
Berjalan ke bagian terdalam, Yun Zi menghentikan langkahnya di depan sangkar berwarna merah gelap.
Di dalam sangkar merah gelap ini. Seorang Pria berjubah biru compang-camping tengah duduk tanpa sedikitpun ekspresi yang bisa di lihat di wajahnya.
Di bandingkan teriakan keras para budak di Colosseum ini, Pria didalam sangkar nomor 5 ini justru hanya duduk diam saja. Hanya duduk diam tanpa bergerak, seakan-akan jiwanya mengembara entah kemana.
"Saya memilih sangkar nomor 5 ini! ", Yun Zi mengetuk plakat tanda yang tergantung di kandang dengan kipas lipatnya sembari berkata pada penjaga di belakangnya.
"Apa Nona yakin, sangkar nomor 5 ini pilihan Nona?", seorang penjaga yang berdiri berjarak tiga langkah di belakang Yun Zi, bertanya untuk memastikan pilihannya.
"Saya! Sangat! Yakin! ", Yun Zi menekankan setiap kata-katanya, sepasang mata sedingin es milik Yun Zi tiba-tiba bertemu dengan sepasang mata tanpa emosi milik Pria di dalam sangkar.
Melihat tidak ada sedikitpun emosi di mata Pria tersebut, Yun Zi tiba-tiba mengingat berita yang di sampaikan Shu Wan setengah bulan yang lalu tentang Pria ini.
Flashback setengah bulan yang lalu,
Di dalam kamar kediaman sementara miliknya, Yun Zi tengah membaca sebuah buku bersampul 'Alkimia Ajaib' yang didapatkannya dari Dark Palace di dalam ruang dimensi Lian Mo Qin.
"Masuk! ", ucap Yun Zi yang mendengar ketukan pintu kamarnya.
"Tuan. Bawahan mau melaporkan berita yang cukup penting", Shu Wan berkata setelah memberi hormat.
"Katakan! ", sahut Yun Zi tanpa mengangkat kepalanya.
"Berita yang akan bawahan laporkan berkaitan dengan sepupu Tuan yang bernama Wen Jia Li", ucap Shu Wan.
Mendengar Shu Wan menyebutkan nama Wen Jia Li. Yun Zi meletakkan buku ditangannya di atas meja, "Lanjutkan! ".
"Lima hari yang lalu pada pertengahan malam. Kediaman keluarga Li kelas menengah telah sepenuhnya terbakar tanpa sisa. Dikatakan, musibah yang menimpa keluarga Li ini akibat telah menyinggung ahli yang kuat dan berita yang beredar diluar juga mengatakan kalau tidak ada satupun yang selamat. Bawahan ini menyelidiki lebih dalam setelah mendengar sesuatu yang menarik. Alhasil! Bawahan ini menemukan bahwa ternyata, masih ada satu orang yang selamat!", lapor Shu Wan.
Berhenti sejenak, Shu Wan lalu melanjutkan, "Satu orang yang masih selamat ini tak lain adalah Tuan Muda kediaman Li yang bernama Li Wang Yong. Berita terbarunya, Li Wang Yong saat ini berada di Kota Hantu sebagai seorang budak. Kebenarannya, kebakaran ini bukan di lakukan oleh orang ahli seperti dalam berita yang beredar, melainkan di lakukan oleh kelompok tentara bayaran yang beroperasi di Kota Hantu! ",
"Jika tebakanku tidak salah. Tujuan utama kelompok tentara bayaran adalah, Tuan Muda Li Wang Yong! ", Yun Zi berkata sembari mengetuk meja dengan kipas lipatnya.
"Tebakan Tuan tidak salah!. Li Wang Yong memang tujuan utama kelompok tentara bayaran ini", ucap Liu Mei dengan ekspresi kekaguman di balik topengnya.
"Membantai seluruh orang di kediaman Li hanya karena menginginkan satu orang saja! Tentara bayaran Kota Hantu memang layak di kenal dengan sifat kejamnya", ucap Yun Zi dengan nada datarnya.
Yun Zi lalu membiarkan Shu Wan melanjutkan laporannya.
Shu Wan lalu melaporkan pada Tuannya, semua hasil penyelidikannya.
"Mampu mengetahui seluruh kebenarannya hanya dalam waktu tiga hari! Kemampuanmu di bidang penyelidikan telah meningkat pesat", Yun Zi tersenyum puas sembari menatap ke arah Shu Wan.
