Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)

Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)
039.Pertunjukan Seni


__ADS_3

Setelah semua orang kembali ke tempat duduknya masing-masing. Kaisar lalu bertanya pada Yun Zi mengenai penyebab perubahannya.


Yun Zi pun dengan suara manisnya menjawab kalau perubahannya sekarang disebabkan oleh mimpi aneh yang dialaminya beberapa waktu yang lalu.


Untuk meyakinkan semua orang, Yun Zi pun mengulangi kata-kata yang pernah di katakan nya pada Adiknya dan Liu Mei waktu itu mengenai penyebab perubahannya.


Note; Mengenai tentang mimpi aneh ini, penjelasannya ada di chapter (025.Alasan yang cukup masuk akal). Bagi yang masih bingung, bisa langsung di baca ulang ya guys ..


Kaisar dan semua orang pun tidak menganggap Yun Zi berbohong karena pada dasarnya hal seperti mimpi aneh tersebut memang benar-benar ada. Mimpi aneh yang mana setelah orang tersebut mengalaminya, orang tersebut akan langsung berubah dari seorang sampah menjadi seorang jenius sejati.


Semua orang tidak bisa percaya pada kenyataan kalau sampah dengan wajah buruk rupa seperti Wen Yun Zi kini telah berubah menjadi pewaris seorang ahli. Yang paling mengejutkan dan membuat orang tidak percaya adalah fakta bahwa sekarang Wen Yun Zi sudah menjadi seorang jenius sejati yang berada di atas Putra Mahkota.


Benar! Untuk meyakinkan semua orang kalau saat ini dirinya bukan lagi seorang sampah, Yun Zi telah menunjukkan empat bakat Elemen bawaannya yakni Api, Kayu, Es dan Cahaya.


Semua orang sudah sangat iri dan benci melihat Yun Zi menunjukkan bakat Elemen bawaan ganda empatnya tapi melihatnya menunjukkan bakat Elemen bawaan terakhirnya yang berbasis Cahaya, semua orang hampir muntah darah sekarang.


Tentu saja semua orang akan muntah darah karena perlu diketahui bahwa di seluruh Benua Da Xia hanya ada dua orang yang memiliki bakat Elemen bawaan berbasis Cahaya dan dua orang ini sekarang telah menjadi tokoh yang sangat penting di Benua Da Xia.


Menstabilkan jantungnya yang sejak tadi berdetak tidak teratur akibat terus menerus menerima hal sangat mengejutkan, Kaisar lalu bertanya pada Yun Zi tentang tingkatan energi spiritualnya.


Yun Zi pun dengan tenang mengeluarkan energi spiritualnya yang berwana Biru terang. Dan sekali lagi membuat semua orang merasa tidak ingin bernafas lagi.


"Wah..... Aku sungguh tidak ingin hidup lagi! ",


"Huhuhu.... Aku juga",


"Surga benar-benar tidak adil pada kita! ",


"Kau benar! Surga tidak adil pada kita, aku yang sudah berusaha berkultivasi sangat keras selama ini hanya mencapai level energi spiritual yang tidak layak disebutkan tapi sekarang, Wen Yun Zi yang hanya diam di kediamannya sudah mencapai level energi spiritual berwarna Biru sekarang",


"Wen Yun Zi benar-benar sangat beruntung",


"Sepertinya surga telah berpihak padanya!",


"Aku sangat iri tapi apalah daya, aku hanya bisa menggigit jariku untuk menerima kenyataan pahit ini",


"Kurasa, Wen Yun Zi benar-benar layak mendapatkan karunia seperti itu",


"Emm kau benar juga!",


"Kurasa aku sudah menjadi penggemar Wen Yun Zi sekarang! ",


Meskipun ada yang sangat iri dan benci dengan karunia luar biasanya, ada juga orang-orang yang mulai mendukung Yun Zi.


Dari semua orang yang ada di Aula perjamuan, hanya Wen Li Mei lah yang paling tidak dapat menerima kenyataan bahwa sepupu yang dia anggap sebagai sampah tak berguna tiba-tiba berubah menjadi Phoenix yang bersinar cemerlang malam ini.


Wen Li Mei juga semakin membenci Yun Zi karena fakta bahwa Yun Zi telah menyembunyikan mengenai perubahannya dari dirinya serta keluarganya yang ada di kediaman Jendral Wen, yang mana hal ini membuat dirinya terlihat seperti orang bodoh malam ini.


