
Darma pun membuka matanya setelah ia pingsa. Saat ia bangun, ia pun melihat ke sekelingnya. Ia pun melihat kakinya yang terluka tadi. Seluruh bekas lukanya telah hilang dan kakinya kembali normal seperti semula.
"Huh, sepertinya aku harus lanjut perjalanan."ujar Darma berdiri lalu ia pun melanjutkan perjalanan melewati lorong kecil itu.
Di ujung lorong itu ada cahaya yang menunjukan bahwa di ujung sana pasti ada sebuah tempat yang di sinari matahari.
Kruuukk
(Bunyi perut Darma)
"Duh, kok laper lagi ya. Perasaan tadi aku baru makan. Masa iya karena proses penyembuhan tadi aku jadi lapar lagi?"tanya Darma heran.
[Tuan, ini pukul 8 pagi.]
"Hah?serius?"tanya Darma memegangi perutnya yang memang sangat lapar.
[Benar tuan, tuan melewatkan makan malam. Oleh karena itu tuan merasakan lapar.]
"Astaga, jadi aku udah ketiduran dari siang kemarin sampai pagi ini?"tanya Darma tak menyangka.
[Benar tuan, tuan pingsan dan tertidur dengan sangat lelap sampai melewatkan 1 malam]
"Hadeh pantas saja aku lapar, aku belum makan malam. Baiklah setelah mengambil mangga itu aku akan makan di pantai saja nanti."ujar Darma.
[Ide bagus tuan]
Setelah berjalan sampai ujung lorong, Darma pun sampai di sebuah tempat seperti tempat awal ia datang. Tempat itu di penuhi oleh pohon mangga. Namun tempat itu dijaga oleh kelinci bertarung berwarna putih.
Darma pun melangkahkan kakinya menuju ke pagar yang sudah di jaga oleh kelinci putih bertaring seperti kelinci di luar kebun mangga itu.
"Mau kemana tuan?"tanya salah satu kelinci penjaga itu.
"Saya mau mengambil mangga merah,"ujar Darma.
"Apakah anda Darma?"tanya kelinci itu.
__ADS_1
"Benar,"ujar Darma.
"Baik, ayo ikut saya ke dalam!"ujar kelinci putih berbadan tegap itu masuk ke dalam gerbang yang terbuat dari kayu itu.
Darma pun mengikuti kelinci putih itu masuk ke tempat yang ada di depannya itu. Setelah masuk, ternyata di dalamnya ada pemukiman penduduk kelinci. Persis seperti manusia, ada yang bekerja, bermain, dan hanya jalan-jalan saja.
Kaget dan tak menyangka adalah ekspresi pertama Darma. Karena baru kali ini ia melihat pemukiman kelinci dengan bentuk badan yang sedikit mirip dengan manusia namun mereka bertelinga panjang, warna matanya beragam, dan bertaring panjang baik jantan maupun betina.
"Wiiih, ini negeri kelinci?"tanya Darma yang sangat kagum melihat pemukiman penduduk itu.
"Iya tuan, ini adalah pemukiman kelinci omnivora. Kami adalah kelinci pemakan segalanya, ada di sini kelinci normal yang cuma makan tumbuhan saja. Tapi mayoritas kamu di sini adalah omnivora."ujar kelinci itu.
"Eh, tadi kan aku liat ada banyak pohon mangga nih saat keluar dari goa di luar pagar itu. Tapi kenapa pas udah masuk malah gak ada sama sekali pohon mangganya?"tanya Darma.
"Itu hanya sihir dan tipuan saja tuan, para kelinci karnivora yang berbulu merah itu adalah kanibal. Mereka pernah menyerang kami saat masih menyatu dulu."ujar kelinci itu.
"Owh dulu pernah nyatu dengan kelinci yang makan daging di luar itu?"tanya Darma.
"Pernah tuan, tapi semenjak kejadian itu kamu berpisah dan membuat pemerintahan masing-masing. Para kelinci merah dan hitam itu di usir dengan cara kami paksa. Yang hitam itu sebenarnya gak kanibal, dia memang cuma makan daging tapi bukan kanibal. Oleh karena itu, jika kelinci hitam itu ingin berkunjung ke sini maka masih boleh. Tapi jika dia punya niat buruk di sini, dia akan terlempar ke asalnya karena di sini ada sihir khusus yang di olah oleh penyihir negeri ini."ujar kelinci itu.
