Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)

Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)
046. Berlatih Di Gua


__ADS_3

Percakapan yang masih terus berlanjut ..


"Jika kau pergi ke Negara Tian Zing utara, bisakah kau membawa Xiao Si denganmu?", tanya Kaisar Yue Zeming pada Pria bertopeng disampingnya.


"Tentu saja bisa! Lagi pula, saudarimu kekurangan pengetahuan Dunia luar. Membawanya kali ini akan menambah pengetahuannya. Kau juga tidak perlu khawatir, aku pasti akan memastikan keamanannya", Liu Xing Sheng berkata dengan nada ringannya.


"Terima kasih saudara!",


"Dengan sifat Xiao Si yang suka bermain-main, aku hanya bisa tenang jika kau yang membawanya keluar", sambung Kaisar Yue Zeming.


"Yakinlah! ", Liu Xing Sheng menepuk pundak Kaisar Yue Zeming untuk meyakinkannya.


"Kapan kau akan pergi? ",


"Perjalanan ke Negara Tian Zing Utara pasti akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Jadi, aku akan berangkat tiga hari kemudian agar tiba lebih cepat",


"Kau benar! ",


"Aku akan memberitahu Xiao Si tentang hal ini, Gadis nakal itu pasti akan sangat senang!",


______


Satu minggu kemudian ...


Di salah satu hutan yang berjarak beberapa mil dari markas sementara miliknya, Yun Zi saat ini melatih keterampilan Alkimianya di gua yang lokasinya berada di pedalaman hutan.


Tiba-tiba, guntur yang cukup keras terdengar di luar gua disertai turunnya hujan yang sangat deras.


Mengambil pil dalam tripod penyulingan nya dan meletakkannya di dalam botol porselen kecil, Yun Zi lalu menyimpan perlengkapan Alkimianya ke ruang dimensinya.


"Sepertinya, aku harus tinggal di gua ini lebih lama", Yun Zi menghela nafas sembari melihat ke arah pintu masuk gua.


Melihat Tuannya terlihat sangat kesepian, Chu'er menghibur Tuannya dengan berbagai kata-kata lucu. Chu'er berusaha sebisa mungkin untuk tidak membiarkan Tuannya mengingat kehidupan masa lalunya.


"Chu'er, apakah telur Phoenix masih belum ada tanda-tanda menetas? ", Yun Zi bertanya sembari menopang pipinya dengan bosan.


"Belum ada Tuan! Sepertinya, telur Phoenix itu masih sangat betah berada dalam cangkangnya",


"Tuan.... ", Chu'er memanggil Tuannya yang terlihat sangat bosan.


"Mmm... ", sahut Yun Zi sekilas.


"Apakah Tuan sangat merindukan saudara Tuan? ",


"Benar! Aku memang sangat merindukan Xiao Yi. Jika bisa, aku benar-benar tidak ingin Xiao Yi jauh dariku", ucap Yun Zi dengan ekspresi rumit di balik topengnya.


Chu'er hanya bisa diam melihat Tuannya yang terlihat sangat kesepian saat ini. Jika bisa, Chu'er ingin keluar untuk menemani dan memeluk Tuannya.


Untuk menenangkan suasana hatinya yang kesepian, Yun Zi pun mengubah posisi duduknya lalu mulai memejamkan matanya untuk bermeditasi.


Hujan deras diluar tidak sedikitpun mereda dan malah semakin deras disertai guntur yang cukup keras. Hari-hari kelabu di luar pun perlahan-lahan di tutupi oleh kabut tipis sehingga tidak mengetahui apakah saat ini pagi, siang atau sore.


"Xiao Yu, ada sebuah gua di depan! Mari kita pergi berteduh di gua dulu",


"Hebat! Akhirnya kita tidak harus kehujanan lagi",


Seorang Pemuda dan Gadis muda perlahan-lahan muncul dalam turunnya hujan deras. Seorang Pemuda yang memegang jubah luarnya di atas kepalanya dan kepala Gadis di sampingnya untuk memblokir turunnya air hujan.



Note ; Jubah Laki-laki kayak gini ya guys, jadi yang dibuka jubah luarnya aja. Author menjelaskan agar kalian gak salah paham.


Sesampainya di pintu masuk gua, keduanya tidak langsung masuk dan malah membereskan pakaian nya masing-masing yang sedikit berantakan akibat turunnya hujan deras yang membasahi keduanya.