Wen Li Mei menggertak kan giginya dengan marah lalu bertanya dengan nada sinis nya pada Yun Zi alasan kenapa Yun Zi menyembunyikan mengenai perubahannya dari keluarganya di kediaman Jendral.

__ADS_1


Di hadapkan dengan pertanyaan sinis Wen Li Mei, Yun Zi menanggapi dengan senyum palsunya dan mengatakan alasannya kalau sebenarnya dirinya tidak bermaksud menyembunyikan tentang perubahannya dari keluarganya, melainkan dirinya berniat ingin memberitahu kabar baik ini pada malam tahun baru dimana pada saat itu semua keluarga akan berkumpul untuk makan malam bersama sebagai perayaan tahun baru.


Semua orang pun tidak menganggap ada yang salah mengenai alasan yang di tuturkan Yun Zi dan malah merasa alasannya sangat bijak dan masuk akal. Bahkan Kaisar, Ibu Suri serta Permaisuri telah memuji Yun Zi, menganggapnya sebagai anak yang taat dan berbakti.


"Apa alasan yang masuk akal! Gadis busuk itu tidak memberitahu keluarga mengenai perubahannya karena dia ingin mempermalukan ku malam ini", batin Wen Li Mei yang mulai menyesal membawa Yun Zi ke perjamuan malam ini.


Jika bisa, Wen Li Mei mungkin akan mengambil semua keberuntungan yang telah menimpa Yun Zi tapi sayangnya, sampai kapan pun keberuntungan tidak akan pernah bisa di ambil.


Ada yang sangat bahagia atas perubahan Yun Zi dan ada juga yang tidak. Tapi Yun Zi tidak memperdulikannya dan hanya duduk dengan sikap acuh tak acuh di bawah berbagai tatapan yang tertuju padanya.


Setelah situasi tentang perubahan Wen Yun Zi menjadi sangat jelas, Kaisar pun mempersilahkan Ibu Suri untuk menyampaikan beberapa kata pembuka sebagai tanda bahwa perjamuan telah resmi dimulai.


Tapi Ibu Suri justru menggelengkan kepalanya dan berkata kepada Kaisar dengan nada ringannya, "Ibu ada disini hanya untuk menonton pertunjukan, jadi biarkan Shuang'er yang memulainya".


Ibu Suri tidak memanggil Permaisuri Lian Sa Shuang dengan nama aslinya atau gelarnya karena Ibu Suri sangat menyayangi dan menganggap Permaisuri Lian Sa Shuang sangat berbeda dari Istri-Istri Putranya yang lain. Alasan lainnya adalah, Permaisuri Lian Sa Shuang adalah Istri pertama Putranya yang telah dengan setia menemani Putranya dalam keadaan apapun.


Kaisar pun mengangguk dan membiarkan Permaisuri Lian Sa Shuang memulai perjamuan.


Sebenarnya Kaisar mempunyai dua Permaisuri, tapi yang hadir pada perjamuan malam ini hanyalah satu Permaisuri saja yakni Permaisuri Lian Sa Shuang.


Tidak banyak berbasa-basi, Permaisuri hanya menyampaikan beberapa kata pembuka dan dengan resmi memulai perjamuan.


Menghentikan ucapannya, Permaisuri lalu mengalihkan pandangannya kearah Ibu Suri, Permaisuri pun melanjutkannya kembali setelah mendapat anggukan ringan dari Ibu Suri,


"Ben Gong telah mendengar kalau para Nona-Nona muda yang hadir pada malam ini memiliki keterampilan seni yang sangat luar biasa. Bagaimana kalau memanfaatkan kesempatan ini untuk para Nona muda menunjukkan satu atau dua keterampilan seni mereka?, hal ini juga akan menambah tingkat kegembiraan pada perjamuan malam ini dan tidak akan membuatnya begitu membosankan. Bagaimana pendapat Kaisar dan Ibu Suri mengenai ide ini? ", Permaisuri menyampaikan idenya lalu mengarahkan pandangannya pada Kaisar dan Ibu Suri.


Mendengar ide Permaisuri, Kaisar segera berkata dengan penuh minat, "Ide yang bagus! Mari lakukan sesuai ide Permaisuri".


