aku selalu merasa bahwa nona bertopeng di hadapanku ini pasti jauh lebih misterius dibandingkan penampilan luarnya.
"Jika kalian tidak percaya, kalian bisa memanggil seseorang yang kultivasinya berada di bawah level Xuan Jiang untuk mencoba." Ujar Wen Yun Zi dengan nada tenangnya.
Tuan Jiang dengan semangatnya segera berkata. "Baiklah! Sesuai yang nona katakan."
Tuan Lin segera memanggil salah satu penjaga paviliun Wuxi yang sedang bertugas. Tuan Jiang mengeluarkan sebutir pil lalu meminta penjaga itu untuk meminumnya.
Posisi Tuan Jiang di paviliun Wuxi sangat tinggi, penjaga itu tidak berani menolak dan segera meminum pil obat yang di serahkan Tuan Jiang tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Duduk dan periksalah Qi spiritual di dantian anda." Ucap Wen Yun Zi pada penjaga yang sedang berdiri itu.
Tepat ketika penjaga itu memeriksa Qi spiritual di dantiannya, seketika ekspresinya langsung berubah.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? mengapa saya merasa kecepatan saya dalam menyerap Qi spiritual meningkat pesat sebanyak tiga hingga lima kali lipat?" penjaga itu sangat terkejut dengan ekspresi bahagia yang terpampang di wajahnya.
"Tiga tahun yang lalu kultivasi saya mengalami kemacetan dalam menerobos ke level Xuan Zong. Saya sudah siap untuk menyerah, tapi saya tidak pernah menyangka bahwa hari ini saya masih memiliki kesempatan untuk menerobos." Sambung penjaga itu yang hampir menangis karena saking bahagianya.
Tuan Jiang dan Tuan Lin seketika menatap Wen Yun Zi dengan ekspresi ngeri di wajah mereka. "Kembali dan berkutivasilah sekarang. Jangan sia-sia kan kesempatan ini." Ucap Tuan Lin pada penjaga itu.
Penjaga menganggukkan kepalanya dengan hormat kemudian bergegas pergi.
"Nona, untuk sebutir pil obat tadi, paviliun Wuxi akan membayarnya sebanyak 200.000 koin emas." Ucap Tuan Jiang.
Wen Yun Zi menggelengkan kepalanya dan berkata. "Tidak perlu! Sebotol pil obat yang ku serahkan tadi anggaplah sebagai tanda permulaan bisnisku dengan paviliun Wuxi. Lagipula aku masih memiliki sepuluh botol disini. Sepuluh botol inilah yang akan ku lelang di paviliun Wuxi kalian."
"Sepuluh botol? ..." Tuan Lin menghirup udara dingin. Sedangkan Tuan Jiang hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanggapan.
Wen Yun Zi lagi-lagi menganggukkan kepalanya kemudian berkata, tapi kali ini kata-katanya langsung membuat Tuan Lin dan Tuan Jiang membeku sesaat. "Aku juga punya dua jenis pil obat lainnya disini. Yang pertama adalah pil obat Spirit Darah. Seperti namanya, efek pil obat Spirit Darah ini dapat menghentikan pendarahan dalam waktu yang singkat serta dapat membuat lukanya pulih dalam waktu satu jam. Yang kedua adalah pil obat Xuan Jiang Spirit, efek pil obat ini seratus persen dapat membantu menerobos kemacetan dari level Xuan Zong puncak ke level Xuan Jiang."
Melihat ekspresi di wajah keduanya, Wen Yun Zi mengangkat sudut bibirnya kemudian mengeluarkan tiga puluh botol porselen dari gelang ruang dimensinya dan meletakkannya dengan rapi di atas meja. Meskipun Wen Yun Zi mengeluarkannya dari gelang ruang dimensi, tapi yang orang lain lihat adalah mengeluarkannya dari cincin penyimpanan.
Tuan Jiang tidak yakin dan sekali lagi bertanya. "Nona, apakah anda yakin ingin melelang semua pil obat ini di paviliun Wuxi?"
"Mm ..." Wen Yun Zi mengangguk sambil mengipasi dirinya sendiri dengan sebuah kipas kertas warna hitam bergambar bunga-bunga kecil berwarna merah.
