
Setelah makan, Darma pun mengemas alat-alat masak yang ia gunakan tadi dan alat masak itu langsung ia simpan di penyimpanan sistem.
Kemudian Darma pun duduk santai sambil membaca buku penyelesaian misi itu di depan goa. Darma harus memecahkan teka-teki selanjutnya supaya ia mudah mencari tempat kok merah itu berada.
[3. Panjang gelap dan banyak tumbuhan]
"Panjang gelap dan banyak tumbuhan, banyak tumbuhan itu udah pasti di hutan. Panjang gelap itu biasanya goa, berarti sebuah goa di hutan. Apa jangan-jangan goa, ini kan aku belum menelusuri ke dalam."ujar Darma melihat ke belakang.
Lalu tanda panah putih tadi pun muncul dan teka-teki ketiga itu telah tercentang biru yang menandakan kalau teka-teki itu telah di pecahkan dan telah selesai.
"Kan bener, tapi kan gak ada tanaman di goa ini. Eh atau aku jelajahi dulu ya,"ujar Darma.
[Tuan telusuri dulu goa ini tuan, apa tuan ingin membeli senter untuk penerangan?]
"Boleh deh, yang paling mahal berapa harganya?"tanya Darma.
[500 ribu tuan]
"Owh oke, aku mau satu sistem."ujar Darma.
[Baik tuan]
[Membeli senter HPX360: 500.000]
[Proses membeli.....]
[Saldo dipotong 500.000]
[Sisa Saldo: 20.639.400.000]
[Silahkan angkat tangan anda dengan posisi seperti ingin menerima barang tuan!]
Darma pun melakukan hal yang di katakan sistem. Senter itu pun muncul dengan kotaknya, besar senter itu seperti bola tenis dan panjangnya sekitar 30 cm. Kepala senternya seperti mangkok besar. Lalu Darma pun mengeluarkan senter itu dari kotaknya.
Kemudian Darma pun mencoba untuk menghidupkan senter itu, cahaya dari senter seharga 500 ribu itu sangat luar biasa. Karena saat ia menyenter ruangan itu seperti terjadi perubahan dari siang ke malam. Cahayanya sangat-sangat terang sekali.
"Wiiih, ini namanya malam jadi siang nih kalau gini."ujar Darma melihat ke depan lalu melihat senter itu
__ADS_1
Darma pun berjalan memegangi senter itu dengan dua tangan. Saat ia melewati tempat itu, memang semakin ke dalam semakin banyak tumbuhan. Bahkan ketika sudah di tengah, goa itu seperti semak belukar. Oleh karena itu Darma harus hati-hati karena bisa jadi di semak-semak itu ada ular.
Dengan hati-hati Darma pun lewat dari semak-semak itu. Di depannya kini ada bunga-bunga tumbuh, Darma tak tega ingin menginjaknya karena bunga-bunga yang ad di goa itu rata-rata cantik dan indah.
"Waduh, ini serius bunganya di injak aja sistem?"tanya Darma pada sistem.
[Iya tuan, tidak apa-apa.]
"Baiklah kalau memang menurut kamu baik,"ujar Darma menuruti apa yang sistem katakan.
Darma pun berjalan menginjak bunga itu, namun memang tak terjadi apa-apa pada Darma. Setelah itu Darma lanjut berjalan ke depan. Goa dengan panjang sekitar 1 KM itu harus Darma lewati untuk menuju ke teka-teki selanjutnya.
...
Darma pun sampai di ujung goa itu, ujung goa itu berada di sebuah jalan naikan menuju ke atas jika naik gunung. Sambil berjalan, Darma berusaha memecahkan dan menyelesaikan teka-teki selanjutnya.
[4.Air dan batu-batu menyatu menjadi satu.]
"Air dan batu-batu menyatu menjadi satu. Tapikan sungai udah di lewatin."ujar Darma.
[Ini bukan sungai tuan]
[Tuan, terus saja naik ke atas. Nanti tuan akan menemukan jawabannya di atas sana!]
"Oke sistem, terimakasih jawabannya."ujar Darma melanjutkan perjalanan menanjak bukit.