Tentu saja Ibu Suri akan setuju. Karena sebelumnya, ide Permaisuri ini telah dibahas dengannya.


Ide ini dibuat berdasarkan tujuan utama perjamuan malam ini. Dengan para Nona muda yang berkumpul pada malam ini, Ibu Suri dan Permaisuri bisa langsung mengevaluasi bakat para Nona muda secara langsung. Hal ini bertujuan agar memudahkan pemilihan kandidat yang cocok untuk posisi Permaisuri Putra Mahkota.


Para Nona muda yang mendengarnya pun langsung bersemangat dan bahagia. Tentu saja sangat bersemangat karena para Nona muda telah menantikan kesempatan ini dan juga, para Nona muda akan menggunakan kesempatan emas ini untuk menampilkan keterampilan seni mereka yang terbaik dengan tujuan menarik perhatian Putra Mahkota atau para Pangeran lainnya.


"Karena perjamuan sudah resmi dimulai maka mari kita mulai dengan pertunjukan seni terlebih dahulu. Para Nona muda dapat memilih antara kaligrafi, melukis, puisi, menari atau menyanyi. Silahkan pilih dan tampil lah sesuai keinginan kalian", ucap Permaisuri dengan senyum ramahnya.


Melihat tidak ada yang keberatan dengan pengaturannya, Permaisuri pun kembali berkata sembari mengalihkan pandangannya pada Yun Zi yang tengah duduk dengan posisi elegannya.


"Karena tidak ada yang keberatan, maka kita akan memulainya dari urutan posisi duduk dan yang pertama tampil adalah Nona sulung kediaman Jendral Wen", tanya Permaisuri pada Yun Zi yang masih terlihat begitu tenang.


Berbagai jenis tatapan dari penghinaan, merendahkan, penasaran hingga tatapan antusias pun kini tertuju pada Yun Zi.


Meskipun Yun Zi kini telah berubah dari seorang sampah menjadi seorang jenius. Maka tidak dipungkiri lagi semua orang masih menganggapnya tidak tahu apapun mengenai keterampilan seni.


Mengapa semua orang menganggap Yun Zi tidak mengetahui apapun mengenai keterampilan seni? ....


Alasannya adalah. Karena ada dari orang-orang ini yang mengetahui masa lalu kehidupan Yun Zi yang sesungguhnya di kediaman Jendral Wen. Berikut detailnya;


Sejak Yun Zi di vonis sebagai sampah kultivasi, Yun Zi telah menyebabkan kediaman Jendral Wen mendapat banyak penghinaan dan cacian dari banyak orang. Karena hal inilah, keluarganya di kediaman Jendral Wen dengan sengaja tidak mengundang satu pun Guru seni untuknya dan sebagai gantinya, Yun Zi telah di pindahkan dari halaman megahnya ke halaman lusuh dan bobrok yang berada di tempat terpencil kediaman Jendral Wen.

__ADS_1


Mengingat pengaruh kediaman Jendral Wen yang begitu luas, orang-orang yang tahu tentang hal ini tidak ada yang berani menyebarkannya dan sebagai gantinya, orang-orang tersebut memilih bungkam.


Jadi inilah alasan kenapa beberapa orang menatap Yun Zi dengan tatapan penghinaan.


Berbeda dengan Wen Li Mei yang saat ini sedang menghina dan mengutuk Yun Zi dalam hatinya. Wen Li Mei sangat tidak sabar melihat sepupu yang sangat dibencinya itu pada akhirnya akan mempermalukan dirinya sendiri di hadapan keluarga Kekaisaran terutama di hadapan Putra Mahkota.


Merasakan berbagai jenis tatapan tertuju padanya, Yun Zi tidak merasa panik atau gugup dan justru tersenyum dengan manis. Berdiri dengan anggun, Yun Zi lalu berjalan ke depan dan memberi hormat pada Kaisar, Ibu Suri serta yang lainnya lalu berkata, "Karena Yang Mulia Permaisuri telah memanggil Zi'er secara pribadi maka Zi'er tidak akan sopan dan akan tampil sebagai yang pertama".


Melihat senyum manis nan menyenangkan terpampang di wajah cantik Yun Zi, Permaisuri pun mengangguk dengan sangat puas lalu berkata, "Memang Putri mendiang Wen Zuting. Jadi, seni apakah yang ingin kau tampilkan? ".