"Apakah nona memiliki syarat-syarat khusus lainnya?" tanya Tuan Lin.
Tuan Lin bertanya karena tahu bahwa pil obat ini pasti akan membuat gempar seluruh Negara Bulan Ungu. Juga tahu kalau nona bertopeng ini berpenampilan misterius karena tidak ingin mengekspos identitasnya.
"Benar! Aku memang memiliki syarat khusus. Syarat pertama aku ingin agar pil obat ini di lelang besok pagi. Syarat yang kedua aku ingin meminta bantuan kepada paviliun Wuxi untuk mencarikan herbal-herbal yang ada di daftar ini. Jika sudah menemukannya, aku akan membelinya dengan harga normal." Ucap Wen Yun Zi sambil menyerahkan sebuah kertas kepada Tuan Lin.
Tuan Lin menerimanya kemudian menyerahkannya kepada Tuan Jiang. Tuan Jiang membuka lipatan kertas yang di pegang nya untuk melihat apa yang tertulis di dalamnya. Tuan Jiang melihat beberapa nama-nama herbal yang langka serta beberapa nama herbal yang tidak di kenalnya.
__ADS_1
"Karena popularitas pil obat sangat rendah, aku yakin banyak orang yang akan meragukan pil obat ini. Jadi aku sarankan agar paviliun Wuxi mempersiapkan seseorang untuk menguji pil obat ini di hadapan semua orang." Ucap Wen Yun Zi kemudian menyerahkan sebotol porselen lain pada Tuan Jiang. "Di dalam botol ini aku sudah mempersiapkan sebutir masing-masing jenis pil obat sebagai uji coba nantinya."
"Terima kasih. Kami pasti akan melakukannya seperti yang anda katakan." Tuan Jiang menerimanya sekaligus berterima kasih.
Setelah menetapkan semuanya dengan jelas, Wen Yun Zi beranjak dari tempat duduknya kemudian berpamitan untuk pergi. Tapi langkah kakinya tiba-tiba terhenti begitu mendengar panggilan Tuan Jiang. "Tunggu dulu nona ..."
"Apa masih ada yang lain? ..." Tanya Wen Yun Zi.
Tuan Jiang mengangguk lalu berkata sambil menyerahkan sebuah token berwarna hitam. "Nona, ini adalah token khusus yang hanya di berikan oleh paviliun Wuxi kepada tamu terhormat. Sekarang kami akan memberikannya kepada anda karena mulai saat ini anda adalah bagian dari tamu para terhormat itu. Anda akan membutuhkan token ini untuk menghadiri pelelangan besok. Dengan token ini juga anda dapat menikmati ruangan VIP pelelangan terbaik di paviliun Wuxi kami."
"Kalau begitu aku tidak akan sungkan. Oh benar ... Panggil aku nona Zi saja." Ucap Wen Yun Zi sambil menerima token berwarna hitam itu.
"Baiklah, nona Zi." Ucap Tuan Jiang dan Tuan Lin dengan serempak.
Setelah menerima token dan menyimpannya di cincin penyimpanannya, Wen Yun Zi melangkah pergi meninggalkan dua orang tua yang sedang tersenyum.
Begitu keluar dari paviliun Wuxi, Wen Yun Zi langsung kembali ke Mansion Klan Wen dengan cara berteleportasi.
Sementara di ruangan yang terletak di lantai pertama paviliun Wuxi, Tuan Lin dan Tuan Jiang menatap botol-botol porselen yang berjejer rapi di atas meja.
"Lao Jiang, bukankah dua hari yang lalu kau berkata akan memulai pelelangan berikutnya dalam tujuh hari kemudian. Tapi sekarang kau menyetujui syarat nona Zi untuk melakukan pelelangan besok. Lao Jiang, apakah sungguh tidak apa-apa mempercepat pelelangan tanpa persetujuan dari atasan?" tanya Tuan Lin dengan ekspresi khawatir di wajahnya.
"Lao Lin, kau tidak perlu khawatir! Serahkan saja hal ini padaku." Tuan Jiang menepuk pundak kanan Tuan Lin.
.
.
Hai guys ... Author gak janji bisa update setiap hari ya, dan author juga mohon maaf jika ada cerita yang gak nyambung ...
__ADS_1
______Happy Reading______