__ADS_1


"Gege sudah bilang padamu kalau cuaca belakangan ini sangat buruk dan kau tidak mendengarkan Gege dan malah memaksa untuk bepergian. Lihat sekarang, kita akhirnya terjebak disini! ", seorang Pemuda tampan berjubah biru berkata dengan ekspresi tidak berdaya pada Gadis disampingnya.


"Baiklah baiklah! Lain kali Xiao Yu akan mendengarkan Gege ketiga", sahut Gadis yang memakai gaun berwarna ungu muda, yang memiliki ekspresi sumringah di wajah cantiknya.


Mengetuk dahi Gadis yang tersenyum nakal disampingnya, Pemuda tersebut lalu berkata, "Mari cepat masuk kedalam, jangan sampai kamu terkena flu! ".


Gadis tersebut mengangguk ringan lalu segera masuk kedalam gua, diikuti oleh saudaranya dibelakangnya.


Yun Zi tetap menutup matanya meskipun mendengar suara dan gerakan dua orang di pintu masuk gua.


Pemuda dan Gadis yang baru saja tiba di dalam gua tiba-tiba tertegun melihat ada orang lain di dalam gua. Ya! Keduanya melihat seorang Gadis bertopeng yang sepertinya sedang bermeditasi.


"Kami berdua datang untuk berteduh dari hujan deras. Maafkan kami jika mengganggu meditasi Nona", Pemuda tersebut merespon terlebih dahulu lalu berkata dengan nada permintaan maaf.


"Tidak masalah! Lakukanlah apapun yang kalian inginkan", mengetahui identitas kedua orang ini, Yun Zi lalu menutup matanya kembali untuk melanjutkan meditasi nya.


Ya! Kedua orang ini adalah Tuan muda dan Nona muda dari Kediaman Lian, Departemen Urusan Negara.


Pemuda tampan berjubah biru tersebut bernama Lian Xu Ying, sementara Gadis cantik disampingnya bernama Lian Xu Yu. Keduanya adalah Putra dan Putri dari Tuan pertama Kediaman Lian yang juga keponakan dari Permaisuri Lian Sa Shuang.


"Terima kasih Nona", Lian Xu Ying mengucapkan terima kasih lalu menarik saudarinya untuk duduk di kursi batu.


Duduk di kursi batu, Lian Xu Yu tiba-tiba bersin dan meringkuk kan tubuhnya yang menggigil kedinginan, "Sangat dingin..... ".


Melihat ada banyak ranting kering di dekat gua, Lian Xu Ying berdiri lalu mengumpulkan ranting-ranting tersebut. Membawanya kembali ke tempat duduknya dan menggunakan Elemen Apinya untuk menyalakan Api.


"Xiao Yu, kau terlihat sangat kedinginan. Kemari dan duduklah di dekat api! ", ucap Lian Xu Ying dengan lembut pada saudarinya yang terlihat sangat kedinginan.


Lian Xu Yu mengangguk lalu duduk di dekat api. Kemudian mengulurkan tangannya yang kedinginan ke dekat api untuk menghangatkannya.


Beberapa saat kemudian, gua jatuh dalam hening dan hanya terdengar suara ranting yang terbakar.


Mungkin karena sangat kelelahan dan cuacanya yang tidak lagi dingin. Lian Xu Yu kini tertidur lelap dalam sandaran bahu saudaranya.


Gaun merahnya yang dipadukan dengan topeng bulu berwarna-warni di wajahnya, membuat sosok Gadis bertopeng ini sangat misterius, anggun serta menawan. Tapi auranya yang cukup menakutkan, membuat Lian Xu Ying tahu bahwa dirinya pasti akan bernasib buruk jika sampai menyinggung Gadis bertopeng ini.


Kagum sesaat pada Gadis bertopeng yang sedang bermeditasi, Lian Xu Ying lalu mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk gua untuk melihat apakah hujan sudah reda atau tidak.


Merasakan hujan diluar sudah mulai reda, Yun Zi menghentikan meditasi nya. Berdiri sembari membersihkan debu di gaunnya lalu berjalan ke arah pintu gua.


