Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)

Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)
012 _ Kesepakatan (Sudah Direvisi)


__ADS_3

Sementara disisi lain, Wen Yun Zi segera keluar dari ruang apotek setelah mendapatkan barang yang diinginkannya.


Tapi begitu keluar dari ruang apotek, Wen Yun Zi tiba-tiba merasakan ketidaknyamanan di hatinya.


Berbalik ke belakang menghadap ruang apotek lagi, Wen Yun Zi entah bagaimana merasa bersalah; Di kehidupanku sebelumnya, aku adalah seorang dokter hantu yang dihormati oleh semua orang. Setiap hari, banyak orang berkerumunan di depan kediamanku hanya untuk memberikan berbagai harta langka padaku. Tapi di kehidupanku yang sekarang, aku malah mencuri sepotong herbal di kediaman seseorang?! Haiss ... Kenapa aku merasa semakin bersalah setelah memikirkannya.


Karena merasa sangat bersalah, Wen Yun Zi berpikir untuk menuliskan pinjaman.


"Ya! Menulis pinjaman." Wen Yun Zi segera memasuki ruang apotek lagi, lalu mengeluarkan pena dan kertas dari cincin penyimpanannya.


Setelah selesai menulis, Wen Yun Zi melipat kertasnya dan menaruhnya di rak tempat kotak herbal yang diambilnya.


Dengan senyumnya yang lebar, Wen Yun Zi berniat untuk segera pergi. Tapi begitu tangannya menyentuh gagang pintu, terdengar suara seperti pintu terbuka di belakangnya.


Wen Yun Zi membeku sesaat, kemudian berbalik ke belakang.


"Oh tidak! Tuan ketahuan." Ucap Little Spirit.


Tidak bereaksi seperti Wen Yun Zi, Little Spirit justru sangat terkejut.


Little Spirit sangat terkejut karena dirinyalah yang bertugas mengawasi apabila ada aura atau seseorang yang mendekat. Sejak memasuki Istana ini, dirinya tidak merasakan ada aura ataupun seseorang yang mendekat. Tapi sekarang, seseorang telah mendekat tanpa sepengetahuannya.


Berbalik ke belakang, wajah Wen Yun Zi yang hanya ditutupi oleh kain hitam, menunjukkan ekspresi terkejut bercampur waspada. "Kenapa sejak tadi aku tidak melihat ada pintu lain diruang apotek ini?"


Di pintu belakang ruang apotek yang sudah terbuka, sosok ramping yang begitu mempesona sedang bersandar malas di kusen pintu.


Wajah tampan mempesona yang bisa membuat cahaya bulan redup. Sepasang mata biru dingin yang sedalam jurang curam, jembatan hidung tinggi, bibir merah tipisnya seindah bungan prem.


Aura menakutkan disekitarnya membuat sosoknya seperti Raja Neraka yang begitu menakutkan, tapi juga sangat tampan bagaikan seorang Dewa.


Begitu jahat tapi juga sangat Mulia.


"Tidak mudah pergi setelah mencuri sesuatu dari Istana Ben Wang!"


Suara sedingin es menyadarkan Wen Yun Zi dari keterkejutannya.


Merasakan tekanan aura yang begitu menakutkan, Wen Yun Zi tidak bergerak ataupun berbicara.


"Tetaplah waspada Tuan, pria ini bukan orang biasa." Little Spirit mengingatkan Tuannya.


"Aku tahu." Ucap Wen Yun Zi yang juga meminta Little Spirit untuk tidak khawatir.


Dalam benaknya, Wen Yun Zi sudah menebak identitas pria tampan yang sedang berjalan kearahnya. "Pangeran pertama. Gong ... Yan ... Xiu."


"Aku sudah meninggalkan catatan pinjaman, jadi aku tidak dianggap sebagai pencuri." Ucap Wen Yun Zi dengan tenang.


Pangeran Xiu menghentikan langkahnya berjarak tiga langkah dari Wen Yun Zi. "Oh! Meninggalkan catatan pinjaman? apakah ini yang kau maksud?"


Sebuah kertas terbang ke telapak tangan Pangeran Xiu, dan langsung terbakar menjadi abu. "Bagaimana sekarang? dimana catatan itu?"


"Kau ..." Wen Yun Zi terkejut dan tidak bisa menebak apa yang coba di lakukan oleh Pangeran berdarah dingin ini.


Tidak menghiraukan reaksi Wen Yun Zi, Pangeran Xiu tiba-tiba berkata dengan di nada dinginnya. "Artefak liontin giok Dewa ada padamu?"


Kebingungan, Wen Yun Zi tidak mengerti artefak liontin giok Dewa apa yang dimaksud Pangeran Xiu.

__ADS_1


"Artefak liontin giok Dewa?" Little Spirit juga sama bingungnya dengan Tuannya.


"Little Spirit, apakah kau tahu apa itu artefak liontin giok Dewa?" Wen Yun Zi berkomunikasi dengan Little Spirit.


Mengamati aura gadis didepannya, Pangeran Xiu secara tak terduga tiba-tiba menyunggingkan senyum misteri. "Gadis misterius yang menarik!"


Tidak langsung menjawab, Little Spirit justru kembali bertanya. "Apakah liontin giok putih yang Tuan minta untuk mencaritahu asal-usulnya ada di ruang dimensi ini?"


Wen Yun Zi tetap menjawab meskipun tidak tahu kenapa Little Spirit tiba-tiba menanyakannya. "Iya! Liontin giok putih itu ada di paviliun ku tepat di samping meja rias."


Begitu mendapat jawabannya. Little Spirit yang sudah merasa gelisah, segera memusatkan pikirannya untuk mengambil liontin giok yang di maksud.


Tak lama kemudian, sebuah liontin giok putih muncul di telapak tangan Little Spirit.


"Ini ... Ini benar-benar liontin giok Dewa?" Little Spirit syok melihat benda di telapak tangannya.


"Little Spirit, apa maksudmu?" Wen Yun Zi bertanya, jantungnya berdetak tak karuan.


"Tuan, liontin giok ini bukan liontin giok biasa, melainkan sebuah artefak legendaris bernama 'Artefak liontin giok Dewa'." Ucap Little Spirit dengan ekspresi syok diwajahnya.


Merasakan sikap Little Spirit yang tidak biasa, Wen Yun Zi bertanya. "Apakah benda itu sangat berharga?"


"Artefak liontin giok Dewa adalah artefak yang sangat berharga di dunia ini. Aku akan mengirimkan informasi tentang artefak liontin giok Dewa ini ke dalam pikiran Tuan." Little Spirit berkata lalu menjentikkan cahaya putih ke dalam pikiran Wen Yun Zi.


Seketika, pikiran Wen Yun Zi dipenuhi oleh informasi tentang artefak liontin giok Dewa.


Wajah Wen Yun Zi menunjukkan ekspresi yang tak kalah syok dengan Little Spirit; Ternyata liontin giok yang mengikuti ku ke zaman kuno ini adalah artefak yang sangat berharga di zaman ini. Jika keberadaan artefak ini terungkap, seluruh penghuni di dunia ini pasti akan membunuhku untuk mendapatkan artefak ini.


Kembali sadar bahwa masih ada pria menakutkan didepannya, Wen Yun Zi berkata dengan nada yang tak kalah dinginnya. "Aku tidak tahu dan tidak pernah mendengar apa itu artefak liontin giok Dewa."


Pangeran Xiu menatap Wen Yun Zi dengan sepasang mata dinginnya. "Tidak tahu? lalu mengapa kau memiliki aura artefak liontin giok Dewa?"


Meskipun masih dengan ekspresinya yang dingin, sebenarnya Pangeran Xiu cukup mengagumi sikap ketenangan Wen Yun Zi.


"Tuan, Pangeran Xiu ini jauh lebih menakutkan dari yang dikatakan oleh penjaga bayangan itu." Ucap Little Spirit mengkhawatirkan Tuannya.


Menyadari bahwa dirinya pasti akan kalah telak jika secara langsung bertarung dengan Pangeran Xiu, Wen Yun Zi tidak menyangkalnya lagi. "Apa yang anda inginkan?"


"Kesepakatan!" Ucap Pangeran Xiu secara singkat.


"Kesepakatan apa?" Wen Yun Zi tetap waspada.


"Ben Wang bersumpah tidak akan merebut artefak itu darimu ataupun mengungkapkan keberadaannya. Tapi sebagai gantinya, kau harus membiarkan roh artefak itu keluar setiap kali Ben Wang memintanya untuk keluar." Pangeran Xiu berkata masih dengan yang dingin.


Setelah mengetahui semua informasi tentang artefak liontin giok Dewa, Wen Yun Zi tentu tahu kalau artefak liontin giok Dewa memiliki roh.


Meskipun begitu, Wen Yun Zi tidak langsung menyetujuinya dan justru merenungkan ucapan Pangeran Xiu; Meskipun aku tidak tahu Pangeran Xiu memiliki keperluan apa dengan roh artefak liontin giok Dewa. Tapi setelah memikirkannya berulang kali, manfaat dari kesepakatan ini jelas sama-sama menguntungkan. Tapi yang menjadi masalah terbesarnya sekarang, roh artefak liontin giok Dewa tidak pernah muncul semenjak mengikuti ke zaman kuno ini.


Wen Yun Zi berpikir jika dirinya menolak kesepakan ini, Pangeran Xiu pasti akan mengungkapkan keberadaan artefak liontin giok Dewa. Pada saat itu, dirinya pasti akan diburu oleh seluruh penghuni dunia ini.


Jika dirinya hanya sendirian di dunia ini, Wen Yun Zi pasti tidak akan menyetujuinya. Tapi karena dirinya masih memiliki seorang kakek yang begitu menyayanginya, Wen Yun Zi bimbang antara harus menolak atau menyetujuinya.


"Haiss ... Sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain menyetujuinya." batin Wen Yun Zi.


Menatap langsung ke wajah setampan Dewa dihadapannya, Wen Yun Zi berkata. "Baik! Saya menyetujui kesepakatan ini."

__ADS_1


Secara tak terduga, Pangeran Xiu yang dikenal sebagai Pangeran berdarah dingin, tiba-tiba menyunggingkan senyum sebagai tanggapan atas keputusan Wen Yun Zi.


Wen Yun Zi dan Little Spirit sekali lagi dibuat terkejut melihat senyum disudut bibir seksi Pangeran Xiu.


"Bisakah kau membiarkan roh artefak liontin giok Dewa keluar sekarang juga?" Pangeran Xiu tiba-tiba bertanya.


Pertanyaan Pangeran Xiu membuat Wen Yun Zi dan Little Spirit tersadar kembali dari keterkejutannya.


Sedikit berdeham, Wen Yun Zi kemudian menjawab. "Masalahnya sekarang, aku tidak pernah bertemu dengan roh artefak liontin giok Dewa. Bisa dikatakan, aku baru mengetahui kalau liontin giok yang terlihat seperti liontin giok biasa, ternyata adalah sebuah artefak legendaris."


Pangeran Xiu tiba-tiba melemparkan sebuah batu kristal berwarna ungu kepada Wen Yun Zi. "Itu bukan masalah! Setelah kau menyerap Qi spiritual di dalam batu kristal ini sampai habis, kau akan dibawa masuk kedalam ruang dimensi artefak liontin giok Dewa."


Tidak menolak, Wen Yun Zi mengangguk lalu langsung menyimpan batu kristal itu di cincin penyimpanannya.


"Kau bisa pergi sekarang, Ben Wang akan menemui mu lagi setelah beberapa hari." Pangeran Xiu berkata masih tetap dengan nada dinginnya.


Wen Yun Zi juga berkata dengan nada yang tak kalah dinginnya. "Aku memang akan pergi! Tunggu ... Kau tahu siapa aku?"


Pangeran Xiu mengangguk malas. "Pemilik Klan Wen yang baru bernama Wen Yun Zi."


Wen Yun Zi sudah menduganya. Dengan status Pangeran Xiu, tentu hanya butuh waktu hitungan menit untuk mengetahui identitasnya.


Wen Yun Zi mengangguk dan berkata. "Baiklah! Karena Pangeran Xiu tidak kekurangan uang ataupun harta yang langka. Maka aku tidak jadi mengembalikan pinjaman."


Pangeran Xiu lagi-lagi tersenyum samar. "Di masa depan, kau bisa mengambil apapun yang kau inginkan dari Istana Ben Wang."


Dengan kecerdasannya, Wen Yun Zi tentu mengerti maksud dibalik ucapan Pangeran Xiu. Tapi Wen Yun Zi menganggap ucapan Pangeran Xiu sebagai angin yang hanya melewatinya.


Melihat gadis didepannya mengerutkan dahinya, Pangeran Xiu berkata. "Jangan salah paham! Apa yang Ben Wang katakan tadi hanya sebagai hadiah atas kesepakatan kita."


"Kenapa Pangeran berdarah dingin ini menjelaskannya padaku?! Sudahlah ... Aku lebih baik segera pergi dari sini." Batin Wen Yun Zi.


Wen Yun Zi mengangguk sebagai tanda mengerti. "Aku tidak memiliki hadiah yang layak diberikan kepada Pangeran Xiu. AKu harap Pangeran Xiu tidak keberatan."


"Tentu Ben Wang tidak keberatan." Ucap Pangeran Xiu.


Wen Yun Zi kemudian berkata. "Baiklah! Aku pergi sekarang."


Tidak menunggu Pangeran Xiu bereaksi, Wen Yun Zi segera melesat pergi. Anehnya, Wen Yun Zi menemukan semua perangkap mematikan telah menghilang.


Pangeran Xiu tersenyum melihat kepergian Wen Yun Zi.


"Apakah gadis itu yang selama ini ditunggu oleh Tuanku?" pria bertopeng perak kembali muncul di samping pangeran Xiu.


Penjaga bertopeng perak begitu terkejut melihat senyum di wajah Tuannya.


"Benar!" Pangeran Xiu masih tersenyum menatap tempat terakhir Wen Yun Zi menghilang.


Pria bertopeng perak tidak bertanya lagi dan hanya berdiri diam di samping Tuannya.


"Penjaga bayangan Klan Wen terlalu lemah. Xi Feng, Pergilah minta dua orang untuk melindunginya mulai saat ini. Tapi ingatlah, mereka hanya bisa mengekspos diri mereka hanya ketika gadis itu berada dalam keadaan yang tidak bisa ditanganinya." Ucap Pangeran Xiu lalu kembali pergi ketempat meditasi nya tadi.


Sejak keluar dari tempat meditasi nya, Pangeran Xiu sudah menyadari keberadaan delapan penjaga bayangan diluar Istananya.


"Ya Tuanku!"

__ADS_1


Xi Feng adalah nama pria bertopeng perak yang juga berstatus sebagai pengawal pribadi Pangeran Xiu.


______Happy Reading______


__ADS_2