
Putra Mahkota tidak pernah menyangka kalau rasa sakit dan kegilaannya yang selama ini dialaminya bukanlah sekedar penyakit, melainkan ada orang yang telah meracuninya.
Selain dirinya dan pengawal pribadinya, tidak ada orang lain yang mengetahui tentang keadaannya yang semakin melemah. Tapi saat ini, seseorang yang sangat misterius telah mengetahui penyebab rasa sakitnya tanpa bertemu atau memeriksa keadaannya.
Putra Mahkota semakin merasa tidak bisa tenang setelah orang misterius tersebut mengiriminya surat kedua yang berisi, "Putra Mahkota, jika Anda sudah mendapatkan gelang itu. Temui saya malam ini di penginapan Bai Feng, ruangan nomor dua yang berada dilantai tiga. Selain gelang yang sudah saya minta, saya berjanji akan menyembuhkan racun di tubuh Anda tanpa imbalan lain",
Tanpa berpikir panjang, Putra Mahkota langsung menyuruh pengawal pribadinya untuk menawar gelang tersebut dan mendapatkannya terlepas dari berapapun harganya.
_______
Penginapan Bai Feng. Lantai tiga, ruangan nomor dua.
Yun Zi saat ini sedang duduk santai sembari bermain-main dengan kipas lipat di tangannya.
Tak lama kemudian, Jian Heeng membuka pintu ruangan setelah mendengar ketukan dari luar. Jian Heeng lalu mempersilahkan dua tamu misterius yang sama-sama memakai topeng untuk masuk kedalam.
Dua orang misterius ini tidak lain adalah Putra Mahkota dan pengawal pribadinya.
Setelah membuka topengnya. Putra Mahkota sangat terkejut melihat sosok Wanita bertopeng yang tengah duduk dengan posisi yang sangat anggun ditemani pesona malasnya.
"Seorang Wanita", batin Putra Mahkota yang sangat terkejut karena orang misterius yang mengiriminya surat, ternyata tidak sesuai dengan imajinasinya.
Putra Mahkota berpikir kalau orang misterius yang mengiriminya surat adalah seorang Pria tua berusia ratusan tahun. Tapi melihatnya sekarang , Putra Mahkota tahu kalau imajinasinya ternyata salah karena yang mengiriminya surat adalah seorang Wanita, yang benar-benar sangat jauh dari imajinasinya.
Putra Mahkota memberi isyarat salam sembari meminta maaf atas keterlambatannya. Yun Zi tidak mempersalahkannya lalu meminta Putra Mahkota untuk duduk.
"Yang Mulia, apakah Anda membawa item yang saya inginkan? ", Yun Zi bertanya pada Putra Mahkota dengan nada malasnya.
"Ya! Saya membawanya", jawab Putra Mahkota.
Putra Mahkota sengaja tidak menyebut dirinya Ben Wang, karena Putra Mahkota menganggap kalau Nona misterius di depannya ini adalah seseorang yang mungkin bisa menyelamatkan hidupnya.
Putra Mahkota langsung mengeluarkan kotak kayu berwarna cokelat dari cincin penyimpanannya lalu meletakkannya di atas meja.
Setelah membuka penutup kotak kayu tersebut dan memeriksa isinya. Yun Zi mengambilnya dan meletakkannya di ruang dimensinya lalu meminta Chu'er untuk mengurusnya.
"Nona, Anda sudah mendapatkan item yang Anda inginkan! Bagaimana dengan racun Tuanku sekarang? ", ucap pengawal pribadi Putra Mahkota.
"Tuanku selalu menepati janjinya! ", sebelum Tuannya berkata. Jian Heeng mengatakannya terlebih dahulu dengan nada dinginnya.
Yun Zi mengangkat sudut bibirnya lalu memberitahu Putra Mahkota bahwa penyebab rasa sakit dan kegilaan yang telah dialaminya selama ini, sebenarnya bukanlah disebabkan oleh racun melainkan disebabkan oleh hal lain yang lebih serius dari racun yang paling mematikan sekalipun.