Setelah sampai di atas, Darma pun merasakan hawa dingin dari sebuah tempat di gunung itu. Makin ke atas makin dingin, seperti akan ada tempat yang memiliki hawa sedingin ini.
Setelah menanjak, tiba-tiba jalannya menjadi datar. Namun kali ini tempat itu bukan lagi tanah biasa, melainkan salju dan bebatuan es atau es batu yang berperan sebagai batu di tempat itu.
"Hiiii dingin banget, kok bisa ada salju di sini."ujar Darma kedinginan.
[Tuan harus melewatinya tuan, di balik pohon itu adalah tempat kol putih itu berada. Tapi tuan harus memecahkan teka-teki yang no 4 dulu supaya pintu masuk ke kebun kol merah itu berada!]
"Owh gitu, okelah kalau gitu."ujar Darma berpikir lagi sambil berjalan.
Darma pun melihat batu-batu es yang ada di tempat itu. Tanah yang terbuat dari salju pun menambah dinginnya pijakan Darma. Kini Darma mulai merasakan kalau suasana tempat itu semakin dingin.
__ADS_1
Batu-batu di tempat itu seperti es batu yang ada di tempat manusia, jika di pegang dingin namun berair. Lalu Darma mencoba mengetuk batu es itu, ternyata memang sekeras batu pada umumnya.
"Ini batu di tempat dengan suasana dingin kek gini, tapi aku yakin batu ini terbuat dari air. Bisa dipastikan teka-teki no 4 itu jawabannya adalah tempat ini, karena air dan batu-batu menyatu. Air yang membeku menjadi batu adalah teka-tekinya, jawabannya adalah tempat ini."ujar Darma.
[Benar]
Teka-teki no 4 pun telah di centang biru. Lalu dalam waktu yang bersamaan, muncul sebuah pintu coklat di depan Darma.
[Waktu tuan untuk masuk ke pintu itu dan harus keluar dari pintu itu adalah 5 menit, dimulai dari sekarang!]
"Astaga, kenapa tiba-tiba pake waktu?"tanya Darma masih diam di tempat.
[Tuan, anda harus cepat. Waktu sudah berjalan!]
"Owh iya, oke sistem."ujar Darma berlari ke arah pintu itu.
Saat sudah masuk, kol-kol merah itu ternyata benar-benar ada. Lalu Darma pun mencabutnya dengan jumlah 10 buah kol sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Namun di sela-sela sedang mencabut kol itu, tiba-tiba muncul serangga aneh menyerang Darma.
"Akhhh, apa ini?kenapa mereka menyerangku?"tanya Darma yang masih berusaha mengambil satu per satu kol itu.
[Jangan pedulikan mereka tuan, tahan dulu rasa sakit karena serangan mereka. Nanti setelah keluar dari tempat ini, rasa sakit itu akan hilang!]
"Akhhh rasanya seperti anda menjadi iron man, eh salah maksudnya rasa gigitannya ini seperti digigit semut api satu sarang."ujar Darma mulai melemah karena serangga-serangga itu sudah mulai mengerubunginya.
Karena rasa sakit itu, Darma pun kini menjadi pitam dan matanya berkunang-kunang. Namun dengan kondisi seperti itu, ia pun mencabut kol terakhir dan memasukannya ke penyimpanan sistem. Serangga-serangga itu hampir naik ke leher sistem.
[Waktu anda untuk kembali tersisa 1 menit tuan, segera lari dari tempat ini!]
Darma pun mencoba berlari, namun saat ingin lari malah ia terus jatuh karena efek gigitan semua serangga itu. Kini Darma seperti gula yang manis bagi para semut, jumlah serangga-serangga itu juga semakin bertambah.
Dengan sekuat tenaga, Darma merangkak ke pintu itu. Ia yang sudah hampir tumbang pun menyerahkan seluruh kekuatan maksimal tubuhnya.
[5...4...3...2....1]
Darma pun keluar dari tempat itu pas setelah detik 1.
Wusssshhh
__ADS_1
[Misi ketiga selesai]