
Setelah Tuan kedua, Wen Jiali, beserta para pelayan dibawa pergi, Tuan besar memegang tangan cucunya dan membawanya keluar dari halaman.
Wen Yunzi awalnya ingin semua orang yang menindas-nya disiksa sampai mati, tapi karena Kakeknya telah membuat keputusan, ia hanya bisa menahannya.
Tuan besar membawa cucunya masuk kedalam sebuah paviliun megah bernama 'Paviliun Xiuhuan'.
"Xiao Zi, mulai sekarang Kakek tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu lagi." Melihat tubuh kurus cucunya, Tuan besar merasa bersalah.
"Dengan level kultivasi yang Kakek miliki, tentu saja tidak ada yang berani menyakitiku lagi. Tapi aku tidak bisa terus berada dalam perlindungan Kakek. Hanya dengan menjadi lebih kuat, aku bisa melindungi diriku sendiri serta melindungi orang-orang yang ku-sayangi." Wen Yunzi berkata dengan ekspresi serius.
Tuan besar tersenyum mendengar ucapan tegas cucunya. "Kakek tau kau akan berkata seperti itu."
"Kakek tau?" Wen Yunzi kebingungan.
"Ya! Meskipun Kakek baru bertemu denganmu, Kakek sudah mengetahui bahwa kau memiliki kepribadian yang sama dengan Ayahmu." Suara Tuan besar terdengar lembut.
Mendengar Ayahnya disebut, Wen Yunzi meminta Kakeknya untuk menceritakan masa lalu Ayah dan Ibunya.
"Istirahatlah sekarang, Kakek akan menceritakannya setelah cedera internal-mu sembuh." Tuan besar mengelus kepala cucunya.
"Baiklah." Wen Yunzi mengangguk patuh.
Seakan mengingat sesuatu, ia bertanya lagi. "Kakek, tadi Wen Zuting mengatakan bahwa Kakek memasuki kultivasi pintu tertutup lagi. Apa sesuatu terjadi pada Kakek?"
Melihat ekspresi khawatir di wajah pucat cucunya, Tuan besar merasa semakin tertekan. Kemudian memberitahu apa yang terjadi baru-baru ini.
....
Pemimpin Klan Wen adalah seorang pria tua bernama Wen Lijun yang juga merupakan Kakek Wen Yunzi.
Dia yang biasanya dipanggil sebagai Tuan besar, sudah berada dalam kultivasi pintu tertutup selama lima belas tahun.
Tepat enam hari yang lalu, dia akhirnya keluar setelah berhasil menerobos dari puncak level Xuanjiang ke level Xuanxun tingkat pertama.
Pada saat yang sama seluruh Ibukota dibuat ketakutan sekaligus kagum, tidak terkecuali seluruh keluarga Kekaisaran Tian Zing yang juga merasakan hal yang sama.
Ketakutan karena seluruh Kota diselimuti oleh kekuatan yang sangat besar, dan kekaguman karena kekuatan besar yang menyelimuti seluruh Kota adalah pertanda bahwa seseorang telah berhasil menerobos ke level Xuanxun.
Perlu diketahui, menerobos dari puncak level Xuanjiang ke level Xuanxun tidak semudah seperti menerobos level-level sebelumnya.
Selain sangat sulit, menerobos ke level Xuanxun juga memerlukan waktu yang sangat lama. Ada yang memerlukan waktu beberapa tahun saja dan ada juga yang memerlukan waktu puluhan hingga ratusan tahun.
Karena faktor kesulitan dan faktor waktu, kultivator level Xuanxun hanya ada segelintir orang di Benua Da Xia.
__ADS_1
Keluar setelah berhasil menerobos level Xuanxun, Tuan besar disambut oleh banyak tamu yang datang ke kediamannya untuk mengucapkan selamat, tapi Tuan besar justru mengabaikan para tamu dan memilih pergi untuk menemui cucu semata wayangnya yang bernama Wen Yunzi.