__ADS_1
Detak jantung Putra Mahkota semakin tidak teratur setelah mendengar Nona misterius ini berkata kalau rasa sakit dan kegilaan yang selama ini dialaminya bukanlah disebabkan oleh racun, melainkan disebabkan oleh hal lain yang lebih serius dari racun yang paling mematikan. Putra Mahkota lalu memintanya untuk melanjutkan kata-katanya.
Melanjutkan kata-katanya hanya setengah jalan saja. Yun Zi lalu mulai menebak jenis rasa sakit dan jenis kegilaan apa saja yang telah dialami Putra Mahkota selama ini.
Putra Mahkota sekali lagi sangat takjub karena Nona misterius ini bisa menebak dengan benar tentang segala yang dialaminya tanpa memeriksa denyut nadinya. Putra Mahkota lalu menganggukkan kepalanya sebagai tanggapan bahwa tebakannya semuanya benar.
"Bisakah Nona memberitahu saya, apa penyebab dari rasa sakit dan kegilaan saya? ",
"Apakah Anda sungguh ingin mengetahuinya?", Yun Zi malah mengajukan pertanyaan lain tanpa menjawab pertanyaan Putra Mahkota.
"Ya! ", Putra Mahkota menekankan jawabannya dengan nadanya yang sedikit gemetar.
"Dari semua yang telah Anda alami selama ini, tidakkah Anda bisa menebak apa penyebabnya", ucap Yun Zi yang membuat Putra Mahkota diam membeku.
Bersamaan dengan jatuhnya kata-kata Yun Zi. Ruangan menjadi hening seketika, sangat hening sehingga keempat orang yang ada di ruangan ini bisa mendengar detak jantungnya masing-masing.
"Kutukan! ", Putra Mahkota dan pengawal pribadinya berkata serempak sembari melihat ke arah Yun Zi.
Putra Mahkota dan pengawal pribadinya tidak bisa mempercayai tebakannya sendiri dan bertanya pada Yun Zi untuk memastikannya.
Yun Zi menganggukkan kepalanya sebagai tanggapan kalau tebakannya benar.
"Jika bukan karena bakat bawaan Anda yang luar biasa, mungkin Anda sudah lama menemui Raja Hades", sambung Yun Zi yang setiap kata-katanya seperti sambaran petir yang melanda jiwa Putra Mahkota dan pengawal pribadinya.
"Jika yang saya alami selama ini memang benar disebabkan oleh sebuah kutukan. Lalu, apakah Nona benar-benar bisa mengatasi kutukan ini? ", tanya Putra Mahkota yang sudah kembali ke sikapnya yang tenang.
"Di Dunia ini, tidak ada racun maupun kutukan yang tidak bisa saya atasi. Jadi, Yang Mulia tidak perlu khawatir karena saya benar-benar akan mengatasi kutukan ganas yang bersemayam ditubuh Anda", Yun Zi menjawabnya dengan nada percaya diri.
"Darimana kepercayaan diri Nona misterius ini berasal? ", batin pengawal pribadi Putra Mahkota setelah mendengar kata-kata Yun Zi yang terlihat sangat percaya diri.
Tidak berbasa-basi lagi. Yun Zi lalu memberitahu Putra Mahkota mengenai detail tahapan prosesnya agar kutukan ganas yang bersemayam ditubuhnya, bisa terangkat tanpa meninggalkan efek samping.
Putra Mahkota serta pengawal pribadinya mendengarkan detail keseluruhan tahapan prosesnya dengan ekspresi yang sama-sama serius.
"Yang Mulia, kutukan yang ada di tubuh Anda adalah jenis kutukan yang sangat langka di Dunia ini! Namanya adalah kutukan darah", ucap Yun Zi sembari mengetukkan ujung kipasnya di atas meja.
"APA! ", Putra Mahkota sangat syok hingga tanpa sadar, energi spiritualnya telah bocor keluar yang menyebabkan pengawal pribadinya serta Jian Heeng berkeringat dingin.
"Jika Ben Wang mengetahui siapa yang telah dengan sangat keji meletakkan kutukan darah di tubuh Ben Wang ini! Ben Wang bersumpah tidak akan pernah mengampuninya terlepas dari siapapun itu", Putra Mahkota bersumpah dalam hatinya.
Menyadari energi spiritualnya telah bocor keluar, Putra Mahkota lalu meminta maaf atas tindakannya yang ceroboh.
