
Kota Hantu yang terletak di perbatasan antara Negara Tian Zing utara dan Negara Qing timur adalah tempat misterius yang di penuhi dengan kekerasan, darah dan kematian.
Dikenal tangguh dan berdarah! Kota Hantu hanya menganut satu prinsip yakni, 'Yang lemah adalah mangsa yang kuat'.
Kota Hantu dikenal sangat misterius. Karena hingga saat ini, tidak ada yang tahu siapa pemilik Kota Hantu yang sebenarnya. Di seluruh Benua Da Xia, kebanyakan orang hanya mengetahui kalau Kota Hantu telah ada sejak zaman dahulu.
Kota Hantu juga dikenal sebagai pasar gelap bawah tanah. Hal ini dikarenakan, tidak hanya ada harta berharga dan langka yang di perdagangkan di Kota Hantu, tetapi juga ada banyak hal yang sangat dibutuhkan oleh para Kultivator seperti ramuan, pil, senjata dan keterampilan seni kultivasi.
Jika ingin memasuki Kota Hantu. Hal utama yang harus dimiliki adalah dua hal yakni, uang atau sesuatu yang bisa diperdagangkan. Jika tidak memiliki dua hal ini, maka jangan pernah memasuki Kota Hantu! Karena selain kekuatan, dua hal ini adalah sesuatu yang harus dimiliki bagi siapapun yang ingin memasuki Kota Hantu.
Di Kota Hantu, ada juga arena pertempuran, dimana para kultivator dapat memenangkan uang serta mendapatkan ketenaran.
Tidak hanya para penghuni Kota Hantu yang bisa berpartisipasi dalam arena pertempuran, para pengunjung juga dapat berpartisipasi selama memiliki kemampuan.
Para penghuni asli Kota Hantu berasal dari berbagai kalangan, mulai dari orang tanpa kultivasi, kultivator tunggal hingga para tentara bayaran.
Banyak para tentara bayaran di Kota Hantu memiliki asal-asul yang tidak diketahui. Kebanyakan juga yang statusnya adalah seorang narapidana dan buronan yang telah melarikan diri karena menyebabkan suatu masalah besar. Di Kota Hantu, ada tentara bayaran yang beroperasi sendiri dan ada juga yang membentuk sebuah kelompok terdiri dari lima hingga sepuluh orang. Tugas yang biasanya di terima oleh tentara bayaran di Kota Hantu biasanya berupa tugas pencurian atau pembunuhan, yang mana tugas seperti ini tidak akan di terima dalam Guild tentara bayaran yang sah.
Di Kota Hantu, semuanya bisa diselesaikan dengan kekuatan dan uang. Yang terpenting! Hukum Dunia luar tidak berlaku di Kota Hantu. Bagi siapapun yang memasuki Kota Hantu, mereka harus mematuhi peraturan Kota Hantu dan tidak menyinggung para utusan yang menjaga ketertiban di Kota Hantu.
______
Tiga hari kemudian. Kota Hantu.
Di pintu masuk Kota Hantu. Empat orang misterius telah menarik perhatian banyak orang yang sedang menunggu antrian untuk memasuki Kota Hantu.
Banyak orang tidak bisa mengalihkan pandangannya dari keempat orang yang keseluruhan sosoknya benar-benar sangat misterius. Pandangan banyak orang semakin terpaku pada sosok Wanita bertopeng bulu berwarna-warni yang mengenakan gaun berwarna hitam-merah.
Gaun yang dikenakan Yun Zi saat ini.
Misterius! Karena wajah keempat orang ini, masing-masing ditutupi oleh sebuah topeng. Keempat orang misterius ini terdiri dari satu Pria dan tiga Wanita.
Tiga orang berjubah hitam mengenakan topeng perak yang memiliki pola lotus hitam di sebelah kanan topengnya masing-masing dan satu orang lainnya, mengenakan gaun berwarna hitam-merah yang dipadukan dengan topeng bulu berwarna-warni diwajahnya. Yang membuat keempat orang ini semakin misterius adalah; orang-orang tidak bisa melihat level kultivasi keempat orang tersebut.
