Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)

Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)
010 _ Paviliun Kedamaian (Sudah Direvisi)


__ADS_3

Setelah tiba di depan Paviliun Kedamaian, Jie Rui dihentikan oleh penjaga. "Selain Nona pemimpin, orang lain tidak di izinkan memasuki Paviliun Kedamaian."


Wen Yunzi mengangguk lalu berbalik ke belakang. "Jie Rui, kau pergilah dulu."


"Ya."


Jie Rui pergi setelah memberi salam.


"Jie Rui ..." Wen Yunzi tiba-tiba memanggilnya.


"Ada apa nona pemimpin?" tanya Jie Rui.


"Bisakah kau membantuku untuk mengumpulkan buku-buku apoteker milik Liu Chang? kemudian kirim ke Paviliun Teratai?"


"Bisa, Nona." Jawab Jie Rui dengan hormat.


"Baiklah. Kau boleh pergi sekarang." Ucap Wen Yunzi.


Jie Rui mengangguk kemudian pergi setelah memberi salam lagi.


Wen Yunzi segera memasuki Paviliun Kedamaian dengan botol porselen ditangannya.


"Dimana Kakek?" tanyanya pada penjaga yang memimpin jalan.


Penjaga tersebut menghentikan langkahnya lalu berbalik ke belakang, kemudian menjawab dengan hormat. "Jawab Nona pemimpin, Tuan besar sekarang ada di halaman belakang."


Wen Yunzi mengangguk sebagai tanggapan.


Setelah berjalan melewati beberapa bangunan, penjaga itu menghentikan langkahnya didepan sebuah pintu besar. "Nona pemimpin, Tuan besar ada di dalam."


"Baiklah. Kau boleh pergi sekarang."


"Ya."


Penjaga itu berbalik pergi setelah memberi hormat.


Semenjak bertemu ataupun berbicara dengan Nona pemimpin, dia tidak pernah mengangkat kepalanya untuk melihat langsung pada wajah Nona pemimpin.


Wen Yunzi menghela nafas lalu membuka pintu besar didepannya.


Membuatnya sangat takjub saat melihat pemandangan hutan bambu di depan matanya.


Ditengah-tengah hutan bambu, terlihat sosok berhanfu coklat sedang berdiri dan tengah menyaksikan burung-burung terbang bebas.


"Xiao Zi ..." Panggil Tuan besar Wen Lijun.


"Kakek, apa aku mengganggumu?" Wen Yunzi bertanya sambil menghampiri Kakeknya.


"Tentu saja tidak." Tuan besar tersenyum lembut melihat cucu kesayangannya.


Melihat botol porselen ditangan kanan cucunya, Tuan besar bertanya. "Apakah ramuan obat yang ada di tanganmu untuk kakek?"


Karena terlalu lama menghabiskan waktu untuk membuat ramuan obat di ruang apotek, hanfu yang di kenakan Wen Yun Zi tentunya sudah dipenuhi oleh aroma khas herbal.

__ADS_1


Dari aroma inilah, Tuan besar mengetahui apa isi botol porselen yang dipegang cucunya. Hanya saja, Tuan besar tidak menyangka kalau cucunya benar-benar akan bersusah payah untuk membuat ramuan obat untuknya.


"Ya! Ramuan obat ini untuk kakek." Wen Yun Zi tersenyum.


Wen Yun Zi kemudian mendekati kakeknya lalu berkata. "Kakek, buka mulutmu dan minumlah ramuan obat ini."


Senyum di mulut Tuan besar tiba-tiba langsung menghilang dan digantikan dengan batuk yang dibuat-buat. "Uhuk ... Uhuk ... Xiao Zi, kakek akan meminumnya sendiri."


Wen Yun Zi tersenyum manis lalu menyerahkan botol porselen yang dipegangnya kepada kakeknya.


Saat Tuan besar hendak menuangkan isi botol porselen ke dalam mulutnya, seorang pria berhanfu serba hitam tiba-tiba muncul entah dari mana dan langsung berkata dengan nada khawatir. "Tuanku, anda tidak bisa meminumnya."


Pria berhanfu hitam sangat cemas; Aku tidak bisa membiarkan nona pemilik bermain-main terutama dengan kesehatan Tuan. Jika Tuan meminum ramuan obat yang tidak diketahui ini dan menderita setelah meminumnya, apa yang harus ku lakukan?.


"Pergi!" Tuan besar menatap pria berhanfu hitam itu dengan dingin.


"Tapi Tuanku ..."


Pria berhanfu hitam itu semakin cemas.


"Jangan biarkan aku mengulanginya lagi!" Ekspresi di wajah Tuan besar semakin dingin.


"Ya!"


Tidak bisa berbuat apa-apa. Pria berhanfu hitam itu mengalihkan pandangannya kesamping dan menatap Wen Yun Zi dengan sepasang mata permusuhan.


Wen Yun Zi menghela nafas berat, menggelengkan kepalanya kemudian menjelaskan panjang lebar dengan nadanya yang tegas. "Paman Wen Xing, Tuan mu adalah kakekku dan satu-satunya keluarga yang ku miliki di dunia ini. Bahkan jika aku telah meracuni semua orang di dunia ini, aku tidak akan pernah meracuni kakekku sendiri. Paman Wen Xing, apakah kau puas sekarang?"


Wen Xing bahkan merasa kalau sekarang bukan Wen Yun Zi yang berdiri di samping Tuannya, melainkan seseorang yang pernah memimpin seluruh dunia.


Tidak ragu lagi, Wen Xing menundukkan kepalanya lalu meminta maaf kepada Wen Yun Zi. "Maafkan atas sikapku nona pemilik."


"Paman Wen Xing, aku tidak keberatan dengan sikapmu. Kau bersikap seperti itu karena kau sangat peduli pada kakekku." Wen Yun Zi tersenyum tulus.


Wen Xing tertegun, dirinya baru menyadari kalau Wen Yun Zi tidak memanggilnya dengan sebutan penjaga ataupun pengawal, melainkan memanggilnya dengan sebutan paman.


"Aku benar-benar telah salah menilai nona pemilik." Batin Wen Xing menyesal.


"Paman Wen Xing, kau boleh pergi sekarang!" Ucap Wen Yun Zi.


Wen Xing mengangguk lalu pergi dengan cepat.


Tuan besar tersenyum melihat bagaimana cara cucunya meyakinkan pengawal pribadinya.


Tanpa keraguan, Tuan besar langsung menuangkan isi botol porselen yang dipegangnya kedalam mulutnya.


Wen Yun Zi tersenyum lalu mengingatkan kakeknya seperti seorang ibu yang sedang mengingatkan anaknya. "Racun di Tubuh kakek hanya bisa dihilangkan secara perlahan. Mulai dari hari ini hingga tujuh hari kedepannya, aku akan meminta seseorang untuk mengirimkan ramuan obat seperti ini pada kakek, dan kakek harus ingat untuk meminumnya. Setelah tujuh hari berlalu, aku akan menggantinya dengan ramuan obat yang lain."


"Baiklah! Kakek akan mendengarkan apapun yang Xiao Zi katakan." Tuan besar tersenyum lembut.


"Kakek percaya kalau aku benar-benar bisa menghilangkan racun ditubuh kakek?" Wen Yun Zi bertanya dengan mata yang berkaca-kaca.


Tuan besar mengetuk dahi cucunya dengan lembut. "Gadis bodoh! Jika kakek tidak percaya pada cucu kakek sendiri, lalu siapakah yang harus kakek percayai?"

__ADS_1


Tuan besar memandangi cucunya dengan lembut; Aku telah diracuni sejak dua puluh tahun yang lalu. Semenjak itu juga, semua dokter yang telah memeriksaku berkata kalau racun ditubuh ku tidak akan pernah bisa di hilangkan. Cucuku berkata bisa menghilangkan racun di tubuhku, dan aku hanya bisa mempercayainya tanpa syarat. Jika aku bahkan tidak mempercayai cucuku sendiri, lalu siapakah yang harus ku percayai di dunia ini?.


