
Glekk
Glekk
(Suara air yang masuk ke tenggorokan Darma)
"Akh mantap, sekali air ini. Sangat segar, aromanya seperti air kelapa dan rasanya juga. Tak ada bau-bau sungai sama sekali."ujar Darma meminum air itu dengan dua tangan.
[Botol 5 juta ni bos, senggol dong]
"Dih, udah kek di toktik ya."ujar Darma pada sistem.
[Hehe, becanda sesekali tak apa tuan]
"Sering-sering aja sistem, lagian cuma kamu temen ngobrolku di sini?"ujar Darma menyudahi minumnya lalu ia pun menyimpan airnya di penyimpanan sistem.
Setelah itu Darma pun melanjutkan perjalanan ke gapura yang menjadi teka-teki kedua. Karena jalan menuju ke simpang empat tadi cuma 50 meter, Darma pun sampai di persimpangan 4 itu dan berjalan lurus ke depan sesuai dengan clue teka-teki ke 2 itu.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 1 KM mengelilingi hutan itu, Darma pun sampai di gapura bertuliskan"SELAMAT DATANG MANUSIA TERPILIH". Gapura melengkung yang terbuat dari daun yang disusun dengan alas kulit mangga yang di sambung itu menjadi pintu gerbang masuk ke dunia sistem.
Di sekeliling gapura itu ada dua buah pohon mangga yang ukurannya sangat jumbo. Yang mana Jika dimakan sendiri mungkin akan kenyang dan jika di makan ramai-ramai pasti kurang.
[Apa tuan siap untuk melanjutkan misi kedua?]
"Siap sistem, aku masuk sekarang ya!"ujar Darma ingin melangkah masuk.
[Makan mangga yang di meja itu dulu tuan!]
"Hah?untuk apa?"tanya Darma.
[Gak ada sih, syarat aja. Kan tuan sebentar lagi mau masuk ke dunia mangga!]
"Hah?dunia mangga?"tanya Darma.
[Iya tuan, kupas mangganya dengan gigi dan buang sampahnya di tong sampah samping meja itu]
"Kenapa harus pakai gigi?"ujar Darma heran dengan perintah dari sistem itu.
[Ini tradisi tuan, kalau tidak mau buka pakai gigi maka tuan bisa melobangi mangga itu dan menghisap mangganya dari luar seperti minum air yang ada dalam air gelas seperti lea-lea, teh oir, dan lain-lain!]
"Wiiih seperti caraku makan mangga ketika masih kecil, kalau gak di kupas pake gigi ya dikasih lobang di kulitnya tanpa harus dibuka trus di hisap mangganya."ujar Darma.
__ADS_1
Darma pun mencari meja yang dimaksud sistem dan menemukan meja itu ada di kiri pintu masuk itu. Terlihat keranjang yang terbuat dari bambu berisi buah mangga sekitar 8 buah.
"Ini makan semua?"tanya Darma duduk di kursi samping meja itu.
[Terserah tuan]
"Wiih, hehe boleh juga nih."ujar Darma mengambil salah satu mangga dan melobanginya.
Darma pun menghisap mangga itu dan menikmati mangga itu. Rasa manis dan bau mangga kuweni yang menyengat hidung itu pun membuat Darma terbuay dalam memakan mangga itu. Tak terasa ia sudah menghabiskan seluruh mangga itu dalam waktu 5 menit.
"Rakus bener ni orang, lima menit 8 mangga habis. Laper apa gimana sih ni orang?"Author terheran-heran dalam menulis adegan ini.
"Erggh kenyang, enak banget mangganya ini. Pengen nyoba makan lagi jadinya."ujar Darma.
[Nanti kalau tuan sudah menyelesaikan mangga maka tuan bisa makan mangga sepuasnya di dunia ini manusia!]
"Iya sih bener juga, yaudah aku masuk yang sistem."ujar Darma berdiri lalu ia pun melangkah ke gapura itu dan masuk ke dalam.
Setelah Darma masuk, bagian belakang gapura tadi kini menjadi dinding goa. Saat menoleh ke belakang lagi, Darma kaget dengan hal itu. Namun ia segera sadar kalau tempat ini adalah dunia misi.
Darma pun berjalan menelusuri tempat itu. Hutan itu sangat luar biasa, semua pohonnya adalah pohon mangga. Mangga yang jatuh dan membusuk adalah jalan yang dilewati Darma.
