
Tidak menunda lagi, Tuan Jiang bergegas pergi menemui pemilik paviliun Wuxi yang berada di ruangan khusus lantai enam.
Untuk menghemat waktu, Tuan Jiang tidak pergi menggunakan anak tangga yang mengarah ke lantai enam, melainkan langsung pergi dengan cara berteleportasi.
Berteleportasi dari lantai pertama dan muncul kembali di lantai enam. Begitu sampai, Tuan Jiang bergegas melangkahkan kakinya ke satu-satunya ruangan khusus yang ada di lantai enam, tapi langkahnya di hentikan oleh seorang pria berpakaian serba hitam yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
Pria itu dengan hormat memberitahu Tuan Jiang kalau orang yang ada di dalam ruangan sedang menemui tamu penting, dan memerintahkan untuk tidak membiarkan siapapun mengganggu. Rupanya Tuan Jiang mengenal akrab pria itu dan hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanggapan.
Tidak pergi, Tuan Jiang justru berjalan ke arah tempat duduk yang sudah di sediakan. Menunggu dengan tenang sambil menikmati kue-kue kering yang di keluarkan nya dari cincin penyimpanannya.
Beberapa saat kemudian setelah tamu penting pergi, seseorang yang ada di dalam ruangan khusus itu mengintruksikan pria berpakaian serba hitam untuk memanggil Tuan Jiang.
Setelah memasukkan kembali kue-kuenya ke cincin penyimpanannya, Tuan Jiang beranjak pergi dan mengetuk pintu ruangan khusus itu.
"Masuk!" Suara tanggapan dari dalam ruangan yang sepertinya milik seorang pria muda.
Tuan Jiang membuka pintu kemudian menutupnya kembali dengan hormat.
"Tuanku ..." Tuan Jiang menundukkan kepalanya memberi salam pada seorang pria yang wajahnya di tutupi oleh topeng berwarna hitam, dan hanya menyisakan mulut dan dagu seksinya saja.
Pria bertopeng hitam mengangguk lalu berkata. "Pelelangan akan di selenggarakan besok pagi!"
"Bukankah pelelangan akan di selenggarakan beberapa hari kemudian? Tuanku, apa yang sedang terjadi?" tanya Tuan Jiang dengan ekspresi kebingungan yang terpampang jelas di wajahnya.
"Tamu itu membawa harta yang langka dan ingin melelangnya di paviliun Wuxi, tapi syaratnya pelelangan harus di selenggarakan besok pagi. Saya tidak bisa menolak dan hanya bisa menyetujuinya." Ucap pria bertopeng hitam.
"Sungguh kebetulan! Saya kesini karena ingin meminta persetujuan Tuan untuk mempercepat pelelangan menjadi besok pagi. Tak pernah saya sangka ternyata ..." Tuan Jiang sangat senang dan memberitahu semuanya kepada pria bertopeng tentang pil obat serta pertemuannya dengan nona bertopeng bulu warna-warni.
"Tidak ada yang tahu apakah sungguh kebetulan atau bukan. Tuan Jiang, kali ini saya serahkan tanggung jawab pelelangan padamu. Ingatlah! Jangan sampai ada kesalahan." Pria bertopeng hitam berkata dengan nada serius. Tidak ada yang tahu ekspresi seperti apa yang ada di balik topengnya.
"Yakinlah Tuanku! Saya pastikan pelelangan kali ini berjalan seperti yang Tuan inginkan." Tuan Jiang menanggapinya dengan serius.
Pria bertopeng hitam menganggukkan kepalanya. "Baiklah! Kau boleh pergi sekarang."
"Ya!" Tuan Jiang sekali lagi menundukkan kepalanya memberi salam kemudian keluar dari ruangan dan berteleportasi kembali ke lantai pertama.
Pada sore hari, paviliun Wuxi menyebarkan berita kalau pelelangan akan di selenggarakan besok pada jam 07:00 pagi. Seluruh Negara Bulan Ungu di buat gempar sekaligus tidak siap atas berita mendadak itu.
Dari berita yang beredar luas, dikatakan kali ini paviliun Wuxi akan melelang beberapa harta langka yang tidak biasa.