Lian Xu Ying juga melihat kalau hujan sudah reda. Lian Xu Ying dengan cepat membangunkan saudarinya yang tertidur di bahunya, "Xiao Yu bangunlah, hujan sudah reda. Kita harus segera kembali ke rumah! ",


"Gege ketiga, Xiao Yu masih ingin tidur", masih menutup matanya, Lian Xu Yu berkata dengan suara samar nya.


"Jadilah baik! Kita harus segera kembali ke rumah", Lian Xu Ying berkata dengan nada lembutnya sembari menopang saudarinya untuk berdiri.


Lian Xu Yu yang masih setengah sadar, tiba-tiba mengerutkan alisnya, "Gege ketiga, Xiao Yu merasa tidak nyaman! ",


Melihat saudarinya yang sedikit pucat, Lian Xu Ying langsung berkata dengan gugup, "Apa! Katakan pada Gege, dimana yang tidak nyaman",


"Sakit kepala! ", mengangkat tangannya yang sedikit gemetar, Lian Xu Yu menunjuk ke dahinya.


Lian Xu Ying pun langsung mengulurkan tangannya untuk memeriksa suhu dahi saudarinya, "Tidak panas! Bagaimana bisa kau sakit kepala? dan juga, wajahmu begitu pucat sekarang",


"Xiao Yu tidak tahu. Pokoknya, Xiao Yu tidak mau pergi Gege! ", keluh Lian Xu Yu yang saat ini wajahnya terlihat pucat.


Gadis yang sedang sakit, tidak peduli sekuat apakah dia. Pasti akan sangat rentan pada saat seperti ini. Lian Xu Ying sangat tertekan melihat mata besar saudarinya yang kini di penuhi dengan air mata.


"Jadilah patuh dan jangan menangis! Menangis hanya akan membuatmu semakin tidak nyaman", Lian Xu Ying berkata dengan lembut sembari mengelus kepala saudarinya.


Setelah ragu sesaat, Lian Xu Ying dengan berani memanggil, "Nona, tolong berhenti!",


Yun Zi yang sudah sampai di pintu masuk gua, langsung menghentikan langkahnya setelah mendengar kata-kata Lian Xu Ying. Yun Zi lalu berbalik sembari berkata dengan nada datarnya, "Anda memanggil saya?",

__ADS_1


Sepasang mata berbintang yang sangat mempesona, membuat hati Lian Xu Ying berdetak semakin kencang. Lian Xu Ying tidak menyangka kalau Gadis bertopeng yang terlihat menakutkan, memiliki sepasang mata berbintang yang sangat indah dan menawan.


Tapi pada saat seperti ini, Lian Xu Ying tidak memiliki minat memperhatikan penampilan Gadis bertopeng tersebut, "Bisakah Nona memeriksa keadaan saudariku....? suhunya tidak panas tapi wajahnya sangat pucat, saya sungguh tidak tahu penyakit apakah yang di derita saudari saya",


"Hmmmm?.....Apakah Anda yakin bahwa saya bisa memeriksa keadaan saudari Anda?", Yun Zi bertanya dengan nada tanpa emosi.


"Nona memiliki bau obat di tubuh Nona! Hanya seorang Dokter dan ahli Alkimia yang memiliki bau obat seperti ini", ucap Lian Xu Ying dengan yakin.


"Bahkan bisa mencium aroma obat yang samar ditubuh ku! Apakah Tuan muda ini memiliki kemampuan khusus? ", Yun Zi sedikit terkejut dengan indra penciuman Tuan Muda Lian Xu Ying ini yang begitu tajam.


Karena pihak lain telah memintanya, Yun Zi tidak keberatan. Lagi pula, bakat Kedokterannya yang luar biasa memang bertujuan menyelamatkan orang yang terluka.


Menghampiri lalu mengulurkan tangannya untuk memeriksa denyut nadi Lian Xu Yu, Yun Zi lalu berkata, "Keadaannya tidak serius, hanya demam rendah! Saya akan memberinya beberapa jarum perak",


Menerapkan tiga jarum perak setipis rambut di titik-titik tertentu dahi Lian Xu Yu, Yun Zi melihat mata bulat Lian Xu Yu perlahan-lahan terbuka.


"Apakah kepalamu masih sakit? ", melihat mata bulat Lian Xu Yu yang sangat imut. Yun Zi bertanya dengan nada sedikit lebih lembut.


