
Satu tempat atau lokasi wingit atau angker? bilamana terjadi suatu hal atau keadaan, baik yang sifatnya sementara atau permanen. Ketika lokasi tersebut pernah menjadi? atau, sebagai bekas? lebih-lebih ternyata malah berupa kuburan? residu-residu yang tertinggal? yah, sungguh masuk akal menjadi spot yang menghantui sekitarnya.
"Hiihh," decih Wirasti, sambil terbayang betapa banyak gangguan? "Yah, mending gangguan yang langsung bisa terlihat di depan mata? ini, tidak!" dengus Wirasti.
"Gangguan tak kasatmata?" tunjuk Wirasti ingin sekali memerinci awal dirinya meet and meet tanpa terencana, pun tanpa diminta. Tahu-tahu nongol begitu saja, sungguh mengagetkan. Namun karena terlampau seringnya penglihatan batinnya menangkap basah visual yang serba aneh-aneh tersebut, Wirasti seakan lama-lama mati rasa.
"Mati rasa, hem?" desisnya. Memang begitulah yang ia rasakan. Jika awal-awal mula merasa diliputi ketakutan, cemas, was was, bahkan sebagai satu ancaman. Semua itu perlahan sirna dengan sendirinya.
"Bagaimana mungkin aku merasa dicekam semua perasaan seperti itu sementara tiap saat kedistract melulu?" ujar Wirasti, satu-satunya cara bukankah nyalinya harus kuat menghadapi semua itu?
Yah, Wirasti susah payah juga akhirnya harus melawan rasa takut dalam dirinya. Latihan mental tersebut ia lakukan sejak dirinya kecil, karena mengidap bawaan sepersekian indigo toh sedari bocah?
Ketika beranjak dewasa seperti sekarang, Wirasti pun tinggal mengelola dirinya terhadap perasaan semacam itu dengan cara yang lebih matang secara emosional.
Alhasil? dirinya pun lebih tenang menghadapi tiap-tiap gangguan meski tidak jarang rasa keder itu pasti ada.
Terkait rumah tinggalnya sebagai satu spot, akibat historis masa lampaunya tersebut. "Jangan dikira nggak membuatku keder woeyy!" ujar Wirasti, karena yang nampak selanjutnya tertangkap penglihatan batinnya setelah kejadian sumur tergali di rumahnya meski hanya difungsikan hanya untuk menyiram tanaman atau untuk yang lain kecuali mencuci pakaian apalagi untuk air minum. Samasekali tidak memenuhi syarat sebagai air sehat!
Kedua sumber air di rumahnya, satu air PDAM dan air sumur meski keruh serta berminyak tersebut. Sudah melebihi suatu persediaan air rumah tangga tidak membuat kerepotan lagi, ketika musim kering kemarau debit air PDAM yang keluar sedikit atau bergilir dengan pelanggan lain. Air sumur bisa berfungsi sebagai pengganti untuk keperluan lain sambil berhemat-hemat air bersih untuk keperluan yang lebih vital.
Oleh karena tersingkap satu tabir historis rumah tinggalnya dari kejadian saat pengeboran sumur berlangsung tempo hari tersebut, Wirasti pun sedikit demi sedikit mulai memahami sejarahnya areal tempat tinggalnya sehingga tidak harus meraba-raba sendiri.
"Jika di sini eks tanah kuburan, aku semakin merasa hampir semuanya. Bukan hanya terbatas daerah sekitar rumahku!" terang Wirasti, menunjukkan temuannya lewat penglihatan secara metafisiknya.
Ketika dirinya merasa, flip? tiba-tiba terbawa sesuatu dan melemparkan dirinya pada situasi dislokasi. "Yah, aku merasa begitu sih!" ujarnya ketika menemukan dirinya seperti?
"Pernah kukatakan, bukan?" desisnya sambil menunjukkan vibes suram? nyaris mendekati remang-remang.
"Yah, emang situasi dimensi lain akan menunjukkan seperti itu!"
"Persisnya kukatakan menyerupai salah satu adegan film The Nun dah!" tunjuknya, kehilangan cara bagaimana menunjukkan secara real apa yang ia lihat dengan yang seharusnya bisa ia gambarkan secara realistis.
