Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)

Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)
017 _ Xing Jun (Sudah Direvisi)


__ADS_3

Rupanya bukan hanya Wen Yun Zi saja yang terkejut, pemuda yang sedang berenang juga tak kalah terkejutnya.


"Ternyata seorang Dewi yang telah membangunkan ku dari tidur panjang ku." Ucap pemuda tampan itu begitu sampai ditepi lantai paviliun.


"Dewi? Aku? ..." Wen Yun Zi mengarahkan jari telunjuk kanannya pada dirinya sendiri.


"Ya! Kau memiliki aura seorang Dewi." Sahut pemuda cantik itu.


Ekspresi di wajah Wen Yun Zi terlihat bingung, namun segera kembali normal.


Karena sudah mengetahui identitas pemuda cantik itu, Wen Yun Zi tidak berbasa-basi dan langsung memberitahunya mengenai kesepakatannya dengan Pangeran Xiu.


Pemuda cantik yang ternyata bernama Xing Jun, mendengarkan ucapan Wen Yun Zi dan hanya sesekali mengangguk.


Selain berbicara tentang kesepakatannya, Wen Yun Zi juga berbicara tentang kehidupan pribadinya pada Xing Jun. Entah mengapa, keduanya mengobrol seperti layaknya teman dekat. Selain mengobrol, Wen Yun Zi juga mengajukan beberapa pertanyaan dan Xing Jun pun menjawabnya sebisanya. Tapi dari berbagai pertanyaan yang Wen Yun Zi tanyakan, ada satu pertanyaan yang tidak ingin dijawab Xing Jun.


Satu pertanyaan dari Wen Yun Zi yang tak ingin dijawab Xing Jun adalah pertanyaan 'Xing Jun, aku mendapatkan liontin giok dari kehidupanku sebelumnya. Setelah aku meninggal, mengapa liontin giok malah mengikuti ku ke zaman kuno ini?'


Xing Jun tidak menjawab pertanyaan Wen Yun Zi yang satu ini karena suatu alasan. Xing Jun hanya memberitahu Wen Yun Zi bahwa pertanyaannya ini pasti akan terjawab ketika waktunya tiba.


Wen Yun Zi mengangguk mengerti dan tidak lagi memaksa Xing Jun untuk menjawabnya.


Tak terasa, waktu obrolan berakhir begitu cepat. Wen Yun Zi mengakhiri obrolannya karena sudah merasa lelah dan mengantuk. Setelah berpamitan pada Xing Jun, Wen Yun Zi kembali ke kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, tertidur nyenyak hingga siang hari berikutnya.


-Siang Hari Berikutnya-


"Satu hari telah berlalu dan gadis itu masih juga belum keluar dari paviliunnya. Apa yang dia lakukan di paviliunnya?" tanya Tetua pertama sambil mengerutkan keningnya.


"Tidak melakukan apapun, sejauh ini gadis itu hanya makan dan tidur di paviliun nya." Jawab tetua kedua yang juga mengerutkan keningnya.


"Apa yang sebenarnya gadis itu inginkan? batas taruhan antara kami hanya tiga hari, dan sekarang satu hari sudah berlalu." Ucap tetua ketiga dengan nada bingungnya.


Hanya tetua keempat yang tetap tenang sambil menyesap teh di cangkirnya.


Bukan hanya para tetua saja yang kebingungan, Tuan besar pun juga sama bingungnya. Sementara Wen Yun Zi yang menjadi sumber kebingungan mereka, saat ini tengah bersantai menikmati makanan ringan di tepi kolam teratai nya.


"Baiklah! Sekarang waktunya pergi bekerja." Ucap Wen Yun Zi begitu mulutnya selesai menelan kunyahan potongan kue terakhir.


Beranjak dari kursinya, Wen Yun Zi pergi keluar dari paviliunnya dan dengan santainya berjalan menuju ruang apotek.


Sesampainya di halaman depan ruang apotek, Wen Yun Zi melihat Jie Rui tengah menjemur beberapa herbal.


"Jie Rui ..." Wen Yun Zi memanggil Jie Rui yang tengah sibuk.


Mendengar suara seorang wanita yang akrab, Jie Rui menoleh ke arah sumber suara dengan senyum tulusnya. "Maaf nona pemilik, saya tidak menyadari kedatangan anda." Ucap Jie Rui dengan sopan dan hormat.


"Tidak perlu meminta maaf. Oh benar! Letakkan barang yang ada di tanganmu, lalu ikutlah denganku ke ruang apotek." Ucap Wen Yun Zi kemudian beranjak memasuki ruang apotek.


Jie Rui meletakkan nampan yang dipegangnya lalu berjalan mengikuti dibelakang Wen Yun Zi.


"Apakah nona pemilik akan memurnikan ramuan obat lagi?" tanya Jie Rui yang terlihat penasaran.


"Tidak! Kali ini aku ingin memurnikan pil obat." Jawab Wen Yun Zi.