Walaupun mendadak, Para tetua Klan, Pangeran dan Puteri, serta nona-nona Bangsawan dengan cepat mempersiapkan apa yang akan mereka butuhkan di pelelangan nantinya.
Tuan Jiang tak lupa menghubungi Wen Yun Zi dengan batu roh komunikasi dan memberitahunya mengenai jadwal pelelangan paviliun Wuxi yang sudah valid.
__ADS_1
Di Klan Wen, Tuan besar menemui Wen Yun Zi dan berkata sambil menyerahkan sebuah kartu undangan berwarna merah. "Xiao Zi, jika kau ingin pergi ke pelelangan paviliun Wuxi, ambillah kartu undangan milik kakek ini."
"Kakek simpan saja kartu undangan ini. Aku sudah memiliki kartu undangan pelelangan milikku sendiri." Wen Yun Zi menanggapinya dengan senyum penuh misteri.
Melihat senyum misterius di wajah cucunya, Tuan besar mengerti arti senyuman itu dan hanya menggelengkan kepalanya tak berdaya. Tuan besar melanjutkan mengobrol santai dengan cucunya dan kembali ke paviliunnya sendiri setelah selesai makan malam bersama.
Sebelum pergi, Tuan besar menyerahkan cincin penyimpanan yang berisi koin emas kepada cucunya dan memintanya untuk membuat kartu Bank miliknya sendiri. Walaupun sudah memiliki dua kartu Bank yang langka, Wen Yun Zi tetap menerimanya karena tidak ingin membuat kakeknya kecewa.
Setelah mengucapkan selamat malam serta meminta cucunya untuk istirahat lebih awal, Tuan besar kembali ke paviliunnya sendiri dengan senyum yang merekah di wajahnya.
"Tuan ..." Panggil Little Spirit.
"Mm ..." Sahut Wen Yun Zi yang sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Apakah Tuan tidak melupakan sesuatu?"
"Melupakan sesuatu? sepertinya tidak!" Wen Yun Zi mencoba mengingat apa yang mungkin di lupakan nya, tapi percuma saja karena tak dirinya tak kunjung mengingatnya.
"Haiss ... Sepertinya Tuan benar-benar telah melupakannya." Little Spirit menghela nafas panjang.
"Memangnya apa yang Tuan lupakan?" Xing Jun bergabung dalam percakapan.
"Tuan sepertinya telah melupakan Pangeran Xiu," ucap Little Spirit tak berdaya.
"Pangeran Xiu? ... Pangeran yang pertama kalinya mengetahui identitas ku itu?" tanya Xing Jun.
"Benar!" Sahut Little Spirit.
Wen Yun Zi menggelengkan kepalanya tak berdaya karena benar-benar telah melupakan sesuatu yang penting, tapi juga kebingungan karena sampai saat ini Pangeran Xiu belum menemuinya seperti yang dikatakannya di waktu pertemuannya beberapa hari yang lalu.
"Mungkin besok kita akan bertemu dengannya." Ucap Wen Yun Zi.
" ..."
Tak ingin memusingkan hal ini, Wen Yun Zi kembali menutup kedua matanya sambil berkata. " Little Spirit, dimasa depan aku akan merepotkan mu untuk mengingatkanku jika aku melupakan sesuatu yang penting."
"Serahkan masalah ini padaku Tuan." Little Spirit mengatakannya dengan percaya diri.
"Baiklah! Kalian lanjutkan saja mengobrol. Aku akan beristirahat sekarang." Ucap Wen Yun Zi kemudian berbalik menyamping sambil memeluk guling. Tak lupa memutuskan percakapan jiwa terlebih dahulu.
"Selamat malam Tuan. Semoga Tuan bermimpi indah!" Ucap Xing Jun dan Little Spirit secara serempak.
Xing Jun kemudian bertanya kepada Little Spirit mengapa Wen Yun Zi sampai melupakan sesuatu yang penting. Little Spirit pun memberitahu Xing Jun kalau sebenarnya Wen Yun Zi memiliki penyakit yang aneh.
__ADS_1
"Penyakit aneh? ..." Xing Jun mengerutkan dahinya kebingungan.
