100 TANAMAN AJAIB

100 TANAMAN AJAIB
PERJALANAN MENUJU LOKASI MISI KEDUA


__ADS_3

Darma pun melanjutkan perjalanan ke arah teka-teki ke 5. Di saat berjalan Darma membuka kembali hologram birunya lalu ia membuka menu teka-teki misi kedua. Tersisa misi ke 5 sampai 7 belum selesai, oleh karena itu Darma akan menyelesaikannya satu per satu.


[Air turun dari atas di tampung oleh lingkaran berwarna hijau berbatas keras]


"Ait turun dari atas di tampung oleh lingkaran berwarna hijau berbatas keras. Air turun dari atas bisa jadi hujan dan bisa jadi air terjun. Tapi gak ada tanda mendung di sini, berarti air terjun. Trus lingkaran berwarna hijau berbatas keras....... Ini apaan nih, sistem ada clue gak?"tanya Darma.


[Ikan berenang di antara bebatuan]


"Ikan berenang di antara bebatuan, itu artinya sungai. Air yang mengalir dari gunung kah?"tanya Darma masih bingung.


[Bukan tuan]


"Air terjun itu pilihan awalku, berarti air terjun yang dibawahnya ada lingkaran berbatas baru.....apakah sungai di bawah air terjun?"tanya Darma.


[Benar]


Lalu teka-teki no 5 itu langsung di centang biru oleh sistem.


"Huhh, berarti aku harus nyari air terjun yang di bawahnya ada sungai."ujar Darma.


[Lalu muncullah tanda panah putih yang mengarah ke air terjun itu.]


Darma pun berjalan mengikuti tanda panah itu.


1 jam perjalanan


Setelah satu jam perjalanan, Darma pun berhenti di tepi sungai. Karena lelah, Darma memutuskan untuk istirahat karena waktu sudah siang.


Darma istirahat di bebatuan sungai yang airnya mengalir ke timur. Bebatuan di bawah pohon adalah tempat yang dipilih Darma untuk beristirahat setelah berjalan selama satu jam.


Karena selain teduh dan rindang, tempat itu juga dekat dengan sungai. Sehingga Darma bisa mengambil air sungai untuk di masak. Karena cuaca yang panas, Darma memutuskan untuk berenang. Setelah berenang, Darma pun kembali ke tempat tadi lalu ia pun memakai pakaiannya kembali.


Karena sudah lapar, Darma pun mengeluarkan semua alat dan bahan masakan dari penyimpanan sistem. Setelah semua alat sudah ada, Darma pun mulai menghidupkan kompor gas mini yang ada di depannya itu.


10 menit kemudian


Makanan pun jadi, Darma memasak ikan sarden dengan topping mie instan dan telur. Sedangkan untuk minumannya, ia meminum air mineral dari toko sistem.


Darma memakan makanannya dengan nikmat sembari melihat sungai yang mengalir dari sebuah sumber mata air. Nikmat dan sangat-sangat nikmat rasanya makan dengan suasana seperti itu.


Selesai makan, Darma memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju ke barat aliran sungai itu karena tanda panah sistem mengarah ke sana. Darma mencuci piring dan wajan yang ia pakai tadi. Lalu setelah itu ia masukan kembali ke penyimpanan sistem.


Saat sedang berjalan, tiba-tiba datang seekor kelinci berbadan merah menghampirinya. Awalnya Darma dengan lembut membelainya, namun tiba-tiba kelinci itu menggigit tangannya secara brutal hingga luka.


Darma pun kaget dan syok dengan hal itu. Ia pun mengibas-ngibaskan tangannya karena menahan sakit. Kelinci tadi menyerang kaki Darma dengan ganasnya seolah-olah ia akan memangsa Darma.


Namun karena tak ingin menyakiti hewan itu, Darma pun berlari meninggalkan hewan itu. Tapi tiba-tiba gerombolan kelinci merah itu datang dan mereka mengeroyok Darma untuk di jadikan makanan.

__ADS_1


Panik, sudah pasti dirasakan Darma. Ia berlari terus mengikuti tanda panah. Namun tak lama setelah itu, kelinci hitam tadi datang membantu Darma dengan menghalangi kelinci-kelinci merah itu.


Darma sangat berterimakasih dengan kelinci-kelinci hitam itu.


"Terimakasih atas bantuannya para kelinci hitam,"ujar Darma.


"Udah bang, santai aja abang ama kami."ujar salah satu kelinci di depan Darma yang sedang berusaha memangsa Darma.


"Lah, kalian bisa ngomong?"tanya Darma heran.


"Bisa lah bang, dunia kami ini. Kami bisa bahasa manusia. Btw mau kemana Abang?"tanya kelinci hitam tadi duduk sambil merokok.


"Beuhh gayanya seperti manusia ya, jangan ngerokok ci. Nanti paru-paru kamu rusak!"ujar Darma memperingatkan kelinci itu.


"Gak bisa gak ngerokok bang, asam kali mulut ini."ujar kelinci itu merokok dengan santai.


"Hadeh, yaudah aku duluan ya bro. Ini kalian bakal ngelindungin aku?"tanya Darma pada kelinci itu.


"Kami lagi berunding dengan kelinci merah itu, abang pergi aja bang!"ujar kelinci itu.


"Oke makasih bro,"ujar Darma pergi dari tempat itu.


"Sama-sama bang, hati-hati bang. Agak licin jalan ke sana!"ujar kelinci di depan Darma itu.


