
Darma baru pertama kali naik bus, ia sangat menikmati perjalanan sejauh 20 KM itu. Sepanjang jalan ia lihat hamparan sawah dan hutan yang masih asri. Jalan meter- demi meter, Kilometer- demi Kilometer, dan jalan-demi jalan terlewati dalam perjalanan itu.
Karena mengantuk, Darma pun memutuskan untuk tidur sejenak menunggu sampai. Di samping Darma adalah gadis cantik dengan pakaian baju hitam dan rok hitam. Wajahnya cantik, putih, dan mulus serta badannya pendek dan sedikit gemuk.
"Mau kemana mas?"tanya gadis itu pada Darma yang tertidur.
"Hah?apa mba?"tanya Darma bangun dari tidurnya.
"Mau kemana?"tanya wanita itu tersenyum.
"Wiih cantik dan manis banget senyumnya,"batin Darma kagum melihat kecantikan wanita itu.
"Mau ke Gunung Widoda mba,"ujar Darma menatap wanita itu.
"Owh, mau mendaki ya?"tanya wanita itu menatap Darma.
"Hehe iya nih mba,"ujar Darma menggaruk kepalanya yang tak gatal sama sekali.
"Hati-hati mas, di sana banyak ular!"ujar wanita itu.
"Owh iya mba hehe, mbanya sendiri mau kemana?"tanya Darma.
"Pulang kampung mas, kakak saya nikah besok."ujar wanita itu.
"Owh dekat daerah Ambarawa juga?"tanya Darma.
"Iya mas,"ujar wanita itu tersenyum.
Lalu setelah itu mereka pun saling diam dan kemudian Darma melanjutkan tidurnya yang tadi sempat tertunda. Dalam mimpinya Darma sedang melawan mahluk berbadan besar, hitam tinggi, gigi taring yang panjang sampai keluar mulut dan mata merah.
Ia bertarung melawan mahluk itu di dalam hutan. Hal itu membuat iya gelisah dan badannya berkeringat karena mimpi itu seperti sangat nyata. Waktu terjadinya pertempuran itu yaitu malam dan pertempuran mereka di temani oleh bulan yang bersinar terang.
Wanita yang di samping Darma melihat Darma seperti itu pun segera membangunkan Darma.
"Mas!mas!bangun mas!"ujar wanita itu panik.
"Hah hah hah, aku dimana?"tanya Darma dengan wajah tegang dan keringat bercucuran.
"Mas di bus, mas mimpi buruk ya?"tanya wanita itu.
"Hah hah hah, iya mba."ujar Darma mengelap keringatnya dengan bajunya.
"Mimpi apa mas?"tanyanya dengan wajah penasaran.
"Mimpi di kejar ular besar mba,"ujar Darma berbohong.
"Owh itu biasanya pertanda baik mas,"ujar wanita itu.
"Hah?baik?"tanya Darma.
"Iya, kalau mimpinya gitu biasanya mas akan dapat keberuntungan dan mungkin akan dapat rezeki yang banyak."ujar wanita itu.
"Owh gitu,"ujar Darma mengangguk supaya pembicaraan itu tak berlanjut.
Setelah mimpi itu, Darma tak berani untuk tidur lagi dan ia lebih memilih untuk menikmati pemandangan sepanjang jalan.
20 menit kemudian.....
Darma dan rombongan bis itu pun tiba di terminal Ambarawa. Seluruh penumpang yang ada di bus itu turun dari bus. Darma dengan sabar menunggu yang lain turun dulu barulah ia ikut turun.
"Ayo mas turun!"ujar wanita di samping Darma itu.
"Duluan aja mba, saya nunggu semuanya turun dulu baru saya turun."ujar Darma masih duduk di kursinya.
__ADS_1
"Owh yaudah, saya duluan ya mas."ujar wanita itu tersenyum lalu ia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar.
"Iya mba, hati-hati!"ujar Darma.
"Cantik bener itu, semoga nanti bisa ketemu lagi."batin Darma berharap.
Setelah semua orang turun, Darma pun ikut turun dari bus itu. Pemandangan terminal itu seperti pasar di daerah tempat tinggalnya, begitu ramai orang dan para pedagang kaki lima.
"Sistem, arah ke gunung Widoda kemana nih?"tanya Darma
[GPS sistem]
[Gunung Widoda]
[5 KM]
Lalu tiba-tiba di depan Darma muncul sebuah tanda panah sepanjang jalan berwarna putih. Darma pun mengikuti tanda panah itu dengah berjalan kaki. Jarak 10-20 KM adalah jarak yang biasa ia lalui, maka jarak 5 KM tak ada apa-apanya bagi Darma.
Sepanjang jalan Darma lewati, jalan yang ia lewati semuanya adalah hutan yang sangat rimbun dan dingin. Sepanjang 5 KM tak putus hutan itu, tak ada satupun rumah atau tanda-tanda pemukiman warga.
Kalau siang hari masih amanlah untuk pengendara yang melewati jalan itu. Jika sudah malah maka terbayang lah suasana tempat itu seperti itu. Seram, gelap, dan sangat mencekam jika sinar rembulan tak muncul.
Sampailah Darma di lokasi pencarian bunga itu, tanda panah yang tadi berwana putih pun kini berubah menjadi berwarna biru dan tanda panah itu langsung muncul dengan terputus-putus dari satu tanda panah ke tanda panah yang lain.
Kemudian Darma pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam hutan itu. Tujuannya adalah Padang rumput yang luas dan ada jembatannya. Padang rumput yang dimaksud adalah Padang rumput yang ada puncak gunung Widoda itu.
"Biasanya jalan di jalan raya tanpa alas kaki, eh ini jalan di hutan pake baju dinas dan sepatu bagus."ujar Darma berbicara sendiri.
"Semua?bukan aku sendiri?"tanya Darma.
\[Ada 5 penuntas misi di 5 benua yang berbeda, tiap utusan di berikan waktu masing-masing 2 tahun untuk menyelesaikan misi-misi ini\]
"Owh gitu, tadi kamu bilang 5 benua kan sistem?"tanya Darma pada sistem.
\[Benar tuan\]
"Benua itu apa?"tanya Darma menggaruk kepalanya.
\[Benua adalah bagian bumi atau tanah yang merupakan daratan yang sangat luas dan dibatasi oleh laut dan lautan, sehingga bagian tengah benua ini tidak mendapat pengaruh langsung dari angin laut.\]
"Owh gitu, kayak kota-kota ini masuk ke benua itu?"tanya Darma pada sistem.
__ADS_1
\[Bukan hanya kota ini saja tuan, semua negara di dunia ini masuk ke dalam semua benua termasuk benua Asia. Indonesia salah satu anggota dari benua Asia yang merupakan Asia tenggara.\]
"Iya kalau itu aku tau, karena sering liat di tv."ujar Darma.
\[Tuan, 500 meter ke depan anda akan masuk zona sarang lintah. Maka tuan harus cepat, kalau tidak maka tuan akan kehilangan banyak darah\]
"Aduh, sebesar apa lintahnya?"tanya Darma.
\[Sebesar ini tuan\]
\[Gambar lintah sebesar buah pepaya\]
Glekk
(Suara menelan ludah)
"I...ini serius sebesar itu lintahnya?"tanya Darma menghentikan jalannya.
\[Benar tuan, cara selamatnya adalah tuan harus berlari sekencang mungkin. Mungkin akan ada 1 atau 2 lintah yang menempel, namun jika tuan sampai di zona aman maka lintah yang menempel itu akan mati karena dia keluar dari daerahnya.\]
"Ini tempat ini serius ada di gunung ini?atau ini termasuk tantangan misi ini?"tanya Darma pada sistem.
\[Benar tuan, sarang lintah besar itu hanya tantangan dari perancang misi. Karena ini adalah gambaran tantangan ringan misi pertama. Oleh karena itu tuan harus sudah siap dengan hal ini\]
Glekk glekk
(Suara menelan ludah)
"Okelah sistem, aku siap untuk melanjutkannya!"ujar Darma.
\[Baiklah tuan, lanjut jalan saja sampai ketemu sarang lintah itu!\]
"Hmmm oke,"ujar Darma melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
Angin bertiup kencang di tempat itu, sehingga pohon-pohon bergoyang karena angin yang bertiup itu. Tampak beberapa ekor monyet sedang berlarian dari satu pohon ke pohon lain.