Wajah Shu Wan tiba-tiba memerah melihat senyum Tuannya, Shu Wan lalu berpikir dalam hatinya, "Jika aku sebagai Wanita sudah memerah dan malu melihat senyum Tuan, lalu bagaimana dengan reaksi para Pria di luar sana jika berada di posisiku?".
"Sayang sekali, jantung bunga teratai yang selalu dipuja ternyata berwarna hitam! ", merangkum makna tujuan pihak lain, Yun Zi tersenyum sinis memikirkan sosok Gadis di ingatannya yang dikenal sebagai Lotus putih paling murni.
Mengetahui siapa sosok dibalik makna kata-kata Tuannya, Shu Wan lalu melaporkan berita rahasia kepada Tuannya mengenai Nona Wen Jia Li yang akan mengunjungi Kota Hantu setengah bulan kemudian. Shu Wan juga bertanya pada Tuannya mengenai rencana selanjutnya.
"Untuk saat ini, tugasmu adalah memantau pergerakan Wen Jia Li! Dan yang pasti, kita harus tiba di Kota Hantu lebih cepat sebelum Wen Jia Li", ucap Yun Zi dengan senyum misteriusnya.
"Ya Tuan! ",
"Baiklah! Kau boleh pergi sekarang! ", ucap Yun Zi.
Shu Wan lalu pergi setelah memberi hormat pada Tuannya.
Yun Zi tersenyum sinis, tentu saja! Yun Zi tidak akan pernah membiarkan Wen Jia Li mendapatkan apa yang diinginkannya.
__ADS_1
Flashback berakhir .
______
Ya! Pria yang berada di dalam sangkar nomor 5 ini, tidak lain adalah Tuan Muda Li Wang Yong yang telah kehilangan seluruh keluarganya.
"Jika Anda menang dalam pertempuran selanjutnya. Saya berjanji akan membawa Anda pergi dari Kota Hantu! ", ucap Yun Zi dengan nada datarnya.
Tidak menanggapi ucapan Nona bertopeng yang berdiri di depan sangkarnya, Li Wang Yong hanya menatapnya tanpa sedikitpun emosi di matanya.
"Sebelum dijual kemari, budak nomor 5 ini telah diracuni dengan racun bisu tingkat tinggi. Itulah sebabnya budak ini tidak bisa berbicara! Kenapa Nona tidak memilih budak yang lainnya? ", ucap penjaga memberitahu keadaan budak nomor 5.
"Saya tahu keadaannya! Dan saya akan tetap memilihnya! ", ucap Yun Zi yang tatapannya masih terpaku pada Li Wang Yong.
"Ku harap Anda tidak mengecewakan saya! Tuan Muda Li Wang Yong!", Yun Zi berkata dengan suara yang hanya bisa di dengar oleh Li Wang Yong.
Mendengar namanya disebut. Li Wang Yong langsung mendekat ke arah Gadis bertopeng yang berdiri di depan sangkarnya, ekspresi di wajahnya kini penuh tanda tanya.
Setelah membiarkan penjaga untuk pergi lebih dulu, Yun Zi lalu berkata kepada Li Wang Yong, "Apakah Anda ingin bertanya darimana saya mengetahui nama Anda? ".
Li Wang Yong yang berdiri di dalam sangkar besi, mengangguk dengan putus asa. Matanya yang sebelumnya tanpa emosi, kini menunjukkan keinginan yang kuat.
Yun Zi terdiam sejenak lalu berkata, "Saya bukan hanya tahu nama Anda! Tapi saya juga tahu penyebab kebakaran yang membuat Anda kehilangan seluruh keluarga Anda dan yang pasti, saya juga tahu alasan kenapa pada akhirnya Anda berakhir disini".
"Hanya dengan mengikuti saya, Anda akan mampu membalas dendam berdarah ini. Tapi sebelum itu, Anda harus membuktikan pada saya apakah Anda layak atau tidak untuk mengikuti saya! Buktikan Anda layak atau tidak dalam pertarungan berikutnya", setelah mengatakan apa yang ingin dikatakannya, Yun Zi pergi meninggalkan Li Wang Yong yang saat ini sedang tertegun.
"Nona, apakah Anda yakin tidak ingin mengubah pilihan Nona? ", penjaga yang bersama Yun Zi tadi, memastikannya sekali lagi.
"Saya yakin! Pilihan saya tetap budak di sangkar nomor 5! ", Yun Zi menekankan jawabannya karena berpikir kalau penjaga ini benar-benar sangat cerewet.
