100 TANAMAN AJAIB

100 TANAMAN AJAIB
HARI PERTAMA KERJA DIBAWAH KEPEMIMPINAN DARMA


__ADS_3

Hari ke tiga


Para karyawan telah diperintahkan untuk masuk kerja. Setelah mendengarkan Darma, mereka pun kembali bekerja karena brosur daftar harga telah di sebarkan dalam waktu 2 hari ini. Setelah harga di ubah, toko-toko yang dulu memutus kerja sama dengan gudang itu kembali memesan beras di gudang itu lagi.


Malah kali ini harga di gudang itu tergolong murah dari gudang lainnya karena gudang lain ada yang mengambil untung sampai 6,7,8, dan bahkan 10 ribu. Namun dengan munculnya gudang sembako yang memberikan harga murah, maka gudang itu langsung di penuhi dengan pemesanan barang.


Darma pun ikut serta memantau pekerjaan para karyawannya itu. Para karyawan office sibuk menyiapkan nota pemesanan barang dengan jumlah 200 tempat jual beli sembako yang memesan dari gudang itu. Yang awalnya hanya 10-20 tempat jual beli sembako, kini 200 tempat jual beli bisa mereka gapai karena kebijakan baru yang di terapkan oleh Darma.


Suasana di gudang beras


Para buruh sedang sibuk mengangkati beras dan gula per toko yang memesan ke dalam lori, total hari ini ada 25 tempat jual beli yang memesan yang memesan beras dan gula. Ada yang memesan beras 50 kg, 25 kg, dan ada juga yang memesan gula 50 kg.


"Lagi sibuk keknya nih,"ujar Darma berjalan ke arah Deni yaitu anak muda yang biasanya menjadi bagian penghitung barang yang masuk ke setiap lori barang itu.


"Eh mas bos, iya mas. Hari ini pemesanannya banyak, jumlah total kali ini melebihi biasanya. Di grup kami ada 5 tempat jual beli yang memesan dengan masing-masing tempat memesan ada yang 1 ton, setengah ton, dan ada juga yang cuma memesan beberapa ratus kg aja yang intinya dibawah 500 kg."ujar Deni.


"Emang biasanya gak kayak gini?"tanya Darma lagi.


"Gak mas, biasanya yang gerak cuma 2 lori aja karena pemesanan dikit. Tapi kali ini 5 lori gerak semua, makasih mas udah mengubah kebijakan dan harga beras di sini."ujar Deni tersenyum haru.


"Iya mas Deni, kita boleh jualan. Tapi harus memikirkan kondisi ekonomi masyarakat juga, kasian yang gak mampu kalau harganya kita naikkan banyak."ujar Darma.


"Iya bener mas,"ujar Deni.


Saat sedang bekerja, tiba-tiba ada pekerja yang tumbang saat sedang memikul beras. Teman-temannya langsung menolong orang tua yang tumbang itu. Darma juga ikut berlari karena bapak itu tumbang.


"Bapak kenapa pak?lagi sakit?"tanya Darma pada bapak itu.


"Gak apa-apa mas Dar, tadi licin di sini."ujar bapak itu.


"Yang lain tolong lanjutin angkat barang dan tolong beras ini diangkat ke tempatnya!bapak ikut ke ruangan saya sekarang!"ujar Darma pada bapak itu.


"Mas jangan pecat saya mas, saya punya keluarga yang harus saya hidupi."ujar bapak itu dengan wajah panik dan khawatir.


"Bapak ikut saya sekarang!"ujar Darma membantu bapak itu berdiri.


Lalu beberapa pekerja yang satu tim dengannya pun menggantikan Darma, kemudian mereka membawa bapak itu ikut ke ruangan Darma.

__ADS_1


Di dalam ruangan Darma


Darma pun duduk di kursinya dengan beberapa makanan dan ada juga obat di mejanya.


Tok tok tok


"Masuk!"ujar Darma.


Krieett


Pintu pun terbuka dan bapak tadi masuk dengan wajah takut, panik, dan khawatir akan di pecat dari kerjaannya itu. Lalu bapak itu hanya berdiri di depan Darma, Darma yang melihat itu pun mempersilahkan bapak itu untuk duduk.


"Bapak lagi sakit kan?"tanya Darma.


