
Setelah makanannya telah selesai di bungkus, Darma pun berjalan ke kasir untuk membayar makanan itu. Sementara Silva membukakan pintu mobil agar makanan-makanan itu dibungkus di letakkan di mobil dengan keadaan sudah di bungkus dengan kantong besar.
Di kasir
"Berapa totalnya buk?"tanya Darma.
Ibuk tadi pun memberikan nota dengan jumlah harga 6.100.000. Kemudian, Darma pun membayarnya melalui m-banking atau Bank mobile(online)/transfer.
[Saldo berkurang: 6.100.000]
[Sisa Saldo: 19.339.000.000]
Setelah membeli nasi bungkus, Darma pergi ke supermarket untuk membeli kantong kresek, Air mineral botol 600 ML, dan amplop sebanyak 300 pcs.
Darma menghabiskan uang 500 ribu saat berbelanja di supermarket. Setelah barang masuk semua ke mobil, Darma dan Silva pun memutuskan untuk pulang ke rumah.
[Saldo di potong: 500.000]
[Sisa Saldo: 19.338.500.000]
2 jam kemudian
Darma dan Silva pun kembali ke jalanan untuk membagikan makanan-makanan itu. Karena menggunakan kendaraan yang sangat mahal, kini mereka menjadi sorotan masyarakat sekitar.
[Poin bertambah: 660]
[Jumlah poin: 1.216]
Mereka membagikan semua makanan itu sampai habis tak tersisa hanya dalam waktu 1 jam. Karena sudah siang, Darma dan Silva memutuskan untuk makan siang dulu di salah satu rumah makan terdekat di tempat itu.
Setelah makan, Darma dan Silva langsung pulang. Namun saat sedang iseng-iseng buka misi bantuan, tiba-tiba Darma mendapatkan misi tak terduga dari sistem.
[Misi tambahan bantuan: selamatkan orang yang akan bunuh diri]
[Lokasi: Gedung perusahaan Andi group]
[Waktu penyelesaian: 3 menit dari sekarang]
"Lah, yang kita ke perusahaan papa kamu yang di daerah sini sekarang yang!"ujar Darma pada Silva.
"Ngapain?libur mereka hari ini."ujar Silva yang heran menatap suaminya itu.
"Udah, ke sana aja. Nanti juga kamu tau alasannya!"ujar Darma pada Silva.
__ADS_1
"Owh oke baiklah kalau gitu,"ujar Silva menggas motornya menuju ke perusahaan papanya itu.
2 menit kemudian
Merekapun sampai dan benar saja, orang-orang sudah berkumpul karena akan ada seorang wanita yang ingin bunuh diri dan epicnya lagi, Silva mengenal wanita itu karena sering bermain ke kantor papanya di yang ada di tempat itu.
"Astaga, ini kenapa rame banget?"tanya Silva parkir di parkiran yang biasanya Pak Andi memarkirkan mobilnya.
Darma yang sudah tau akan ada kejadian bunuh diri pun langsung membuka pintu dan menutupnya lalu ia langsung berlari. Tepat saat wanita yang akan bunuh diri itu sudah melompat, Darma menggunakan kemampuan lompat tingginya dan menyelamatkan wanita itu.
Kemampuan Darma itu tertangkap oleh kamera ponsel warga yang merekam aksi bunuh diri itu. Karena sudah dalam keadaan genting, Darma sudah tak mempedulikan hal itu karena baginya tenar tidak perlu dan menyelamatkan orang no 1.
Wussshhh
Setelah itu, Darma pun mendarat di lantai dengan sempurna sambil menggendong wanita yang akan bunuh diri tadi. Kemudian Silva yang melihat itu pun mendekati Darma dan wanita yang akan bunuh diri tadi yang sangat ia kenal.
[Misi tambahan: Selamatkan orang yang akan bunuh diri(selesai)]
Para warga pun mengerubungi Darma dan wanita tadi masih pingsan karena jatuh dari ketinggian 20 meter. Kemudian datang polisi dan membubarkan para warga yang sedang berkerumun itu.
"Semuanya bubar, ada apa ini?"tanya Polisi muda itu.
Para masyarakat pun memandang kesal karena kedatangan salah satu ASN yang sudah tidak baik-baik saja namanya di negara Indonesia itu. Setelah itu, merekapun bubar setelah di bubarkan polisi itu
"Wanita ini pingsan setelah hampir bunuh diri pak,"ujar Darma.
