
Setelah berterima kasih kepada Kaisar dan Pangeran pertama. Yun Zi kembali ke tempat duduknya sembari memegang quqin di tangannya.
Wen Li Mei menatap Yun Zi dengan api cemburu di matanya, "Sepupu, kamu benar-benar bisa menyembunyikan seni quqin mu dengan baik ah. Tapi aku akan mengingatkanmu! Jangan pernah bermimpi menjadi Burung Phoenix hanya karena kau bisa memainkan lagu Qin yang bagus".
Terlalu malas untuk meladeni provokasi Wen Li Mei, Yun Zi hanya menanggapinya dengan senyum sinis lalu meminum secangkir teh yang di serahkan Liu Mei padanya.
Karena Wen Li Mei adalah tunangan Pangeran keempat, Wen Li Mei tidak ikut tampil karena pertunjukan seni hanya bisa ditampilkan oleh Gadis yang belum punya pasangan. Dan Yun Zi tampil hanya untuk membuktikan kalau dirinya bukan lagi seorang Gadis yang tidak tahu apa-apa.
Sebelumnya, Yun Zi telah memberikan sebuah surat yang di tinggalkan mendiang Ayahnya pada Kaisar.
Surat itu berisi permohonan terakhir mendiang Ayahnya pada Kaisar. Mendiang Ayahnya memohon kepada Kaisar untuk membiarkan kedua anaknya yakni Wen Yun Zi dan Wen Yun Yi untuk mengatur pernikahannya sendiri tanpa campur tangan siapapun.
Kaisar Pun cukup kaget membaca isi surat tersebut. Dan setelah memeriksa keasliannya, Kaisar mengabulkan permohonan mendiang Ayah Yun Zi. Kaisar mengabulkannya begitu saja karena Kaisar mengingat kontribusi besar mendiang Ayah Yun Zi pada Kekaisaran Tian Zing semasa hidupnya.
Menyerahkan surat yang ditinggalkan mendiang Ayahnya kepada Kaisar adalah alasan utama mengapa Yun Zi setuju menghadiri perjamuan Istana.
Mengenai asal surat itu. Yun Zi menemukannya di laci rahasia yang berada dalam lemari bobroknya sebelum dirinya berangkat ke perjamuan Istana.
_____
Setelah Yun Zi tampil dengan lagu Qin terbaiknya, para Nona muda juga tampil dengan berbagai keterampilan seni yang beragam tapi sayangnya, penampilan para Nona muda tidak menarik perhatian banyak orang seperti penampilan Yun Zi sebelumnya.
Beberapa jam kemudian, perjamuan pun akhirnya berakhir. Melihat sifat sopan santun serta pesona elegan Yun Zi, Kaisar, Permaisuri dan Ibu Suri berpikir kalau para Nona muda ini tidak ada yang cukup pantas menjadi calon menantu keluarga Kekaisaran
Sementara Putra Mahkota dan para Pangeran lainnya tetap diam dari awal dimulainya perjamuan hingga perjamuan berakhir.
Setelah keluar dari Istana, Yun Zi menyuruh Liu Mei pulang terlebih dahulu karena malam ini dirinya tidak akan kembali ke halaman bobroknya dan sebagai gantinya, Yun Zi memilih bermalam di penginapan malam ini.
Seakan tahu apa yang akan terjadi jika Nona nya kembali malam ini. Liu Mei tidak bertanya apapun dan beranjak pergi setelah berpesan pada Nona nya agar beristirahat lebih awal.
Sementara Liu Mei kembali ke halaman bobroknya, Yun Zi saat ini memakai kembali cadar putihnya lalu berjalan ke arah penginapan terbesar. Memesan kamar untuknya menginap malam ini saja, Yun Zi lalu berendam dengan air hangat sebentar dan pergi tidur sesudahnya.
Siang hari berikutnya.....
Saat kereta Kuda yang dinaiki Yun Zi berhenti dengan jarak beberapa meter dari depan kediaman Jendral Wen.
Yun Zi pun membuka tirai kereta dengan penasaran setelah mendengar suara kebisingan.
__ADS_1
Betapa terkejutnya, Yun Zi melihat kerumunan orang di depan kediaman Jendral Wen.
