100 TANAMAN AJAIB

100 TANAMAN AJAIB
CERITA SILVA DAN BOS IDAMAN DI ZAMAN ITU


__ADS_3

Hari Sabtu


9:00


"Sayang bangun, ini udah pagi loh!"ujar Silva yang telah selesai mandi dan telah mengenakan baju rapi.


"Enghh hoam, pagi sayang."ujar Darma pada Silva.


"Iya pagi, ayo bangun. Hari ini kita ke gudang sembako punya kamu itu kan?"tanya Silva.


"Kamu gak sekolah?"tanya Darma.


"Ini hari sabtu, kami gak sekolah."ujar Silva menyisir rambutnya.


Darma pun mengangguk lalu ia kembali tidur.


"Ayang, kok malah tidur lagi sih?"tanya Silva pada Darma.


"Aku ngantuk yang, 5 menit lagi deh ya."ujar Darma masih menutup matanya.


"Hmmm iya deh,"ujar Silva.


1 jam kemudian


Silva yang telah selesai masak pun masuk ke kamarnya dan melihat Darma masih tidur di balik selimut.


"Hadeh katanya 5 menit doang, tapi udah satu jam masih tidur. Emang ya semua laki-laki kalau udah ngomong kek gini gak bisa di percaya."ujar Silva.


"Siapa yang omongannya gak bisa dipercaya?"tanya Darma muncul dari belakang.


"Loh, kamu di sini?jadi itu yang di balik guling siapa?"tanya Silva kaget dan syok melihatnya.


"Ini tuh guling,"ujar Darma membuka selimut itu dan menunjukan guling yang tertutup selimut itu.


"Ya...ya maaf, kan aku gak tau."ujar Silva dengan wajah pura-pura tak bersalah.


"Yaudah, ayo sarapan dulu. Kamu udah masak kan makannya kamu manggil aku?"tanya Darma.

__ADS_1


"Iya, tadi aku di bantu sama Bu Inem belajar masak di dapur."ujar Silva.


"Bagus itu. Jadi kalau nanti ART liburan atau ambil cuti, kamu bisa masak sendiri."ujar Darma.


"Iya sih bener, hitung-hitung hidup hemat ya."ujar Silva.


"Nah itu, eh kek ada yang aneh nih."ujar Darma kembali menatap Silva.


"Apanya yang aneh?"tanya Silva menggandeng Silva.


"Kamu anak orang kaya, jajan tiap bulan 30 juta, apa-apa diturutin, tapi kenapa kamu berpikiran untuk hemat?"tanya Darma heran dengan Silva.


"Ya gak apa-apa, kan kita harus hidup hemat. Emang ada yang salah dengan hal ini?"tanya Silva menatap Darma.


"Gak sih, tapi zaman sekarang ini kan anak orang kaya banyak yang foya-foya dan menghabiskan uang orang tuanya untuk sekedar senang-senang."ujar Darma menatap heran Silva yang lain dari wanita lain.


"Aku gak dididik kek gitu, Papa mendidikku supaya jadi pribadi yang hebat. Dulu waktu kecil, permintaanku jarang di turuti sama Papa karena katanya aku belum bisa menerima benda ini. Tapi lambat laun aku paham dengan hal yang ayah lakukan, dulu setiap aku salah pasti ayah nasehati dengan baik. Tapi kalau aku gak nurut, ibu yang turun tangan menasehatiku dengan cara menghajarku di ruangan belakang kalau udah keterlaluan."ujar Silva duduk di meja makan.


"Trus?"tanya Darma penasaran.


"Di ruangan itu aku di hukum dengan cara yang keras, aku harus mengakui kalau aku salah. Kalau aku gak ngaku bakal berabe urusannya. Contohnya pas aku bully anak orang waktu SMP, waktu itu aku membully anak-anak lemah dan yang kurang mampu. Setelah ketahuan sama mama ketika di panggil, aku di peringatkan oleh pihak sekolah agar jangan membully lagi. Setelah pulang dari sekolah, mama bakal diem dan kalau mama udah diem kalau aku buat salah tuh pertanda bahaya."ujar Silva.