Tidak langsung menjawab, Yun Zi malah mengalihkan pandangannya pada semua Nona muda yang hadir dan akhirnya pandangannya terakhirnya mendarat tepat di tubuh Wen Li Mei.


Seakan mendapatkan inspirasi, Yun Zi menjawab pertanyaan Permaisuri dengan senyum yang tergantung di sudut bibirnya.


Putra Mahkota dan Pangeran pertama merasa kalau senyum Nona muda secantik peri ini mengandung makna tersembunyi. Meskipun begitu, Putra Mahkota dan Pangeran sangat menantikan makna tersembunyi seperti apakah itu.


"Yang Mulia Permaisuri, Zi'er memilih menampilkan seni keterampilan quqin tapi masalahnya adalah, Zi'er tidak membawa quqin malam ini dan juga, ini adalah pertama kalinya Zi'er berpartisipasi dalam pertunjukan seni jadi Zi'er tidak mempersiapkan apapun sebelumnya", jawab Yun Zi dengan nada manisnya.


Dalam hatinya, Yun Zi sebenarnya sangat muak terus tersenyum palsu seperti ini tapi apalah daya, Yun Zi terpaksa terus berakting seperti ini hanya karena ingin melihat sampai sejauh mana rencana licik Wen Li Mei.


Mendengar jawaban jujur Yun Zi, Permaisuri tersenyum lalu berkata, "Tidak perlu memikirkan masalah quqin karena di Istana ini ada banyak jenis alat musik",


Permaisuri pun lalu menyuruh seseorang untuk pergi ke gudang penyimpanan Istana dan mengambilkan quqin yang cocok untuk Yun Zi.


Sembari menunggu seseorang mengambil quqin, Wen Li Mei memanfaatkan kesempatan ini untuk mencibir Yun Zi dengan suaranya yang sedikit rendah, "Sepupu, bisakah kau benar-benar bisa bermain quqin? jika kau tidak bisa, lebih baik berhenti sekarang selagi ada waktu karena jika kau melanjutkannya, kemungkinan besar kau hanya akan mempermalukan dirimu sendiri",


"Aku berterima kasih atas perhatian adik sepupu tapi adik sepupu, beberapa hari ini aku sudah mempelajari beberapa lagu quqin yang menurutku cukup untuk berimprovisasi pada pertunjukan seni malam ini, jadi adik sepupu tidak perlu khawatir", ucap Yun Zi dengan senyum manisnya.


"Apakah Gadis busuk ini punya penyakit mental? hanya b**elajar beberapa hari dan dia sudah berani memainkannya di depan keluarga Kerajaan. Hmm! Karena Gadis busuk ini ingin mempermalukan dirinya sendiri maka aku hanya akan menontonnya dengan senang hati**",batin Wen Li Mei yang hanya menanggapi kata-kata Yun Zi dengan senyum merendahkan.


Para tamu undangan lainnya pun juga meledak heboh..


"Apakah Wen Yun Zi benar-benar akan memainkan quqin?",


"Mungkin dia tidak takut mempermalukan dirinya sendiri di hadapan keluarga Kerajaan",


"Mungkin tidak seperti yang kalian pikirkan, bisa saja Wen Yun Zi benar-benar bisa memainkan melodi quqin yang bagus",


"Apa gunanya jika dia bisa, itu hanya akan berakhir sia-sia karena kita semua tahu kalau di seluruh Kekaisaran Tian Zing, hanya Wen Li Mei yang paling pandai dalam seni quqin",


"Iya kau benar! Sejauh ini, tidak ada yang bisa menandingi seni quqin milik Wen Li Mei",


"Yang paling penting adalah, alunan melodi quqin milik Wen Li Mei benar-benar membuat orang yang mendengarkannya seperti terhanyut dalam sebuah mimpi",


"Benar! Sampai sekarang, aku bahkan tidak bisa melupakan alunan melodi yang Wen Li Mei mainkan pada pesta pertunangannya dengan Pangeran keempat",


Dengan memilih seni quqin, banyak orang berpikir kalau Yun Zi hanya menggali lubang kuburnya sendiri tapi berbeda dengan Putra Mahkota dan Pangeran pertama yang tak sabar menanti apa yang akan terjadi selanjutnya.


________Goddess Of Yun Zi________

__ADS_1


Guys, apakah jalan ceritanya membosankan?


_____Happy Reading______


__ADS_2