
Setelah berjalan 500 meter jauhnya, Darma sampai di sebuah tempat seperti genangan cat yang membeku berwarna putih. Saat Darma menginjakkan kakinya, kakinya langsung masuk ke dalam dan dari dalam keluar lintah.
"Bagaimana cara larinya, cairan ini menenggelamkan?"tanya Darma.
[Lari sekencang-kencangnya dan injak cairan itu sekeras-kerasnya tuan, cairan itu adalah cairan oobleck. Dimana jika di beri tekanan maka ia akan mengeras, namun jika kita tidak memberikan tekanan maka kita akan tenggelam.]
"Owh berati kalau aku injak dan kasih tekanan dia bakal mengeras?"tanya Darma.
[Benar tuan, coba saja tuan pukul cairan itu]
Darma pun memukul cairan itu dengan keras, benar saja apa yang di katakan sistem. Setiap kali cairan itu dipukul, cairan itu semakin keras. Namun lintah pun akan keluar dari bawahnya.
"Wiiih bener apa kata kamu sistem, tapi....ih itu lintah keluar dari dalam. Kok bisa gitu ya?"tanya Darma pada sistem.
[Ini adalah cairan oobleck tuan, yang jika kita menghantamnya dengan sangat keras maka dia akan semakin mengeras. Untuk lintah itu sendiri, ia datang dari bawah karena mencium darah dari tubuh tuan]
"Lah, kan darah aku gak keluar dan gak ada menetes di tempat ini."ujar Darma.
[Benar tuan, tapi para lintah di tempat ini adalah lintah yang sangat tajam penciumannya. Sekali saja aja mahluk hidup yang menginjakkan kaki atau tenggelam ke cairan ini maka akan langsung di hajar dan dihisap darahnya.]
"Serem juga, berarti supaya selamat aku harus gimana?"tanya Darma bingung dengan cara selamat dari tempat itu.
[Tuan harus berlari dengan sangat kencang ke arah daratan yang jaraknya 100 meter dari tempat ini, yang artinya tuan harus sprint dengan injakan yang sangat keras. Dengan injakan yang sangat keras itu maka tuan akan selamat meskipun akan ada satu atau dua lintah yang menempel.]
"Astaga, satu atau dua lintah dengan ukuran sebesar itu?"tanya Darma dengan wajah panik dan ragu.
[Ayo tuan, segera sprint dari danau ini. Jangan sampai anda jatuh ke dalamnya, kalau anda jatuh maka anda akan hilang dari dunia ini dan masuk ke dunia mahluk halus]
"Mati dong,"ujar Darma bergidik ngeria lalu ia pun berdiri lagi dan segera bersiap.
Darma segera mengambil posisi sprint dengan kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang. Dengan nekat dan kecepatan yang ia miliki, ia pun berlari melewati danau itu. Benar saja, setiap ia menginjakkan kaki dengan sangat keras maka cairan itu semakin keras.
Para lintah juga keluar dari pijakan kaki Darma dan merembet keluar dari berbagai arah, Darma pun hampir sampai ke ujung. Namun ada lintah yang berhasil menggigit kakinya dan gigitannya membuat kaki Darma serasa terbakar.
"Akhhh kakiku,"ujar Darma terus berlari lalu ia pun sampai di daratan dengan selamat.
[Tarik lintah itu tuan!]
"Akhhh apa ini, kenapa efek gigitannya jadi panas gini?"tanya Darma memegangi kakinya.
[Memang seperti itu tuan, tuan tarik ekornya lalu tuan cabut paksa. Dengan begitu maka lintah itu akan akan pergi!]
"Akhhh baiklah kalau begitu,"ujar Darma.
Darma pun mencari tahu yang mana ekor lintah itu sambil menahan rasa sakit pada kakinya yang semakin lama semakin seperti terbakar. Ekornya pun di temukan lalu Darma pun memegangi ekor lintah sebesar buah pepaya itu.
Puuuk(bunyi mulut lintah itu tercebut dari kaki Darma)
Setelah mencabut lintah itu, Darma pun hhimembuangnya ke dalam cairan oobleck itu. Lalu ia pun melihat ke kakinya yang sudah seperti terkena tembakan dengan lima lobang di satu kaki.
