Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)

Wen Yunzi (Kisah Menuju Puncak Kekuatan Tertinggi)
032.Dunia Yang Begitu Sempit


__ADS_3

Ruang Dimensi


Merasakan energi dilautan spiritualnya sudah hampir terkuras habis, Yun Zi akhirnya menghentikan meditasi nya.


Membuka matanya, pandangan Yun Zi di sambut kegelapan malam yang di terangi oleh mutiara malam berwarna-warni di sekitarnya, di tambah kecantikan Chu'er yang tengah bersantai di bawah sinar rembulan membuat pemandangan malam semakin indah.


Yun Zi lalu mengalihkan pandangannya ke atas langit yang di penuhi bintang berkelap-kelip indah di sertai bulan yang bersinar terang, ini adalah pertama kalinya Yun Zi melihat pemandangan malam yang sangat indah di ruang dimensinya.


Bermeditasi selama satu minggu menurut waktu diruang dimensinya, Yun Zi sedikit tidak puas dengan hasilnya yang hanya mencapai Prajurit Petarung level lima.


Meskipun kultivator Prajurit Petarung level lima dianggap remeh, Yun Zi tidak mempermasalahkannya karena menurutnya levelnya saat ini sudah cukup untuk melindungi dirinya sendiri serta cukup untuk membalas dendam.


Melihat hari diluar sudah gelap, Yun Zi lalu kembali ke halamannya untuk membersihkan diri lalu beristirahat.


Keesokan harinya.....


Keluar dari ruang dimensinya, Yun Zi melanjutkan perjalanannya menuju pedalaman hutan tapi kali ini Yun Zi tidak mencari mangsa latihan melainkan hanya menjelajahi hutan kematian.


Merasakan cacing diperutnya sudah berdemo untuk diberi makan, Yun Zi menghentikan langkah kakinya lalu memikirkan apa yang akan dimakannya.


Sebenarnya, Yun Zi masih bisa memakan kue kering yang dibelinya sebelum pergi ke hutan kematian tapi Yun Zi tidak memakannya lagi karena merasa bosan jika harus memakan makanan yang sama setiap saat.


Melihat ada banyak ayam hutan yang berkeliaran disekitarnya, Yun Zi menangkap satu lalu memprosesnya untuk dijadikan makanannya pagi ini.


Memproses ayam hutan dengan sangat terampil seperti seorang Chef terkenal, Yun Zi lalu mengumpulkan ranting dan menggunakan Elemen Apinya untuk menyalakan api.


Melihat ranting yang sudah mulai terbakar, yang ada di pikiran Yun Zi saat ini adalah gambar daging yang dipanggang dengan baik, lembut dan harum penuh rempah-rempah.


"Hanya memikirkannya saja, air liurku hampir tumpah", batin Yun Zi.


Mencium aroma lezat yang terpancar dari ayam yang dipanggangnya, Yun Zi lalu memadamkan bara apinya dan membawa ayam panggang nya keatas pohon untuk dinikmati.


Beberapa saat kemudian, Yun Zi akhirnya tersenyum puas melihat perutnya yang sedikit buncit akibat terlalu kenyang, Yun Zi lalu turun dari atas pohon dan berjalan-jalan santai untuk mencerna makanannya.


Tentu saja, hanya Yun Zi yang berani berjalan-jalan santai di hutan yang sangat menyeramkan ini.


Berjalan-jalan santai sambil bermain dengan kipas lipat ditangannya. Tiba-tiba dari kejauhan, Yun Zi mendengar lolongan Serigala yang membuat mood santainya hilang seketika.


Yun Zi pun melesat pergi untuk mencari tahu apa penyebab lolongan Serigala tersebut, sesampainya di tempat lolongan Serigala, Yun Zi melihat lima belas orang membentuk cincin lingkaran untuk melindungi dua Pemuda dan dua Gadis muda di tengah sementara Binatang Buas Serigala melolong penuh amarah.


Tapi Yun Zi hanya melihat sebentar sebelum kembali melanjutkan perjalanannya.


Yun Zi bukan pribadi yang akan mencampuri urusan orang lain lagipula, alasan kenapa orang-orang ini dikepung Serigala adalah karena orang-orang ini mengambil sesuatu yang sangat berharga milik kaum Serigala.


"Orang-orang yang sangat serakah!", Yun Zi mendengus dingin lalu berbalik pergi ekspresi dibalik topengnya.


