100 TANAMAN AJAIB

100 TANAMAN AJAIB
POHON TUMBANG


__ADS_3

"Aduh, ssshh sakit juga ternyata. Berarti aku gak mimpi dong ini?"tanya Darma.


[Hadeh, tidak tuan. Ini kenyataan, barang-barang itu dan evolusi pada tubuh tuan adalah nyata.]


"Evolusi itu apaan?"tanya Darma lagi.


[Evolusi adalah perubahan pada tubuh dan kekuatan manusia. Kalau pada tuan evolusinya yaitu kekuatan, kecepatan dan kelincahan, kecerdasan, kekebalan tubuh terhadap apapun dan penambahan sistem sihir pada tubuh tuan]


"Sihir?"tanya Darma dengan alis naik sebelah.


[Iya tuan, sihir awal pada tuan adalah mengangkat benda dari jauh hanya dengan satu tangan dan caranya adalah tuan tatap benda itu lagi tuan ucapkan"Melayang". Maka benda itu akan melayang, namun tuan harus fokus melihat benda itu dan membayangkan benda itu melayang. Untuk menurunkannya, tuan bisa mengucapkan jatuh sambil mengangkat tangan tuan dan menatap fokus benda itu sambil membayangkan ia jatuh lalu kemudian tuan turunkan tangan tuan pelan-pelan sampai benda itu jatuh!]


"Hmm sepertinya harus aku coba,"ujar Darma mencari objek untuk dijadikan percobaan.


Darma pun melihat sebuah batu dan menatap fokus batu itu, kemudian Darma pun mengunci pikirannya lalu mengangkat tangannya. Ia bayangkan batu itu melayang dan tiba-tiba batu itu terangkat dengan sendirinya.


"Hah?i...ini serius ba...batunya melayang?"tanya Darma kaget, kagum, dan tak menyangka bahwa ia bisa melayangkan batu itu.


[Lihat saja sendiri tuan!]


"Wowww, batunya benar-benar me...melayang."ujar Darma.


Karena sudah jam 12 ke atas, maka jalanan itu sudah sepi dan tak ada lagi yang lewat. Sehingga tak ada yang menonton pertunjukan sihir yang dilakukan Darma. Setelah batu itu ia angkat, Darma pun fokus lagi dan membayangkan batu itu jatuh ke tanah sembari ia turunkan tangannya.


Batu yang semula terangkat pun kini langsung turun ke tanah dan kembali ke asalnya. Darma yang masih heran sekaligus kagum pada dirinya pun tersenyum dengan kemampuannya itu.


"Wooow, ini benar-benar luar biasa. Aku merasa seperti penyihir."ujar Darma melihat tangannya.


[Sebentar lagi tuan akan mendapatkan lebih dari itu, mungkin tuan bisa istirahat dulu. Karena besok misi pertama harus tuan mulai!]


"Baiklah kalau begitu, tapi aku lapar. Aku ingin makan dulu."ujar Darma membuka makanan yang diberikan oleh orang baik tadi.


[Silahkan tuan, oh iya tuan apa tuan ingin tidur di ruang dimensi sistem?"tanya sistem.


"Hah?emang bisa?"tanya Darma yang sudah mengunyah makanan lalu ia menelan makanannya.


[Bayar 1o poin tuan]


"Dih bayar, poin apaan?"tanya Darma.


[Poin sistem adalah nilai misi yang tuan miliki jika selesai menyelesaikan satu misi, satu poin setara dengan 10 juta rupiah.]


"Wiiih, banyak banget. Jadi pas aku berhasil menyelesaikan misi bakal dapat berapa poin?"tanya Darma lagi.


[10 misi pertama 5 poin tuan, 10 kedua 10 poin, 10 ketiga 15 poin, dan begitu seterusnya sampai misi ke 100.]


"Owh gitu, fungsi poin sistem nih apaan?"tanya Darma lagi.

__ADS_1


[Banyak tuan, terutama untuk masalah menginap di penginapan sistem. Bisa juga untuk membeli barang di toko sistem, tentunya barangnya bukan barang biasa, namun barang-barang yang sangat canggih dari masa depan.]


"Hmmm baiklah,"ujar Darma mengakhiri pembicaraan.


...


Besoknya Darma pun kembali terbangun dari tidurnya. Pagi-pagi sekali ia sudah membuka matanya dan melihat tempat itu. Para warga yang beraktivitas sudah mulai beraktivitas lkembali.


Ada yang bekerja, sekolah, ada yang hanya ingin belanja ke pasar, dan lain-lain.


Darma pun duduk kembali di tempat itu. Ia berusaha mengumpulkan nyawanya setelah tidur.


"Hoaam, udah pagi aja."ujar Darma mengucek matanya.


[Pagi tuan]


"Pagi sistem,"ujar Darma sambil melihat ke arah kendaraan yang lewat.


[Ayo bangun tuan, anda harus menyelesaikan misi mencari bunga mawar biru dalam waktu 7 hari. Karena setiap misi memiliki tenggang waktu 7 hari!]


"Hoaam, iya iya ah bawel kamu."ujar Darma kesal karena pagi-pagi sudah diperintahkan oleh sistem.


