
Silva dan Darma pun naik ke sebuah lift, lift yang menuju ke lantai 4. Sepertinya lantai 4 adalah kamar milik Silva. Namun saat keluar dari lift, tebakan Darma salah. Lantai 4 adalah sebuah kamar yang di berikan untuknya.
"Kamu tidur di sini, nanti kita jalan-jalan ke depan ya. Byee calon menantu ayahku."ujar Silva melambaikan tangannya.
Lalu Darma pun hanya tersenyum. Ruangan megah dan mewah melebihi hotel itu sekarang adalah kamarnya, Darma pun berjalan ke arah jendela dan melihat keadaan diluar.
Di luar jendela itu adalah sebuah rawa, nampak beberapa ekor buaya sedang berjemur. Rawa itu di pagar agar tak membahayakan, pagar yang di bangun oleh Pak Andi itu sepanjang 2 meter tingginya. Sepanjang rawa itu di pagar agar tak berbahaya bagi masyarakat sekitar.
Air laut yang ada di rumah itu berasal dari rawa tersebut, namun tentunya buaya-buaya itu sudah dihalangi oleh tembok bawah air dan di dalamnya hanya tersisa ikan-ikan kecil yang bisa meloloskan diri dari lubang yang tak dapat di tembus oleh buaya itu.
Darma pun menatap ke arah jalan raya, di daerah itu rumahnya besar semua. Sepertinya tempat itu adalah perumahan elite yang isinya para orang kaya. Pak Andi adalah orang paling kaya di tempat itu dengan kekayaan total 1.5 septiliun dengan jumlah 25 angka 0 atau setara dengan 1000 sekstiliun yang memiliki 21 angka 0 dibelakangnya.
Pak Andi mendapat memecahkan rekor di guinnes world recor dengan menjadi orang paling kaya di dunia nomor 1 dengan jarak kekayaan yang sangat jauh antara nomor 1 dengan No 2 yang hanya memiliki kekayaan 500 kuadriliun.
"Gilak, aku dulu miskin banget. Jangankan masuk ke rumah orang kaya, ngeliat aja mungkin di usir."ujar Darma.
[Tuan, anda punya waktu liburan selama 3 hari. Oleh karena itu selamat istirahat dan libur selama 3 hari ini. Hari selasa Minggu depan adalah hari dimana anda harus kembali mengerjakan misi selanjutnya!]
"Baiklah sistem, aku akan menggunakan waktu liburku dengan sebaik mungkin."ujar Darma.
[Bagus tuan]
Setelah itu, Darma pun duduk di jendela depan. Tak seperti meja belajar pada umumnya, meja belajar yang Darma duduki itu menggunakan sofa yang sudah pasti mahal punya. Darma pun duduk sembari memandang komplek di depannya, anak-anak berlarian ke sana kemari di depan panti asuhan.
Darma jadi teringat masa kecilnya dulu. Kalau anak-anak di tempat ini bermain di tempat bagus dan mereka tak memikirkan besok harus makan apa, justru Darma bermain sambil mencari uang di jalanan. Darma memiliki cita-cita ingin punya tempat penampungan anak-anak jalanan dan mendirikan sekolah gratis bagi warga kurang yang mampu.
Namun ia harus sabar dalam berproses menuju kesuksesan itu. Dengan bekerja sebagai pencari 100 bunga ajaib, Darma akan kaya seiring bertambahnya misi yang ia kerjakan. Setelah melihat-lihat anak-anak itu, Darma yang gabut pun memutuskan untuk bermain handphone.
Ia pun memainkan media sosial dengan membuat akun baru. Akun baru itu ia buat dengan bantuan sistem. Tanpa sistem, Darma tak mungkin bisa apa-apa tentang teknologi yang belum pernah ia gunakan.
15 menit kemudian
"Mas Darma, di panggil Papa!"ujar Silva dari lift.
Silva mengenakan baju kaos hijau gambar pulau dengan celana pendek selutut, bando merah, dan sepatu flat merah. Darma pun masuk ke lift itu untuk mengikuti Silva.
__ADS_1
"Eh, Mas Darma punya handphone. Minta no wa mas, nanti kalau udah nikah biar enak aku menghubungi kamu!"ujar Silva.
"Ini beneran mau nikah?"tanya Darma dengan nada penasaran.
"Iya, rencana papa katanya kita akan akad dulu hari Minggu. Karena papa tau kalau mas akan sering pergi dan jarang pulang."ujar Silva.
"Hah?hari Minggu ini?"tanya Darma cukup kaget dengan hal itu.