"Akhhh, sa...sakit sekali ini."ujar Darma memegangi kakinya sambil gemetaran.
[Ayo tuan, pecahkan teka-teki selanjutnya]
__ADS_1
"Akhh ini ada obat gak sih, masih perih banget ini?"tanya Darma.
[Tuan akan mendapatkan obat di lokasi bunga mawar biru itu, sekarang tuan pecahkan teka-tekinya dulu lalu kembali berjalan untuk ke tempat selanjutnya!]
"Kejam sekali dirimu, ini gak ada obat peredam rasa sakit?"tanya Darma.
[Tuan, rasa sakit itu akan hilang jika tuan berjalan. Meskipun nanti masih terasa panas sedikit, tapi rasa sakitnya akan menghilang dengan semakin banyaknya langkah tuan]
"Akhh gila kamu sistem, makin melangkah ya makin sakit lah. Masa iya makin aku berjalan makin berkurang rasa sakitnya?"tanya Darma tak percaya pada sistem.
[Haduuuh, coba saja dulu tuan:|]
"Oke, awas kamu ya kalau gak hilang."ujar Darma seperti mengancam.
[Pecahkan dulu teka-teki selanjutnya tuan]
"Yang pertama aja belum selesai, ini malah disuruh mecahin teka-teki yang kedua. Gimana sih sistem."ujar Darma dengan wajah kesal.
[Hehe, sistem lupa tuan:)]
"Dih, bisa lupa juga."ujar Darma berdiri lalu ia mencoba berjalan.
Semakin ia melangkah semakin berkurang rasa sakitnya. Semakin jauh perjalanannya semakin berkurang banyak rasa sakitnya.
"Eh ini beneran makin berkurang rasa sakit sama panasnya?"tanya Darma yang sudah sadar dengan hilangnya rasa sakit dan panas di kakinya itu.
[Sistem kan sudah bilang tuan, tuan saja yang ngeyel:|]
"Hehe ya maap, ngomong-ngomong ini masih perjalanan ke padang rumput di atas gunung itu kan?"tanya Darma.
"Huhhh semangat-semangat!"ujar Darma pada dirinya sendiri.
20 menit kemudian
Darma pun sampai di sebuah padang rumput yang memang sangat hijau dan menyegarkan mata. Padang rumput itu sangat luas dan angin sepoi-sepoi berhembus dari segala arah.
Pelan-pelan Darma melangkah ke jalan setapak di tengah-tengah padang rumput itu. Ia pun melihat ke arah kiri dan kanan.
"Wow, hijau dan dan luas di ketinggian."ujar Darma mengulang teka-teki tadi yang telah di beri tanda centang biru.
\[Bambu bersusun tali melilit\]
\[Silahkan pecahkan tuan\]
__ADS_1
"Hmmm, bambu bersusun ini bisa saja jembatan dan bisa saja rakit. Di air apa di darat sistem?"tanya Darma.
\[Di darat tuan, karena jawaban dari teka-teki itu ada di tempat ini.\]
"Berati jembatan, aku harus mencari jembatan di sekitaran tempat ini."ujar Darma.
Darma pun berjalan terus mencari jembatan yang dimaksud.
10 menit kemudian
Darma pun sampai di sebuah danau yang sangat jernih airnya. Namun tiba-tiba awan menjadi gelap dan tiba-tiba petir menyambar disertai geluduk yang berbunyi.
"Astaga, apakah akan hujan?"tanya Darma.
\[Iya tuan, jadi tuan silahkan bangun tenda di tempat sekitaran tempat ini dan istirahat dulu!\]
"Ide bagus, aku juga udah laper."ujar Darma berhenti di sebuah tempat.
Alat camping yang di simpan oleh sistem pun di keluarkan kembali oleh sistem pas di depan Darma.
\[Silahkan pasang tendanya tuan, akan sistem bantu untuk pemasangannya!\]
"Oke siap sistem,"ujar Darma mengambil tenda miliknya itu.
Sistem pun membantu Darma dalam memasang tendanya hingga tendanya berdiri dan siap untuk di pakai.
__ADS_1
...