
Darma pun berjalan ke arah sebuah tempat kosong untuk mengambil motor maticnya. Setelah di rasa tak ada orang, Darma pun duduk di kursi tua rumah kosong yang jaraknya 500 meter dari pantai.
"Sistem, aku mau ngambil motorku!"ujar Darma.
[Baik tuan]
[Penyimpanan sistem]
[Motor Matic]
[Ambil] [Tidak]
[Ambil]
[Proses mengambil barang dari penyimpanan sistem ke dunia manusia]
[10%...20%....30%....60%....100%]
[Selesai]
Lalu motor itu pun muncul di depan Darma lengkap dengan helmnya. Motor itu berwarna hitam dengan merek"Hario". Lalu Darma yang sudah pernah belajar naik motor pun mempraktekkan apa yang pernah ia dapat itu. Darma pun membawa motor itu lengkap dengan helmnya melewati jalan setapak rumah kosong itu.
Motor itu pun melaju menuju jalan raya dan kini Darma ada di jalan raya. Kemudian Darma pun membawa motor itu menuju ke sebuah tempat penyaluran makanan yang ia beli tadi. Darma pun bahagia membawa motor itu, karena dulu pertama kali ia diajarkan membawa motor itu pada saat usianya 16 tahun.
Ia diajarkan oleh seorang pemotor dari daerah Sumatera yang kini sudah pulang ke asalnya dan tak pernah bertemu dengan Darma lagi. Ilmu dari pria itu ia praktekan sekarang karena telah memiliki kendaraan roda dua.
"Asik juga naik motor, wuhuuuu gilak men. Segera banget udara di sini. Gak kayak di kota, oh iya aku lupa. Sistem, bisa nunjukin ke arah pulang kan?"tanya Darma pada sistem itu.
[Bisa tuan, tapi tuan harus isi bensin dulu!]
Darma pun melihat penunjuk jumlah bensin di motor itu dan benar saja, bensin motor itu hampir habis.
"Tempat belinya dimana?"tanya Darma.
[GPS]
Lalu muncullah sebuah penunjuk arah di monitor sistem. Penunjuk arah itu menunjukan jalan menuju ke sebuah SPBU terdekat dengan jarak 1 km dari tempat Darma sekarang.
Setelah mengisi bensin dengan jumlah full tanki, Darma pun kembali ke daerah asalnya dengan naik motor. Namun saat tiba terminal bis Ambarawa, perut Darma tiba-tiba berbunyi yang menandakan harus di isi dengan makanan.
Darma pun menepi ke sebuah warung makan sederhana masakan Jawa. Warung kecil itu ada di antara beberapa ruko yang berderet di pinggir jalan.
"Bude, saya mau pesen makanan."ujar Darma pada wanita paruh baya yang sedang menaruh nasi di sebuah piring salah satu konsumen rumah makan itu.
__ADS_1
"Mau makan apa le?"tanya Bude itu.
"Nasinya 2, lauknya ayam kecap 1, tahu bacem sama tempe bacem 1, ikan goreng itu 1, sayurnya kangkung sama minumnya air putih aja bude."ujar Darma.
"Ayamnya mau paha apa dada?"tanya bude itu.
"Yang banyak dagingnya yang mana bude?"tanya Darma menatap ayam kecap itu.
"Dada yang banyak daging,"ujar bude itu
"Nah itu aja satu bude,"ujar Darma.
"Air putihnya hangat apa dingin?"tanya bude itu lagi.
"Dingin bude,"ujar Darma.
"Mau makan apa bungkus?"tanya bude itu lagi.
"Makan bude,"ujar Darma.
"Owh iyo, tunggu dulu ya dek. Mau makan di meja berapa?"tanya bude itu lagi.
"Hmmm, di situ aja bude."ujar Darma menunjuk meja yang ada di samping kulkas minuman.
"Iya bude,"ujar Darma mengangguk lalu ia duduk ke meja yang ada tulisan 5 di sampingnya.
Saat sedang asik makan kerupuk, tiba-tiba datang seorang ibu dan anaknya dengan pakaian lusuh dan compang-camping. Ibunya bermain gitar, sedangkan anaknya menyanyi. Aksi mengamen mereka itu sukses membuat orang-orang di warung makan itu bertepuk tangan karena suara gadis kecil itu bagus dan merdu.
