
Besoknya
Saat sedang santai di ruang kerja, Darma pun menelusuri media sosialnya. Saat sedang menelusuri Facebook, Darma pun mendapati ada postingan mengenai 5 panti asuhan akan di hancurkan karena tanahnya tak jelas dan ada juga panti asuhan yang ingin di hancurkan karena tanah panti asuhan itu adalah milik anak dari yang menyumbangkan tanah itu.
Melihat ini, Darma pun terketuk hatinya lalu ia pun bangkit dari duduknya untuk membebaskan dan membeli semua panti asuhan itu. Setelah menitipkan gudang pada Beni, Darma pun segera meluncur untuk membebaskan 5 panti asuhan tersebut.
Darma pergi ke panti asuhan pertama yang berada 3 km dari gudangnya. Hari itu, Darma menggunakan mobil Lamborghini milik Bu Linda karena mobil itu tak di pakai sama sekali. Ketika mobil itu lewat, orang-orang menjadi takjub dan kagum karena Lamborghini itu bukan mobil sembarangan.
Yang punya mobil Lamborghini di kota itu palingan 10 orang dari kalangan crazy rich, karena hanya crazy rich saja yang rela merogoh kocek untuk membeli mobil seharga puluhan milyar itu.
Darma membawa mobil itu dengan sangat hati-hati. Setelah nanti membeli rumah untuknya dan Silva, Darma berencana ingin membeli mobil Lamborghini miliknya sendiri agar tak meminjam pada mertuanya dan istrinya lagi.
15 menit kemudian
Darma pun tiba di lokasi yang di tunjukan oleh google map. Beberapa mobil terparkir di depan panti asuhan itu dan ada mobil polisi juga. Karena merasa sepertinya tempat ini akan segera diambil alih, maka Darma pun langsung masuk ke dalam.
Saat masuk, ternyata sedang terjadi adu mulut antara seorang wanita dan pria. Kemudian Darma langsung menuju ke sumber suara itu dan benar saja apa yang Darma firasatkan sejak awal, di tempat itu akan terjadi pemindahan kekuasaan tanah panti ke oknum yang mungkin anak dari pemilik tanah panti yang telah di berikan untuk membangun panti asuhan.
"Cepat tanda tangan, lama banget tinggal tanda tangan doang!"ujar pria berbaju kemaja biru, kurus, wajah tak terlalu tampan, kulit sedikit gelap, tinggi sekitar 165, dan ia sedang memaksa wanita lansia yang mungkin adalah ketua pengurus panti asuhan itu.
"Mas, ini untuk anak panti mas. Kasian mereka nanti mau tinggal dimana,"ujar nenek itu menangis.
"Gak peduli gue, buruan tanda tangani ni berkas!lama bener tinggal tanda tangan doang!"ujar pria itu.
"Sistem ada kemampuan pukulan jarak jauh gak?"tanya Darma pada sistem.
[Ada tuan, harganya 500 poin saja.]
"Permanen apa gak?"tanya Darma pada sistem.
[Permanen tuan, namun anda harus meningkatkan lagi supaya pukulan jarak jauhnya bisa lebih kuat lagi!]
"Owh gitu, oke aku paham. Aku ambil deh sistem kemampuan itu!"ujar Darma pada sistem.
[Baik tuan]
[Membeli kemampuan serangan jarak jauh
__ADS_1
Harga: 500 poin]
[Proses masuk ke tubuh.......]
[Selesai]
[Poin dipotong: 500]
[Sisa Poin: 716]
Setelah kemampuan itu ia miliki, Darma langsung berjalan mendekat ke arah orang-orang itu.
"Ada apa ini?"tanya Darma.
Mereka pun menatap Darma dengan tatapan heran.
"Ada perlu apa mas?"tanya pria itu menatap Darma.
"Saya mau membebaskan panti asuhan ini agar tak diganggu lagi,"ujar Darma.
"Jangan ikut campur, ini bukan urusan mas!"ujar pria itu.
"1 miliar cukup?"tanya Darma menatap pria itu.
"3 miliar, kalau ada maka panti asuhan ini saya bebaskan dan tak akan saya ganggu lagi!"ujar pria itu.
"Owh, cuma 3 miliar?"tanya Darma dengan wajah sepele.
