
Setelah dari rumah Dinda, Darma pun kembali membuka radar misi tambahan type memberikan bantuan dan pertolongan kepada yang membutuhkan.
[Misi Tambahan: Selamatkan kucing yang tersangkut di atas pohon]
[200 meter lurus]
Lalu Darma pun membawa motornya ke arah yang sistem tunjukkan. Darma pun sampai di lokasi yang telah di tentukan sistem, yaitu di bawah sebuah pohon yang lumayan tinggi dan rimbun. Kemudian Darma pun mencoba memanjat pohon itu dan mencoba mencari keberadaan kucing itu, setelah berusaha memanjat akhirnya Darma menemukan kucing itu.
Kucing itu sangat ganas saat di dekati Darma. Darma pun berusaha menangkapnya dengan tangan kosong.
"Ayo anak manis, turun dari sini biar selamat!"ujar Darma mencoba mengambil kucing itu.
Rowwrrr
Kheehhh
Rowrrrr
Khusus
Kheeeeh
Darma pun memaksa kucing itu untuk turun walaupun tangannya habis di cakar dan di gigit kucing itu. Lalu setelah turun, nampak seorang anak kecil mencari kucingnya dan memanggil nama kucingnya.
"Miko!!"panggi seorang wanita berpakaian kaos putih, celana selutut, cantik, rambut panjang terurai, pendek, dan badan sedikit gemuk dengan body seperti gitar spanyol mencari keberadaan kucing itu.
[Misi Tambahan: Selamatkan kucing yang tersangkut di atas pohon(selesai)
Hadiah misi:
Poin 50
Uang tunai 50 juta
50 Exp menuju gelar animal Hero]
[Jumlah poin: 566]
[Jumlah Saldo: 19.345.100.000]
"Ini kucingnya mba!"ujar Darma pada wanita itu menunjuk kucing yang sedang menjilat badan itu.
Wanita itu pun melihat ke belakang dan menemukan kucing berwarna Oren putih, berbulu lebat, dan memiliki mata berwarna biru.
"Miko!!"ujarnya berlari menghampiri kucing itu.
Lalu ia pun menggendong kucing itu dan memeluknya.
__ADS_1
"Miko kemana aja sih, capek tau nyari kamu dari tadi."ujarnya kesal menatap kucing itu.
"Tadi aku liat dia di atas pohon ini, jadi aku selamatkan deh."ujar Darma pada wanita itu.
"Emmm makasih ya mas, kalau gak ada mas mung-
"Eh itu tangan mas kenapa?karena Miko ya?"tanya wanita itu memegang tangan Darma dan kaget melihat luka yang masih segar di tangan Darma. Luka cakaran dan gigitan di tangan dan wajah Darma.
"Gak apa-apa mba,"ujar Darma tersenyum.
"Eh wajah mas juga, Miko kok jahat sih. Liat nih tangan dan wajah masnya berdarah gara-gara kamu."ujar Darma memegangi wajah Darma lalu ia memarahi kucingnya.
"Gak apa-apa mba,"ujar Darma.
"Gak apa-apa gimana mas, ayo ke rumah biar saya obati!"ujarnya menarik tangan Darma ke rumahnya.
"Udah mba, gak usah. Biar saya obati sendiri aja!"ujar Darma.
"Ikut aja mas, ini gara-gara kucing saya juga. Saya bertanggung jawab dan ini sekaligus ucapan terimakasih karena masnya udah menyelamatkan kucing saya."ujar wanita itu menarik Darma ke rumahnya. Darma hanya pasrah di tarik wanita itu untuk di obati lukanya.
...
Malamnya
Karena hari ini kerja kelompok, Silva pulang telat. Ia pun langsung masuk ke rumahnya melewati kolam renang dalam rumah. Saat membuka pintu ke dapur, Silva mencium aroma wangi burger. Saat masuk, benar saja yang ia duga.
Adik-adiknya dan suaminya sedang makan burger yang dibuat oleh Darma. Adik-adiknta Silva sangat menikmati makanan yang di masa Abang ipar mereka itu. Tanpa mengganti baju dulu, Silva yang sudah ngiler dengan makanan yang dimasak Darma pun langsung duduk di samping Darma lalu ia mengambil piring dan mengambil burger yang di buat oleh Darma.