Prok prok prok!!
Mereka pun mendapat banyak uang dari mengamen itu. Darma yang kagum pun memberikan 300 ribu sebagai penghargaan kepada ibu dan gadis itu.
"Hah, ini banyak banget om."ujar gadis kecil itu.
"Ambil saja, itu hadiah buat kamu karena telah membuat om kagum dengan suaramu!"ujar Darma mencubit pelan pipi anak kecil itu.
"Terimakasih ya mas, baru kali ini kami dapat sebanyak ini."ujar wanita di sampingnya itu.
"Iya kak, kenapa gak daftar di acara pencarian bakat aja kak?"tanya Darma.
"Kami gak punya baju bagus dan uang pendaftarannya mahal,"ujar wanita itu.
"Kalau misalnya saya belikan baju dan saya bayar uang pendaftarannya mau kak?"tanya Darma pada wanita itu.
__ADS_1
"Emmm gak usah mas, kami gak mau ngerepotin. Yaudah kami duluan ya mas, malu lanjut ngamen di tempat lain."ujar wanita itu.
"Eeeeeh, serius gak mau?"tanya Darma pada wanita itu.
"Gak mas,"ujarnya menoleh ke arah Darma lalu mereka pergi dari tempat itu.
[Hadiah berbagi:
2 poin]
[Jumlah poin: 54 poin]
"Sayang sekali dia gak mau, padahal suara anak kecil itu bagus dan permainan gitarnya juga bagus."ujar Darma lalu ia lanjut makan kerupuk.
30 menit kemudian
Setelah selesai makan, Darma pun membayar makanannya dan ia melebihkan uangnya tanpa mengharap kembaliannya. Kemudian Darma pun kembali melakukan perjalanan untuk pulang ke kampungnya yang jaraknya 25 KM lagi dari tempat ia berhenti sekarang.
Motor pun melaju ke jalan raya yang menjadi pertanda bahwa Darma sudah siap untuk kembali ke kampung halamannya. Sepanjang perjalanan, Darma banyak memikirkan sesuatu termasuk akan tinggal dimana dia untuk saat ini.
[Tuan hari ini dan besok adalah istirahat setelah misi selesai, kemana rencana anda akan berlibur?]
"Hmm aku rencana gak mau ngapa-ngapain dulu sih, kalau aku nyewa kos-kosan bagus gak sistem?"tanya Darma pada sistem.
[Boleh saja tuan, namun ketika misi dimulai kembali maka tuan harus bertahan di dunia misi sampai misi itu selesai, oleh karena itu tuan akan terus-terusan meninggalkan tempat itu. Saran sistem, jika tuan ingin bermalas-malasan sambil liburan maka tuan bisa menyewa villa di tempat indah atau menyewa hotel yang di belakangnya ada pantai]
"Ide bagus sih, jadi untuk saat ini sebaiknya aku kemana dulu?"tanya Darma.
[Tuan bagikan dulu makanan itu, lalu setelah itu barulah akan sistem sarankan dimana penginapan yang terdekat dengan misi selanjutnya!]
"Baiklah sistem, aku mengikutimu saja kali ini."ujar Darma yakin dengan keputusan yang dibuat oleh sistem.
Darma berkendara sambil menikmati pemandangan pedesaan sekitar. Sawah-sawah milik warga dan gunung-gunung di kiri kanan Darma membuat ia merasa nyaman dalam perjalanan ini.
20 menit kemudian
Darma pun sampai di kota asalnya. Kemudian Darma langsung menuju ke pemukiman kumuh yang menjadi tempat tinggal awalnya. Namun karena ia merasa bahwa makanan itu pasti kurang, Darma pun membelinya lagi ke sebuah rumah makan kecil milik seorang pedagang UMKM.
[Uang diambil 1 juta:
Sisa Saldo uang 49 juta]
Setelah membeli makanan, ia pun langsung menuju ke tempat tinggal awalnya itu. Ia tak sabar melihat ekspresi warga sekitar melihat Darma yang dulu dikasihani, sekarang malah membagikan makanan dalam jumlah banyak.
__ADS_1