"Eng....enggak kok mas, saya sehat-sehat aja kok. Tadi saya kepleset aja makannya jatuh terus tumbang."ujar bapak itu memasang wajah sok kuat dan sehat.


Darma dengan tersenyum mengayomi berkata:


"Bapak lagi sakit kan?"tanya Darma.


"Bapak mau jujur atau beneran mau saya pecat?"tanya Darma mengancam supaya pekerjanya itu jujur.


"Jangan mas jangan pecat saya, yaudah saya jujur mas. Tapi mas jangan marah ya mas!"ujar bapak itu.


"Iya pak, jujur aja sama saya!"ujar Darma tersenyum.


"Iya mas, sebenarnya saya lagi sa...sakit mas. Udah 3 hari ini saya demam."ujar bapak itu.


"Kenapa gak izin aja pak?"tanya Darma geleng kepala karena kenekatan bapak paruh baya itu.


"Soalnya saya takut potong gaji mas,"ujar bapak itu dengan wajah menunduk.


"Emang sebelum saya yang memimpin gudang ini, ada pemotongan gaji bagi yang sakit?"tanya Darma.


"I...iya mas, di sini dulu sangat ketat mas peraturannya. Kami mau izin aja takut, karena apa-apa tuh potong gaji."ujar bapak itu.


"Berapa di potongnya pak?"tanya Darma pada bapak itu.

__ADS_1


"100 ribu mas satu hari izin,"ujar bapak itu.


"Besar juga ya, harusnya 10 ribu udah cukup."ujar Darma.


"Di sini udah hampir 20 kali ganti karyawan karena banyak yang gak tahan semenjak pertama kali buka lowongan mas,"ujar bapak itu.


"Hah?20 kali?"tanya Darma kaget mendengarnya.


"Iya mas, sejak didirikan 5 tahun yang lalu. Sudah hampir 50 an karyawan yang resign gara-gara gak betah."ujar bapak itu.


"Kalau boleh tau penyebabnya apa tuh pak?"tanya Darma.


"Ya karena beban kerja kami gak sesuai sama gaji mas, potongannya juga besar, kerja sampai malam dan gak ada libur sama sekali."ujar bapak itu.


"Gila sih itu, kejam banget berarti ko Aceng sama para karyawan di sini ya."ujar Darma geleng kepala.


"Iya mas, sampai saat ini kami takut mau izin. Takut di potong gaji juga seperti zamannya bos Aceng."ujar bapak itu.


"Oke pak, sekarang bapak pulang dan istirahat. Kalau udah sembuh baru kerja lagi, bapak ini udah tua. Nanti bilang ke Mas Farhan kalau bapak dapat izin dari saya."ujar Darma.


"Beneran mas?"tanya bapak itu dengan wajah senang dan tak menyangka.


"Iya pak, bapak harus istirahat sampai sembuh."ujar Darma.


Bapak itu pun menangis dan memeluk Darma karena hal itu. Lalu Darma pun tersenyum karena kebahagian yang dapat dilihat dari tangisan haru bapak itu. Untuk pertama kali bapak itu di hargai dan di pedulikan seperti itu.


...


Di ruang rapat


Semua karyawan office telah berkumpul di ruang rapat karena mereka akan mengadakan rapat atas perintah dari Darma. Pada saat rapat itu Darma membahas tentang jam kerja yang di normalisasi dan kalau karyawan lembur akan mendapat bonus 50 ribu perjamnya.


Namun lembur itu tidak di wajibkan karena Darma memperhatikan kebutuhan karyawannya dan kondisi tubuh karyawannya, oleh karena itu baginya lembur hanya harus di lakukan ketika keadaan yang mengharuskan lembur.


Kalau lagi santai maka Darma tak mewajibkan karyawannya lembur, namun kalau dengan alasan karena memang butuh uang maka mereka bisa minta izin lembur dengan catatan memang kerjaannya banyak dan kebutuhannya sesuai dengan alasan mereka lembur.


Di luar itu, gaji mereka juga di tetapkan menjadi 5 juta per bulan dengan pembagian gaji pokok 2 juta dan tunjangan 3 juta. Masalah perizinan juga di bolehkan izin asal memang dalam kondisi yang memungkinkan untuk izin seperti sakit, acara penting keluarga, ada keluarga yang meninggal, dan lain-lain.

__ADS_1


__ADS_2