Karena takut menyinggung kultivator level Xuanxun, para tamu tidak mempermasalahkan sikap Tuan besar.
Tak kunjung menemukan cucunya di Kediaman, Tuan besar menanyakan keberadaan cucunya kepada Tuan kedua yang baru saja mengantarkan para tamu keluar.
Tuan kedua Wen Zuting memberitahu Tuan besar bahwa Wen Yunzi telah mengikuti Gurunya bepergian untuk memperluas pengalaman kultivasi-nya.
Tuan besar awalnya tidak percaya, tapi setelah berulang kali menanyakannya kepada para pelayan, dia tidak punya pilihan selain percaya.
Jika saat itu Tuan besar menyelidiki secara menyeluruh, mungkin dia akan mengetahui seluruh kebenaran tentang cucunya.
Karena diberitahu bahwa cucunya hidup dengan baik dan juga telah menemukan seorang Guru yang hebat, Tuan besar tidak khawatir lagi.
Kemudian dia memberitahu Tuan kedua bahwa dirinya akan memasuki kultivasi pintu tertutup lagi untuk menstabilkan pondasi terobosannya.
Tapi yang sebenarnya dia tidak memasuki kultivasi pintu tertutup seperti sebelumnya, melainkan hanya berkultivasi di ruangan khusus yang berada di dalam paviliunnya.
Karena terus menerus merasa khawatir dan bimbang, Tuan besar meminta pengawal pribadinya yang bernama Wen Xing untuk mengawasi gerak-gerik Tuan kedua serta para pelayan.
Baru setelah mengawasi selama lima hari, Wen Xing menemukan sesuatu yang mencurigakan.
Tepat sehari setelahnya, Tuan besar yang sedang berkultivasi dan Wen Xing yang sedang berjaga dalam kegelapan, sama-sama mendengar teriakan memilukan seorang gadis muda.
Tanpa membuka mata, Tuan besar meminta Wen Xing untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Baru setelah Tuannya berhasil, Wen Xing langsung melaporkan apa yang terjadi.
Membuat Tuan besar bergegas keluar dan langsung menuju halaman kecil yang dimaksud bawahannya.
Sesampainya di halaman kecil yang juga bobrok, dia melihat beberapa pelayan pingsan di tanah dan masing-masing telah kehilangan tangan kanannya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" ucapnya terlihat kaget dan ngeri.
Tepat saat mengalihkan pandangannya ke arah lain, dia segera pergi menangkap tubuh gadis muda yang hendak jatuh ketanah.
Melihat kondisi gadis di pangkuannya, entah mengapa tiba-tiba dadanya terasa begitu sesak. Baru setelah berulang kali mengamati wajah cantik gadis tersebut, hatinya merasa sangat tertekan dan bersalah.
Benar! Dia sudah menebak identitas gadis yang berbaring di pangkuannya.
Kemudian dia mengalihkan pandangannya pada sosok yang dikenalnya. "Wen Zuting, beraninya kau berbohong padaku?"
...
__ADS_1
"Kakek bahkan telah dibohongi oleh para pelayan. Xiao Zi, bukankah Kakek sangat bodoh?" Tuan besar memandang keluar jendela.
"Tidak! Kakek tidak tahu bagaimana keadaan di Klan Wen dalam lima belas tahun terakhir, jadi wajar saja jika Kakek mempercayai ucapan mereka semua." Lirih Wen Yunzi.
Tuan besar meneteskan air matanya lalu memeluk cucunya lagi. "Terima kasih Xiao Zi, kau masih bersedia mengakui-ku sebagai kakek-mu terlepas dari apa yang terjadi di masa lalu."
"Kakek adalah satu-satunya keluarga yang kumiliki. Selama Kakek baik-baik saja dan terus menemaniku, aku tidak memperdulikan apa itu masa lalu ataupun yang lainnya." Wen Yunzi membalas pelukan Kakeknya, bahkan tak terasa air matanya menetes.
