100 TANAMAN AJAIB

100 TANAMAN AJAIB
BERTEMU DENGAN ALUMNI PEMILIK SISTEM SEPUH


__ADS_3

Tak lama kemudian polisi pun datang sampai di tempat itu dan ia pun menelpon Darma untuk memberitahu lokasi Darma dan Silva sekarang.


Ting tong ku datang padamu bukalah pintu!!


(Bunyi nada dering handphone Darma)


"Hiii itu suara apa?"tanya Silva tampak ketakutan.


"Ini suara nada dering ku,"ujar Darma mengangkat telepon itu.


"Ngeri banget, itu nada deringnya. Itu lagu pemanggil hantu tau."ujar Silva dengan wajah ketakutan.


"Husssh!"Darma menyuruh Silva untuk diam.


"Halo, selamat pagi."ujar polisi itu.


"Pagi, ini siapa ya?"tanya Darma.


"Kami dari dari Polair polres kota Argawa menerima laporan bahwa di pulau ini ada pemerkosaan, apakah itu benar?"tanya pria berbaju biru, baret biru dengan lambang Polair, dan berpangkat Brigadir kepala.


"Benar pak, bapak udah dimana pak?"tanya Darma berdiri lalu berjalan keluar. Silva pun mengikuti Darma karena ia takut ditinggal bersama para pelaku cabul itu.


"Saya ada di pantai, masnya dimana?"tanya polisi itu.


"Kamu ada di rumah terbengkalai di dalam hutan pak, bapak masuk aja ke dalam hutan. Saya menunggu di luar rumah ini."ujar Darma.


"Baik, kami segera ke dalam."ujar polisi itu.


Para polisi pun masuk ke dalam hutan untuk menangkap para pemerkosa dan menyelamatkan korbannya. Pemilik perahu wisata tadi juga sampai di lokasi untuk menjemput Darma. Namun saat ia datang, ia kaget melihat ada kapal polair menepi di pulau itu.


2 jam kemudian


Setelah proses penangkapan dan proses laporan selesai, Darma dan Silva pun keluar dari kantor polisi itu dan mereka duduk di kursi tunggu di luar kantor itu.


"Huhh selesai juga masalah ini,"ujar Darma menatap ke depan.


"Iya, maaf ya mas. Aku jadi ngerepotin masnya."ujar Silva merasa bersalah.


"Gak apa-apa kok, ini udah tugasku sebagai laki-laki."ujar Darma.


"Tapi gara-gara aku, mas harus sampai masuk ke kantor polisi."ujarnya dengan nada bersalah.


"Udah, gak apa-apa kok. Gak usah ngerasa bersalah gitu!"ujar Darma menepuk pundak Silva.


Tak lama, datang seorang pria berjas hitam mendatangi Darma dan Silva. Pria bertubuh tinggi, kumis tipis, rambut di sisir klimis ke samping, mengenakan kacamata hitam, dan mengenakan jas hitam serta celana hitam yang merupakan ayah dari Silva.


"Papa!"ujar Silva berdiri lalu memeluk ayahnya.


"Anakku, kemana saja kamu nak?"tanya ayahnya Silva memeluknya dengan penuh kasih sayang.


"Ayah, aku diculik hiks hiks. Aku di bawa ke sebuah pulau kecil sama beberapa orang cowok yang modusnya mau bantuin aku."ujar Silva dengan air mata yang sudah bercucuran.

__ADS_1


"Yaudah, intinya sekarang anak Papa udah selamat."ujar pria itu lalu ia menatap Darma.


Ayahnya Silva menatap Darma dan Darma menatap ayahnya Silva. Mereka saling bertatapan hingga tidur dalam 3,2,1 tidur. Haha ini bukan hipnotis ya, ini cuma hiburan aja walaupun garing. Saat Darma menatap Papanya Silva, ia tersenyum dan pria paruh baya itu juga tersenyum pada Darma.


"Jadi kamu yang menyelamatkan anak saya?"tanya Darma.


"Iya pak,"ujar Darma tersenyum segan.


"Iya pa, dia yang menyelamatkan Silva. Dia bukan manusia biasa pa, dia punya ilmu khusus, soalnya tadi dia bisa menghancurkan pintu kayu sampai hancur berkeping-keping dan dia bisa lari dengan kecepatan yang luar biasa."ujar Silva kagum dengan Darma.


"Oh ya, berarti dia manusia super dong."ujar Papanya Silva menatap putrinya itu.


"Gak om, saya manusia biasa. Tadi itu mungkin pintunya lapuk dan yang saya memang suka lari. Makannya bisa secepat itu larinya."ujar Darma.


"Hmm baiklah kalau begitu, terimakasih ya nak. Kamu sudah menyelamatkan anak saya dari para penjahat kelamin itu."ujar Papanya Silva pada Darma.


"Iya pak, sama-sama pak."ujar Darma mengangguk sambil tersenyum.