"Nanti aku ceritain lagi,"ujar Silva mengambilkan nasi goreng, ayam suwir saos padang, dan kerupuk ikan kesukaan Darma.


Setelah itu mereka pun makan bersama tanpa bersuara.




Setelah makan, Darma dan Silva pun langsung otw menuju ke gudang dengan naik mobil Ferrari milik Pak Andi. Di dalam mobil mereka melanjutkan obrolan di meja makan tadi. Silva menceritakan kalau dulu saat ia membully anak orang, maka setelah pulang sekolah maka ia akan di perlakukan dengan sama.



Ibunya akan meletakkannya di sebuah ruangan dan di ruangan itu sudah ada algojo yang akan menyiksanya seperti ia membully anak orang di sekolah itu. Mereka akan memperlakukan Silva persis seperti yang Silva lakukan saat ia membully temannya di sekolah itu sampai ia trauma dan sadar bahwa di bully itu sakit.


__ADS_1


Setelah itu, Silva akan menginstropeksi dirinya dan merenungkan kesalahannya. Tak jarang kalau ia membully temannya di sekolah maka ia akan diperlakukan sama dengan algojo itu. Misalnya ia menampar temannya ini maka algojo itu akan menamparnya sekeras yang ia lakukan pada teman yang dibully nya.



Kalau ia membully temannya sampai berdarah-darah maka Silva akan mendapatkan hal yang sama. Sejak saat itu Silva pun menjadi orang yang baik karena ia tahu kalau setiap perbuatan buruk yang ia lakukan pasti ada imbasnya.



Adik-adiknya juga di perlakuan sama. Namun jika mereka yang di jahati orang maka Bu Linda akan menyuruh mereka melawan, namun sejauh ini belum ada yang berani menyakiti Silva dan adik-adiknya itu.



....



Mereka pun sampai di gudang beras milik Darma itu. Setelah satpam membuka pintu masuk, Silva pun membawa mobil itu masuk. Biasanya Darma akan membuka kaca jendela mobil itu dan tersenyum pada para satpam itu. Alasannya sederhana, yaitu ingin agar para karyawannya nyaman dengan Darma sebagai bos mereka.



Saat Darma dan Silva lewat, semua pekerja menyapanya dengan senyuman mengembang di pipi. Senyuman yang sanga tulus bisa di lihat dari ekspresi wajah mereka. Darma juga akan senyum dan membalas sapaan mereka lalu ia pun masuk bersama Silva ke ruangan itu.



Setelah itu rapat akan dimulai. Rapat kali ini membahas tentang libur setiap hari minggu, setiap malam minggu mau ngumpul ngopi bareng atau tidak, mau liburan bareng atau tidak dan lain-lain.



Darma menganggap karyawan yang muda sebagai temannya dan yang tua sebagai orang tuanya. Hal itu justru membuat ia semakin di hormati oleh para pekerja yang ada di tempat itu. Di zaman itu, jarang ada bos yang ingin mengakrabkan diri dengan para pekerjanya.



Di zaman itu, rata-rata bos perusahaan merasa sombong, arogan, dan semena-mena terhadap karyawannya. Para pekerja lanjut usia tak dihargai karena kemampuannya dalam bekerja, sedangkan yang muda di peras keringatnya namun hasilnya tak sesuai dengan pekerjaan mereka.



Beruntunglah para karyawan kalau memiliki bos yang baik, ramah, sopan santun terhadap sesama yang muda dan terutama pada yang tua. Salah satu orang seperti itu adalah Darma. Ia adalah bos idaman yang di cari banyak orang di zaman itu, karena ia memang bos yang merakyat dan memiliki kepribadian yang luhur serta akhlak yang mulia.

__ADS_1



Setelah rapat, Darma dan Silva memutuskan untuk istirahat di ruangan Darma dan rencana Darma, ia akan makan bersama dengan para pekerja menggunakan daun pisang dan makan bersama para pekerja. Hal itu membuat Silva awalnya tak setuju, namun akhirnya ia pun setuju dengan hal itu.


__ADS_2