
9:00
******* itu bangun dengan keadaan tubuh terikat di sebuah kursi, ia pun menatap ruangan itu dan tiba-tiba Darma pun muncul dengan membawa pisau dan air garam.
Ia juga membawa pistol dan seekor ular yang ia buat dari karet ajaib seharga 100 poin di magic market sistem. Ular itu sangat menurut dengan Darma karena bahan dasar ular itu adalah karet yang Darma masukan darahnya.
"Wooo udah bangun kau *******, gimana?enak tidurnya?"tanya Darma duduk di depan ******* itu.
"Lo...Lo siapa?kenapa gue ada di sini?"tanya ******* itu nampak ketakutan.
"Lo gak perlu tau siapa gue, yang jelas lo disini karena bom tadi malam. Sekarang Lo jujur, yang ngebom gedung tadi malam itu siapa?"tanya Darma meminum yogurt yang dalam kemasan.
"Biasanya rokok, ini yogurt sachet. Memang author ada-ada aja ya."Author
"Gak tau, gue ada dimana?dan siapa?"tanya pria itu sok-sok tak tau.
"Hadeh, gue bukan anak SD yang bisa lo kibulin. Cepet buruan kasih tau, siapa semalem yang ngebom gedung itu!"ujar Darma menaruh pisau itu di depan penjahat itu.
"I....itu apa, gue gak tau apa-apa. Lo salah nangkap orang, gue bisa laporin penganiayaan ini ke polisi. Lepasin gue dasar bajing*n!"ujarnya memaki Darma.
Plakk!!
Darma melayangkan tamparannya pada pemuda itu lalu Darma menatapnya dengan tatapan tajam.
"Gak usah banyak bacot kau, kasih tau siapa yang membunuh ratusan nyawa di kota tadi malam dasar anak setan!!"ujar Darma melotot pada pria itu dengan nada sangat marah.
Pria itu tampak gemetaran dan ketakutan karena wajah Darma yang seakan ingin memakannya.
"Gue bilangin polisi lo, ini penganiayaan terhadap warga negara yang tidak bersalah."ujar pemuda itu masih mengelak.
"Hadeh, sekarang lo pilih mau jujur atau tangan lo ini akan merasakan akibatnya!"ujar Darma pada pria itu.
"Lo salah orang bro, gue gak tau apa-apa."ujar pria itu masih bersikeras dengan perkataannya.
"Hadeh, capek gue sama lo. Ini topeng apa kalau lo gak tau apa-apa?trus Lo ngapain di tengah hutan tadi malem?markas kalian itu kan?"tanya Darma mencecar ******* itu dengan berbagai macam pertanyaan.
"Gue gak tau apa-apa, tolong lepasin gue. Ada emak gue yang harus gue kasih makan dan adik gue yang harus gue sekolahin."ujar pria itu.
__ADS_1
"Nah, lo punya keluarga yang harus lo hidupi. Kenapa malah milih jadi *******?"tanya Darma membuka tali yang mengikat pria itu lalu ia menarik tangan kanan pria itu.
"Lo...lo mau ngapain?"tanya pria itu menarik tangannya dengan sekuat tenaga dengan wajah ketakutan.
"Buruan jujur sekarang, siapa yang membom gedung itu tadi malam!"ujar Darma menaruh pisau itu di telapak tangan pria itu.
"Lepasin tangan gue, gue gak tau apa-apa. Lo salah orang sat, bukan gue yang lo ca-
"Aaaaaaa!!"teriaknya karena Darma menyayat tangan kiri pria itu dengan pisau.
"Lo ngapain bangs*at, gue bisa laporin ini ke pengadilan karena lo udah melukai gue tanpa sebab."ujarnya dengan ekspresi ketakutan.
"Tinggal jujur apa susahnya sih hah?tinggal bilang yang ngebom tadi malam itu siapa!"ujar Darma menyendokkan air garam lalu menaruh di atas tangan pria itu yang tadi di sayatnya.
"I...itu air apa?"tanya pria itu menelan ludahnya.
"Ini air garam trus ini air jeruk asam yang di peras, kalau lo gak mau jujur juga bakal gue taruh ini. Kalau lo mau jujur, gue kasih lo hadiah 50 juta!"ujar Darma menawarkan.
"Hah?50 juta?serius?"tanya pria itu.