Masih setengah sadar, Lian Xu Yu menggelengkan kepalanya sebagai tanggapan. Saat sepasang mata bulatnya bertemu dengan sepasang mata berbintang milik Yun Zi. Lian Xu Yu membuka mulutnya dan berkata, "Apakah Nona seorang Dewi yang turun ke Dunia fana? ",


"Apakah saya terlihat seperti seorang Dewi?", tidak menjawab pertanyaan Lian Xu Yu, Yun Zi malah bertanya kembali dengan alisnya yang terangkat dibalik topengnya.


"Meskipun Nona memakai topeng, Nona terlihat lebih cantik dari seorang Dewi! ", ucap Lian Xu Yu yang sudah mulai sadar sepenuhnya.


"Kamu sangat imut... ", Yun Zi berkata dengan senyum tipisnya lalu menoleh ke arah Lian Xu Ying, "Keadaan saudari Anda sudah lebih baik. Saya akan pergi sekarang! ".


Bersamaan dengan jatuhnya kata terakhirnya. Yun Zi melesat pergi tanpa memberikan kesempatan pada keduanya untuk mengucapkan terima kasih padanya.


Sepasang saudara tertegun sesaat melihat Nona bertopeng yang awalnya ada di hadapan mereka, kini telah menghilang tanpa meninggalkan jejak. Mengambil pandangannya kembali, Lian Xu Ying lalu bertanya pada saudarinya yang wajahnya kini tidak terlalu pucat lagi, "Xiao Yu, apakah keadaanmu sudah lebih baik sekarang?",


"Aku sangat yakin kalau Nona bertopeng itu pasti seorang Dewi? ", tidak mendengar pertanyaan saudaranya, Lian Xu Yu masih bergumam disertai ekspresi kekaguman di wajahnya.


"Tanpa melihat wajahnya, bagaimana kau begitu yakin kalau Nona bertopeng itu adalah seorang Dewi? ", Lian Xu Ying bertanya sembari mengetuk dahi saudarinya untuk menyadarkannya dari lamunannya.


Lian Xu Ying sangat heran mengapa saudarinya ini begitu mengagumi Wanita cantik, ekspresinya selalu seperti ini setiap kali melihat Wanita cantik.


Saudarinya ini juga berteman baik dengan Nona kedua kediaman Jendral Wen yang bernama Wen Jia Li. Satu-satunya alasan mengapa saudarinya ini mau berteman baik dengan Nona Wen Jia Li adalah, karena Nona Wen Jia Li adalah salah satu Wanita tercantik di seluruh Kekaisaran Tian Zing.


Sangat wajar bagi seorang Wanita akan memerah dan malu jika bertemu dengan Pria tampan tapi tidak dengan saudarinya ini yang hanya biasa-biasa saja jika bertemu dengan Pria tampan. Hanya jika bertemu dengan Wanita cantik, saudarinya ini akan menunjukkan ekspresi kekaguman, memerah dan malu-malu.


Situasi yang sangat terbalik .....!


"Gege, jika aku bertemu lagi dengan Dewi itu. Aku akan memujanya sebagai Guruku! ", ucap Lian Xu Yu dengan nada seriusnya.


Lian Xu Ying menghela nafas dan hanya menanggapi ucapan saudarinya dengan senyum tipis di wajah tampannya. Lian Xu Ying lalu menggandeng tangan saudarinya untuk kembali ke kediaman Lian.


Restoran Jiu Sui ....


Saat ini di salah satu ruangan pribadi di lantai dua. Jian Heeng, Shu Wan dan Liu Mei tengah berkumpul untuk menunggu kedatangan Tuan mereka.


Beberapa saat kemudian, Yun Zi akhirnya tiba, "Apakah kalian sudah menyiapkan segalanya?", tanya Yun Zi setelah meminum secangkir teh hangat.


"Sudah Tuan! ", ketiganya menjawab dengan serempak.


"Baiklah! Kita akan berangkat ke Kota Hantu setelah makan siang ini", ucap Yun Zi lalu mulai menikmati hidangan yang sudah ada di atas meja.


__________Goddess Of Yun Zi______


Hai guys, akhirnya author update lagi nih ...


Jangan lupa dukungannya ya dengan cara Like, Komen, Vote, Favorite dan Rate 5 nya ..


Terima kasih ...

__ADS_1


_____Happy Reading____


__ADS_2