"Iya mas, nah itu papa. Ngomong aja sama papa gimana kelanjutannya!"ujar Silva menarik tangan Darma ke arah sebuah tempat dengan kursi dan meja tertata rapi dan cemilan ada di kursi dekat meja itu.
Darma dan Silva pun sampai di tempat ruang keluarga itu. Di ruangan itu sudah ada Pak Andi, Bu Linda(ibunya Silva), Kirana(adik Silva yang no 2), Lisa(Adik Silva yang no 3), Serta Jacky(adik Silva yang terakhir).
"Kata Dek Silva, bapak manggil saya pak?ada apa ya pak?"tanya Darma.
"Owh iya bener, saya mau ngenalin kamu ke calon ibu mertuamu dan calon adik-adik iparmu!"ujar Pak Andi pads Darma.
Lalu Pak Andi pun memperkenalkan Darma pada seluruh keluarganya.
"Ya semua udah kenal, ini calon suami kakak kalian dan ini menantu mama yang kelak akan membawa anak kita Silva menuju keluarga yang bahagia."ujar Pak Andi.
"Darma ini kerjaannya apa pa?"tanya Bu Linda tersenyum pada Darma.
"Owh gitu, tugas yang di kasih sistem itu sama juga dengan papa?"tanya Bu Linda.
"Gak, Darma ini diberi tugas mencari 100 tanaman ajaib. Udah berapa misi yang kamu ambil atau berapa misi yang sudah kamu selesaikan?"tanya Pak Andi pada Darma.
"Dua pak,"ujar Darma.
"Udah terkumpul 100 juta?"tanya Pak Andi.
"Udah pak, 141.400.000 pak untuk sekarang,"ujar Darma.
"Baru 2 misi itu, masih ada 98 misi lagi kan?"tanya Pak Andi menatap Darma.
"Iya pak,"ujar Darma.
__ADS_1
"Kemampuan sihir pertamamu apa?"tanya Pak Andi.
"Melayangkan benda pak,"ujar Darma.
"Coba sekarang kamu angkat kursi itu sebentar lalu kamu turunin,"ujar Pak Andi pada Darma.
"Baik pak, akan saya lakukan perintah bapak."ujar Darma menurut.
Darma pun menatap dengan fokus kursi di depannya itu. Setelah itu, ia mengangkat tangannya dan perlahan ia lakukan prosedur pengeluaran sihir.
Saat Darma telah benar-benar fokus, ia pun mengangkat kursi itu dengah tangannya dengan menaikan kursi itu ke atas lalu ia turunkan lagi.
Adik Silva yang no 3-4 heran dan kagum melihat hal itu. Mereka tak menyangka kalau sihir itu ternyata ada. Sedangkan Pak Andi, Bu Linda, dan Silva tak kaget melihatnya karena dulu Pak Andi pernah mempraktekan hal itu.
Sistem pamit dari tubuh Pak Andi setelah menyelesaikan misi terakhirnya pada beberapa tahun yang lalu. Misi terakhir dengan hadiah yang besar dan evolusi tubuh terakhir.
"Owh kalau di saya, ilmu melayangkan benda itu ilmu level 6-10."ujar Pak Andi.
"Jadi di level 1-5 nya apa pak?"tanya Darma.
"Saya bisa melihat dan mendeteksi keberadaan mahluk ghaib di sekitar sini dengan jarak 10 meter sampai 1 KM dari sini."ujar pak Andi.
"Wiiih keren tuh bisa lihat hantu,"ujar Darma tersenyum kagum.
"Yah memang aku harus bisa melihat mereka sebelum aku tau, mereka bisa jadi mustika atau gak."ujar Pak Andi
"Jadi sekarang om bisa melihat keberadaan mahluk lain?"tanya Darma pada Pak Andi.
"Ya, di samping kananmu ada satu yang sedang menatapmu dengan tatapan tajam. Tapi dia tak akan menyentuhmu."ujar Pak Andi.
Darma langsung menatap samping kanannya dengan wajah kaget. Silva yang diwarisi kemampuan itu pun hanya tertawa melihat Darma dengan ekspresi seperti itu Mereka pun bercerita dan bercanda tawa di istana itu sampai malam tiba.
Saat malam tiba, mereka makan malam di tempat tadi. Dengan langit sebagai atap karena atapnya dibuka, kecuali jika hujan datang maka atap rumah itu akan ditutup.
"Wiih, makan dengan langit sebagai pemandangannya. Luar biasa banget sih ini."ujar Darma.
__ADS_1
"Hahaha, ini baru pemandangannya. Kau belum merasakan makannya."ujar Pak Andi.
Darma hanya tersenyum karena ia tahu kalau makanannya bukan makanan biasa.