100 TANAMAN AJAIB

100 TANAMAN AJAIB
BERBAGI ITU INDAH


__ADS_3

Darma yang telah membawa banyak makanan pun langsung masuk ke wilayah pemukiman pemulung itu. Ia melewati jalan setapak yang ada di tengah-tengah perumahan kumuh itu.


Darma pun memarkirkan motornya di bawah pohon yang biasanya dijadikan tempat parkir oleh para pemulung yang membawa hasil sampah yang mereka ambil di TPA ke pengepul sampah atau Bank Sampah di daerah itu untuk mereka jual.


Para warga pun langsung melihat Darma membawa makanan banyak. Mereka langsung berlarian mengerubungi Darma yang membawa banyak makanan.


"Antri ya antri, kalau gak antri gak jadi dibagikan!"ujar Darma menaruh makanannya di meja yang ada di depan rumah papan.


"Da...Darma kan?"tanya seorang wanita berambut hitam panjang terurai, baju biru polkadot, celana jeans robek di paha dan lutut, dan wajahnya nampak lusuh.


"Iya Ser, ini aku."ujar Darma pada wanita bernama Serina itu sambil dengan tertib membagikan makanan itu kepada masyarakat kampung kumuh.


"Satu satu ya, biar yang lain dapat juga!"ujar Darma pada anak-anak yang sudah berbaris itu.


"Kamu beneran Darma kan?"tanya Serina dari samping menatap Darma dengan tatapan heran.


"Iya benar ini aku,"ujar Darma.


"Kemana saja kamu 1 minggu ini?dan darimana uang sebanyak ini?"tanya Serina ingin tahu.


"Nanti saja kita ceritanya, kamu bantu aku bagiin makanan ini mau gak?aku mau ngambil 1 kantong lagi."tanya Darma pada Serina.


Serina pun mengangguk lalu menggantikan Darma membagikan makanan itu, Darma pergi mengambil kantong satu lagi karena yang di kantong pertama pasti kurang untuk warga sekitar.


[Hadiah kebaikan:


3 poin]


[Jumlah poin: 56]


...


Setelah membagikan makanan, Darma pun berbincang dengan Serina di kursi bawah pohon itu.


"Kamu dapat uang sebanyak ini darimana Dar?"tanya Serina menatap Darma dengan tatapan tajam.


"Kalau aku jelaskan apa kamu akan percaya?"tanya Darma sambil meminum kopinya yang dalam kemasan cup.


"Ya coba cerita aja!"ujar Serina menatap ke depan.


"Uang untuk membeli makanan-makanan ini dan motor itu aku dapatkan dari mimpi,"ujar Darma berbohong.

__ADS_1


"Bohong, gimana caranya mimpi bisa bikin kaya."ujar Serina tak percaya.


"Aku udah bilang kalau kamu gak akan percaya, jadi yaudahlah lupakan aja. Nikmato aja makanan itu!"ujar Darma menyenderkan punggungnya ke senderan kursi itu.


"Kamu gak nyuri kan?"tanya Serina lagi.


"Gak, aku dapat uang ini dari mimpi."ujar Darma.


"Mimpi apa coba yang bikin kamu bisa punya banyak uang dan dapat motor seperti itu?"tanya Serina penasaran.


"Mimpi masuk ke sebuah tempat untuk ngerjain misi nyari bunga ajaib dan aku berhasil menyelesaikan 1 misi. Makannya uangku banyak hanya dengan modal tidur aja."ujar Darma.


"Hmmm aku masih gak percaya,"ujar Serina masih menatap tajam Darma.


"Yakan aku udah bilang kalau kamu gak akan percaya, jadi yaudah lupakan aja!"ujar Darma dengan nada datar dan ekspresi tersenyum cool.


Serina masih diam dan tak puas dengan jawaban Darma tadi. Ia masih tak menyangka tentang cara Darma mendapatkan uang itu. Lewat mimpi adalah jawaban terbodoh dalam mendapatkan uang, karena tak ada orang yang bisa dengan gampangnya mendapatkan uang dengan hanya tidur.


...


Setelah dari kampung kumuh itu, Darma langsung menuju ke tempat anak-anak jalanan tempat Darma dan teman-temannya berkumpul saat masih berusia 10 tahun dulu. Tempat sejuta kenangan dengan berbagai macam keadaan dan ekspresi yang pernah tertuang.


Sedih, senang, susah, kelaparan, makan bersama, dan lain-lain yang membuat hal itu menjadi manis di kenang namun pahit di ulang. Teman-teman yang bersamanya dulu, sekarang sudah berpencar ntah kemana.


[Uang di tarik 2 juta]


[Sisa Saldo: 48 juta]


30 menit kemudian


Darma pun sampai di tempat yang dulu adalah tempat tinggalnya. Tempat itu tak berubah sama sekali, kursi rusak yang menjadi tempat tidur Darma dan kawan-kawannya masih ada di tempat yang sama. Bahkan kursi rusak itu bertambah, sehingga orang-orang dan anak-anak jalanan istirahat di tempat itu.


Dengan menenteng berbagai macam makanan dan satu kantong besar nasi bungkus, Darma pun berjalan ke arah orang-orang dan anak-anak jalanan itu. Karena membawa dua bungkusan besar di tangannya, Darma pun menjadi pusat perhatian orang-orang jalanan itu.


"Kakek, apa kabar?"tanya Darma pada seorang kakek yang dulu pernah menjadi ayah bagi Darma dan teman-temannya.


"Kamu siapa?"tanya kakek itu.


"Saya Darma kek, yang dulu pernah tinggal di sini juga."ujar Darma.


"Ooooh, kakek gak inget cu."ujar kakek yang sudah sangat tua dan sudah pikun itu.

__ADS_1


"Bang, ini untuk kami ya?"tanya salah seorang anak jalanan itu pada Darma.


"Iya dek, antri ya!"ujar Darma pada anak itu.


"Semuanya kalau mau dapat makanan antri ya, kalau gak antri gak dapat!"ujar Darma pada orang-orang jalanan itu.


Lalu dari yang kecil sampai dewasa pun antri untuk mengambil makanan itu. Namun tiba-tiba datang preman beserta beberapa anak buahnya.


"Widihhh ada apaan nih?"tanya pria berambut gondrong, jaket Levis, celana Levis robek-robek, bertato, badan cukup besar, warna kulit agak gelap, dan memakai kalung dari besi.


"Ada mangsa nih bos, widihh duitnya banyak tuh."ujar anak buahnya yang botak.


"Siang abang-abang, ada yang bisa di bantu?"tanya Darma pada 3 preman itu.


"Eh bos, ni bocah kek kenal gue."ujarnya menyipitkan mata.


"Lah iya bos, ni orang mirip yang kita gebukin 7 tahun yang lalu kan?"tanya anak buahnya yang berambut pink.


"Iya juga, tapi peduli apa gue."ujar ketua preman itu.


"Jatah mana jatah, 150 ribu buat pendatang."ujar pria gondrong itu pada Darma.


"Kerja bang!"ujar Darma lalu ia mengabaikan ketiga preman itu.


"Wiiih keras, liat bos. Si cacing yang dulu kita bantai udah jadi ular sekarang."ujar anak buahnya yang botak itu.


"Kurang ajar, woi cacing. Lo dengerin gue gak."tanya ketua preman itu menarik kerah baju Darma.


Bughhh


(Suara pukulan ke perut)


Darma tak banyak mengeluarkan kata-kata, namun ia langsung memukul preman itu hingga mental 2 meter.


"Kalian berdua kalau gak mau seperti bos kalian itu segera pergi dari sini!"ujar Darma dengan tatapan tajam.


"Eh jangan sok kuat lo!"ujar pria botak itu memukul Darma namun Darma mengabaikannya dan memilih membagikan makanan dan uang pada orang-orang jalanan tadi.


Pria botak tadi memukul Darma dengan sangat keras, namun hal itu tak berpengaruh padanya. Ia tetap membagikan makanan dan uang-uang tadi.


Bughhh

__ADS_1


(Darma pun memukulnya juga hingga menabrak bosnya)


Akhirnya para preman itu pun kabur karena merasa tak akan mampu melawan Darma. Kemudian Darma tersenyum karena ia menang dan kemudian ia lanjut membagikan makanan kepada orang-orang jalanan itu.


__ADS_2