
Beberapa saat kemudian, seorang pelayan Wanita memasuki Aula perjamuan sembari membawa quqin di tangannya.
"Nona, ini adalah koleksi quqin terbaik yang ada di seluruh Kekaisaran ini. Silahkan lihat, apakah sesuai dengan yang Nona inginkan", ucap pelayan Wanita tersebut sembari menyerahkan quqin yang di pegang nya pada Yun Zi.
Yun Zi mengambilnya dan dengan hati-hati mengelusnya,
Tersenyum puas, Yun Zi lalu berkata, "Memang sangat layak sebagai koleksi terbaik di seluruh Kekaisaran ini! quqin Giok Es ini dapat di anggap sebagai harta yang langka dan Zi'er merasa sangat terhormat dapat memainkannya".
Wen Li Mei serta Nona muda lainnya hanya bisa menggertak kan gigi dengan iri melihat Yun Zi memegang quqin Giok Es tersebut.
Perlu di ketahui, quqin Giok Es yang sedang di pegang Yun Zi saat ini, adalah yang terbaik di seluruh Kekaisaran Tian Zing yang bahkan Kekaisaran manapun tidak ada yang bisa menyamai nilainya.
Di katakan bahwa ketika Permaisuri Ming Lian menikah dengan Kaisar, quqin ini datang bersamanya dan Permaisuri Ming Lian sendiri adalah seorang Ahli quqin terbaik pada waktu itu.
Tapi semenjak Permaisuri Ming Lian meninggal setelah melahirkan Pangeran pertama, quqin ini telah di simpan di gudang penyimpanan Istana dan tidak pernah terlihat lagi.
Yang membuat Wen Li Mei dan para Nona muda ini iri dan benci bukan hanya Yun Zi yang memegang quqin Giok Es tersebut, melainkan iri dan benci pada fakta bahwa quqin ini ada disini sekarang hanya karena Yun Zi sedang membutuhkan quqin.
"Yang Mulia Permaisuri sangat bias", hal inilah yang ada di benak para Nona muda.
Mengutak-atik senar quqin dengan jari-jari rampingnya, suara jernih dan manis pun terdengar yang membuat senyum Yun Zi semakin merekah.
Yun Zi pun lalu duduk di kursi yang berada di tengah-tengah Aula, yang mana sebelumnya kursi dan meja tersebut telah di siapkan untuknya.
Meletakkan quqin di atas meja, Yun Zi mengambil dua nafas terlebih dahulu lalu meletakkan jari-jarinya yang ramping pada senar quqin. Kemudian, alunan melodi yang begitu indah telah mengambil alih seluruh Aula perjamuan.
Saat Yun Zi memetik senar quqin dengan jari-jari rampingnya yang anggun. Alunan melodi yang di pancarnya membuat semua orang yang mendengar merasa seperti berada dalam sebuah ilusi.
Sebuah ilusi yang mana semua orang tampaknya telah menyaksikan pemandangan yang sangat indah dimana bunga lili yang elegan dan acuh tak acuh perlahan membuka kelopaknya yang indah serta memancarkan aroma yang begitu elegan.
Tidak hanya menyaksikan pemandangan bunga lili yang begitu indah, semua orang juga menyaksikan ilusi lainnya yang juga tak kalah indahnya dengan ilusi pemandangan bunga lili.
Ilusi yang begitu indah membuat semua orang tetap terbenam dalam ilusi meski sebenarnya, alunan melodi telah berakhir.
Satu lagu yang Yun Zi mainkan benar-benar membuat semua orang terjebak dalam ilusi dan tidak dapat kembali ke kenyataan untuk waktu yang lama.
"Para hadirin sekalian, lagu ini adalah salah satu dari sepuluh lagu Qin terkenal yang berasal dari catatan paling berharga dari peninggalan zaman kuno Abadi berjudul 'Keindahan bunga lili'. Alunan melodi indah lagu ini, akan mencapai efek ketenangan jika di mainkan dengan quqin persenjataan tapi sayangnya, quqin ini hanyalah quqin Giok Es biasa", ucap Yun Zi dengan nada ringannya sembari mengelus quqin dengan ringan.
__ADS_1
Mendengar suara manis Yun Zi, semua orang terbangun dari ilusi mereka. Pada saat semua orang kembali ke kenyataan, pandangannya dan ekspresi kaget semua orang langsung tertuju pada Yun Zi.
Tidak ada yang menyangka bahwa Yun Zi yang baru saja berubah dari sampah menjadi jenius, bisa memainkan quqin dengan sangat luar biasa dan satu lagu yang di mainkan nya pun, mampu membuat siapapun yang mendengarnya terjebak dalam ilusi.