Menuju pedalaman hutan, Yun Zi juga bertemu beberapa kultivator yang juga terlibat pertarungan dengan Binatang Buas maupun Binatang Roh.

__ADS_1


Yun Zi tidak memperdulikannya dan memilih melanjutkan perjalanannya.


Selama perjalanannya menuju pedalaman hutan, Yun Zi berhasil mengumpulkan banyak ramuan tapi sayangnya semua ramuan yang di kumpulkan hanyalah ramuan umum yang tidak berharga. Meskipun hanya ramuan biasa, Yun Zi masih tetap mengumpulkannya lalu meminta Chu'er untuk menanamnya di ruang dimensinya.


Setelah selesai mengumpulkan ramuan, Yun Zi lalu melanjutkan perjalanannya hingga tiba di kaki puncak.


Yun Zi menggunakan ilmu peringan tubuhnya untuk mencapai atas puncak lalu duduk bersantai di dahan pohon yang cukup tinggi dan kokoh sembari mengigit buah Roh Apel.


Bersantai di atas pohon, Yun Zi lalu mengalihkan pandangannya kebawah kaki puncak, seketika pandangan Yun Zi berubah sangat dingin dan tajam melihat sekelompok orang berjalan menuju pedalaman hutan yang terletak disisi barat.


Alasan yang membuat pandangan Yun Zi berubah sangat dingin adalah;


Yun Zi melihat sekelompok orang yang dipimpin oleh Pemuda tampan berjubah putih yang tak lain adalah mantan tunangan pemilik tubuh ini yakni Pangeran keempat Nangong Zhang Wei dan disisinya ada seorang Gadis muda yang mengenakan gaun berwarna putih bersulam pohon bunga sakura berwarna merah muda dan wajahnya juga begitu akrab bagi Yun Zi. Tentu saja wajahnya akrab karena Gadis muda itu adalah sepupunya yakni Nona ketiga Wen Li Mei.


"Dunia yang begitu sempit", batin Yun Zi yang sudah turun dari atas pohon akibat kehilangan mood santainya.


"Kenapa semua orang menuju pedalaman hutan disisi barat? apakah Binatang Suci ada di area sisi barat?", Yun Zi tenggelam dalam pikirannya.


Yun Zi yang tenggelam dalam pikirannya tiba-tiba merasakan sepasang mata menatapnya dengan ganas dan tajam dari belakangnya.


Berbalik kebelakang, Yun Zi dikejutkan atas apa yang di lihatnya.


Dalam jarak sekitar enam meter darinya, berdiri seekor Binatang Buas Beruang hitam yang tingginya mencapai enam meter dan tengah menatapnya dengan tatapan ganas, giginya panjang dan berkilau seperti pedang yang baru selesai di tempa.


Beruang hitam mengaum dengan ganas saat menerkam kearah Yun Zi.


Auman ganas Beruang hitam tersebut membuat tanah sedikit bergetar dan terdengar dari puncak Gunung hingga menyebar ke sebagian tempat di sekitarnya, membuat banyak orang menghentikan langkahnya setelah mendengar auman Beruang hitam tersebut.


Melihat Beruang hitam menerkam kearahnya, Yun Zi dengan sikap santainya menghindari serangan Beruang hitam tersebut. Menyunggingkan senyum dingin, Yun Zi lalu melesat pergi menuruni puncak untuk melarikan diri.


Sebenarnya Yun Zi bisa dengan mudah mengalahkan Beruang hitam ganas tersebut tapi Yun Zi memilih melarikan diri karena tidak ingin membuang waktunya.


Alasan Beruang hitam mengejarnya karena Yun Zi memiliki beberapa ramuan yang sangat diinginkan Beruang hitam ini.


Melihat serangannya hanya mengenai udara kosong, Beruang hitam tersebut dengan marah membalikkan tubuh besarnya lalu mengejar mangsanya dengan kecepatan yang seimbang dengan kecepatan pelarian Yun Zi.


Sedangkan tim Pangeran keempat yang menuju pedalaman hutan di sisi barat menghentikan langkahnya setelah mendengar auman ganas Beruang Hitam.


"Pangeran, apa yang salah?", Wen Li Mei bertanya pada Pangeran keempat yang pandangannya tertuju ke arah puncak.