"Salah satu adegan film ketika membidik situasi pemakaman di area biara terpencil Rumania tuh!"
Astaga, Wirasti? sudah termakan film horor favoritenya.
"Yaaa nggak gitu! aku hanya ingin menggambarkan secara realnya gitu dah!" tukasnya, ketus.
__ADS_1
Satu lagi yang sempat merisaukan hatinya, tatkala kembali diingatkan sebuah artikel yang pernah selintas dibacanya,
...Ancaman Penyakit dari Kuburan yang bocor...
Kuburan di lokasi dan kondisi tanah yang buruk, akan memberikan polusi bagi masyarakat sekitarnya. Selama ribuan tahun, manudia telah menyisihkan tempat-tempat khusus untuk mereka yang telah wafat. Seiring populasi yang kian tumbuh, semakin banyak yang dikubur, ancaman polusi pun sebetulnya konsisten meningkat.
Pemakaman dapat dianggap sebagai jenis tempat pembuangan sampah khusus, tulis WHO dalam laporannya pada tahun 1988. Tubuh manusia sebagian besar terbuat dari air, karbon dan garam mengandung kalsium, kalium, zat besi dan senyawa lain.
Ketika manusia meninggal, tubuhnya mulai membusuk dan berubah menjadi cairan asin yang dikenal sebagai necroleachate. Baunya cenderung amis, dan pada pemakaman tertentu di mana penguraian tubuh tidak dapat berlangsung baik seperti tanah berpasir atau berkerikil hal ini akan menimbulkan kontaminasi di udara.
Beberapa patogen juga h tanah. Escherichia ****, salmonela, clostridium perfringens dan bacillus anthracis (pembawa anthrax) termasuk ke dalam daftar patogen resistan itu.
....................................
Wirasti terkesiap, artikel tersebut mengingatkan pada tempat tinggalnya. Dalam penglihatan mata batin yang mendistraksi dirinya? nampak olehnya bagaimana pemandangan yang terhampar hampir menyeluruh di lokasi tersebut? "Berupa, kuburan ... " terang Wirasti.
"Ah, tetapi itu kan hanya kuburan yang disinyalir bocor dan arealnya masih digunakan?" debatnya sendiri, dalam artikel tersebut bukankah titik pembahasan pada komplek pemakaman yang tengah berlaku!
"Yeah, warga yang meninggal dikubur di sana. Itu yang dimaksud!" tandas Wirasti tidak beralih topik. Ekses dari berbagai bakteri yang masih hidup menimbulkan pencemaran, terutama rembesan air kepemukimam warga terdekat dengan lokasi.
"Air sumur yang kemarin dibor itu gimana, hah? sudah jelas berbau, warnanya keruh kekuningan, berminya!" debat kusir hampir tidak berkesudahan bercokol seru di benaknya.
Wirasti masih mengerutkan jidatnya, ekspresinya nampak serius.
Lalu katanya, "Bagaimana jika tanah bekas kuburan di sini ternyata sudah puluhan tahun lalu?" sambil mengatakan seperti itu Wirasti mencoba mengkaitkan penemuannya atas artikel pendek tersebut yang pernah dibacanya dengan persoalan real yang ada di rumahnya.
Puluhan tahun secara nalar sudah tentu bakteri atau apapun itu yang terpendam di dalam lapisan tanah sudah musnah, bukan? mengingat waktu telah sedemikian panjang telah lewat. Bukankah proses pembusukan pun sudah usai?
"Artinya, terhenti?"
"Umphh terhenti, betulkah?"
Yep, "Itu betul!" seru Wirasti, tangannya yang sedari tadi bertopang dagu langsung meraih ballpoint!
Sesaat jemarinya memainkan gagang ballpointnya sambil refleks menekan on offnya. Kemudian berpikir lagi?
Sesuatu yang tiba-tiba melintas? "Bagaimana dengan tulang belulang, kerangka, yang masih tertanam misalnya tuh masih ada di kedalaman sana?"
__ADS_1
"Jika telah ratusan tahun, nggak sebatas tulang belulang? tumbuhan pun bisa menjadi fosil? " kata Wirasti, berteori.
Tetapi sesaat Wirasti malah, bergidik!