Melihat kerumunan orang yang berdesakan di depan kediaman Jendral Wen, Yun Zi yang berencana masuk lewat pintu utama hari ini pun mengurungkan rencananya.
"Apa yang terjadi? mengapa ada begitu banyak orang", Yun Zi bertanya pada dirinya sendiri dengan ekspresi kebingungan di wajah cantiknya.
Yun Zi saat ini tidak berencana menyembunyikan wajahnya lagi. Lagi pula, wajahnya yang sudah terekspos sekarang hanyalah lima puluh persen dari wajah aslinya.
Di depan gerbang kediaman Jendral Wen ada banyak kerumunan orang yang memaksa untuk masuk kedalam. Kerumunan orang-orang ini mengenakan pakaian berkualitas terbaik sembari membawa sebuah kotak hadiah di tangan mereka.
Yang lebih menakjubkan adalah, ada beberapa orang yang bahkan membawa hadiah mencapai satu kereta Kuda.
"Kakak penjaga, tolong biarkan aku masuk! Aku hanya ingin bertemu dengan Nona sulung dan meminta maaf secara langsung atas kesalahan yang pernah ku lakukan padanya",
"Ya! Biarkan kami masuk juga! Kami hanya ingin meminta maaf pada Nona sulung",
"Kakak penjaga, saya tidak sama dengan yang lainnya! Saya tidak pernah menyinggung Nona sulung sebelumnya. Saya ada disini hanya untuk memberikan penghormatan pada jenius nomor satu di seluruh Negara Tian Zing utara kita dan selain memberi penghormatan, saya juga ingin memberikan hadiah kepada Nona sulung, jadi tolong biarkan saya masuk",
"Kakak penjaga yang baik dan tampan, tolong biarkan kami masuk ya.... ",
Kerumunan orang-orang menggunakan berbagai cara hanya demi bisa memasuki kediaman Jendral Wen bahkan ada yang sampai menyanjung seorang penjaga.
Karena kini bakatnya telah terekspos, maka hasil dari orang-orang yang kini berusaha menyanjungnya sudah berada dalam prediksinya. Hanya saja, Yun Zi tidak pernah menyangka kalau hanya dalam satu malam saha, berita tentang perubahannya kini telah menyebar luas ke seluruh Ibukota.
Yun Zi hanya tersenyum sinis melihat orang-orang yang sebelumnya pernah menindas mantan pemilik tubuh ini, saat ini memohon-mohon hanya agar bertemu dengannya serta menyanjungnya dengan berbagai cara.
Tidak lagi memperdulikan kerumunan orang-orang ini, Yun Zi menutup kembali tirai kereta lalu mengeluarkan batu roh komunikasi miliknya karena merasa ada yang sedang menghubunginya.
Di novel ini, anggap saja batu roh komunikasi sebagai smartphone zaman kuno ya guys..
Dan ternyata, Liu Mei lah yang telah menghubungi Yun Zi. Liu Mei memberitahu Nona nya kalau Tuan besar kini sedang menunggunya di halaman bobroknya.
Sedangkan kerumunan orang yang berdesakan di depan kediaman Jendral Wen, telah di bubarkan oleh beberapa penjaga yang level kultivasinya cukup tinggi.
Yun Zi melesat pergi setelah memberi beberapa koin perak pada kusir kereta Kuda.
Sesampainya di halaman bobroknya, Yun Zi duduk dengan malas di seberang Tuan besar.
__ADS_1
Ekspresi malas di wajah cantik Yun Zi tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin. Sangat dingin hingga mampu membuat tubuh Wen Li Mei dan Liu Mei hampir membeku menjadi Manusia Es karena tidak bisa memblokir hawa dingin yang di pancarkan oleh Yun Zi.
Tentu saja ekspresi Yun Zi akan menjadi sangat dingin karena tanpa persetujuannya, sang Kakek telah menyetujui proposal lamaran yang diajukan pagi ini oleh salah satu keluarga besar.
"Bukankah Gadis ini baru saja berubah menjadi seorang jenius! Kenapa sekarang aku merasa kalau Gadis ini lebih kuat dariku", batin Tuan besar yang tetap tidak akan goyah dengan keputusannya.
