
OMG," seru Wirasti. Huft, sekuat apa nyalinya? sudahkah teruji? bahwa mentalnya harus siaga penuh sekarang, entah apa yang akan terjadi? ya, menghadapi berbagai kemungkinan? bukan serangan fisik melainkan psikis. Telah bersiapkah, Wirasti?
Bersiap? gempuran silih berganti, bagaimanapun kecemasan itu akan timbul. Meski Wirasti terlihat pemberani, tak urung rasa keder itu mengepungnya karena merasa baru pertama kali dirinya mengalami suatu insiden langka seperti semalaman yang ia alami.
Atas insiden langka tersebut Wirasti menjadi banyak berpikir, seolah satu rentetan dengan pemunculan pertama sang nenek dedengkot menunjukkan satu pintu gerbang keluar masuk, katanya.
Di hari berikutnya muncul visual ghost nederlander tersebut, dari situ Wirasti seolah mendapat firasat nge-track lingkup sekitar tempat tinggalnya.
"Yah, itu betul sekali!" desis Wirasti, seakan menemukan satu petunjuk!
Wirasti pun mencoba dan bersiap mengetahui, yah itu satu-satunya cara memuaskan rasa ingin tahunya yang selama ini hanya bercokol di rongga kepalanya.
Sang ghost nederlander tersebut sempat mengklaim? di bawah pembaringanmu, "Atau tepatnya di bawah tempat tidurku," ujar Wirasti.
"Di situ merupakan tempat isirahat istrinya?" imbuh Wirasti, seperti tidak yakin. Tetapi, sumpah! itu yang dikatakan ghost nederlander padanya.
Yah, konotasi tempat istirahat sudah pasti menunjuk pada istilah lain ya kuburan, apalagi?
Nah, seru Wirasti. Satu petunjuk sudah jelas, bukan? jika ditarik satu garis lurus dengan areal kuburan umum setempat? tidak menutup kemungkinan apa yang dikatakan oleh entitas hantu belanda tersebut mendekati satu kebenaran.
"Yah, kenapa masyarakat setempat menjadikan kuburan di luar benteng tersebut sebagai kuburan umum?"
"Karena mungkin di areal kavling termasuk yang ditempati tersebut sudah berupa kuburan sedari dulu!"
"Hem, masuk akal sih!" decih Wirasti, sukacita sekali seolah telah menemukan sesuatu yang selama ini ia cari!
Ghost nederlander yang tiba-tiba menyambangi tengah malam itu, bagi Wirasti bukan suatu kebetulan semata. "Apa yang masih terselubung tabir," desis Wirasti, membenarkan seolah tabir tersebut perlahan tersingkap meski sang ghost tidak membuka secara blaaak!
Iya, sesuatu yang terkatup tidak dibuka secara blaak atau lebar-lebar oleh sang ghost, hanya lewat suatu clue itupun Wirasti harus putar otak untuk mengetahui. Hanya karena dirinya amat dibuat penasaran sejak awal, makanya seribet apapun tetap ingin diketahuinya historis apa yang melekat di rumah villa dan sekitarnya?
Secara kebetulankah? tahu-tahu ortunya mendatangkan beberapa orang yang diminta melakukan pengeboran untuk sumur di belakang rumah.
Bermula dari pengeboran sumur di area belakang rumahnya saat air PDAM sering mampet, kata pihak PDAM setempat air sedang bergilir dialirkan ke rumah-rumah penduduk sesuai pengaturan tempat tinggal dengan lokasi dan titik tertentu.
Orangtua Wirasti tidak mau berlarut-larut dengan problem minus air. Atas pertimbangan itulah orangtuanya meminta beberapa orang melakukan pengeboran untuk pembuatan sumur baru.
Semula penggalian dengan kedalaman sekian meter dengan mudahnya sudah memperlihatkan air sudah mulai keluar, tetapi berikutnya air hasil pengeboran tersebut dibiarkan sesaat namun tidak sebagaimana yang diharapkan.
Semua merasa heran, kalau toh air tersebut hasil permulaan dari pengeboran, memang harus menunggu beberapa menit atau kalau perlu beberapa jam untuk membiarkan hasil yang maksimal.
Proses yang ditunggu-tunggu itu pun masih menunjukkan air yang amat keruh, kekuningan, berbau dan permukaannya berminyak!
"Airnya berminyak?" batin Wirasti, diliputi tanda tanya.
"Kenapa harus begitu?" pikirnya, masih keheranan sekali. Bukankah tanah sekitar berupa kebun, bukan areal persawahan.