"Lah, tumben gak ganti baju dulu."ujar Darma lalu ia menggigit burgernya.
"Iya kak, biasanya kakak mandi sama pakai baju yang nyaman dulu baru makan malam."ujar Kirana adiknya Darma.
"Kakak laper, udah makan aja kalian!jangan berisik!"ujar Silva makan seperti orang yang sangat kelaparan.
Darma keheranan melihat Silva dan adik-adiknya makan dengan sangat lahap, bahkan Jacky adiknya Silva yang masih SD pun menambah makanannya setelah yang tadi habis.
"Laper dek?"tanya Darma pada Jacky.
"Iya bang, buat lagi mas yang banyak!"ujar Jacky pada Darma.
"Hahaha, lah kalian orang kaya biasanya makan dikit. Kok ini malah sampai tambah gini?"tanya Darma pada Silva dan adik-adiknya Silva.
"Enak mas burgernya, burger rating tinggi yang aku beli online aja kalah enak sama yang ini."ujar Kirana memerengkan kepalanya ke kiri dan kanan saking enaknya burger itu.
Silva pun menambah makanannya 1 lagi, begitu juga dengan adik-adiknya yang lain. Sehingga makanan yang ia buat sebanyak 8 buah itu habis karena Darma juga makan dua burger.
Setelah makan
__ADS_1
"Huhh kenyang banget,"ujar Jacky tersenyum sambil memegangi perutnya.
"Sumpah sih, ini burger terenak yang pernah aku makan. Bahkan pas dulu ke Amerika pun kalah enak dengan ini walaupun burgernya itu burger yang paling enak di dunia ini."ujar Kirana.
"Mas dulu koki?"tanya Lisa menatap Darma lalu ia meminum air mineral di depannya.
"Mas dulu pemulung, sama kayak Papa."ujar Darma.
"Owh gitu, tapi kok mas bisa jago masak?"tanya Kirana penasaran.
"Iya mas, emang mas dulu suka masak juga pas jadi pemulung?"tanya Lisa pada Darma.
"Udah-udah, kembali ke kamar masing-masing. Udah kenyang kan?"tanya Silva pada adik-adiknya itu.
"Yaaah mau dengar cerita mas Darma kak,"ujar Lisa dengan ekspresi kecewa.
"Iya nih kak, bentar aja kok dengerin ceritanya mas Darma."ujar Kirana juga memohon.
"Besok aja ya mas ceritain kisah hidup mas, kalian harus nurut dengan apa yang mba Silva katakan."ujar Darma.
"Yaaa...tapi mas.....
"Udah-udah, ayo masuk ke kamar masing-masing!"ujar Silva.
Karena didikan Pak Andi dan Bu Linda, mereka pun menurut dengan setiap perintah Silva. Oleh karena itu, Silva adalah sosok orang tua kedua bagi adik-adiknya. Bertambah lagi Darma yang kepemimpinannya seperti Pak Andi. Walaupun ayah dan ibunya pergi, mereka tetap merasakan sosok orang tua kedua mereka yaitu Silva dan Darma.
21:00
Darma dan Silva sedang duduk dan mengobrol di ranjang.
"Aku boleh minta sesuatu gak yang?"tanya Darma pada Silva.
"Obat kasim kamu udah habis?"tanya Silva menatap Darma.
"Dih, kenapa malah jadi nyinggung obat kasim?"tanya Darma heran dengan istrinya itu.
"Kan ini di ranjang, trus kamu nanyanya kek gini. Biasanya cowok kalau nanya kek gini pasti minta jatah."ujar Silva.
"Gak gitu, aku cuma minta ajarin naik mobil."ujar Darma.
"Kamu serius cuma minta ajarin naik mobil?"tanya Silva dengan wajah heran.
"Iya, emang kamu ngiranya apa?"tanya Darma penasaran.
"Gak apa-apa kok, hari minggu aja kita belajar naik mobil di belakang rumah ini."ujar Silva.
"Gass, aku pengen naik mobil sendiri. Masa iya mau beli mobil tapi gak bisa bawa mobil."ujar Darma.
__ADS_1
"Iya sayang, hari minggu ya."ujar Silva mengelus pipi Darma.
Setelah itu mereka pun tidur untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran.