
Darma pun melewati pintu satu menuju ke pintu dua. Jalan 1 adalah terowongan yang sudah di beri penerangan sepanjang 10 meter dengan tinggi terowongan itu 20 meter ke atas dan lebar jalan 10 meter. Karena yang melewati jalan itu bukan hanya mobil biasa saja. Namun ada juga truk tambang emas yang mengirim barangnya ke gudang itu untuk di olah.
Sebagai gudang emas dan pengolahan emas terbesar di dunia nomor 3, banyak pengumpul yang mengelola tambang emas menjual hasil tambangnya di tempat itu. Gudang dan pengolahan emas di tempat itu memiliki 4 pintu utama dan setiap 1 pintu di jaga oleh pasukan khusus yang berasal dari angkatan berpangkat perwira dan Bintara.
Setelah melewati pintu 1, Darma dan Pak Andi melewati sebuah jembatan yang dibawahnya adalah sarang buaya. Jarak antara jembatan 1 ke pintu kedua sebelum masuk ke gudang pengolahan emas yaitu 50 meter. Masuk ke pintu kedua dijaga oleh polisi dari golongan Bintara. Mereka pun melewati trowongan yang sama dan kemudian melewati jembatan yang dibawahnya banyak jebakan mematikan, tak ada celah yang bisa dilewati dari tempat itu.
Setelah melewati jembatan kedua, mereka masuk ke pintu ketiga dengan melewati trowongan dulu setelah itu barulah mereka melewati jembatan lagi yang jaraknya sama, yaitu 50 meter dari pintu ke 2 ke pintu ketiga. Di jembatan ke 3 dibawahnya ada ribuan ular yang di kurung. Jika ada yang berusaha masuk maka alarm akan berbunyi dan kurungannya akan terbuka. Yang lewat di tempat itu bisa di pastikan mati di tempat.
Di jembatan ke 4 dibawahnya ada genangan air yang mendidih karena selalu dipanaskan dengan teknologi, oleh karena itu uapnya akan terasa jika lewat di atasnya. Jembatan ke 5 adalah puncaknya, karena pada saat melewati jembatan itu harus naik dulu 20 meter ke atas. Karena di bawah jembatan itu ada megalodon yang di tangkap untuk di jadikan penjaga.
Setelah 100 meter dari tempat itu, Darma dan Pak Andi pun turun melalui lift. Mereka pun sampai di gudang emas yang lokasinya ternyata sangat indah yaitu di sebuah pulau buatan dengan pemandangan yang lumayan dengan pagar setinggi 20 meter dengan kawat besi bertegangan listrik tinggi.
Pak Andi memarkirkan mobilnya di parkiran VIP dengan tulisan"BIG BOSS". Sementara Darma malah bingung akan parkir dimana, ia pun melihat parkiran motor yang ada di samping kiri parkiran mobil dan truk.
Setelah memarkirkan motornya, Darma pun membawa tas yang berisi 20 kg emas asli yang ia temukan itu. Lalu Darma dan Pak Andi pun masuk ke dalam gudang yang sangat besar itu.
Saat masuk, Darma kagum dengan tempat itu. Karena tempat itu di kelola olah orang pribumi, mulai dari bos sampai karyawannya adalah orang pribumi. Perusahaan emas itu murni di pekerjakan khusus untuk masyarakat pribumi dan tidak untuk non pribumi.
Darma pun berjalan mengikuti Pak Andi. Sepanjang perjalanan, para pekerja tempat itu menyapa Pak Andi dengan ucapan selamat pagi lalu menghormat seperti militer dan polisi pada komandannya.
Mereka pun sampai di bagian pengemasan emas batangan yang siap di simpan di gudang untuk di kirim ke negara lain. Pak Andi pun berjalan ke seorang pria yang mengenakan topi proyek, baju seragam perusahaan itu, dan sepatu proyek.
"Selamat pagi pak mohon ijin,"ujar pria itu memberi hormat pada Pak Andi.
"Pagi Pak Jack, gimana pengiriman barang minggu lalu?"tanya Pak Andi meminta laporan pengiriman barang dari Jack.