"Dimas!"ujar Papanya Silva memanggil anak buahnya.


"Iya pak,"ujar Dimas menghampiri mereka.


"Kamu ambil uang 10 juta ditas!"ujar Papanya Silva.


"Baik pak,"ujar Dimas mengangguk lalu ia pergi ke mobil itu.


Dimas pun mengambil uang dengan jumlah yang di tentukan oleh Papanya Silva. Setelah itu, uang tersebut Dimas serahkan kepada Papanya Silva.


[Jangan di terima tuan hadiah tuan bisa di batalkan kalau tuan menerimanya!]


"Eeeh gak usah pak, saya ikhlas pak nolongin Silva!"ujar Darma menolak pemberian Papanya Silva.


"Gak apa-apa, saya ikhlas kok ngasihnya. Hadiah ini tidak ada apa-apanya dengan apa yang kamu lakukan atau kamu mau lebih dari 10 juta?100 juta?1 Milyar mungkin?"tanya Papanya Silva.


[Tolak tuan]


Darma pun awalnya tertarik, namun lama kelamaan ia merubah pikirannya karena hadiah yang akan ia dapatkan setelah mengerjakan misi dan menemukan benda berharga saat mengerjakan misi bisa membuat ia bergelimang harta.


[Emas batangan tuan sudah siap jual tuan, emas itu emas asli dan tuan akan menerima 20 Milyar 368 juta. Apa tuan masih ingin rakus dengan uang yang ditawarkan oleh pria itu?]


"Iya juga sih,"batin Darma dalam hati.


"Gak om, simpen aja uangnya. Kalau mau sumbangin ke pantai asuhan atau kepada orang-orang yang lebih membutuhkan?"ujar Darma.


"Yakin?"tanya Papanya Silva.


"Yakin om,"ujar Darma.


"Baiklah, kalau gitu karena kamu menolak semua yang saya berikan maka Silva yang akan saya berikan kepada kamu."ujar Papanya Silva.


Silva dan Darma langsung menatap Papanya Silva dengan ekspresi terkejut.

__ADS_1


"Pa...papa serius?"tanya Silva.


"Om gak becanda kan?"tanys Darma dengan ekspresi shock.


"Gak, yang saya katakan ini serius. Papa memilih dia jadi calon suamimu, karena ditawarin uang 1 milyar gak mau. Padahal gara-gara uang 10 ribu rupiah aja bisa membuat perkelahian. Tapi dengan santainya ada pemuda yang menolak uang sebanyak ini."ujar Papanya Silva sambil tersenyum.


"Pak, saya rasa bapak salah orang pak. Bapak ini orang kaya, saya hanya orang bi-


"Saya gak peduli itu, saya bisa melihat sistem di kepalamu hahaha. Kamu pilihan sistem kan?"tanya bapak itu.


"Hah?kok bapak ta....tau pak?"tanya Darma kaget.


"Sistem itu dulu ada pada saya, saya dulu itu anak sampah. Tau gak anak sampah itu apa?"tanya Papanya Silva.


"Gak pak,"ujar Darma menggelengkan kepalanya.


"Eh sistem ini serius bapak ini dapat sistem juga dulu?"batin Darma.


[Mungkin saja tuan, sistem yang ada pada orang itu adalah sistem sepuh tahun 1970 an]


"Hah?serius?"tanya Darma.


[Iya tuan, mungkin itu sistem yang sudah di non aktifkan. Karena setelah selesai bertugas maka sistem itu akan di non aktifkan lalu di ganti dengan sistem baru]


"Hahaha, kalian juga punya umur ternyata."ujar Darma dalam hatinya.


"Dia kenapa pa?"tanya Silva menatap Darma dengan tatapan heran.


"Dia sedang berbicara dengan sistemnya,"ujar Papanya Silva.


"Owh iya, kayak papa dulu ya?"tanya Silva pada ayahnya.


"Iya kan kamu udah tau,"ujar Papanya Silva.


"Mas...Mas Darma!"ujar Silva pada Darma.


"Eh iya hehe kenapa?"tanya Darma menyudahi obrolannya dengan sistem.


"Namanya siapa tadi?"tanya Papanya Silva.


"Darma om,"ujar Darma.


"Owh iya Darma, nanti setelah selesai misi nikahi putri saya ya. Karena saya sudah tau masa depanmu!"ujar Papanya Silva.


"Papa!!"ujar Silva mencubit perut Papanya.


"I...iya om, nanti saya boleh main ke rumah kan om. Mau tanya tentang sistem yang dulu pernah om miliki?"tanya Darma pada Papanya Silva.


"Sekarang saja mumpung saya lagi free!"ujar Papanya Silva.


"Baik om,"ujar Darma mengikuti Silva dan Papanya.

__ADS_1


Lalu Darma, Papanya Silva, dan Silva pun pergi dari tempat itu.


__ADS_2