__ADS_1
Jika kemungkinan tanah berupa sawah ada kemungkinan seolah permukaan air dilapisi minyak. Tetapi air yang ia jumpai dari hasil pengeboran tersebut bukan hanya permukaannya melainkan seperti air ada kandungan minyaknya!
Pengeboran pun sempat dihentikan sambil menunggu air dalam sumur tersebut jernih, ternyata keesokan harinya hasilnya tetap sama.
Salah seorang pekerja mengatakan pada orangtuanya,"Air sumurnya hanya seperti ini keruh, berminyak dan bau!"
"Apakah sudah tidak jernih lagi?" tanya bapaknya sedikit kecewa.
"Ini sudah bagus, pak!" jelasnya, sambil kemudian salah satu yang perannya sebagai mandor pengeboran air sumur tersebut mengatakan,"Ini kan tanah bekas kuburan, pak. Mungkin baoak akan tahu sendiri jika tanah bekas kuburan itu seoerti apa? sebetulnya ya kurang baik jika digunakan air minum."
Hahh? sontak Wirasti kaget. "Tanah kuburan? eh, bekas tanah kuburan?" ulangnya dengan nada tanya.
Wirasti tadi tidak sedang mencuri dengar, tetapi memang sedang mendengarnya. Yah, percakapan antar pekerja dan bapaknya. Telinganya cukup jelas menangkap pembicaraan sang bapak.
"Tentang rumah ini?" pikirnya, perasaannya campur aduk!
Kemudian Wirasti menghela napas panjang, tetapi napasnya terasa begitu berat. "Ternyata?" tanpa sadar bibirnya berkata pelan,"Teka teki pun hampir terungkap,"
Orang lain tahunya hanya sebuah rumah berdiri di atas bekas kuburan. "Iya, itu kuburan!" gumam Wirasti, antara percaya dan tidak. Bahwa selama ini dirinya bersama keluarga telah tinggal tepat di atas eks area pemakaman.
Lebih lanjut bapaknya seperti tengah bertanya-tanya secara intens dan cukup serius. Wirasti yakin, pasti yang ditanyakan tentang historis rumah villanya.
Wirasti tiba-tiba merasa, menyisakan sesal!
"Kenapa nggak dari dulu tahu kalau rumah ini?" kata Wirasti, bingung. Tidak tahu apa yang harus diucapkan. Marah? jengkel? sesal?
Mau bagaimana lagi? coba, kalau sedari awal tahu orangtuanya menjatuhkan pilihan pada rumah seperti ini?
Bukan saja lokasi rumah memang terkesan terisolir bahkan jauh dari keramaian. Sepintas orang mengira seperti rumah peristirahatan yang tenang, sekelilingnya asri apalagi bangunan rumahnya cukup ideal. Bahkan Wirasti sendiri menjuluki dengan, rumah villa!
"Lebih pantas disebut demikian," ujarnya, sebelumnya mungkin orangtuanya juga tanpa memperhitungkan preseden buruknya. Rumah hunian barunya memang senyaman villa, dan vetul-betul nyaman sebagai tempat tinggal.
Lantas Wirasti bukan hanya sekadar berpikir sekian kali hal-hal aneh yang dialami datang silih berganti. Mitos sebuah rumah bekas tanah kuburan menggelayuti pikirannya sekarang, "Tetapi apa iya setiap mitos memang begitu?" tanya hatinya.
Bukankah semua hal aneh terkait mitos telah dirasakan bahkan dialaminya sendiri selama kurun tinggal di rumah villanya.
So, itu artinya benar tentang mitos? Wirasti menggeleng, ragu.
Justru yang sekarang menjadi kerisauan hatinya bukan hal-hal aneh berbau mitos. Mitos yang bergandengan dengan suatu hal yang mistis, kemudian Wirasti harus bersentuhan dengan sisi-sisi mistis bermunculan hal-hal aneh tidak kasatmata.
Singkirkan dulu yang serba tidak kasatmata. "Ini urusan yang real!" pikiran Wirasti tiba-tiba merasa tertekan.
Air keruh dan berminyak? menimbulkan satu dugaan kuat. Sekalipun belum menyentuh pada sesuatu yang bersifat ilmiah, karena untuk sampai pada titik tersebut harus bersentuhan dengan satu bentuk meneliti intens atau analisis? "Bukan penelitian, huft kejauhan kali!" tepis Wirasti.