Jie Rui mengangguk dan tidak lagi bertanya meski rasa penasarannya semakin kuat.


Ramuan obat dan pil obat pada umumnya sama. Hanya saja, kebanyakan orang lebih memilih untuk mengkonsumsi ramuan obat dibandingkan pil obat. Alasannya karena kemurnian ramuan obat jauh lebih tinggi dibandingkan kemurnian pil obat.


Pil obat bukan hanya dari segi kemurnian saja yang kalah jauh, tapi juga karena proses pemurniannya yang tidak semua apoteker bisa. Bahkan jika ada yang bisa, kemurnian pil obat hanya sampai pada tingkat lima puluh persen saja di setiap levelnya.

__ADS_1


Sesampainya di dalam ruang apotek, Wen Yun Zi menyerahkan selembar kertas pada Jie Rui dan memintanya untuk menyiapkan keperluannya sesuai daftar yang tertulis di kertas. Jie Rui menerimanya dan segera pergi menyiapkannya.


Tampaknya Jie Rui sudah akrab dengan segala sesuatu yang ada di dalam ruang apotek. Semuanya semakin terbukti ketiga dalam waktu yang singkat, Jie Rui telah menyiapkan semua yang Wen Yun Zi perlukan.


"Nona pemilik, semuanya sudah siap." Ucap Jie Rui.


Wen Yun Zi mengangguk dan berkata "Baiklah! Nyalakan apinya sekarang!"


Jie Rui menyalakan tungku dengan elemen Api miliknya. Pada saat berikutnya, Jie Rui tercengang melihat teknik Wen Yun Zi membersihkan kotoran-kotoran herbal. Tercengang karena tekniknya jauh berbeda dibandingkan teknik apoteker lainnya. Jie Rui menganggap jika teknik pemurnian milik Wen Yun Zi lebih sederhana dan jauh lebih cemerlang dibandingkan teknik pemurnian Apoteker lainnya.


Ketika Wen Yun Zi hendak menambahkan TianLing Spirit, gerakan tangannya membeku begitu suara Xing Jun tiba-tiba bergema dipikirannya. "Tuan, mulai sekarang berhentilah menggunakan TianLing Spirit untuk memurnikan ramuan obat ataupun pil obat."


"Mengapa?" tanya Wen Yun Zi.


"Karena efek yang dihasilkan TianLing Spirit jauh lebih rendah dibandingkan efek yang dihasilkan XianLing Spirit milikku." Xing Jun menjawab dengan nada percaya diri.


Begitu Xing Jun selesai menjawab, suara marah Little Spirit bergabung dalam percakapan. "Xing Jun, beraninya kau merendahkan TianLing Spirit ku."


"Huh! Sepertinya kau masih tidak mau mengakui jika air yang ada di dalam kolam mu jauh lebih rendah dari milikku." Xing Jun mendengus tidak mau kalah.


"Kau ..."


"Kalian berdua berhentilah sekarang juga!" Little Spirit hendak berkata lagi tapi segera dihentikan oleh Wen Yun Zi.


"Tuan, Xing Jun merendahkan TianLing Spiritku lagi." Little Spirit mengeluh sambil menampakkan ekspresi yang seakan-akan telah ditindas secara fisik.


"Kalian lanjutkan lah bertengkar di tempat lain, jangan menggangguku memurnikan pil obat." Perintah Wen Yun Zi.


Keduanya tidak lagi bertengkar karena tak ingin membuat Tuan mereka marah.


Wen Yun Zi menghela nafas tak berdaya. Sejak pertama kali bertemu dengannya, Xing Jun entah bagaimana langsung akrab dengannya. Tetapi begitu pertama kali bertemu dengan Little Spirit, Xing Jun langsung menindas Little Spirit dengan kata-katanya yang beracun.


Tak terima dirinya ditindas, Little Spirit langsung mengejar dan memukul Xing Jun. Semenjak pertemuan pertama, keduanya tidak lagi akur setiap kali bertemu lagi ataupun setiap kali Wen Yun Zi mengaktifkan komunikasi jiwa.


Tak banyak berpikir, Wen Yun Zi kembali melanjutkan pekerjaannya, tapi kali ini tidak menambahkan TianLing Spirit milik Little Spirit, melainkan menambahkan XianLing Spirit milik Xing Jun.


"Sangat indah!" Jie Rui kagum melihat air yang begitu bening keluar dari telapak tangan Wen Yun Zi dan mengalir memasuki tungku pemurnian.


"Sepertinya nona pemilik juga memiliki bakat bawaan elemen Air." Batin Jie Rui yang semakin mengagumi Wen Yun Zi.


Setengah jam kemudian ...


'Ding' ... Sebuah suara terdengar berasal dari dalam tungku, menandakan bahwa proses pemurnian telah selesai.


Wen Yun Zi membuka penutup tungku setelah meminta Jie Rui untuk mengambil kembali elemen Apinya.