"Tidak ada! Mari kita lanjutkan", dengan senyum lembut, Pangeran keempat berkata pada Gadis muda di sampingnya lalu kembali melanjutkan perjalanannya.


Yun Zi merasa lelah lalu naik keatas pohon besar untuk beristirahat setelah berlari selama satu jam, Yun Zi juga memilih berlari ke arah barat karena penasaran apakah Binatang Suci ada di hutan sisi barat tersebut atau tidak.


"Aku tidak pernah berpikir Beruang hitam ini akan begitu gigih mengejar ku!", ucap Yun Zi sembari melihat kebawah pada Beruang hitam yang berusaha memanjat pohon.


"Binatang Buas yang sangat bodoh!", Yun Zi sedikit terkekeh melihat Beruang hitam yang berusaha naik keatas pohon lagi setelah berulang kali terjatuh.

__ADS_1


Tentu saja Beruang hitam tersebut akan jatuh setelah menaiki pohon besar sekitar dua meter dari tanah. Alasannya adalah, yang Yun Zi pilih untuk dinaiki yakni pohon yang tidak hanya besar dan kokoh melainkan kulit pohonnya juga halus dan licin sehingga akan menjadi sulit bagi Beruang hitam untuk naik keatas.


Yun Zi tidak memperdulikan perjuangan Beruang hitam tersebut dan memilih memakan kue keringnya sembari bersandar pada pohon besar dibelakangnya.


Dua jam kemudian....


Melihat Beruang hitam yang sudah pergi, Yun Zi berniat untuk turun dari pohon tapi tiba-tiba Yun Zi menghentikan tindakannya karena melihat langit diatasnya bergemuruh dengan suara keras seperti petir yang turun dari langit disertai aura penindasan yang sangat kuat.


Dibawah aura penindasan yang begitu kuat dan langit yang bergemuruh dengan suara keras, tiba-tiba angin berhembus begitu kencang membuat pohon-pohon disekitarnya bergoyang-goyang seperti akan roboh kapan saja, Yun Zi yang berada di atas pohon hampir saja terjatuh karena angin yang berhembus begitu kencang.


"Apa yang terjadi?", ucap Yun Zi sembari turun dari atas pohon.


"Mengaum! ..........",


"Roarrrr.......",


"Mengaum!...... ",


"Roarrrr...... ",


"Melolong..... ",


Berbagai jenis suara Binatang bergema di seluruh hutan kematian dan membuat suasana hutan semakin mencekam. Anehnya, berbagai suara Binatang-binatang ini terdengar tidak seperti biasanya melainkan terdengar seperti sedang ketakutan.


Alangkah terkejutnya Yun Zi yang melihat melihat beberapa Binatang Buas yang seluruh tubuhnya bergetar di tanah dan meringkuk seperti sangat ketakutan.


Merasakan dadanya sedikit sesak akibat aura penindasan yang begitu kuat, Yun Zi lalu mengarahkan pandangannya keatas langit dan baru saat inilah Yun Zi melihat di atas langit pedalaman hutan di sisi barat, terdapat cahaya keemasan yang begitu menyilaukan terpancar dari arah tertentu di sisi barat.


"Chu'er, apa yang terjadi?", Yun Zi membuka komunikasi jiwanya.


"Tuan, ini adalah tanda-tanda bahwa Fire Phoenix telah terwujud. Tuan, pergilah ke sana sekarang juga!", desak Chu'er pada Tuannya.


"Kenapa aku harus ke sana?", ucap Yun Zi yang masih memegang dadanya.


"Tuan, Chu'er akan menjelaskannya nanti! Sekarang Chu'er mohon Tuan pergilah ke sana dan dapatkan Fire Phoenix", Chu'er mendesaknya lebih lanjut.


Merasakan tingkah aneh Chu'er, Yun Zi memilih menuruti permintaannya, lagipula Yun Zi juga sangat penasaran seperti apa wujud yang sesungguhnya dari Binatang Suci Fire Phoenix.


Yun Zi pun melesat dengan kecepatan tercepat menuju pedalaman hutan yang mana sebelumnya cahaya keemasan terpancar dari arah sisi barat tertentu.


__________Goddess Of Yun Zi__________


Mohon maklumi jika ada nama tokoh yang sama dan plot serta alur cerita yang sama.


Karena author juga terinspirasi dari beberapa novel favorite author.


_____Happy Reading_____

__ADS_1


__ADS_2