"Dugaanku baru sampai pada kandungan zat fosfor?"
__ADS_1
"Jasad yang pernah terkubur di kedalaman sana tuh?"
"Jangankan lebih dari satu, sedikit saja mungkin di situ ada kandungan zat tersebut bukan?"
"Bukan fosil tuh!" tepis Wirasti cepat, "Fosil beda lagi, butuh ribuan tahun!"
"Aku rasa? emmphh ... " Wirasti sengaja menjeda kata-katanya sendiri berupa gumam. Tiba-tiba yang bermunculan di kepalanya?
Flip? seakan dislokasi, pindah tempat? "Oh, tidak! tidak!" cetusnya. Karena yang nampak olehnya dan sinkron dengan gambaran yang ada di rongga pikirannya, hanya berupa?
Wirasti banyak melihat, satu hamparan tempat! jika secara real dirinya butuh menyipitkan mata agar pandangannya lebih jelas dan jidatnya harus berkerut-kerut dulu!
sekalipun menajamkan pandangannya jatuhnya tetap sama? sebuah lokasi suatu tempat, sejauh mata memandang walau agak samar-samar tidak terlalu jelas terlihat olehnya seakan berjarak.
"Inikah makam?" desisnya, begitu seakan nanar menatap satu demi satu? mengingatkan salah satu adegan film The Nun ketika sister Irene, Father Bruke dan Frencie tengah berada di tengah pemakaman kuno di area biara terpencil di Rumania.
"Bedanya, di sana serba makam ditandai kayu salib. Sedangkan di sini hanya makam biasa, vibesnya suram dan senyap ... kok nyaris sama?" benak Wirasti terdistraksi film horor besutan sutradara Corin Hardy yang rilis tahun 2018 silam!
Suatu hal yang aneh, bukan? kejadian demi kejadian seolah beruntun ia alami sendiri. Mulai dari visual ghost belanda yang mengklaim bahwa ada tempat peristirahatan istrinya di bawah pembaringan di mana sehari-hari Wirasti tidur di sana hingga kemudian tergali sumur berair keruh dan berminyak sekali.
"Apa artinya semua ini?"
"Apa hanya secara kebetulan belaka,"
"Isyaratkah?"
Wirasti hanya bisa menelusur lewat akses tersebut, yang ia tahu kemudian? portal yang memberinya akses tersebut memberi gambaran cukup jelas. Mengungkap sisi lain misteri tentang areal yang berada tepat diantara bangunan rumahnya dan sekitarnya.
"Eks kuburan," desisnya.
Ralatnya, "Komplek pemakaman?"
Kuburan atau areal pemakaman, baginya sama. Karena sejauh mata memandang yang nampak olehnya berbagai bentuk batu nisan, "Lalu di bawahnya? pernah terkubur jasad dan kemudian berproses tinggal tulang belulang, hem?" dengus Wirasti seolah memperoleh satu temuan yang berharga.
"Nah," serunya kemudian, Wirasti nyaris terlonjak. Untuk kesekian kalinya? ingatannya kembali pada suatu dugaan semula.
Zat fosfor? yep, kandungan itulah yang membuat sumur di belakang rumahnya seperti itu. Namun dugaan itu pula yang membuat tabir pun tersingkap, historis masa lampau rumah tinggalnya ternyata?
Yah, jangan harap air bening zonder kandungan minyak bisa dinikmati di area sekitar rumahnya. Sekalipun petunjuk tersebut hanya lewat kemampuan ekstranya, semacam clue dan isyarat yang mendistraksi kemampuan mata batinnya.
Mitos dan mistis toh ada dalam satu garis lurus, seolah bersinergis?
Secara realistis terkait jika areal tersebut mempunyai ikatan historisnya sebagai komplek pemakaman di masa lampau, hingga yang terjadi wilayah areal tersebut secara kebetulan jika digali untuk sumur? hasilnya kurang lebih ya seperti itu!
Di sisi lain, jika yang berbicara dari sudut pandang secara mistis? "Ah, itu sih bukan rahasia lagi!" tunjuk Wirasti.
__ADS_1
Satu tempat atau lokasi wingit atau angker? bilamana terjadi suatu hal atau keadaan, baik yang sifatnya sementara atau permanen. Ketika lokasi tersebut pernah menjadi? atau, sebagai bekas? lebih-lebih ternyata malah berupa kuburan! residu-residu yang tertinggal yah, sungguh masuk akal menjadi spot yang menghantui sekitarnya! hihh!