Dari perbedaan penampilan keempat orang misterius tersebut. Orang-orang tau kalau Wanita bertopeng bulu berwarna-warni adalah Pemimpin dari tiga orang berjubah hitam di belakangnya.
"Misterius dan menakutkan! ", batin semua orang yang melihat keempat orang misterius tersebut.
Empat orang misterius tersebut tidak lain adalah Yun Zi dan ketiga anak buahnya yang saat ini sedang menunggu antrian untuk memasuki Kota Hantu.
Tiba saat giliran kelompoknya. Jian Heeng menyerahkan empat ratus koin emas kepada penjaga yang bertugas, sebagai biaya untuk memasuki Kota Hantu. Jian Heeng lalu memimpin jalan setelah melihat Tuannya mengangguk ringan.
__ADS_1
Kota Hantu dibagi menjadi dua tempat; Satu area perdagangan dan satu adalah arena pertempuran. Begitu tiba di dalam Kota Hantu. Yun Zi dan ketiga bawahannya disambut oleh suasana ramai yang berbaur dengan udara berbasis fluktuasi energi spiritual.
Keseluruhan orang yang mengunjungi Kota Hantu adalah kultivator Pria yang tingkat kultivasinya berada di atas Jendral petarung level 5. Ada juga beberapa Wanita yang kultivasinya rendah, ditemani oleh orang yang kuat sebagai perlindungan.
"Kalian pergilah ke arena pertempuran lebih dulu, aku akan menyusul nanti", ucap Yun Zi pada ketiga bawahannya.
"Ya! ", mematuhi perintah Tuannya. Ketiganya menjawab serempak lalu langsung pergi ke arena pertempuran setelah memberi hormat pada Tuannya.
Yun Zi pun melangkahkan kakinya ke arah lain sembari mengipasi dirinya sendiri dengan sebuah kipas berwarna hitam,
_______
"Saya minta maaf Nona. Tempat ini bukan area bebas. Pengunjung biasa dilarang masuk! ", seorang penjaga berseragam lengkap serba hitam, menghentikan Yun Zi yang hendak memasuki sebuah tempat.
Tempat yang ingin di kunjungi Yun Zi adalah sebuah tempat yang terletak di belakang arena pertempuran. Sebuah tempat dimana berbagai jenis Binatang di tahan.
Di tempat ini tidak hanya banyak jenis Binatang saja tapi ada juga budak-budak yang ditahan dan di jual. Oleh karena itu, di arena pertempuran, penonton tidak hanya menyaksikan pertempuran antara para kultivator saja tapi juga akan menyaksikan pertarungan antara Binatang dan seorang budak.
Bagi para pengunjung yang datang ke arena pertempuran. Mereka tidak hanya memasang taruhan pada para kultivator yang sedang bertarung saja, tapi mereka juga bisa memasang taruhan pada budak atau Binatang favorit mereka. Bisa dibilang! Budak ataupun Binatang yang bertarung di arena pertempuran, tidak lebih sebagai mainan bagi orang-orang kaya.
Para kultivator biasa hanya akan bertarung untuk memamerkan kekuatan mereka tapi berbeda dengan para Binatang dan para budak yang bertarung mati-matian hingga kehilangan nyawa.
Bagi para budak, satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah; memenangkan pertempuran dengan Binatang. Begitupun sebaliknya dengan para Binatang.
Hanya dengan memenangkan pertempuran, budak-budak ini bisa makan untuk bertahan hidup. Jika kalah! Budak-budak ini akan menjadi makanan bagi lawannya yang adalah Binatang ganas.
Kematian dengan cara kejam seperti ini sungguh tidak adil bagi para budak-budak ini.
_____
Yun Zi menyipitkan matanya melihat seorang penjaga bertubuh kekar menghadang jalannya. Yun Zi pun sedikit mengangkat sudut bibirnya,
Swush! ......
Dalam sekejap mata, kini beberapa uang kertas muncul di atas kipas yang di pegang Yun Zi.
"Saya ingin membeli satu budak! Uang kertas ini sebagai deposit",
Merasakan aura menakutkan disertai nada dingin ucapan Nona bertopeng di hadapannya. Penjaga tersebut menunjukkan ekspresi yang cukup rumit, " Nona, apakah Anda mengetahui peraturan Kota Hantu?".