"Oh Surga, mendengarkan lagu ini. Aku seperti berada dalam sebuah ilusi dan menyaksikan pemandangan bunga lili yang sangat indah",
"Kau benar, aku tidak pernah mendengar lagu Qin sebagus ini",
"Lagu Qin berjudul 'Keindahan bunga lili' ini, benar-benar sangat cocok jika disandingkan dengan kecantikan Wen Yun Zi",
Meskipun banyak kata-kata pujian yang di lontarkan padanya, Yun Zi tidak sekalipun merasa bangga atau bersemangat. Sikapnya yang saat ini tetap tenang mampu membuat semua orang semakin memujinya.
Beberapa orang yang sebelumnya menghina Yun Zi, kini telah berbalik memujinya seakan lupa bahwa sebelumya mereka telah menghinanya.
Tapi berbeda dengan Wen Li Mei yang saat ini wajahnya berubah menjadi merah karena marah mendengar kata-kata pujian yang seharusnya di tujukan padanya.
Biasanya di setiap acara pesta atau perjamuan, Wen Jia Li lah yang selalu menjadi pusat perhatian. Dan setelah Wen Jia Li memasuki Akademi Kekaisaran, pusat perhatian telah diambil alih oleh Wen Li Mei sepenuhnya jadi wajar saja kan, jika saat ini Wen Li Mei sangat marah.
"Dengan keterampilannya yang saat ini, tidak ada yang akan percaya bahwa Gadis busuk itu benar-benar belajar quqin selama beberapa hari! Apa yang sebenarnya terjadi pada Gadis busuk itu? ", Wen Li Mei menggerutu dengan marah dalam hatinya.
Sebenarnya, yang paling membuat Wen Li Mei marah dan cemburu adalah fakta bahwa seni quqinnya yang paling di banggakannya selama ini menjadi tidak layak dibanggakan lagi sekarang.
Tidak ada gunanya Wen Li Mei marah karena pada dasarnya, seni quqin Wen Li Mei jauh lebih rendah dibandingkan seni quqin milik Yun Zi.
Bahkan Kaisar pun memuji Yun Zi dengan nada ramahnya, "Luar biasa! Ini adalah pertama kalinya Zhen mendengarkan lagu Qin yang mampu membuat Zhen terjebak dalam sebuah ilusi".
Berdiri dari tempat duduknya, Yun Zi memberi isyarat salam lalu berkata, "Terima kasih atas pujian Yang Mulia Kaisar. Ini hanyalah pencapaian kecil",
"Zi'er, jika kau menyebutkan seni quqin yang luar biasa ini sebagai pencapaian kecil maka tidak ada ruang untuk pertunjukan seni lainnya", kali ini Ibu Suri yang berbicara dengan nada penuh pujian dan sedikit bercanda pada Yun Zi.
Melihat sikapnya yang sangat elegan dan tenang, Kaisar tiba-tiba merasa sangat kecewa karena telah memutuskan tali pertunangan antara Putranya dengan Yun Zi. Meskipun kecewa, Kaisar tetap tersenyum ramah lalu memerintahkan kasim pribadinya untuk memberikan hadiah untuk Yun Zi.
Tapi tiba-tiba Kaisar sangat bingung memikirkan tentang hadiah apa yang cocok dengan kepribadian elegan Yun Zi.
Sementara saat ini Kaisar tengah kebingungan, Yun Zi tiba-tiba bertanya pada Kaisar, "Yang Mulia Kaisar, bisakah Anda memberikan quqin Giok Es ini pada Zi'er? ".
Meskipun quqin Giok Es ini hanyalah quqin biasa yang tidak layak dibandingkan dengan Lian Mo Qin miliknya, Yun Zi tetap sangat menyukainya karena dari segi pengerjaan dan nada halusnya, quqin ini benar-benar sangat sesuai dengan seleranya dan terlebih lagi, quqin ini terbuat dari Giok Es yang sudah berumur ribuan tahun.
Yang lebih penting adalah, jika suatu saat nanti Yun Zi bertemu dengan Master persenjataan yang hebat. Yun Zi bisa meminta Master persenjataan untuk mengubah quqin Giok Es biasa ini menjadi quqin senjata. Meski telah memiliki Lian Mo Qin yang sangat berharga sebagai senjatanya, Yun Zi masih sangat ingin memiliki quqin Giok Es ini.
Kaisar ragu-ragu dan tidak bisa menjawab pertanyaan Yun Zi.