"Lancar pak, seperti minggu-minggu sebelumnya."ujar Jack.
"Baguslah, owh iya jack. Kenalin ini menantu saya Darma."ujar Pak Andi mengenalkan Darma pada Jack.
Lalu mereka pun saling berkenalan dan saling berjabat tangan.
__ADS_1
"Udah punya menantu aja, selamat ya pak. Ntar lagi bakal nimang cucu, tapi bukannya non Silva masih sekolah ya pak?"tanya Pak Jack.
"Iya, makannya itu saya udah arahkan ke menantu saya ini agar tak menghamili istrinya dulu sebelum tamat SMA."ujar Pak Andi.
"OOO gitu, siap oke pak bos."ujar Pak Jack tak banyak bertanya lagi.
"Owh iya Pak Jack, menantu saya ingin menjual emas ke perusahaan kita ini. Tolong periksa apakah emas asli atau bukan. Kalau asli, langsung cek barangnya, timbang dulu, setelah itu baru langsung bayar ke menantu saya ini sesuai harga emas yang ingin ia jual."ujar Pak Andi memeriksa laporan tadi.
"Siap laksanakan pak, Edwin!"panggil Pak Jack.
"Kenapa pak?"tanya Edwin mendatangi Pak Jack.
"Menantu Pak Andi ingin menjual emas, oleh karena itu tolong kamu cek dulu keaslian emasnya setelah itu baru kamu timbang dulu. Kalau udah, barulah laporan ke sini!"ujar Pak Jack.
"Baik Pak, barangnya mana pak?"tanya Edwin.
"Sini barangnya mas, di bawa ke ruang pemeriksaan dulu!"ujar Pak Jack pada Darma.
"Eh pak bos, mari duduk dulu!"ujar Pak Jack.
"Gak usah pak, saya ke sini hanya ingin menemani menantu saya jual emasnya."ujar Pak Andi lanjut membaca laporan.
"Baiklah kalau memang begitu pak,"ujar Pak Jack mengangguk paham.
3 menit kemudian
"Lapor pak, emasnya asli semua dan beratnya 20 kg pas."ujar Edwin.
"Oke bentar saya itung dulu,"ujar Pak Jack mengeluarkan kalkulator mininya.
Pak Jack pun menghitung harga emas 1 kg itu.
__ADS_1
"Oke, jadi semuanya 20.500.000.000 ya mas. Ini pembayarannya mau cash atau mau kita transfer mas?"tanya Pak Andi pada Darma.
"Transfer aja pak, ini no rekening saya!"ujar Darma menunjukan no rekeningnya yang ada di handphonenya.
"Win, panggil Cindy ke sini dan bilang saya manggil dia!"ujar Pak Jack pada Edwin.
"Baik pak,"ujar Edwin berjalan ke arah lift.
"Ntar ya mas, saya panggil bendahara dulu."ujar Pak Jack pada Darma.0
"Iya pak,"ujar Darma mengangguk sambil tersenyum kecil.
5 menit kemudian
Edwin pun datang bersama seorang wanita yang bekerja sebagai bendahara perusahaan itu.
"Ini pak orangnya,"ujar Edwin menunjuk Cindy.
"Pagi pak bos,"ujar Cindy pada Pak Andi.
"Eh iya aku lupa, pagi pak bos."ujar Edwin pada Pak Andi.
"Iya pagi,"ujar Pak Andi tersenyum singkat lalu ia kembali membaca laporan penjualan emas itu.
"Owh iya, ada apa ya pak manggil saya ke sini?"tanya Cindy pada Pak Jack.
"Transfer uang 20.500.000.000 ke rekening menantunya Pak Bos ini, dia tadi menjual emas ke perusahaan kita seberat 20 kg yang emas batangan jadi."ujar Pak Jack pada Cindy.
"Baik pak,"ujar Cindy.
Lalu proses pembayaran emas itu pun dilaksanakan di tempar itu juga. Setelah urusannya beres, Pak Andi dan Darma pun pergi dari tempat itu dan mereka berpisah di pintu gerbang awal untuk menyelesaikan urusan masing-masing.
__ADS_1