Lalu Darma pun pergi mengikuti tanda panah yang sistem tunjukan. Sepanjang jalan sudah berbaris kelinci hitam untuk melindungi Darma. Ntah kenapa mereka melakukan itu pada Darma. Padahal Darma sama sekali tak mengenal mereka yang ada di tempat itu.


Setelah 1 KM berjalan, Darma pun sampai di air terjun yang menjadi pusat dari sungai yang mengalir itu. Kemudian Darma pun berjalan ke air terjun itu dan menatap indahnya air terjun itu.


Kemudian ia pun membuka kembali layar hologram biru untuk memecahkan teka-teki selanjutnya.


[Lingkaran kecil di belakang air gelap dan sunyi dengan cahaya di ujung]


"Ini pasti pintu goa menuju ke tempat pengambilan mangga itu, kelihatan teka-teki terakhirnya menunjukan mangga berwarna merah itu."ujar Darma berpikir.


Lalu dua teka-teki itu pun diberi centang biru dan selesai sudah teka-teki yang ada di misi ke dua. Kemudian tanda panah putih penunjuk arah itu pun muncul lagi dan tanda panah itu lurus ke arah air terjun itu.


"Sepertinya aku harus berenang ini,"ujar Darma mulai turun ke air.


Air dari sungai itu sangat dingin dan segat. Lalu pada saat sedang berenang, tiba-tiba di belakang Darma ada buaya Sepenjang 2 meter memunculkan kepalanya.


[Tuan, dibelakang tuan ada buaya. Sebaiknya tuan cepat berenangnya!]


"Hah?serius?"tanya Darma panik lalu ia mempercepat berenangnya.


[Benar tuan, tuan harus berenang menuju ke goa itu secepatnya!]


"Astaga, berabe nih urusannya."ujar Darma mempercepat renangnya.

__ADS_1


Buaya itu juga mempercepat berenangnya. Karena jarak dari titik awal ke pintu goa hanya 7 meter, maka Darma kini sudah hampir sampai di tempat itu.


Namun buaya tadi berhasil menggigit kaki Darma karena ia tetaplah raja air. Darma yang kesakitan pun bergelut dengan buaya itu. Awalnya Darma di putar-putar dan dibanting oleh buaya itu ke air.


Tapi, pada akhirnya Darma pun meninju mata buaya itu dan buaya itu meraung kesakitan. Kaki Darma pun lepas dari mulut buaya itu dan ini menjadi kesempatan bagi Darma untuk menyerang.


Darma pun menghajar buaya itu dengan meninju kepalanya. Dengan kekuatan pukulan yang sudah lebih sedikit dari manusia biasa, Darma bisa mengalahkan buaya itu dengan mematahkan leher buaya itu.


Setelah buaya itu kalah, Darma pun berenang ke pintu goa dengan kondisi kaki terluka parah. Sudahlah di gigit kelinci karnivora eh sekarang malah di gigit buaya. Sudah jatuh tertimpa dinding, yah kira-kira seperti itu pribahasanya.


Darma pun naik harus terkena siraman air terjun yang sangat deras itu. Rasa pedih dari gigitan buaya dan dinginnya air membuat Darma merasa sangat menderita. Lalu ia pun sampai di mulut goa itu.


"Hah hah hah, akhirnya aku...sam...pai."ujar Darma menyenderkan punggungnya di tembok goa itu.


[Penyembuhan instan: 2 poin]


"Hah?penyembuhan instan?"tanya Darma.


[Benar tuan, dengan 2 poin saja luka kecil itu akan sembuh dengan cairan penyembuh]


"Hah..hah...mau satu deh sistem!"ujar Darma.


[Baik tuan]


[Proses pembelian penyembuhan instan......]


[Selesai]


Lalu sebuah botol berwarna putih muncul di depan Darma. Botol itu seukuran botol sirup, Darma pun mengambilnya dan melihat-lihat obat itu.


"Cara pakainya gimana nih sistem?"tanya Darma.


[Siramkan ke luka yang ada pada tubuh tuan!]


"Owh oke-oke sistem,"ujar Darma mengangguk lalu ia pun menyiramkan cairan putih itu pada tangannya terlebih dahulu.


Cairan itupun mengenai tangan Darma. Rasa sakit yang di rasakan Darma terasa sangat sakit.


"Arghhh, kenapa sepedih dan sesakit ini?"tanya Darma yang menahan rasa sakit itu.


[Reaksi obatnya memang langsung bekerja tuan, tuan harus menahannya selama 1 menit!]


"Akhhh sakit banget,"ujar Darma meraung kesakitan.


Setelah itu, tangannya yang di gigit oleh kelinci tadi pun sembuh dan ajaibnya lagi lukanya tak berbekas. Seperti tak ada luka sama sekali. Darma pun kagum melihat hal itu, ia tak menyangka bahwa obat sihir seperti itu benar-benar ada dan nyata.


"Wiiih ajaib, kayak gak ada luka sama sekali loh."ujar Darma melihat tangannya tak ada bekas luka sama sekali.

__ADS_1


Lalu Darma pun mempersiapkan dirinya untuk menyiramkan obat itu kek kakinya. Darma pun melihat kaki kanannya yang sudah sangat parah lukanya. Setelah itu, Darma pun menyiramkan cairan itu ke kakinya.


Setelah menyiramkan air itu ke seluruh tubuhnya, Darma pun pingsan karena tak kuat menahan rasa sakit yang ada pada kakinya itu.


__ADS_2