"Mm ..." Little Spirit mengangguk kemudian menjelaskannya secara detail.
Meskipun Wen Yun Zi memiliki otak yang cerdas, tapi terkadang juga akan melupakan beberapa hal. Karena alasan inilah, Little Spirit menganggap kalau Wen Yun Zi memiliki penyakit aneh.
Penyakit aneh dimana Wen Yun Zi akan melupakan segala sesuatu yang menurutnya sama sekali tidak penting. Di ingatannya hanya tersimpan sesuatu yang menurutnya penting saja, sedangkan sesuatu yang tidak penting atau sesuatu yang tak ingin di ingatnya, Wen Yun Zi akan melupakan begitu saja. Hanya akan mengingatnya kembali setelah ada yang mengingatkan.
Hal inilah yang membuat Little Spirit selalu mengingat setiap apa yang ditemui atau apa yang di lakukan Wen Yun Zi. Karena alasan ini juga, Wen Yun Zi selalu membiarkan dunia ruang dimensinya terhubung dengan dunia luar. Alasannya agar Little Spirit ataupun Xing Jun dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi di dunia luar, dan Wen Yun Zi hanya akan memutuskannya di waktu pribadinya saja.
Xing Jun tidak pernah menyangka ternyata Tuannya yang menurutnya sangat sempurna di segala sisi, akan memiliki kekurangan yang begitu aneh.
Setelah mengetahui penyakit aneh Tuannya, Xing Jun berjanji pada dirinya sendiri bahwa mulai saat ini dirinya akan membantu Tuannya mengingat semua aktivitasnya. Entah itu aktivitas yang penting ataupun yang tidak penting.
-Pagi hari berikutnya-
Pagi-pagi sekali Wen Yun Zi sudah pergi dari Mansion Klan Wen. Tapi kali ini tidak pergi sendirian, melainkan pergi dengan pemimpin penjaga bayangan pribadinya.
Semenjak Wen Yun Zi menjadi pemilik Klan, Tuan besar sudah memilih delapan talenta berbakat dari Klan untuk melindungi keselamatannya sekaligus menjadi bawahan pribadinya. Sejak saat itu juga, Wen Yun Zi melatih delapan penjaga bayangan dengan sangat ketat.
Setelah bersumpah setia sebagai bawahannya, Wen Yun Zi membiarkan delapan penjaga bayangan mengetahui beberapa rahasianya, termasuk sosoknya yang sedang menyamar sebagai nona Zi. Sekarang Wen Yun Zi pergi dengan pemimpin penjaga bayangan yang bernama Mo Yu.
Saat ini di kedai teh sederhana yang terletak tak jauh dari paviliun Wuxi, ada dua orang misterius yang telah menarik perhatian banyak pengunjung lainnya.
Dua orang misterius ini adalah Wen Yun Zi dan Mo Yu yang kini sedang berada di kedai teh dengan penampilan misteriusnya.
Wen Yun Zi mengenakan hanfu berwarna merah terang dipadukan dengan topeng bulu warna-warni yang menutupi wajahnya. Penampilannya yang misterius serta auranya yang menakutkan membuat pengunjung lainnya tidak berani menatapnya terlalu lama karena takut akan menyinggungnya.
Sedangkan Mo Yu yang duduk di kursi sisi lain, tampak mengenakan hanfu polos serba hitam. Wajahnya ditutupi dengan topeng perak yang memiliki pola lotus hitam di sisi kanan topengnya. Penampilannya yang misterius sekaligus menakutkan juga membuat pengunjung lainnya tidak berani menyinggungnya.
Meskipun penampilan Mo Yu terlihat sangat menakutkan, pengunjung lainnya entah mengapa justru menganggap Wen Yun Zi lah yang paling menakutkan.
.
.
Setelah membaca jangan lupa di like dan di komen ya guys ...
Jangan pelit-pelit like nya, lagipula gampang kok cuma tinggal sentuh tanda jempol saja ...
Dan sekali lagi terima kasih banyak buat kalian yang sudah bersedia meninggalkan jempolnya di setiap episode ...
______Happy Reading______
__ADS_1