Orang-orang yang berjalan kaki melihat dengan tatapan aneh kepada Darma. Kemudian Darma yang menyadari itu langsung meninggalkan tempat itu. Darma berjalan untuk mencari sarapan pagi, ia pun berjalan kaki ke arah barat.


10 menit kemudian


"Buk, lontong sayurnya 1 porsi ya!"ujar Darma.


"Oke siap, duduk dulu mas biar tak buatkan!"ujar bude penjual sarapan pagi itu.


"Iya Bu,"ujar Darma mengangguk lalu ia melihat ke belakang.


Pas di belakangnya ada warung kecil.


"Buk, saya ke warung bentar ya mau beli minum."ujar Darma berjalan ke arah warung yang di belakang.


"Owh Iyo mas,"ujar ibu penjual sarapan pagi itu.


Darma pun pergi ke warung itu untuk membeli minuman. Saat berjalan ke warung itu, tiba-tiba pohon di depan warung itu tumbang. Dengan refleknya Darma berlari ka arah pohon itu dan menahannya, ia berhasil menahan pohon itu dengan sekuat tenaga. Ia merasa bahwa pohon itu tak terlalu berat dan tidak terlalu ringan juga.


Orang-orang yang disana pun berlarian membantu Darma mengangkat pohon itu termasuk pemilik warung di depan pohon tumbang itu. Mereka pun memindahkan pohon itu beramai-ramai ke jalan kosong di sampingnya.


[Ting]


[Misi tambahan]


[Hadiah:

__ADS_1


-Uang 1.000.000 rupiah


-2 poin]


"Wiih, ini masuk ke misi juga?"tanya Darma terkejut karena tiba-tiba dapet notifikasi dari layar sistem.


[Misi tambahan tuan, semakin besar kebaikan dan penyelamatan yang tuan lakukan maka semakin besar pula hadiah yang tuan dapatkan.]


"Owh gitu, mantep dong kalau gitu."ujar Darma dalam hatinya karena ia berbicara dengan sistem.


"Huh huh huh, berat juga pohon ini."ujar Darma ngos-ngosan karena keringatnya banyak keluar saat menahan pohon itu.


"Mas kok kuat banget, tadi saya perhatikan mas tiba-tiba lari dan larinya cepat juga."ujar seorang wanita muda berpakaian putih, rok hitam panjang, rambut diikat, kulit putih, cantik dan berkacamata serta menjinjing tas kerja.


"Iya bener, tadi saya liat mas ini menahan pohon ini sendirian."ujar bapak-bapak berkulit sawo matang, baju partai, tubuh tak terlalu tinggi, berkumis, dan rambut di sisir ke samping.


"Hehe mungkin cuma kebetulan aja pak mba,"ujar Darma menggaruk kepalanya yang tak gatal. Tempat itu sedikit ramai karena hal yang tak biasa terjadi. Dimana pohon yang beratnya bisa mencapai 1 ton itu tak tumbang ke arah bangunan depannya karena di tahan oleh seorang pria.


Darma pun masuk ke warung tadi dan mencari minuman. Penjaga warung tadi mengikuti Darma yang berjalan ke warung. Ia pun masuk untuk melayani Darma.


"Mas yang tadi menyelamatkan warung saya ini ya?"tanya ibu pemilik warung itu.


"I..iya bu, tapi bukan saya aja kok. Tadi dibantu bapak-bapak yang di depan."ujar Darma lalu ia mengambil sebuah air mineral dan beberapa roti untuk makan siang.


"Iya saya tau, tapi mas yang pertama kali menahan pohon ini kan?"tanya ibu itu tersenyum.


"Iya Bu, tapi itu kebetulan aja kok bu."ujar Darma tak ingin aksinya itu terlalu di perbincangkan.


"Mas pilih aja apa pun, gratis karena udah menyelamatkan toko saya!"ujar ibu itu.


"Jangan Bu, saya bawa uang kok. Ini yang saya, sekalian saya mau minta tukaran mau bayar lontong di depan."ujar Darma.


"Yaudah, saya tukar aja uangnya. Tapi barangnya ambil aja, gratis untuk mas!"ujar ibu itu tersenyum.


"Gak usah bu, tadi tuh kebetulan aja!"ujar Darma membawa belanjaannya ke meja kasir.


"Mana uangnya mas?"tanya ibu itu.


Darma pun mengeluarkan uang 100 ribu yang tadi malam ia ambil di penyimpananan sistem. Setelah itu ia berikan pada ibu itu. Lalu ibu pemilik warung itu pun mengambil uang itu dan menukarkannya sesuai jumlah awalnya dengan uang kecil.


"Ini mas uangnya!"ujar ibu itu.


Lalu Darma pun menghitungnya dan jumlahnya masih tetap 100 ribu.


"Bu, ini uangnya mas-


"Ambil aja mas, saya berhutang budi karena mas udah menyelamatkan toko saya ini!"ujar ibu itu.

__ADS_1


"Jadi gak enak saya bu, yaudah terimakasih ya bu."ujar Darma lalu ia pun pergi keluar.


__ADS_2