"Baiklah! Saya akan mendaftarkan budak nomor 5 untuk pertarungan berikutnya. Apakah Nona sudah memesan ruangan VIP di arena? ",
"Sudah! ", sahut Yun Zi sekilas.
Melihatnya telah pergi. Mata Li Wang Yong kini dipenuhi dengan tekat yang kuat.
______
30 menit setelah Yun Zi pergi. Seorang Gadis muda yang memakai gaun berwarna putih serta cadar putih yang menutupi wajahnya, baru saja memasuki Colosseum dengan seorang Pria kekar berusia sekitar dua puluh delapan tahun.
"Kakak Yan, apakah Li Wang Yong ini benar-benar mempunyai bakat yang tinggi? ", dengan suara manisnya, Gadis bercadar putih bertanya pada Pria bertubuh kekar di sampingnya.
"Tentu saja benar!. Jika dilatih dengan sungguh-sungguh, Li Wang Yong ini akan menjadi sebuah pedang tajam yang bisa kau gunakan untuk memberantas musuh-musuh mu", jawab Pria berjubah coklat yang disebut Kakak Yan.
"Justru karena bakatnya yang tinggi, Kakak Yan membantai seluruh keluarganya dan menjualnya ke Colosseum. Jika kamu menyelamatkannya dari sini, Kakak Yan yakin bahwa budak ini akan membalas kebaikan hatimu dengan berjanji setia padamu! ", sambung Kakak Yan ini yang bernama Yan Qing.
Yan Qing mengucapkannya dengan santai seakan-akan membunuh orang yang tidak bersalah adalah hal biasa baginya.
"Kakak Yan, Anda adalah Pemimpin kelompok tentara bayaran 'One Black Wolf' yang menduduki peringkat ke 2 di Kota Hantu ini. Tapi Kakak Yan bersedia melakukan banyak hal untukku. Aku tidak tahu harus berterima kasih dengan cara apa pada Kakak Yan", ucap Gadis bercadar putih dengan suara manisnya.
"Kamu tidak perlu berterima kasih! Siapa suruh kau menjadi keponakan tersayang Kakak Yan. Asal keponakanku yang manis ini senang, Kakak Yan bersedia melakukan apa saja untukmu! ", ucap Yan Qing dengan suara lembutnya sembari menyentuh kepala Gadis disampingnya.
Gadis bercadar putih semakin tersenyum lebar mendengar ucapan Pria kekar disampingnya.
Selama pembicaraan berlangsung, keduanya kini tiba di depan sangkar budak nomor 5.
Ketiga Gadis bercadar putih melihat penampilan Li Wang Yong yang acak-acakan dan penuh luka berdarah. Gadis bercadar putih berkata dengan nada sedihnya, "Anda terluka?. Oh jangan takut, saya pasti akan menyelamatkan dan mengeluarkan Anda dari sini! ".
Gadis bercadar putih lalu berkata dengan nada rendah yang hanya bisa di dengar oleh ketiganya, "Perkenalkan, nama saya adalah Wen Jia Li, Nona kedua kediaman Jendral Wen. Saya berjanji akan mengeluarkan Anda dari sini tapi sebelum itu, Anda harus memenangkan pertarungan agar saya dapat membeli Anda dari Kota Hantu. Setelah keluar dari Kota Hantu, Anda bisa menjalani kehidupan yang bebas!. Bagaimana, apakah Anda bersedia? ".
__ADS_1
Setelah mendengar kata-katanya, Li Wang Yong yang awalnya hanya duduk diam tanpa emosi. Sekarang berdiri dan melangkah maju mendekati Gadis bercadar putih. Li Wang Yong lalu menatap Gadis bercadar putih dengan tatapan dan ekspresi yang rumit.
Yan Qing dan Gadis bercadar putih yang tak lain adalah Wen Jia Li, rupanya salah mengartikan tatapan dan ekspresi rumit Li Wang Yong. Keduanya mengira kalau Li Wang Yong menampakkan ekspresi rumit seperti itu karena terlalu bahagia.
Wen Jia Li lalu mengatakan beberapa kalimat lagi untuk menyakinkan Li Wang Yong.
"Baiklah! Saya akan pergi dulu. Di pertarungan selanjutnya, ku harap anda tidak mengecewakan saya! ", ucap Wen Jia Li lalu pergi dengan senyum puasnya, diikuti oleh Yan Qing di belakangnya.
