100 TANAMAN AJAIB

100 TANAMAN AJAIB
PULANG DENGAN RUANG DIMENSI WAKTU


__ADS_3

"Lah kok bisa, itu petunjuknya...


[Tapi boong...hayuk, pal pale pal pale pal pale pal pale paleee]


Darma dengan wajah datarnya merasa kesal dengan.


"Ni sistem bisa ngeprank orang juga,"ujar Darma dengan wajah kesal.


[Hahaha, sistem mode santai tuan.]


"Huhh ada-ada aja, yaudah sistem. Aku pengen pulang sekarang!"ujar Darma.


[Loncat ke laut itu tuan, maka nanti tuan akan langsung tercebur ke gulungan air yang ada di mimpi tuan!]


"Dih, serius?"tanya Darma heran dan tak percaya.


Benar tuan, sekarang anda buka pintu ruangan ini dan di depan teras sudah ada pusaran air!]


"Okelah kalau gitu,"ujar Darma mengikuti apa yang sistem katakan.


Darma pun membuka pintu penginapan itu dan ternyata benar apa yang di katakan sistem, di depan kamar tempat ia menginap ada pusaran air besar. Awalnya Darma ragu dengan hal itu, namun lama kelamaan ia memberanikan diri.


"Ayo Darma, kamu pasti bisa melewati pusaran air ini. Ayo ayo ayo, huhhh ayo berani!"ujar Darma memejamkan matanya.


Darma pun menutup pintu kamar itu lalu ia berlari ke arah pusaran air itu.


Byurrrr....


Darma pun masuk ke dalam pusaran air itu dan tenggelam, namun tak lama kemudian ia menembus ruang dan waktu hingga jatuh di pusaran air yang ada di sungai itu. Setelah masuk pusaran air yang kedua, Darma pun pingsan karena tak kuat menahan putaran air itu.


Tak lama kemudian, Darma pun muncul di bathub kamarnya dan Silva. Namun saat, itu Darma masih dalam keadaan tak sadar.


Beberapa jam kemudian...


Silva pun masuk ke kamarnya. Dia pun masuk ke kamar mandi dan membuka bajunya. Saat akan masuk bathub, ia kaget karena ada suaminya di bathub kamar mereka itu.


"Astaga, ehh ayang. Udah pulang, kok gak lewat pintu depan?"tanya Silva masuk ke bathub dan mencoba membangunkan Darma.


Darma pun bangun setelah di bangunkan Silva seolah-olah ia baru saja tertidur. Saat menatap Silva, Darma kaget dengan hal itu. Karena harusnya ia bangun di tempat awal ia masuk, namun kali ini ia bangun di kamar istrinya.


"Loh, kok aku di sini?"tanya Darma dengan tatapan heran dan bingung.

__ADS_1


"Lah ini mah gak sesuai dengan yang kayak biasanya, biasanya kan masuk dari situ ya keluar dari situ."batin Darma agak bingung dengan hal itu.


[Benar tuan, namun saat tadi pingsan anda sempat memikirkan istri anda dan merasakannya dengan perasaan yang dalam. Oleh karena itu, mesin pemindah memindahkan anda ke tempat dimana istri anda berada.]


"Lah, bisa gitu."ujar Darma.


"Sayang hei sayang, kamu kenapa sih. Baby hello baby!!"ujar Silva menampar pelan pipi istrinya.


"Eh hehe sayang,"ujar Darma langsung sadar.


Silva pun memeluk Darma seperti belum bertemu setahun, padahal baru 1 Minggu 3 hari saja berpisah.


"Aku kangen tau, kata kamu 1 Minggu. Ini udah lewat 3 hari ya, kamu bohong sama aku. Emang ya, semua laki-laki sama aja."ujar Silva melepas pelukannya lalu ia menghidupkan air di bathub itu.


"Eh-eh kamu cantik banget, sini peluk lagi!"ujar Darma membuka tangannya ingin memeluk Silva.


Silva pun tersenyum dan kembali memeluknya.


"Ayo mandi bareng!"ujar Silva membuka seluruh pakaiannya. Namun Darma yang masih terbentengi oleh obat kasim itu tak terpengaruh sama sekali dengan tubuh istrinya yang sangat indah itu.


"Ayo!"ujar Darma setuju.


...


"Huhhh seger juga abis mandi,"ujar Silva.