"Kak Dea, Astaga Kak Dea kenapa bunuh diri sih?"tanya Silva mengeluarkan minyak kayu putih dari tasnya.
"Bunuh diri?"tanyanya dengan ekspresi datar.
"Yang, ni kasih minyak kayu putih dulu ke hidungnya!"ujar Silva berjongkok dengan wajah khawatir.
"Iya pak, untung masih bisa saya selamatkan."ujar Darma memberikan minyak kayu putih di hidung wanita itu.
"Owh gitu, sebaiknya bawa ke tempat lain dulu mas. Supaya mas dan wanita ini tidak menjadi pusat perhatian warga!"ujar polisi itu.
"Iya pak,"ujar Darma mengangguk.
"Kalau memang butuh psikolog untuk menangani wanita ini, ini nomornya mas. Hubungi saja no itu, itu no istri saya yang buka praktek di Jl. Batam ruko no 4 Perumahan Elite Roselia Residence KM 35."ujar polisi itu.
"Iya pak, terimakasih atas bantuannya."ujar Darma tersenyum pada Polisi itu.
"Yaudah, kalau gitu saya duluan mas."ujar Polisi itu berdiri.
__ADS_1
"Iya pak,"ujar Darma.
Lalu polisi tadi pun pergi dari tempat itu. Kini tersisa Darma, Silva, dan wanita yang hampir bunuh diri tadi yang bernama Dea itu.
"Angkat aja ke mobil dulu, bener kata pak polisi itu. Kita bakal jadi pusat perhatian di tempat ini!"ujar Silva pada Darma.
"Siap, laksanakan komandan!"ujar Darma menghormat seperti seorang prajurit menghormat ke komandannya.
"Dih, buruan angkat itu!"ujar Silva mendelik heran.
Lalu Darma pun mengangkat Dea ke dalam mobil mereka agar tak menjadi pusat perhatian warga yang lewat atau warga yang melintas.
Setelah Dea sadar
Dea pun menatap Darma dan Silva.
"A..aku dimana?kenapa kalian juga ada di sini?"tanya Dea seperti orang yang baru sadar dari kematian.
"Kak Dea ada di mobil Papa,"ujar Silva.
"Hah?"tanya Dea langsung bangun setelah ia pingsan.
Ia pun duduk dan melihat ke kiri dan kanan.
"Kenapa aku masih ada di sini?"tanyanya dengan wajah marah, sedih, dan tatapan yang dalam.
"Kakak di selamatkan pacarku, jadi kakak gak jadi mati."ujar Silva menatap Silva.
"Kenapa aku di selamatkan?kenapa kalian tidak membiarkanku mati saja?kenapa?huaaaaa."ujarnya lalu ia menangis.
"Kak, kakak gak boleh ngomong gitu kak."ujar Silva memeluk Dea.
Dea adalah type wanita yang cantik, kurus, kulit putih, gemuk, dan punya mata yang indah. Namun ntah kenapa masih ada laki-laki yang mengkhianatinya sampai seterpuruk itu.
"Percuma aku hidup, keluarga gak ada, tinggal sendiri, pacar selingkuh huhuhu huaaaaa."ujarnya nangis kejer.
"Kakak masih memiliki kami kak, Silva nganggap kakak sebagai kakak sendiri. Masalah cowok itu, Silva pernah juga dulu. Putus gara-gara gak di kasih sama Papa.
"Ya kamu gara-gara itu, aku gara-gara di selingkuhin. Beda jauh penyebabnya dek huaaaa."ujar Dea menangis dengan nada yang sangat dalam sedalam palung Mariana.
"Iya kak tau, tapi kakak gak bisa gini terus kak. Kakak harus tetep ngelanjutin hidup, masa iya gara-gara cowok malah kakak mau bunuh diri."ujar Silva ikut merasakan apa yang Dea rasakan.
Dea masih menangis tanpa henti. Perasaannya sekarang bagaikan di tusuk berkali-kali dengan pedang panas. Hatinya sangat sakit dan ia hampir gila karena itu. Akhirnya Silva pun membujuknya agar mau melanjutkan hidup.
__ADS_1
Pada akhirnya, Dea pun mau dibujuk dan ia melanjutkan hidupnya seperti biasanya. Namun luka pengkhianatan tak akan hilang meskipun sudah sembuh. Rasa sakit akan di selingkuhi akan bertahan sampai waktunya move on dan inilah bagian tersakit kedua dari hati yang tersakiti.