
Pelelangan berlangsung dengan sengit, tiga botol pil obat Qi kultivasi terakhir terjual dengan harga yang fantastis. Yang mendapatkannya pun tidak lain adalah Pangeran keempat.
Pangeran keempat tetap gigih untuk mendapatkan tiga botol pil obat Qi kultivasi terakhir walaupun sebenarnya ia sangat frustasi. Ia sangat frustasi karena telah dipermainkan oleh pengawal pribadi Pangeran Xiu di setiap kali ia mengajukan penawaran.
Pelelangan pil obat Qi kultivasi berakhir dan satu jam pun telah berlalu semenjak dimulainya pelelangan.
Tanpa jeda, pelelangan kembali di lanjutkan dengan melelang sepuluh botol pil obat berikutnya yakni pil obat Xuan Jiang Spirit.
Sama seperti sebelumnya, sebelum pelelangan dimulai akan ada seorang penjaga dari Paviliun Wuxi yang menguji pil obat terlebih dahulu. Tapi kali ini hasil pengujian lebih ricuh dari sebelumnya.
Semua orang sangat terkejut dan merasa luar biasa ketika mereka melihat hasilnya dengan mata mereka sendiri. Mereka tidak pernah menduga akan ada pil obat yang bisa membuat seorang kultivator dari level Xuan Zong puncak menerobos ke level Xuan Jiang orde pertama.
Biasanya para kultivator yang sudah mencapai level Xuan Zong puncak akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menerobos ke level Xuan Jiang orde pertama. Tapi kali ini hanya dengan sebutir pil saja, kultivator yang dimaksud dapat dengan mudah menerobos dan itupun hanya memerlukan waktu yang cukup singkat.
Dibawah desakan semua orang, juru lelang Bing Yu segera memulai melelang pil obat Xuan Jiang Spirit. Tidak membutuhkan waktu lama, hanya dalam waktu singkat beberapa menit saja, sepuluh botol pil obat Xuan Jiang Spirit telah terjual habis. Yang berhasil mendapatkannya pun hanyalah perwakilan dari empat keluarga besar.
Disisi lain Pangeran keempat sangat frustasi karena tidak berhasil mendapatkan bahkan hanya sebotol pil obat Xuan Jiang Spirit. Alasannya karena Pangeran keempat tidak memiliki uang yang cukup untuk mendapatkannya.
Tentu saja sekarang Pangeran keempat tidak akan memiliki uang yang cukup, karena sebelumnya Pangeran keempat menghabiskannya pada pelelangan pil obat Spirit Darah dan pil obat Qi kultivasi.
Setelah jeda beberapa waktu, juru lelang Bing Yu kembali berkata dengan senyum bahagia yang merekah di wajah cantiknya. "Setelah pelelangan pil obat berakhir, pelelangan berikutnya adalah herbal rumput batang surga, herbal rumput batang Tian Yuan, herbal Phoenix Blossom, dan herbal bodhi lotus. Semua herbal-herbal ini adalah herbal langka yang sudah berusia ratusan tahun."
Juru lelang Bing Yu kemudian menatap semua orang dengan senyum manisnya begitu selesai menyebutkan item pelelangan berikutnya. Sementara semua orang kini tidak dapat bereaksi setelah mendengar daftar herbal-herbal langka berusia ratusan tahun.
Semua orang bahkan berpikir bahwa ini adalah pertama kalinya Paviliun Wuxi menyelenggarakan pelelangan yang mana semua barang yang dilelang adalah harta karun yang sangat langka.
Seseorang kemudian mengajukan pertanyaan, dan sepertinya orang itu adalah seorang apoteker. "Ini... Nona Bing Yu, apakah semua herbal ini akan dilelang secara terpisah? ataukah..."
"Tidak Tuan. Saya menyebutkan daftarnya karena herbal ini akan di lelang dalam satu kali pelelangan. Hal ini juga merupakan permintaan dari pemilik herbal-herbal langka ini. Jadi harga awal pelelangan herbal ini adalah satu juta koin emas. Silahkan semua orang mulai menawar. Semoga beruntung." Juru lelang Bing Yu menjelaskannya dengan sabar.
Semua orang sekali lagi terpana, mereka terpana karena herbal-herbal langka itu akan dilelang dalam satu kali pelelangan. Bahkan kebanyakan dari semua orang sudah menyerah karena tahu mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk memenangkan pelelangan herbal-herbal itu baik secara finansial maupun status.
Beberapa orang bahkan merasa bahwa mereka telah diintimidasi oleh Paviliun Wuxi. Sebelumnya munculnya pil-pil obat level dua yang berharga sudah membuat mereka bersedih karena kekurangan uang, dan sekarang melihat kumpulan herbal langka akan dilelang dalam satu kali pelelangan, mereka rasanya ingin pulang dan menangis serta mengadu pada leluhur mereka.
__ADS_1
Sama seperti yang lainnya, awalnya Wen Yun Zi begitu terpana begitu mendengar apa yang juru lelang Bing Yu katakan. Tapi di detik berikutnya ia sangat bergembira karena semua herbal langka itu adalah yang paling ia butuhkan.
Wen Yun Zi juga sangat yakin kalau ialah yang akan mendapatkan herbal-herbal itu. Alasan keyakinannya tentu saja karena ia memiliki banyak uang.
Tidak menggunakan uang yang kakeknya berikan, Wen Yun Zi berencana untuk menggunakan uang yang ia hasilkan dari menjual pil obat. Jika masih ada sisanya, tentunya ia akan menampar uang-uang itu di wajah para tetua yang menyebalkan.