Wen Yun Zi berusaha mencegah agar tidak menjatuhkan air matanya.


Melihat cucunya hampir menangis, Tuan besar tersenyum lembut lalu mengajak cucunya untuk makan siang bersama.


Wen Yun Zi mengangguk kemudian mengandeng tangan kakeknya untuk pergi dari halaman belakang.


Sesampainya diruang makan, Tuan besar dan Wen Yun Zi langsung menikmati makan siang yang memang sudah disiapkan.


Setelah menyelesaikan makan siangnya, Wen Yun Zi berpamitan kepada kakeknya untuk kembali ke paviliunnya sendiri.


Sesampainya di paviliunnya, Wen Yun Zi menuju ruang belajarnya dan langsung membaca buku-buku tentang apoteker yang sudah dikirimkan oleh Jie Rui.


Diantara banyaknya buku-buku tentang apoteker di hadapannya, Wen Yun Zi membaca buku yang memiliki sampul 'Panduan apoteker pemula' lebih dulu.


Setelah selesai membaca buku tentang panduan apoteker pemula, Wen Yun Zi tenggelam dalam pikirannya sendiri disertai ekspresi kekaguman di wajah cantiknya; Ternyata jenis herbal di zaman kuno ini tidak jauh berbeda dengan jenis herbal di zaman modern, tapi diantara herbal-herbal di zaman kuno ini, ada beberapa herbal yang efeknya sepuluh kali lipat lebih efektif dari herbal di zaman modern. Jika dimurnikan dengan cara yang benar, herbal ini akan berubah menjadi ramuan obat yang bisa menyembuhkan banyak penyakit yang sulit disembuhkan, sekaligus dapat menyembuhkan seseorang yang dirasuki oleh roh jahat.


Di Benua Da Xia, ramuan obat dibagi menjadi sembilan level. Semakin tinggi level ramuan obat, semakin langka juga keberadaannya. Di seluruh Kekaisaran Tian Zing, ramuan obat level empat sudah dianggap sebagai harta yang langka.


Dari sudut pandang ini saja, dapat dilihat betapa berharganya ramuan obat meski hanya level rendah.


"Untuk sepenuhnya menghilangkan racun di tubuh kakek, sepertinya aku harus mencapai apoteker level Dewa lebih dulu." Ucap Wen Yun Zi sembari memijat dahinya.


Tidak banyak berpikir, Wen Yun Zi melanjutkan membaca buku kedua.


Malam hari ...


Tidak terasa, Wen Yun Zi telah menghabiskan waktunya hingga jam 07:00 malam hanya untuk menyelesaikan membaca semua buku-buku tentang apoteker pemula.


Setelah merapikan kembali buku-buku yang dibacanya, Wen Yun Zi beranjak dari kursinya kemudian melangkahkan kakinya ke meja lain dan melihat ada beberapa botol ramuan obat level satu dan dua.


Wen Yun Zi menghela nafas dengan berat; Ramuan obat benar-benar sangat langka dan berharga, bahkan Klan Wen yang sudah menjadi Klan terkaya di seluruh Kekaisaran Tian Zing hanya memiliki ramuan obat level satu dan dua.


Wen Yun Zi tiba-tiba melambaikan tangan kanannya, dan dua penjaga bayangan segera muncul di hadapannya.


"Pergilah cari informasi. Di seluruh Kekaisaran Tian Zing, siapakah yang memiliki herbal jenis rumput Kaisar JinWu." Perintah Wen Yun Zi.


"Ya nona pemilik."


Dua penjaga bayangan menerima perintah Wen Yun Zi dan segera pergi setelah memberi salam.


.


.


Note; Author akan menggunakan waktu bahasa indonesia saja, agar para readers lebih mudah memahaminya.


.


.


_____Happy Reading______

__ADS_1


__ADS_2