100 TANAMAN AJAIB

100 TANAMAN AJAIB
SAH MENJADI PASUTRI


__ADS_3

Darma pun bangun dari tidurnya setelah hari sabtu ia berlibur di pantai pasir putih. Hari ini adalah hari pernikahannya dengan Silva, yaitu anak dari Pak Andi. Ia masih tak menyangka akan di jodohkan dengan orang terkaya nomor 1 di kota itu.


Darma pun mandi untuk persiapan akad nikah. Acara pernikahannya direncanakan hanya akad saja dan hanya keluarganya saja yang tau. Semua dokumentasi harus di rahasiakan karena Silva masih sekolah. Takutnya nanti ia malah dikeluarkan dari sekolah.


Pak Andi memiliki prinsip mengikuti peraturan, namun untuk kali ini ia harus melanggar aturan itu untuk menyelamatkan putrinya dari orang luar. Ia menjodohkan putrinya itu pada orang yang kelak akan menjadi sepertinya.


Setelah mandi, Darma pun memakai jas hitam dengan dasi merah. Mengenakan celana hitam dan sepatu yang sesuai dengan celananya.


Tepat pukul 9:00 Acara akad nikah pun dimulai. Kedua orang itu pun di nikahkan dengan acaranya hanya akad nikah saja, sedangkan untuk resepsi mungkin nanti setelah Silva tamat SMA.


Merekapun kini sah menjadi suami istri. Setelah akad, Darma dan Silva pun kini melakukan adat sungkeman.


"Ayah, maafkan Silva ya jika selama ini Silva buat salah, ngerepotin, dan bahkan menyusahkan ibu. Silva udah jadi istri dari suami Silva, terimakasih Ma udah merawat Silva sampai dewasa hiks hiks."ujar Silva menangis.


"Iya nak huhuhu, Mama juga minta maaf kalau pernah salah sama Silva. Ketika nanti sudah berumah tangga, patuhilah suamimu nak!jangan pernah menentangnya!sayangi dia!"ujar Mamanya Silva.


Ayahnya juga memberikan nasehat yang sama. Setelah itu, mereka pun makan bersama dan berbincang-bincang sampai malam tiba. Kini di usia Silva yang masih tergolong masih sangat muda, ia sudah sah menjadi istri orang. Oleh karena itu, Silva harus dewasa di umurnya sekarang.


Bagitu juga dengan Darma, ia sudah menjadi pemimpin rumah tangga pada saat ini. Dialah yang menentukan kemana arah rumah tangga mereka. Oleh karena itu, mau tidak mau Darma harus siap bertanggung jawab terhadap istrinya.


Sedangkan untuk keluarganya, Darma tak peduli sama sekali karena tak ada yang menganggapnya dari kecil. Kalaupun nanti ada yang ngaku-ngaku, mungkin Darma hanya akan meresponnya seadanya saja.


Di kamar Silva


"Huhh akhirnya sah juga, gak jomblo lagi deh."ujar Silva ingin membuka bajunya.


"Eh eh mau ngapain?"tanya Darma yang sedang makan.


"Mau ganti baju lah sayang, kita udah nikah kok. Gak apa-apa kali kamu liat aku tanpa pakaian."ujar Silva ingin membuka bajunya.


"Aduh jangan dulu, kamu masih sekolah kan. Jadi untuk sementara waktu kita jangan berhubungan dulu!"ujar Darma tak berani menatap Silva.

__ADS_1


"Kamu serius dengan ucapanmu, kamu yakin gak mau nyoba tubuhku?"tanya Silva mendekati Darma yang hanya mengenakan tanktop saja.


Bau tubuh Silva masuk ke penciuman Darma. Tanpa ia sadari ada sesuatu yang aneh dengan bagian tubuhnya yang lain. Silva nampak sudah memeluk Darma.


"Please jangan berbuat seperti ini, aku dapat amanah dari Papamu untuk tidak menyentuh kesucianmu dulu karena masih sekolah!"ujar Darma berusaha menahan dirinya.


"Pffttt hahaha, pantes aja Papa mau nikahin Mas sama aku. Yang biasanya Papa gak suka dengan cowok manapun yang dekat dengan aku, ini malah pas baru ketemu sekali aja udah seperti ini."ujar Silva melepas pelukannya.


