100 TANAMAN AJAIB

100 TANAMAN AJAIB
Liburan misi kedua(memancing dan bakar ikan)


__ADS_3

"Hah, seminggu telah berlalu. Eh bener kan sistem?"tanya Darma pada sistem.


[1 Minggu 2 hari tuan]


"Buseet, lebih dikit gak ngaruh."ujar Darma lalu ia pun membuka penyimpanan sistem dan mengambil handphonenya.


Namun karena masih ingin menikmati keindahan pantai itu, Darma pun memasang tendanya di tempat itu karena ia masih malas ingin kembali ke kota. Pulau kecil itu terasa sangat damai baginya karena jauh dari kata suara kendaraan dan polusi udara.


Setelah selesai memasang tenda, Darma pun siap-siap ingin berenang. Namun saat akan berenang, tiba-tiba datang perahu yang membawa beberapa penumpang. Darma sangat mengenal perahu itu karena seminggu yang lalu ia menaiki perahu itu untuk menuju ke tempat itu.


Setelah perahu merapat, para wisatawan pun langsung menuju ke tempat yang ingin mereka jadikan tempat bersantai. Kemudian Darma pun menemui pemilik perahu yang sangat ia kenali wajahnya itu.


"Banyak penumpang pak,"ujar Darma menghampiri pemilik perahu itu.


"Iya mas, lumayanlah Minggu ini. Oh iya, mas jadi pulang ke daratan kan?"tanya bapak itu.


"Besok pak, saya mau satu hari lagi di sini. Kurang puas seminggu di sini."ujar Darma.


"Tambah uang parkir 3 ribu mas!"ujar bapak itu.


"Iya pak, saya ambil uangnya dulu di tenda."ujar Darma berjalan ke tenda yang telah ia pasang lalu ia mengambil uang 50 ribu dari dompetnya. Karena uang itu sama sekali belum ada ia pakai sama sekali, dompetnya masih tebal seperti awal.


Darma pun kembali membawa uang 50 ribu dan memberikannya pada pemilik perahu pemandu wisata itu.


"Ini pak, cukup gak?"tanya Darma menyerahkan uang berwarna biru dengan nominal 50.000 itu.


"Oalah, ini lebih dari cukup sih mas hehe. Tambah 10 ribu lagi lah biar kami pindahkan motor mas ke parkiran 1 bulan!"ujar bapak itu.


"Gak usah pak, besok saya pulang kok. Agak sore mungkin pulangnya tapi."ujar Darma.


"Owh gitu, okelah mas hehe matursuwun ya mas."ujar Darma.


Notes:


Matursuwun: Terimakasih


"Sama-sama pak,"ujar Darma tersenyum lalu ia pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"Wiih, uang darimana itu?"tanya seorang pemuda pada bapak tadi.


"Dari anak muda itu,"ujar bapak tadi.


"Banyak juga, uang apa itu pak?"tanya anak muda itu.


"Parkir, tadi bapak bilang tambah 3 ribu aja


Tapi malah di kasih 50 ribu, sepertinya dia anak orang kaya yang sedang liburan."ujar bapak tadi.


"Bisa jadi pak, cuma dia yang mau ngasih 50 ribu tanpa minta kembalian."ujar anak muda itu menatap Darma yang makin lama makin jauh.


Darma pun membuka bajunya lalu meletakkannya di tenda, seluruh barang-barangnya ia letakkan di penyimpanan sistem termasuk handphonenya. Jadi, jikalau pun ada yang ingin mencuri maka ia tak akan mendapatkan apa-apa dari tenda itu.


Setelah membuka bajunya, Darma pun turun ke laut dan berenang. Yah seperti liburan biasanya, Darma sangat menikmati momen ini setelah ia selesai mengerjakan misi. Perjalanan yang cukup melelahkan, namun hasil yang ia dapatkan juga setimpal dan bahkan lebih dari setimpal.


...


Setelah berenang, Darma pun duduk di batu besar di depan tendanya itu. Lalu Darma melihat ada banyak ikan yang berukuran lumayan besar berenang di bawah kakinya.


[Jual tuan, segala jenis pancingan ada pada sistem.]