__ADS_1
Karena tidak tahu mengenai asal-usul quqin ini, Yun Zi pun berpikir alasan Kaisar ragu adalah, karena quqin Giok Es mungkin sangat berharga tapi mendengar kata-kata Kaisar yang di tujukan kepada Pangeran pertama, Yun Zi pun terdiam kaku.
"Ming Hao, quqin Giok Es ini milik mendiang Ibumu. Bagaimana pendapatmu tentang permintaan Gadis Zi? ", ucap Kaisar pada Pangeran pertama yang duduk di sebelah Putra Mahkota.
Kenapa Kaisar menyebut Yun Zi sebagai Gadis Zi dan bukan Gadis Wen?.....
Jawabannya adalah; Malam ini yang hadir di acara perjamuan ada dua Nona muda dari kediaman Jendral Wen yakni Yun Zi dan Wen Li Mei. Kaisar menyebut Yun Zi sebagai Gadis Zi hanya untuk membedakannya saja yang artinya, Kaisar juga akan menyebut Wen Li Mei sebagai Gadis Mei.
Yun Zi tidak pernah menyangka kalau quqin Giok Es yang diinginkannya ini ternyata milik mendiang Permaisuri Ming Lian, Ibu kandung dari Pangeran pertama Nangong Ming Hao.
Mengalihkan pandangannya ke arah Pangeran pertama. Sepasang mata indah Yun Zi bertatapan langsung dengan sepasang mata Pangeran pertama yang sedikit acuh tak acuh.
Tidak menjawab pertanyaan Ayah Kaisar nya, Pangeran pertama malah menatap Gadis secantik peri itu tanpa berbicara sedikitpun yang membuat suasana Aula perjamuan jatuh ke dalam keheningan.
"Maafkan saya Yang Mulia Pangeran pertama, saya tidak tahu kalau quqin Giok Es ini ternyata milik mendiang Permaisuri Ming Lian. Jika saya tahu siapa pemilik quqin ini, saya pasti tidak akan memintanya", Yun Zi tiba-tiba berkata dan meminta maaf dengan tulus kepada Pangeran pertama.
Yun Zi sudah menyerah pada quqin Giok Es ini karena ternyata, quqin ini adalah benda yang di tinggalkan oleh mendiang Permaisuri Ming Lian. Yun Zi tahu bahwa quqin ini pasti sangat berharga bagi Pangeran pertama, Yun Zi juga tahu bahwa tidak sopan meminta barang berharga milik orang lain.
Dan inilah alasan kenapa Yun Zi meminta maaf dengan tulus pada Pangeran pertama.
"Ben Wang setuju memberikan quqin Giok Es ini pada Nona dengan syarat bahwa Nona berjanji akan menjaga dan merawat quqin Giok Es dengan baik", tidak lagi menatapnya, Pangeran pertama berkata pada Yun Zi tetap dengan nada acuhnya.
Yun Zi sangat terkejut mendengar kata-kata Pangeran pertama.
Pada akhirnya, Yun Zi menolak dan berkata bahwa tidak pantas menerima barang berharga milik orang lain.
Kaisar, Ibu Suri dan Permaisuri lagi-lagi kagum dengan sifat kesopanan Yun Zi.
Kaisar lalu berkata, "Gadis Zi, karena Ming Hao setuju memberikan quqin Giok Es ini padamu maka terima saja dan anggaplah sebagai hadiah lagi pula, sebelum Permaisuri Ming Lian meninggal. Pesan terakhirnya adalah, memberikan quqin ini kepada orang yang pantas dan selain Gadis Zi, sepertinya tidak ada yang pantas memilikinya".
Ibu Suri dan Permaisuri pun juga setuju dengan kata-kata Kaisar dan meminta Yun Zi untuk menerimanya.
Karena Pangeran pertama sudah merelakannya, Yun Zi pun tidak lagi menolak dan dengan senang hati menerimanya lalu berjanji bahwa dirinya akan selalu menjaga dan merawatnya dengan baik.
Meskipun banyak orang yang cemburu atas keberuntungan Yun Zi, mereka hanya bisa tetap diam karena mereka berpikir kalau Yun Zi memang pantas memiliki quqin Giok Es tersebut.
Berbeda dengan mereka yang hanya bisa menelan kecemburuan dalam diam, Wen Li Mei justru menggertak kan giginya dengan marah dan benci melihat semua hal baik menimpa sepupu yang paling di bencinya itu.
________Goddess Of Yun Zi_________
Karena author membuat novel ini berdasarkan inspirasi dari novel-novel lain maka mohon maklumi jika ada kesamaan nama tokoh, alur cerita, plot cerita DLL ....
__ADS_1
_____Happy Reading_____