Lalu Darma pun mengambil kantong kresek yang isinya 5 gepok uang berwarna merah yang isinya 10 juta per satu gepoknya.
"Iya-iya gue jujur, tapi gue boleh curhat dulu gak bang alasan gue jadi *******?"tanya pria itu pada Darma.
"Dih, hahaha gokil lu bro. Gue nyuruh ngasih tau, malah mau curhat lu."ujar Darma tertawa.
"Ya biar lo tau alasan gue memilih jadi *******,"ujar pria itu.
"Hahahaha ada ******* kek lo ini, yaudah cerita aja kenapa lo bisa jadi seperti ini!"ujar Darma.
Pria itu pun menceritakan nasibnya yang sangat-sangat tidak beruntung. Ia adalah seorang pemuda yang hidup di dalam keluarga yang sangat miskin. Karena ia tak punya tamatan sekolah, semua pekerjaan menolaknya.
Di rumahnya ada ibunya yang sedang sakit yang harus ia hidupi dan adiknya yang harus ia sekolahkan. Oleh karena itu, ia rela melakukan apa pun demi mendapatkan uang.
Pria itu menceritakan bahwa ia terpaksa menerima pekerjaan ini karena gajinya yang lumayan yaitu 5 juta setiap selesai mengerjakan misi.
Namun ia sebenarnya merasa tak tega jika aksinya akan merugikan banyak orang dan bahkan merenggut nyawa orang lain. Akan tetapi, ia tak memiliki pilihan lain. Karena sudah tak tahan dengan kemiskinan, ia pun menerima pekerjaan menjadi ******* karena tak setuju dengan pemerintah yang selalu menindas rakyat kecil.
__ADS_1
"Owh gitu, jadi lo terpaksa ngelakuin ini?"tanya Darma dengan wajah iba.
"Hiks hiks iya bang, gue gak punya pilihan selain menerima tawaran pekerjaan ini."ujar pria itu.
"Kenapa gak mulung aja atau ngamen?"tanya Darma pada pria itu.
"Hiks hiks i...ibu gue harus di operasi bang, adik gue juga minta uang buat beli seragam baru karena seragamnya udah usang dan rusak."ujar pria itu.
"Emang kalian gak dapat bantuan keluarga kurang mampu?"tanya Darma.
"Hiks hiks, gak bang. Mereka memilih anak-anak yang pintar saja dan anak-anak yang tinggal di kota. Sementara orang pinggiran kayak kami di telantarkan."ujar pria itu menghapus air matanya dengan tangannya yang sudah ada luka sayat itu.
"Serba salah yak, jadi kasian gue liat Lo. Ntar yak, gue ambil sesuatu dulu!"ujar Darma pergi dari tempat itu.
"Iya bang, ada makanan gak bang?belum akan gua dari tadi malam."tanya ******* itu.
"Iya ntar gue ambilin, ntar yak gue ambil dulu. Jangan kabur lu yak, kalau lu kabur bakal gue hajar lo di sini!"ujar Darma berjalan ke arah pintu.
"Iya bang tenang aja,"ujar pria itu masih menahan perih dari luka sayat itu.
Darma keluar dengan membawa air garam, air jeruk nipis, pisau, ular, dan pistol tadi. Lalu Darma pun melihat toko sistem berniat ingin membeli alat pengetes kejujuran.
"Sistem, ada alat pengetes kejujuran gak?"tanya Darma pada sistem.
[Ada tuan]
Lalu hologram itu pun menunjukan sebuah alat INTEROGASI yang di pakai di dunia dengan harga 5 poin atau setara dengan 50 juta rupiah. Kemudian Darma pun mengklik sebuah alat berbentuk komputer dengan sebuah kabel dan gelang besi yang ada di samping alat itu.
[Poin di potong 5]
[Sisa poin: 651]
Setelah membeli dan mempelajari alat itu, Darma pun membeli makanan jadi yaitu nasi goreng yang di bungkus dengan bungkus nasi coklat dan ada sendoknya juga serta Darma juga membeli air minum.
Darma juga membeli alat P3K untuk membalut luka ******* yang jujur dan mau diajak kerja sama itu. dalam pembelian barang itu,Darma menghabiskan uang sebanyak 150 ribu. Setelah itu, Darma pun masuk kembali ke ruangan itu.
[Uang di kurangi:150.000]
__ADS_1
[Sisa Saldo:27.999.000.000]