"Kalau gitu aku mau beli pancingan yang bagus dan kuat untuk bisa mancing ikan-ikan di bawah ini,"ujar Darma.


[Tuan, untuk memancing ikan karang seperti yang tuan lihat yang tuan butuhkan hanya pancingan tegek. Namun jika tuan memang ingin yang lebih bagus, silahkan pilih!]


Lalu sistem pun menunjukan semua jenis pancingan, mulai dari yang 75.000-yang 1 miliar.


"Behh, ini kok bisa satu milyar harganya?"tanya Darma pada sistem.


[Itu harga reelnya saja tuan, kalau tambah joran dan lain-lain bisa lebih mahal lagi]


"Reel itu yang gulungan itu kan?"tanya Darma.


[Iya tuan, tapi itu untuk ikan besar. Untuk ikan karang, tuan bisa gunakan pancing yang harganya murah di bawah 1 juta dan bisa juga hanya pakai joran tegek dengan harga paling mahal 5 juta.]


Darma pun melihat-lihat barang di sistem market-fishing market. Mata Darma tertuju pada sebuah joran tegek berwarna biru laut. Ia pun memilihnya dan membelinya seharga 350 ribu rupiah saja. Darma juga membeli senar bagus dengan harga 50 ribu saja, mata kail dengan ukuran L dengan harga 50 ribu dan pemberatnya dengan ukuran sedang dengan harga 5 ribu.

__ADS_1


[Saldo dipotong: 455.000]


[Sisa saldo: 141.445.000]


Lalu joran tegek, mata kail, dan pemberat yang di beli oleh Darma pun muncul. Setelah itu Darma pun memasang alat pancingnya. Untuk umpannya, Darma memakai kerang laut yang menempel di batu karang.


Strike pertama ia mendapatkan ikan baronang dengan ukuran 5 jari. Strike kedua ikan tompel, dan seterusnya sampai ia menyudahi mancingnya.


Sambil menunggu umpannya di makan ikan besar, Darma pun membuka layar hologram dan membuka aplikasi"MARKET SISTEM". Ia pun memilih kemampuan memasak seharga 5 poin.


[Kemampuan memasak: 5 poin]


[Proses.....


[Selesai]


[Sisa poin: 151 poin]


Kemampuan itu pun masuk ke dalam pikirkan Darma. Kini ia seperti mendapat ilmu tambahan tentang cara memasak masakan apapun.


Setelah memancing, Darma pun pergi ke hutan untuk mencari bumbu alami. Ia tak ingin membeli bumbu masakan pada sistem karena ia ingin berusaha sendiri. Awalnya sistem sudah menawarkan, namun Darma memilih untuk mencari sendiri.


1 jam kemudian


Darma kembali dengan membawa bawang merah yang masih kotor, cabai, dan jeruk nipis. Ia tak menemukan bumbu lain seperti jahe, kunyit, lengkuas, dan lain-lain di pulau itu. Tak lupa ia bawa bambu untuk jadi kayu panggangan ikan-ikan itu.


Ia pun menaruh semua bumbu masakan itu di tenda. Kemudian Darma berencana membuat garam dari laut. Langkah pertama yang ia lakukan adalah menonton di YouTube. Setelah menonton, ia langsung mempraktekan cara membuat garam dengan di rebus.


15 menit kemudian


Garamnya pun jadi, lalu Darma langsung membawa garam itu ke ikan yang telah Darma bersihkan isi perutnya. Setelah semuanya telah siap Darma pun mulai memproses bumbu ikan bakarnya itu.


Ikan tadi ia tusuk dengan bambu yang di bawa dari hutan. Setelah itu, ikan tadi ia olesi dengan bumbu yang ia buat dari cabai dan bawang-bawangan. Tempat pembakaran yang ia buat adalah dari kayu yang dibakar sampai jadi arang.


Setelah itu, ikan tersebut ia letakkan di atasnya dalam keadaan berdiri tertancap kayu. Sambil menunggu ikannya matang, Darma pun menyiapkan tambahan makan sore sekalian makan malamnya yaitu telor dadar, mie goreng, dan sambal matah buatan sendiri.


...

__ADS_1


__ADS_2