__ADS_1
"karena saat ini level kekuatan saya masih belum mencapai tingkat tertentu, maka saya tidak bisa mengangkat kutukan di tubuh Anda secara keseluruhan dan saya hanya bisa menekannya untuk saat ini! Jika kekuatan Saya sudah mencapai level tertentu, maka saya memiliki kepercayaan sembilan puluh persen untuk mengangkat kutukan ditubuh Anda sepenuhnya", Yun Zi dengan nada tenangnya berkata sembari menyerahkan botol porselen berwarna putih.
"Setiap satu minggu, konsumsilah satu butir pil dalam botol porselen ini dan ingatlah! Sebelum Anda mengkonsumsi pil ini, pastikan pikiran Anda dalam kondisi tenang! Jika pikiran Anda kacau, maka efek pil ini tidak akan bekerja dan hanya akan terbuang sia-sia", sambung Yun Zi.
Mengambil botol porselen, Putra Mahkota lalu bertanya lagi, "Lalu, bagaimana jika pil dalam botol porselen ini sudah habis? ",
"Pil ini cukup untuk Anda konsumsi selama dua bulan. Pada saat waktunya tiba, bawahan saya akan mengirim botol porselen lain ke Istana Anda", jawab Yun Zi.
Putra Mahkota lalu menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa dirinya memahaminya.
"Selain gelang itu, saya yakin bahwa Nona pasti memiliki motif lain dalam membantu saya", Putra Mahkota berkata dengan nada wibawa seorang Putra Mahkota.
"Apa yang akan Anda lakukan jika saya memang memiliki motif lain? ", ucap Yun Zi masih dengan nada tenangnya.
"Tolong jangan salah paham dengan kata-kata saya. Saya hanya ingin mengetahui apa motif Nona yang sebenarnya? ", Putra Mahkota segera berkata karena tidak ingin Nona misterius ini salah paham dengan maksudnya.
Tersenyum penuh makna, Yun Zi lalu berkata, "Jika Anda ingin tahu maka saya dengan senang hati memberitahu Anda! Motif saya yang sebenarnya adalah, saya ingin agar Anda bekerja sebagai bawahan saya selama lima tahun! ".
"KAMU...... Tuanku adalah Putra Mahkota Kekaisaran Tian Zing yang paling Mulia! Beraninya Anda meminta Tuanku untuk menjadi bawahan Anda! ", sebelum Putra Mahkota menjawab. Pengawal pribadi yang berdiri di belakang Putra Mahkota menjawab terlebih dahulu dengan nada kemarahan.
Putra Mahkota mengangkat tangannya untuk menghentikan bawahannya.
"Nona, jika itu motif lain, mungkin saya akan mempertimbangkannya! Tapi, meminta saya bekerja sebagai bawahan Anda. Maaf, saya benar-benar tidak bisa", tidak marah mendengar mengetahui motif asli Nona bertopeng ini, Putra Mahkota justru berkata dengan nada meminta maaf.
"Saya menolaknya bukan karena menganggap permintaan Nona tidak pantas bagi keluarga Kekaisaran! Tapi, saya menolaknya karena tanggung jawab saya sebagai Putra Mahkota lebih berat dari yang Nona bayangkan", sambung Putra Mahkota.
Jika Yun Zi mengatakan hal ini pada Putra Mahkota dari Kekaisaran lainnya atau para Pangeran. Maka mungkin suasananya tidak akan tetap damai dan tenang seperti ini. Dimana pun, kata-kata Yun Zi ini bisa dianggap sebagai suatu penghinaan kepada keluarga Kekaisaran.
"Saya hanya memberitahu Anda motif asli saya dan juga! Saya tidak akan pernah memaksa kehendak orang lain. Jadi, Anda tidak perlu meminta maaf", ucap Yun Zi tetap dengan posisi duduknya yang anggun.
Beberapa saat kemudian, pertemuan pun berakhir dan Putra Mahkota juga telah kembali penginapannya sendiri.
Yun Zi pun menghabiskan malam di ruang dimensinya untuk melatih keterampilan guqinnya.
________Goddess Of Yun Zi__________
Lanjut?......
Hai para readers, mohon tinggalkan Like dan Komen setelah membaca ya....
____Happy Reading_____
__ADS_1