__ADS_1
"Tentu saja! Hanya Binatang atau budak yang menang dalam pertempuran yang bisa di beli. Tapi terlalu lama jika saya menunggu untuk itu! Begini saja. Jika budak yang saya beli kalah dalam pertempuran, uang ini tidak perlu Anda kembalikan kepada saya", Yun Zi berkata sembari kembali mengipasi dirinya sendiri.
"Apakah yang saya katakan melanggar peraturan Kota Hantu? ", tanya Yun Zi melihat penjaga di depannya tidak menanggapi kata-katanya.
"Kata-kata yang Nona ucapkan tidak melanggar peraturan Kota Hantu! Hanya saja, apakah Anda yakin ingin melakukan transaksi seperti ini? ", ucap penjaga tersebut yang sedikit tidak yakin.
"Ya! ", Yun Zi berkata sembari menutup kipasnya dengan malas.
Melihat sikap malas Yun Zi. Penjaga tersebut akhirnya menyetujui transaksi lalu membiarkan Yun Zi masuk kedalam untuk membiarkannya memilih budak yang ingin di belinya.
Memasuki tempat yang di sebut Colosseum ini. Yun Zi disambut dengan suasana lembab, dingin serta berbagai bau yang sangat menjijikkan.
Yun Zi di pimpin oleh penjaga lain yang ada di dalam Colosseum menuju tempat para budak dikurung.
Hal pertama yang menarik perhatian Yun Zi setelah tiba di dalam Colosseum adalah, sangkar besar yang berjejer di kedua sisi dengan berbagai jenis Binatang yang berada di dalamnya.
Melihat kedatangan Yun Zi, para Binatang ganas ini langsung mengeluarkan raungan keras seperti akan melahap Yun Zi.
Merasakan telinganya berdenyut kesakitan akibat raungan keras Binatang-Binatang ini, Yun Zi mengeluarkan sepersepuluh aura miliknya. Tak lupa! Tatapan sedingin esnya menyapu para Binatang ini.
Merasakan aura sekaligus tatapan yang sangat menakutkan. Para Binatang langsung mundur ke sudut sangkarnya dan meringkuk kan tubuhnya yang menggigil ketakutan.
"Keberanian yang tidak sesuai dengan tubuh besarnya", batin Yun Zi lalu kembali fokus pada langkahnya yang sudah tertinggal jauh dengan penjaga yang memimpin jalannya.
Melalui tempat dimana para Binatang di tahan. Yun Zi dan penjaga akhirnya tiba di tempat para budak ditahan.
Manusia tidak memiliki tubuh besar seperti Binatang karena itulah, sangkar yang menampung para budak jauh lebih kecil dari sangkar yang menampung para Binatang.
Tapi meskipun begitu, situasi ini seperti sangat terbalik dengan situasi para Binatang.
Tidak salah! Situasi ini memang benar-benar terbalik.
Begitu Yun Zi tiba di tempat para budak di tahan. Banyak pasang mata yang menatapnya dengan tatapan dingin, kejam, haus darah dan brutal. Yun Zi merasakan tatapan setajam belati yang seakan mampu mengiris setiap inci daging ditubuhnya, tatapan seperti ini benar-benar lebih mengerikan daripada tatapan para Binatang ganas.
Tidak hanya menatap Yun Zi dengan tatapan seperti akan membunuhnya. Para budak ini juga melontarkan kata-kata vulgar, kejam dan berbagai kata-kata yang tidak pantas lainnya kepada Yun Zi.
Tanpa sedikitpun ekspresi di balik topengnya, Yun Zi terus berjalan tanpa menoleh ke arah para budak-budak yang sedang berteriak padanya.
Berjalan ke tempat terdalam, Yun Zi akhirnya menghentikan langkahnya di depan sebuah sangkar berwarna merah gelap.
_________Goddess Of Yun Zi_______
Bagaimana cerita selanjutnya? ....
__ADS_1
So pasti... *T*ungguin author update ya......
____Happy Reading_____