"Ada gak?kalau gak ada gak usah ba-
"Mau chas apa transfer?"tanya Darma dengan tangan di lipat di dadanya.
"Transfer, Din kasih no rekening gue!"ujar pria itu pada seorang wanita yang merupakan anggotanya.
Lalu Dinda pun memberikan no rekening pria itu pada Darma. Setelah itu, Darma langsung mentransfer uang dengan jumlah yang pria itu katakan.
[Saldo berkurang: 2.000.000.000]
__ADS_1
[Misi mulia telah di dapatkan
Hadiah: Uang Tunai Rp4.000,000,000,000]
[Jumlah Saldo: Rp21.000,000,000]
"Nih, udah bos. Cek dulu itu udah masuk apa belum!"ujar Darma pada pria itu.
"Gimana Din?"tanya pria itu menatap Dinda.
"Udah masuk bos,"ujar Dinda menunjukan buktinya.
"Oke, panti asuhan ini bebas."ujar pria itu menarik kembali kertas yang tadi ia taruh di meja untuk di tandatangani pemilik panti asuhan itu.
"Oke, karena urusan ini sudah selesai. Kami izin pamit dulu."ujar polisi berpangkat Brigadir polisi itu.
"Terimakasih pak,"ujar pria tadi.
Lalu Polisi itu pun pergi dan diikuti oleh sekelompok anak muda yang akan mengambil tanah panti asuhan itu.
"Panti asuhannya udah bebas nek, kalau gitu saya pergi dulu. Owh iya minta no rekeningnya kalau boleh, saya mau ngasih jajan untuk adik-adik yang disini!"ujar Darma tersenyum.
Setelah itu tempat itu pun di penuhi dengan air mata bahagia dan haru. Mereka sangat berterimakasih pada Darma karena telah membebaskan panti asuhan itu. Rasa haru, bahagia, dan bangga tentunya adalah yang dirasakan Darma saat ini. Ia membantu tempat yang memang seharusnya di bebaskan dari segala ancaman ataupun penggusuran apapun.
Sejatinya panti asuhan adalah tempat anak-anak yatim piatu dan anak-anak yang dibuang oleh kedua orang tuanya. Ntah orang tua mana yang tega membuang anaknya, padahal anak adalah titipan dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus di jaga dan di rawat.
Selama beberapa jam, Darma membebaskan kelima panti asuhan tadi. Masalah panti asuhan itu hampir sama semua yaitu ingin diambil kembali oleh ahli waris yang orang tuanya pernah memberikan tanah itu untuk dibangun panti asuhan.
Panti asuhan kedua Darma berikan 1 Miliar sehingga ia mendapatkan 2 Miliar sebagai imbalannya(21-1\=20+2\=Rp22.000,000,000)
Panti asuhan ketiga lumayan luas, Darma memberikan 3 Miliar kepada yang ingin mengambil kembali tanah milik orang tuanya itu. Lalu Darma pun mendapatkan imbalannya(22-3\=19+6\=Rp25.000,000,000)
Panti asuhan ke empat sama dengan panti asuhan ke dua, yaitu Darma memberikan 1 miliar(25-1\=24+2\=Rp26.000,000,000)
Panti asuhan kelima sama dengan yang pertama yaitu Darma harus mengeluarkan 2 miliar untuk membebaskan panti asuhan itu(26-2\=24+4\=Rp28.000,000,000)
Total yang Darma dapatkan dengan membantu membebaskan panti asuhan itu adalah Rp28.000,000,000. Setelah membebaskan 5 panti asuhan dalam 3 jam, Darma pun kembali ke gudangnya untuk kembali memantau pekerjaan para karyawannya baik yang di office maupun yang di lapangan.
__ADS_1
Setelah Darma menjadi bos di gudang itu, gudang itu menjadi sangat maju karena customer yang memesan beras dan gula semakin bertambah. Di tangan Darma, gudang itu akan menuju ke kejayaan setelah sebelumnya sempat hampir bangrut karena harganya yang sangat mahal.
Para karyawannya juga suka dengan cara Darma memperlakukan mereka yang seperti teman bagi yang muda dan anak bagi yang tua. Di sela-sela kesibukan para pekerja itu, Darma selalu berusaha membuat para karyawannya semakin nyaman dengan pekerjaan mereka.