Cup


(Ciuman di pipi kanan)


Silva mencium pipi kanan Darma karena kagum dengan cowok yang bisa menahan hasratnya. Padahal Silva sudah memakai wewangian untuk langsung mengjalani malam pertamanya, bagi Silva tak apa ia harus kehilangan mahkotanya saat ia masih sekolah.


Syaratnya yaitu asalkan dengan orang yang tepat yang tak lain adalah pasangan halalnya. Untuk kehamilan mungkin bisa menggunakan alat pengaman. Namun diluar dugannya, Darma malah tak ingin melakukan hal itu.


Rasa sayang pun timbul dalam hati Silva pada Darma karena hal ini. Jarang sekali ada cowok seperti Darma di zaman sekarang ini, oleh karena itu maka Silva bersyukur mendapatkan pasangan hidup yang menghargai keadaannya.


"U...udah tadi,"ujar Darma gugup.


"Owh yaudah kalau gitu,"ujar Silva masuk ke kamar mandi dan menutup pintu kamar mandinya.


"Huhhh, eh sistem kamu ada pil atau cairan supaya adik kecil dan nafsuku bisa tak berfungsi dulu untuk beberapa tahun ini?"tanya Darma.


[Ada tuan, harganya 20 poin.]


"Aku beli satu!"ujar Darma.


[Baik tuan]


[Proses pembelian Pil Kasim.....]

__ADS_1


[Selesai]


Sebuah botol obat berwarna putih pun muncul di depan Darma. Botol bertuliskan"KASIM" itu memiliki panduan sebelum diminum, yaitu minum satu pil saja maka akan jadi Kasim selama 1 bulan. Yang artinya, ia tak akan tergoda dengan wanita manapun termasuk istrinya sendiri sekalipun tak berbusana.


Beberapa menit setelah Darma pun meminumnya, Darma pun merasakan efek yang luar biasa. Tiba-tiba ia merasa adik kecilnya tak berdiri, ia pun mencoba mengetesnya dengan mengetuk pintu kamar mandi.


Tok tok tok


"Buka aja sayang, gak dikunci!"ujar Silva.


Lalu Darma pun membuka pintu kamar mandi dan melihat Silva yang sedang tak berbusana. Darma pun mendekat ke arah Silva dan memandang seluruh tubuh istrinya yang sama sekali tak tertutup kain itu. Namun obat itu telah bekerja sehingga tak ada reaksi dari adik kecilnya ataupun dari nafsunya.


Setelah itu,Darma pun pergi dan menutup pintu kamar mandi itu. Silva pun heran melihat Darma yang tak bereaksi dengan keadaannya yang tanpa berbusana, laki-laki normal pada umumnya saja melihat tubuhnya yang memakai baju bisa tergoda. Ini malah suaminya sudah ia berikan kesempatan dan gratis untuk mencoba dan menikmati tubuhnya itu malah terlibat seperti tak punya hasrat sama sekali terhadapnya.


Sepanjang melakukan mandi pada malam itu, Silva berpikir sangat keras kenapa Darma tak seperti pria lain. Apa karena dia gay?atau karena dia sudah tak memiliki nafsu terhadap wanita. Namun ia tak mempermasalahkan hal itu karena ia juga masih sekolah, identitasnya sebagai seorang gadis perawan akan tetap terjaga dengan keadaan Darma yang tak ingin menyentuh kesuciannya itu.


...


Darma nampak sedang bersantai di ranjang istrinya itu. Lalu Silva pun masuk dengan pakaian piyama panjang berwarna putih bermotif boneka. Kecantikan Silva membuat Darma sampai tak sadar saat menatapnya, ia terbuai dalam lamunan.


Saat Silva duduk di sampingnya, Darma merasa seperti di taman bunga. Dunia menjadi indah dan memandang Silva membuat Darma merasa sangat beruntung karena bisa memiliki istri secantik Silva.


Silva yang merasa aneh ditatap Darma pun mencoba membuyarkan lamunan Darma. Dengan menepuk bahu Darma, akhirnya Darma sadar dari lamunannya.


"Mas kenapa?"tanya Silva sambil menyisir rambutnya.


"Cantik,"ujar Darma tersenyum menatap Silva.


"Makasih,"ujar Silva mencium bibir Darma singkat.


Darma pun tersenyum lalu ia pingsan karena dicium oleh wanita yang membuatnya merasa seperti di taman bunga. Ia pingsan dalam keadaan tersenyum, Silva yang melihat hal itu hanya geleng kepala dengan kelakuan suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2