100 TANAMAN AJAIB

100 TANAMAN AJAIB
LIBURAN PRA MISI KEDUA:PART 2


__ADS_3

19:00


Darma terbangun dari tidurnya karena kelaparan, ia melihat ke atas dan ia tersenyum karena ketika bangun sudah ada di kamar mewah.


"Huhh asik bener dah jadi orang berduit, mau nginep di hotel gak perlu mikir biaya."ujar Darma duduk di tempatnya lalu ia meregangkan badannya.


Kemudian ia pun berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka, setelah itu ia pun mengambil tas selempangnya dan keluar dari kamar itu untuk mencari makan malam. Karena sudah bisa menggunakan lift, Darma pun turun ke lantai satu menaiki lift hotel itu. Lalu Darma pun berjalan ke receptionist untuk minta izin keluar.


"Permisi kak,"ujar Darma pada receptionist itu.


"Iya kenapa mas, ada yang bisa saya bantu?"tanya receptionist itu.


"Saya mau keluar mba mau nyari makanan, kira-kira kunci kamar ini perlu saya tinggal atau gak?"tanya Darma.


"Tidak usah mas, karena nanti mas harus ke sini lagi melapor dan kami akan mengenali pengguna kamar hotel ini dari kunci yang di bawa."ujar Darma.


Lalu datanglah beberapa orang yang sudah mengeluarkan kunci kamarnya mengantri di depan Darma.


"Seperti mereka contohnya mas, ketika keluar dari kamar hotel dan masih berstatus belum cek out, maka mereka harus melaporkan ke sini bahwa mereka masih memiliki sisa waktu di hotel ini."ujar Receptionist itu pada Darma.


"Owh gitu, baiklah kalau gitu. Saya permisi dulu mba."ujar Darma keluar lalu ia masukan kunci kamar yang ia tempati ke tas dalam tas selempangnya.


"Iya mas, hati-hati di jalan!"ujar Receptionist itu.


Darma pun keluar dari hotel itu dan langsung menuju ke parkiran hotel untuk mengambil motornya. Setelah itu ia pun pergi dari hotel itu untuk mencari makan malam.


Malam itu terang bulan, suasananya dingin karena kota itu masih di kelilingi oleh hutan dan gunung-gunung. Sambil melirik kiri dan kanan, Darma mencari tempat untuk makan malam.


Saat sedang mencari tempat makan, ia pun menemukan sebuah warung makan Jawa yang masih buka. Darma pun membawa motornya untuk memarkirkan motornya di rumah makan itu.


Saat sedang memarkirkan makanan, tiba-tiba datang seorang penjahat ingin merampok tasnya Darma. Namun dengan santainya, Darma menahan tasnya dan memperhatikan perampok itu.


"Sini tas lo!kalau gak mau ngasih bakal gue bunuh lo!"ujar perampok itu menodongkan pisau.


Darma pun dengan mudahnya menangkap tangan perampok itu lalu ia tersenyum sambil bertanya.

__ADS_1


"Sampeyan ada masalah apa?kenapa merampok?"tanya Darma.


"Gak usah banyak bacot lo, sini serahkan uang lo!"ujar perampok itu ingin menyerang Darma tapi tangannya di tahan oleh Darma.


"Jujur aja mas, daripada saya teriak kalau mas merampok. Mending jujur mas, kalau mas jujur akan saya apresiasi!"ujar Darma dengan tenangnya.


"Bacot,"ujar perampok itu menendang Darma. Darma terjatuh dari motornya karena pertahanan tubuhnya masih lemah.


Darma pun bangun dan mendekati pria itu. Saat pria itu melayangkan pisaunya, dengan reflek Darma menghindar. Ia sendiri juga kaget kenapa bisa menghindar, pria itu menyerangnya dengan semakin brutal. Orang-orang pun menonton pertarungan mereka.


Pria itu menendang Darma tepat di kepala Darma, namun Darma menangkap kakinya dan menendangnya hingga terpental 2 meter. Perampok itu kaget dengan hal itu, baru kali ini ada orang yang menendangnya sampai tak berdaya.


Saat perkelahian sedang terjadi, pemilik toko itu pun keluar dari tokonya dan melihat apa yang terjadi. Ia mencoba mengenali orang yang berkelahi itu, berapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa pencuri makanan yang terekam di cctv.