"Emang, tapi tadi tubuh kamu bagus banget loh."ujar Darma jujur.


"Iya, soalnya nutrisiku sama olahraga tubuhku sangat terpenuhi dengan baik."ujar Silva.


"Enak ya jadi anak orang kaya,"ujar Darma mengingat kembali masa lalunya yang sangat suram.


"Eh hari ini aku ada kerja kelompok, kamu ikut aja ya. Soalnya biasa temen-temen aku bawa pacarnya, karena kamu pacar halal aku makannya kamu harus ikut!"ujar Silva memeluk Darma.


"Kamu kangen sama aku?"tanya Darma menyeberangkan tangannya ke bahu kanan Silva.


"Gak, ngapain kangen sama kamu."ujar Silva mempererat pelukannya.


"Halah hahaha, hei nona cantik dan manis. Mulutmu mungkin bisa berkata seperti itu, tapi hati dan tubuhmu tidak."ujar Darma yang merasa tubuhnya di peluk dengan sangat erat oleh Silva.


"Dih, berisik banget kamu. ***** nih lama-lama,"ujar Silva dengan wajah kesal.

__ADS_1


"***** apaan?"tanya Darma dengan polosnya.


"Cium bibir,"ujar Silva.


Tiba-tiba terdengar suara dari luar


"Pak Andi tolong kamu pak, kami di usir dari rumah kami sendiri!"


"Bapak Andi yang terhormat, kami memohon bantuan bapak. Kami di jajah di negeri kami sendiri, para investor itu ingin mengambil rumah kamu dan kampung halaman kami!"


"Tolong kami pak, tanah nenek moyang kamu mau di ambil!"


Ujar semua warga menggunakan pengeras suara.


"Eh, itu suara apaan?"tanya Silva penasaran lalu ia melihat keluar jendela.


"Itu suara rakyat kecil yang dipaksa meninggalkan kampung halaman dan tanah nenek moyangnya demi investor asing, miris liat negeri ini lebih mementingkan investor asing."ujar Darma geleng kepala.


Diluar sana sudah banyak warga yang mengadukan nasibnya pada Pak Andi yang di kenal sebagai orang paling kaya di kota dan bahkan di seluruh dunia.


"Ayo turun, kita temui mereka. Pasti Papa udah di sana!"ujar Silva menarik tangan Darma.


"Kok tau Papa udah di sana?"tanya Darma.


"Ya iyalah sayang, Papa tuh dermawan banget loh. Dia gak akan mungkin ngebiarin ada masyarakat yang mengadu seperti itu kalau mintanya langsung ke dia."ujar Silva.


Lalu mereka pun masuk ke lift dan turun ke lantai satu. Mereka pun turun melewati ruang makan dan kolam renang yang ada jembatan dan pemandangan lautnya itu. Setelah itu, mereka pun keluar dan Silva langsung mengambil motornya.


"Ayo naik sayang, kamu bawa ya motornya!"ujar Silva dengan motor K-Max nya yang telah ia ambil dari parkiran.


"Iya yang,"ujar Darma naik.


Lalu Silva pun memeluk Darma, kemudian merekapun langsung ke lokasi adanya pengaduan dari warga itu.


"Btw motor kamu mana sayang, kok aku gak ada liat?"tanya Silva pada Darma.


"Kamu percaya gak kalau aku bilang aku lewat ruang dimensi waktu?"ujar Darma sambil fokus membawa motornya.


"Hmmm percaya sih, soalnya Papa juga penjelajah ruang dimensi waktu."ujar Darma.


"Nah, aku ke sini juga lewat ruang dimensi waktu."ujar Darma lalu ia menceritakan kejadian pindahnya ia dari penginapan sistem, masuk ke dunia misi, dan kemudian ia pun pingsan. Darma mengatakan kalau awalnya ia berpikir akan muncul di tempat awal ia masuk yaitu hutan timur Jawa Barat.

__ADS_1


Namun yang sangat ia kagetkan adalah ketika melihat Silva di hadapannya dengan keadaan tak memakai pakaian sedang membangunkannya. Seketika itu Darma menjadi sangat bingung dengan hal itu, karena menurutnya perpindahan tempat dari Jawa Barat ke Jawa Timur sangatlah jauh. Tapi itu malah ia alami sendiri.


...


__ADS_2