Di bawah rumah tinggalnya? apakah mungkin jika bekas tanah kuburan, semua areal ini dipenuhi tulang belulang kalau begitu.
Lalu, jika dikaitkan dengan sesuatu yang sifatnya metafisis, hal yang spiritual? berbau mistis? aura-aura negatif sebagai ekses atas semua hal yang sinergis?
Memiliki rumah bekas kuburan? well sebetulnya bukan satu pilihan. Apalagi dibangun di atasnya? seperti tempat tinggalnya sekarang, "Sebetulnya itu problematik banget!" lontar Wirasti sesuai sudut pandangnya dari sisi dan secara teori mistis.
Apakah terpikir oleh Wirasti bagaimana jika cerita simpang siur itu benar? misalnya tanah tersebut dulu merupakan tempat untuk menguburkan mereka yang konon terbunuh oleh tentara belanda, serdadu Nippon juga korban kebiadaban PKI. Atau, mati terbunuh sebagai korban kriminalitas? Bunuh diri? atau semua yang seram semacam itu bagaimana, heh?
Ketika kuburan itu masih ada, sekian tahun lampau? konon ya memang angker. Banyak orang yang selalu bergegas ketika melewatinya selain merinding, mendengar suara-suara hingga penampakan yang menimbulkan bulu roma.
Pada suatu saat lokasi sekian hektar tersebut diratakan, sebagian dibangun rumah selebihnya dibiarkan sebagai tanah kavling supaya lekas laku dijual.
Anehnya tidak ada proses pemindahan, atau dialihkan ke tempat lain. Yah? karena tidak ada para ahli warisnya. Bukankah komplek pemakaman tersebut memang sudah ada sejak dulu!
Akhirnya tanah kavling di mana rumah tinggal keluarga Wirasti berdiri ditempati sebuah keluarga, namun diketahui si empunya suami istri meninggal secara beruntun anehnya tanpa sebab-sebab yang jelas.
Kematian manusia memang rahadia sang Khalik, tetapi terkait hal yang sifatnya mistis apalagi mitos sering dipercaya sebagian orang kadang sulit ditepis.
Tidak pernah dibayangkan, tinggal di sebuah rumah yang semula dianggapnya menyimpan banyak ketenangan, nyaman, sepi namun ternyata penuh risiko dan kontroversi.
Apakah kemudian semuanya dianggap clear setelah misteri yang selama ini menggelayuti pikiran dan perasaannya, tentang semua hal aneh-aneh yang sering mengusiknya, satu demi satu terungkap secara tidak langsung dengan tempo hari ada yang melakukan pengeboran sumur di belakang rumah?
"Tentang keterkaitan air sumur hasil pengeboran dengan cerita berikutnya tentang bekas tanah kuburan?" tanya Wirasti, hal seperti itu sudah bisa disimpulkan sementara.
Dari sisi dirinya bersentuhan dengan berbagai keanehan yang selalu intens dipertontonkan, dialaminya sendiri hingga menimbulkan uji nyali tetap saja Wirasti merasa masih terganjal.
"Apalagi sih? sudah jelas, kan? sejarah rumahmu telah terkuak?"
"Apa yang ingin kau tahu selama ini sampai bikin penasaran, tetap saja tidak bisa mengubah sejarah. Realitasnya rumah tinggalmu berdiri di atas tanah kuburan, hampir semua areal lokasi sekian hektar ... "
"Kuburan, yep kuburan apa? siapa mereka yang terkubur? kurun kolonial belanda, nippon, revolusi fisik, korban kebiadaban komunis, atau korban kriminalitas di era-era ke belajang?" pikiran Wirasti terus menggelinding, mencecar dengan berbagai asumsi yang ia sendiri belum tentu merasa yakin.
Pikirannya terus bertanya-tanya ovverlapping atau tumpang tindih dengan semua yang dialami, satu demi satu seakan menyeretnya untuk lebih mencermati setiap hal aneh saat dirinya bersentuhan dengan yang serba astral di sekelilingnya.
__ADS_1
Apakah itu artinya pencariannya belum membuahkan hasil? minimalnya teka-teki yang disorongkan padanya belum satu pun terjawab, apakah memang benar begitu?