Pelelangan herbal-herbal telah dimulai. Tanpa menunggu yang lain menawar, Wen Yun Zi menawar terlebih dahulu. Penawarannya pun membuat semua orang terpana termasuk pengawal pribadi Pangeran Xiu berserta sang juru lelang dan semua stafnya.
"10.000.000 koin emas. Ini adalah batas ku." Ucap Wen Yun Zi yang nada suaranya terdengar sangat datar.
"Sss..." Semua kerumunan orang menghirup udara dingin. Mereka semua semakin penasaran siapakah identitas seseorang yang ada di ruangan VIP nomor 3 lantai empat itu.
Sepuluh juta koin emas. Begitu semua orang mendengarnya, mereka yang ingin berpartisipasi dalam pelelangan herbal secara alami mundur termasuk mereka yang berasal dari perwakilan empat keluarga besar.
Perwakilan dari empat keluarga besar berpikir, sekaya apapun keluarga mereka, mereka tidak akan pernah menghabiskannya dalam satu tempat saja. Apalagi sepuluh juta koin emas bukanlah jumlah yang sedikit.
Kembali ke pelelangan. Karena tidak ada yang mampu bersaing dengan Wen Yun Zi, secara alami semua herbal-herbal itu didapatkan oleh Wen Yun Zi dengan harga akhir sepuluh juta koin emas.
Wen Yun Zi tersenyum bahagia tanpa menanggapi ucapan selamat dari juru lelang Bing Yu. Matanya yang bulat pun bersinar melihat kumpulan ramuan berharga itu.
Sementara di ruangan VIP lantai empat lainnya, bibir seksi Pangeran Xiu secara tak terduga menampakkan sentuhan senyuman samar.
Juru lelang Bing Yu kemudian melanjutkan pelelangan. Tapi item-item lelang berikutnya membuat beberapa orang tidak bersemangat seperti sebelumnya. Bahkan Wen Yun Zi yang sebelumnya bersemangat kini hanya bersandar malas pada tempat duduknya seraya menikmati beberapa buah spiritual.
Dalam kurun waktu satu jam kemudian, suara gong sekali lagi terdengar di seluruh Paviliun Wuxi. Tapi kali ini suara gong itu menandakan kalau pelelangan telah berakhir.
Semua orang yang menghadiri pelelangan ada yang merasa bahagia dan ada juga yang merasa sedih. Beberapa orang merasa sedih karena tidak mendapatkan apapun pada pelelangan kali ini.
Sementara yang lainnya merasa bahagia karena berhasil mendapatkan walaupun hanya sebotol pil obat saja, dan bagi mereka, sebotol pil obat yang mereka dapatkan adalah harta karun yang paling berharga dalam pelelangan yang diselenggarkan oleh Paviliun Wuxi kali ini.
Setelah semua orang keluar dari Paviliun Wuxi, juru lelang Bing Yu pergi menaiki anak tangga menuju lantai empat kemudian dengan sopan mengetuk pintu ruangan VIP nomor 3.
Wen Yun Zi yang berada di ruangan nomor 3 meminta Mo Yu untuk membukakan pintu.
__ADS_1
"Silahkan masuk..." Ucap Mo Yu mempersilahkan juru lelang Bing Yu masuk.
Tanpa basa-basi, juru lelang Bing Yu menghampiri Wen Yun Zi seraya menyerahkan sebuah item yang berupa cincin. "Nona, ini adalah cincin penyimpanan yang berisi barang yang anda dapatkan dalam pelelangan serta koin emas hasil dari penjualan pil-pil obat milik anda." Ucapnya dengan hormat.
Wen Yun Zi menerima cincin penyimpanan itu dan bertanya. "Apakah koin emas yang ada dalam cincin penyimpanan ini sudah dipotong dari harga herbal yang saya beli serta biaya pelelangan pil obat milik saya?"
"Sudah, Nona. Kali ini kami tidak meminta biaya yang semestinya karena sekali lagi kami ingin meminta untuk terus bekerja sama dengan anda." Jawaban sederhana dari juru lelang Bing Yu.
"Baiklah jika begitu. Mm... Nona Bing Yu, bisakah saya meminta bantuan anda?" Ucap Wen Yun Zi.
Juru lelang Bing Yu tersenyum lalu berkata. "Tentu saja bisa. Nona ingin meminta bantuan apa dari saya?"
"Saya akan berterima kasih lebih dulu. Saya ingin membeli sekitar tiga puluh batu komunikasi berkualitas tinggi dari Paviliun Wuxi." Wen Yun Zi berkata dengan nada suaranya yang sopan.
Walaupun kebingungan untuk apa batu komunikasi sebanyak itu, juru lelang Bing Yu tetap mengangguk menyetujuinya. "Baiklah. Tapi kami membutuhkan waktu setidaknya satu jam untuk mengumpulkannya."
"Tidak masalah. Karena saat ini saya sedang terburu-buru, saya akan meminta bawahan saya untuk mengambilnya ke sini dalam waktu satu jam kemudian." Sambung Wen Yun Zi.
Juru lelang Bing Yu mengangguk sebagai tanggapan.
"Baiklah. Jika tidak ada yang lain, saya akan pergi dulu." Ucap Wen Yun Zi.
"Sampai berjumpa lagi, Nona." Ucap juru lelang Bing Yu seraya tersenyum manis.
Wen Yun Zi dan Mo Yu kemudian keluar dari ruangan mereka. Keduanya menuruni anak tangga menuju pintu keluar Paviliun Wuxi.
Wen Yun Zi tersenyum sinis, ia tidak sabar ingin kembali ke Mansion Klan Wen kemudian menampar empat juta koin emas tepat di wajah empat tetua yang tidak tahu malu itu.
.
.
______Happy Reading_____
__ADS_1