Plakkk
"Aduhhhh, seperti ada yang menamparku. Tapi apa itu?"tanya Darma melihat ke kiri dan kanan.
"Hei manusia, kenapa kamu memakan buah mangga seperti itu?"tanya pohon itu tiba-tiba memiliki wajah.
"Astaga mahluk apa itu?"tanya Darma kaget dan menatap mahluk itu dengan mata melotot karena kaget.
"Heh manusia, aku ini pohon mangga. Aku ini tim mangga di potong pakai pisau, kalau kau ingin makan mangga seperti itu ke sana saja. Tempatnya rakyat mangga miskin yang banyak busuknya dan rasanya asam."ujar mangga itu.
"Hah?tim mangga di potong pakai pisau?"tanya Darma lagi-lagi heran lalu ia menggaruk kepalanya.
"Benar, kami ini tim mangga yang buahnya dipotong dengan pisau karena kami ini mangga mahal. Enak saja kau makan buah mangga yang ada di sini dengan cara seperti itu."ujar mangga itu gusar.
"Kenapa kek?"tanya mangga di depannya.
"Manusia ini memakan mangga jenis kita dengan cara kampungan seperti itu, kita ini kan tim mangga yang kalau mau dimakan harus di potong dulu."ujar kakek mangga itu.
"Hadeh, hei manusia. Apakah kau membawa pisau?"tanya buah mangga di belakangnya.
__ADS_1
"Ba..bawa kok,"ujar Darma ketakutan karena dua mangga itu bisa bicara.
"Nah, karena sudah terlanjur kau nikmati maka potong pakai pisau. Setelah itu tempelkan kembali bijinya di tubuh kakek mangga!"ujar mangga yang terlihat masih muda dari bentuk pohonnya yang masih fresh.
"Ba....baiklah kalau begitu,"ujar Darma setuju.
"Sistem, aku mau beli-
Tiba-tiba pisau warna hitam yang masih ada sarungnya pun melayang di depan Darma. Lalu Darma mengambil pisau itu dan membuka sarungnya. Setelah itu, Darma pun duduk di tanah dan membuka mangga tadi.
Plakkk
"Aduh, kenapa lagi?kan aku udah buka pake pisau?"tanya Darma mengelus pipinya yang tertampar oleh kenyataan, eh maksudnya oleh akar pohon itu.
"Apa kau akan memakan mangga dari pohonku dengan cara seperti itu, apa kau tidak waras?"tanya pohon itu sangat kesal melihat Darma.
"Astaga kek, udah kek. Kasih tau baik-baik bisa kan?"tanya mangga di sampingnya.
"Iya kek, dia ini manusia yang baru masuk ke sini."ujar pohon mangga di sampingnya.
"Ada apa ini?kenapa kalian ribut?"tanya pohon mangga berkumis dan rantingnya berotot.
"Ranting berotot?coba reader bayangkan bentuknya!"author
"Eh ayah, sudah makan dan minumnya?"tanya pohon mangga di samping pohon mangga dengan daun warna putih dan ada akar pohon panjang berwarna putih yang buahnya tadi dimakan oleh Darma.
"Udah, ayah udah kenyang dan gak haus lagi."ujar pohon mangga itu.
"Owh baguslah yah,"ujar mangga di depan mangga kakek itu.
"Apa yang kalian ributkan tadi?"tanya mangga berkumis itu.
"Manusia ini memakan mangga dari tubuhku di atas tanah, harusya di makan mangga dari tubuhku itu di atas pohon atau pohon tumbang. Pokoknya di atas lah."ujar kakek mangga itu.
"Haduh-haduh cuma itu masalahnya, hei manusia. Kami ini mangga mahal, kau harus membuka dan memakan kami secara elegan. Ntah itu duduk di pohon, pohon tumbang, dan diatas batu yang bisa kau duduki dengan tinggi batu minimal 60 cm!"ujar ayah mangga itu.
"I..iya, aku akan makan di atas batu itu."ujar Darma masih gemetaran dan ketakutan melihat para mangga yang bisa bicara itu.
"Nah, gitu dong."ujar kakek mangga itu.
Lalu Darma pun memisahkan kulit mangga dari buahnya dengan cara di kupas. Setelah itu Darma pun membelah mangga itu dan memotongnya kecil-kecil dan kemudian barulah ia makan mangga itu dengan cara yang elegan di depan kakek mangga itu. Kakek mangga yang melihat Darma makan mangga dengan elegan itu pun tersenyum lalu ia kembali tidu.
__ADS_1