Yun Zi pun dengan nada dinginnya bertanya pada Tuan besar, "Apakah kau sudah mendengar keputusan Kaisar yang di sahkan pagi ini? "
"Tentu saja Kakek mendengarnya, bahkan semua orang di seluruh Ibukota telah mendengarnya juga", sebelum Tuan besar menjawab, Wen Li Mei yang menjawab terlebih dahulu tanpa berpikir panjang.
"Jika sudah mendengar, kenapa kalian masih menyetujui proposal itu tanpa persetujuanku! Apakah kalian tidak takut kalau aku akan melaporkan hal ini pada Kaisar", ucap Yun Zi tetap dengan nada dinginnya.
Meskipun Yun Zi telah berubah menjadi jenius nomor satu sekarang, Tuan besar berkata kalau Yun Zi masih sangat membutuhkan perlindungan keluarga untuk tumbuh lebih kuat. Tuan besar juga berkata kalau keputusannya mengenai persetujuannya proposal pernikahan sangatlah benar lagipula, yang mengajukan proposal pernikahan juga berasal dari jajaran empat keluarga besar yang paling berpengaruh di seluruh Kekaisaran Tian Zing yakni keluarga Yong.
Untuk menutupi tujuan aslinya mengapa dirinya menyetujui proposal pernikahan keluarga Yong, Tuan besar mengatakan alasan lainnya untuk meyakinkan Yun Zi yakni; jika Yun Zi menikah ke keluarga Yong maka keluarga Yong akan melindunginya dari orang-orang yang ingin mencelakainya karena bakat jeniusnya.
Jika saja mantan pemilik tubuh ini masih hidup, mungkin akan langsung menyetujuinya karena berpikir akhirnya Kakeknya peduli padanya. Tapi sayangnya, mantan pemilik tubuh ini telah meninggal dalam keadaan tragis dan saat ini, dirinyalah pemilik baru tubuh ini.
Tidak berbasa-basi lagi, Yun Zi pun berkata dengan nada angkuhnya bahwa, selain mendiang kedua orang tuanya, orang lain tidak layak memutuskan tentang pernikahannya maupun tentang hidupnya.
Tuan besar pun sangat marah mendengar kata-kara angkuh Yun Zi. Sembari menahan amarahnya yang membara, Tuan besar berkata kepada Yun Zi kalau dirinya telah memberitahu Kaisar bahwa proposal pernikahan ini telah di setujui secara pribadi oleh Yun Zi.
"Dasar Pria tua yang tak tahu malu! Tuan, kenapa tidak tinggalkan saja kediaman menjijikkan ini", ucap Chu'er di dalam ruang dimensi, jika bukan karena Tuannya sudah berjanji untuk membalas dendam bersama Adiknya. Mungkin saat ini kediaman Jendral Wen beserta rubah licik Wen Li Mei sudah tidak ada lagi di Dunia ini.
"Ide mu cukup bagus! Lagipula Xiao Yi saat ini sedang berada di Akademi Kekaisaran untuk menumbuhkan kekuatannya. Aku bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk pergi dari kediaman menjijikkan ini dan menumbuhkan kekuatanku di luar sana! Mungkin saat aku kembali ke kediaman ini lagi. Akan tiba waktunya dimana aku dan Xiao Yi menyelesaikan pembalasan dendam kami", Yun Zi berkomunikasi jiwa dengan Chu'er.
Mendengarkan Pria tua di depannya yang terus mengoceh, Yun Zi pun tidak tahan lagi dan berkata dengan arogan, "Aku akan menegaskannya sekali lagi! Di Dunia ini, selain mendiang kedua orang tuaku! Tidak ada orang lain yang layak mengatur hidupku maupun kehidupan Adikku !".
Dengan tatapannya yang setajam pedang, Yun Zi melirik ke arah Tuan besar dan Wen Li Mei lalu beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah kamarnya.
"Kamu...... ", Tuan besar tidak pernah berpikir kalau cucunya yang satu ini benar-benar sangat keras kepala bahkan berani meliriknya dengan mata penuh ancaman.
Nb; Author akan mengganti panggilan Yun Zi ke Adiknya dari Yi'er menjadi Xiao Yi. Karena menurut author, panggilan untuk seorang Adik lebih cocok Xiao Yi daripada Yi'er.
______Goddess Of Yun Zi______
Jangan lupa tinggalkan Like dan Komen setelah membaca ya guys ....
__ADS_1
_____Happy Reading______