"Selesai dengan sukses!" Wen Yun Zi tersenyum lebar begitu melihat ada total lima butir pil berwarna merah di dalam tungku.


Wen Yun Zi semakin bahagia setelah memeriksa bahwa ternyata menambahkan XianLing Spirit memang benar-benar meningkatkan efek serta kemurnian pil obat. "XianLing Spirit memang lebih banyak manfaatnya dibandingkan dengan TianLing Spirit." Batin Wen Yun Zi.


Level pil obat dibagi menjadi 10 ;


- Putih


- Merah


- Orange


- Kuning

__ADS_1


- Hijau


- Cyan


- Biru


- Ungu


- Perak


- Emas


Tidak seperti level ramuan obat yang sulit dibedakan, level pil obat hanya dibedakan berdasarkan dari warnanya saja.


Setelah memasukkan pil obat kedalam botol porselen, Wen Yun Zi melanjutkan memurnikan pil obat lainnya hingga larut malam. Sementara Jie Riu tetap setia mendampingi meski Wen Yun Zi berulang kali berkata tidak perlu membantunya.


Wen Yun Zi menghentikan pekerjaannya ketika malam sudah semakin larut.


Sebelum pergi, Wen Yun Zi meletakkan satu botol porselen di atas meja kemudian memberitahu Jie Rui untuk meminum satu butir pil obat sebelum akan berkultivasi. Jie Rui awalnya menolak menerima barang yang menurutnya sangat berharga, tetapi ketika Wen Yun Zi mengatakan bahwa dirinya tidak akan menerima seorang bawahan tanpa kultivasi, Jie Rui akhirnya menerimanya karena tak punya pilihan lain.


Meskipun Jie Rui bekerja di Klan, Wen Yun Zi sebenarnya sudah menerima Jie Rui sebagai bawahannya. Hal ini juga karena Jie Rui yang mengatakan ingin menjadi bawahannya. Karena sudah menjadi bawahannya, Wen Yun Zi ingin Jie Rui berkultivasi untuk menjadi lebih kuat dan dapat dipercaya melakukan tugas-tugas yang lebih penting dimasa mendatang.


"Jie Rui, ingatlah satu hal ini baik-baik. Aku! Wen Yun Zi! Tidak akan pernah mengambil kembali apa yang sudah aku berikan." Ucap Wen Yun Zi dengan nada tegasnya.


Jie Rui mengangguk dan dengan hormat berkata. "Bawahan akan selalu mengingatnya."


Meski umurnya masih remaja, pemikiran Jie Rui jauh lebih dewasa dibandingkan remaja yang seumuran dengannya.


Wen Yun Zi tersenyum kemudian menghilang dalam sekejap mata.


Benar! Wen Yun Zi melakukan teleportasi, menghilang dari hadapan Jie Rui dan muncul kembali di kamarnya sendiri. Tidak istirahat, Wen Yun Zi langsung memasuki gelang ruang dimensi.


-pagi hari berikutnya-


Melihat Wen Yun Zi masih belum keluar juga dari paviliunnya, para tetua kesal karena berpikir jika Wen Yun Zi mengusulkan taruhan hanya untuk bermain-main saja.


Disisi lain, begitu keluar dari gelang ruang dimensi, Wen Yun Zi meregangkan otot-ototnya yang kaku akibat berkultivasi selama kurang lebih delapan hari jika menurut waktu di gelang ruang dimensi.


"Hanya naik dua tingkat setelah berkultivasi begitu lama! Haiss ... Kekuatanku masih sangat lemah!" Wen Yun Zi mengeluh begitu merasakan level kultivasinya saat ini berada di level Xuan Ling orde sembilan.


Mengingat aktivitasnya hari ini, Wen Yun Zi segera turun dari ranjangnya, kemudian keluar dari kamarnya dan memanggil pelayan.


"Sudahkah kalian menyiapkan air mandi hangat untukku?" tanya Wen Yun Zi pada dua gadis pelayan.


"Sudah nona pemilik." Jawab salah satu gadis pelayan.


Wen Yun Zi mengangguk lalu berkata. "Aku ingin mandi sekarang, bawalah dan siapkan airnya dikamar mandi ku!Oh benar, siapkan sarapan yang sederhana saja untuk hari ini."


"Baik nona pemilik," ucap dua gadis pelayan secara serempak.


Satu jam kemudian ...


Begitu selesai mengisi perutnya dengan menu sarapan yang sederhana, Wen Yun Zi memasuki kamarnya lagi, mengganti hanfu birunya dengan hanfu berwarna merah, menutupi wajahnya dengan topeng bulu berwarna-warni, kemudian keluar dari Mansion Klan Wen dengan cara teleportasi.


.


.


Author up lagi nih guys...

__ADS_1


Jangan lupa di like dan di komen ya.


____Happy Reading____


__ADS_2