"Cowok baju hitam itu pencuri, dia mencuri makanan di toko kami."ujar wanita pemilik toko itu.


Orang-orang melirik ke wanita itu dan para laki-laki yang lain langsung mengepung perampok itu. Awalnya ia ingin kabur, namun Darma menahannya dan ia mencoba menusuk Darma. Tapi tentu saja Darma tak akan membiarkan dirinya tertusuk, Darma pun menangkap tangan perampok itu dan melucuti senjatanya.


"Tangkap dia, dia itu pencuri!"ujar pemilik toko itu pada warga yang melihat.


"Bapak-bapak dan mas-mas tenang dulu, kita jangan main hakim sendiri!"ujar Darma dengan suara lantang.


Dia itu maling, gak boleh dibiarkan!!


Iya betul, kalau di serahkan polisi percuma. Hanya di penjara saja.


Hajar!!


Pada saat yang sama lewat lah mobil polisi dan langsung melihat ke kerumunan itu. Para polisi itu pun melihat apa yang terjadi di kerumunan itu.


"Hei hei ada apa ini?"tanya polisi itu.


"Ada maling pak,"ujar salah satu warga.


"Loh-loh, kok di kerumuni malingnya?"tanyanya menerobos kerumunan itu untuk mencoba mengamankan maling tadi.

__ADS_1


Polisi itu pun sampai di tengah dan melihat Darma yang masih berusaha mengamankan maling itu. Setelah itu, polisi tadi mengamankan maling itu dengan mendekapnya.


"Sudah-sudah bubar semua!"ujar Polisi yang tadi.


Uuuuuuuu


Uuuuuuuu


Uuuuuuuu


Para warga menyoraki para polisi itu karena menghentikan aksi kejam mereka. Darma juga masih berusaha melindungi pemuda itu agar tak di hajar warga.


"Tolong diamankan pak, saya takut nanti dia jadi bulan-bulanan warga!"ujar Darma menutup tubuh pemuda yang berusaha merampoknya itu dari serangan warga sekitar.


"Oke mas, akan kita amankan. Terimakasih sudah tidak bertindak anarkis,"ujar pak polisi itu.


"Iya pak, sama-sama pak."ujar Darma berniat ingin pergi.


"Loh mau kemana mas, mas harus ikut kami jadi saksi!"ujar polisi itu.


"Yang di maling yang punya toko itu pak, saya cuma numpang lewat dan kasihan melihat pemuda ini di hakimi warga. Jadi saya tolong mengamankannya supaya tak terjadi hal yang tak diinginkan pada dia."ujar Darma menyembunyikan perampokan yang tadi akan terjadi padanya.


"Baik terimakasih informasinya mas,"ujar polisi itu lalu ia menyuruh anak buahnya untuk membawa maling itu ke mobil dan memborgolnya.


"Saya pamit dulu pak,"ujar Darma pergi dari tempat itu.


Pak polisi itu mengangguk lalu ia pun pergi ke dalam toko itu. Sedangkan Darma pergi ke tempat makan yang letaknya ada di samping toko tadi.


2 jam kemudian


Setelah puas jalan-jalan malam, Darma pun kembali ke hotel untuk istirahat. Sebelum pergi ke kamarnya, terlebih dahulu ia melapor ke receptionist. Kemudian barulah ia kembali ke kamarnya yang ada di lantai 5. Dengan menaiki lift, Darma naik ke lantai kamarnya. Saat sudah di lantai 5, ia pun keluar dari lift dan berjalan ke kamarnya.


Darma melirik ke jam dinding yang ada di kamar itu dan sudah menunjukan pukul 10 malam. Kemudian Darma pun menghidupkan tv dengan remote controlnya. Sambil menonton, ia memakan jajanan yang tadi ia beli saat masih ada di luar.


Biasanya ia makan dengan makanan sisa dan di tempat yang tak nyaman sama sekali jika di pikir lagi. Namun kali ini ia makan makanan baru dan enak di tempat yang tentunya sudah pasti nyaman karena sudahlah bagus, ber-AC, dan juga jika ia membuka jendela kamar itu maka yang akan ia lihat adalah pantai dan pemandangan pulau di tengah laut.

__ADS_1


__ADS_2