Kemudian ia memberitahu Kakeknya keseluruhan tentang kehidupannya sejak masih kecil. Ia juga memberitahu bahwa di seluruh Ibukota, dirinya dikenal sebagai sampah kultivasi, gadis yang vulgar serta buruk rupa.
Tak luput ia memberitahu Kakeknya kalau Wen Zuting dan puteri-nya adalah dalang yang telah membuat hidupnya sangat menderita.
Setelah mendengar kebenarannya, Tuan besar sangat marah. "Jika bukan karena janjiku pada Wen Guo, aku pasti sudah membunuh mereka berdua!"
"Wen Guo? apa itu nama ayah Wen Zuting?" tanya Wen Yunzi.
Tuan besar mengangguk dan dengan terpaksa menceritakan asal-usul janjinya pada Wen Guo, setelah melihat ekspresi antusias cucunya. "Saat berperang melawan prajurit militer Qing timur, Wen Guo mengorbankan nyawanya untuk melindungi Kakek. Sebelum meninggal, Wen Guo meminta agar Kakek berjanji untuk tidak membunuh keturunannya terlepas dari seberapa besar keturunannya melakukan kesalahan. Karena kontribusi dan kesetiaannya kepada Klan Wen, Kakek berjanji tanpa berpikir panjang."
Setelah menghela nafas panjang, ia melanjutkan. "Kakek tidak menyangka orang yang sangat jujur dan setia seperti Wen Guo, akan memiliki keturunan yang begitu jahat dan serakah."
Wen Yunzi hanya menanggapi dengan senyuman bermakna.
Seakan mengingat bahwa ia belum memberitahu Kakeknya mengenai perubahannya, dengan segera ia memberitahu Kakeknya. Tentu saja hanya secara acak.
Alasan yang Wen Yunzi beritahu pada Kakeknya; Seminggu yang lalu Wen Yunzi memuja seorang kultivator hebat sebagai Tuannya. Bukan hanya seorang kultivator, Wen Yunzi juga memberitahu bahwa Tuannya adalah seorang Apoteker. Tuannya-lah yang juga membantunya untuk menyembuhkan racun mematikan yang menghambat meridian-nya, serta racun lainnya yang ada ditubuhnya.
Tuan besar tidak curiga dan langsung percaya begitu saja. Kemudian ia tersenyum lalu berkata, "Istirahatlah di paviliun Xiuhuan untuk sementara waktu. Kakek akan memberitahu Wen Xing untuk membersihkan paviliun teratai."
"Kakek, bukankah paviliun teratai merupakan tempat terlarang?" tanya Wen Yunzi.
"Ya! Tapi sebenarnya tidak ada rahasia apapun di dalamnya. Setelah dibersihkan, paviliun teratai akan menjadi tempat tinggal-mu. Oh benar, dekorasi seperti apa yang kau inginkan?" Tuan besar menjawab sekaligus bertanya.
"Baiklah. Mengenai dekorasi, aku ingin paviliun-ku memiliki dekorasi yang sederhana tapi bernuansa elegan." Ucap Wen Yunzi disertai senyum polos.
Tuan besar mengangguk kemudian berkata. "Istirahatlah dengan baik! Mengenai Wen Zuting dan puteri-nya, Kakek yang akan mengurusnya. Kakek akan mengirim mereka ke kampung halaman Wen Guo. Kakek tidak akan membiarkan keduanya mengganggumu lagi."
"Baiklah Kakek."
Sebelum keluar dari paviliun Xiuhuan, Tuan besar mengintruksikan dua gadis pelayan untuk membawa cucunya beristirahat dan meminta gadis pelayan lainnya untuk menyiapkan makanan bergizi.
"Xiao Zi, Kakek akan melindungi-mu. Kakek tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu lagi." Tuan besar memandang paviliun Xiuhuan sesaat kemudian berbalik menuju kearah lain.
.
__ADS_1
.
________Happy Reading_________