Sementara para budak di sangkar lainnya sangat iri dan benci pada budak di sangkar nomor 5 yang dalam waktu singkat sudah di beli oleh dua orang Gadis misterius.
Sesampainya di pintu masuk Colosseum, Yan Qing menyerahkan beberapa uang kertas pada penjaga yang bertugas, "Saya akan membeli budak di sangkar nomor 5, ini adalah depositnya! ",
Menunjukkan ekspresi aneh, penjaga lalu bertanya, "Budak di sangkar nomor 5? ",
"Ya! Apakah ada masalah? ", ucap Yan Qing setelah melihat ekspresi aneh penjaga yang bertugas.
"Tidak, tidak ada masalah! ", penjaga tersebut menggelengkan kepalanya lalu menerima uang kertas yang diserahkan Yan Qing.
Setelah menyerahkan deposit, Yan Qing lalu membawa Wen Jia Li pergi ke ruangan VIP yang sudah dipesannya.
Melihat kepergian keduanya. Penjaga lain yang sedari tadi hanya diam saja, bertanya pada penjaga yang memegang uang kertas, "Bukankah Bos sudah bertaruh budak nomor 5 dengan Nona bertopeng tadi? ".
"Benar! Tapi aku tidak memiliki keberanian untuk mengatakan hal ini pada Yan Qing yang dikenal sangat kejam itu", ucap penjaga yang menerima uang kertas dari Yan Qing.
______
Satu jam kemudian. Arena pertempuran ..
Dua sangkar dengan ukuran berbeda yang ditutupi oleh kain berwarna hitam, dibawa ke tengah-tengah arena pertempuran.
Kemudian. Seorang Wanita cantik berpakaian serba hitam, muncul di arena pertempuran.
"Wow ... Nona Bao Yu benar-benar sangat cantik",
"Aku tidak menyangka kalau pertarungan kali ini akan di pimpin langsung oleh Nona Bao Yu",
"Para hadirin sekalian, saya mengucapkan selamat datang di arena pertempuran Kota Hantu! Pertarungan selanjutnya ini, Bao Yu yang akan memimpinnya secara pribadi", ucap Bao Yu.
Bao Yu berkata dengan suara yang tidak keras. Anehnya, seluruh orang yang ada di tribun penonton dan yang ada di ruangan VIP, bisa mendengar suaranya dengan sangat sangat jelas.
"Pertarungan selanjutnya ini adalah Binatang Buas Harimau bergigi pedang level 5 dengan budak nomor 5. Pertarungan akan dimulai sepuluh menit kemudian, jadi para hadirin masih memiliki kesempatan untum memasang taruhan! ",
Bersamaan dengan jatuhnya kata-kata Bao Yu. Kain hitam yang menutupi kedua sangkar, kini telah terangkat, memperlihatkan apa yang ada di dalamnya.
Di dalam sangkar yang jauh lebih besar dari sangkar satunya. Terlihat Seekor Binatang Buas level 5 yang tengah mengeluarkan gigi tajamnya seakan-akan ingin melahap semua Manusia yang dilihatnya. Tekanan kuat yang dipancarkannya, telah membuat banyak penonton yang ada di tribun tidak hanya menggigil ketakutan, tapi juga memuntahkan seteguk darah segar karena tidak mampu menahan tekanan yang kuat.
"Wah.... Itu benar-benar Binatang Buas jenis Harimau bergigi pedang! ",
"Jika bukan karena level kultivasiku sudah cukup tinggi. Kemungkinan besar, aku juga akan memuntahkan darah seperti yang lainnya",
"Tekanan Binatang Buas level 5 ini hampir membuatku mengalami cedera internal! ",
"Kali ini, budak nomor 5 pasti akan kehilangan nyawanya",
"Jangan buru-buru menyimpulkan! Aku mendengar, meskipun budak nomor 5 ini berada di tingkat Raja petarung level 5, kekuatannya sungguh tidak bisa diremehkan! Dan hanya dalam waktu singkat tinggal di Colosseum, budak nomor 5 ini telah memenangkan puluhan pertarungan",
Para hadirin di tribun penonton mulai memasang taruhannya masing-masing. Kebanyakan, orang-orang ini hanya bertaruh atas kemenangan Harimau bergigi pedang dan hanya sedikit orang yang bertaruh atas kemenangan budak nomor 5.
_______Goddess Of Yun Zi_______
__ADS_1
Lanjut?.....
____Happy Reading_____