"Iya, semua ada di tempat ini. Mulai dari raja, ratu, perdana menteri, ahli sihir, panglima perang, tentara, polisi, dan seluruh komponen negara ada di tempat ini."ujar kelinci itu.
"Wow, sistem pemerintahannya kerajaan berati ya."ujar Darma mengangguk.
"Dari dulu pemerintahan di tempat ini adalah kerajaan."ujar kelinci itu.
Darma hanya mengangguk. Setelah beberapa jam perjalanan, mereka pun tiba di sebuah tempat yang sangat mewah dan megah.
Bangunan seperti istana raja itu di cat putih dan bangunannya luar biasa megah. Mereka pun masuk ke dalam istana dan menemui raja kelinci putih. Di dalam bangunan itu lebih megah lagi. Seluruh hiasan kerajaan ada di dalamnya, mulai dari lampu gantung mewah, karpet putih yang terhampar dari pintu masuk sampai ke tahta raja, perabotan emas, dan lain-lain yang ada di istana kerajaan.
Prajurit kelinci itu membawa Darma menghadap sang raja yang sedang duduk sambil membaca sebuah buku di kursi singgasananya.
"Mohon izin yang mulia, tamu dari dunia manusia yanh telah yang mulia raja ceritakan telah sampai ke istana ini."ujar sang prajurit.
"Baik, kau boleh pergi dari sini!"ujar raja kelinci itu.
__ADS_1
"Siap, laksanakan yang mulia."ujarnya memberi hormat lalu ia pun kembali ke tempatnya tadi.
"Selamat datang manusia berhati baik, bagaimana perjalananmu?"tanya raja kelinci itu turun dari singgasananya dan berdiri di hadapan Darma. Ya meskipun sangat raja hanya setinggi dada Darma namun itu tak jadi masalah karena ia penguasa dunia itu
"Lancar yang mulia, meskipun tadi sebelum masuk ke sini saya di gangg-
"Para kelinci merah kanibal itu, hahaha aku sudah tau itu. Mereka itu memang penganggu, apa kau terluka?"tanya kelinci itu.
"Tidak yang mulia,"ujar Darma dengan tegas.
"Hmmm bagaimana caranya kau tak terluka, jumlah mereka sangat banyak. Para setan merah itu bisa mencium bau darah dari kejauhan, bagaimana kau tak terdeteksi?"tanya raja kelinci itu lagi.
"Saya tak tau yang mulia, yang jelas saat ke sini saya aman-aman saja. Tapi saat di sungai tadi sempat bertarung dengan seekor buaya."ujar Darma.
"Buaya?"tanya raja itu.
"Benar yang mulia,"ujar Darma.
"Hahahaha, itu penjaga pintu masuk ke negara kami. Di bawah air terjun itu adalah rumahnya, jadi setelah kau betarung dengannya siapa yang menang?"tanya raja itu.
"Saya yang mulia,"ujar Darma.
"Aku sudah tau itu, tak ada seorang pun yang selamat saat melewati sungai itu. Kau memanglah orang pilihan yang bisa masuk ke dunia ini. Apa kau sudah siap dengan tantangan untuk mengambil mangga merah itu?"tanya raja kelinci pada Darma.
"Ada tantangannya?"tanya Darma bingung dengan hal itu
"Ada, buah mangga merah itu bukan mangga sembarangan. Jadi kau harus menyelesaikan tantangan dariku dulu sebelum mengambil buah itu."ujar raja kelinci itu.
"Baiklah, saja tantangannya yang mulia?"tanya Darma pada raja kelinci itu.
"Mari ikuti aku!"ujar raja kelinci itu berjalan.
"Baik yang mulia,"ujar Darma mengikuti raja kelinci itu.
Raja kelinci dikawal oleh 4 orang dari kanan, kiri, depan dan belakang. Setelah itu mereka menaiki mobil yang telah ada supirnya. Kemudian merekapun pergi dari istana itu menuju kebun buah mengga merah.
__ADS_1