100 TANAMAN AJAIB

100 TANAMAN AJAIB
MISI PERTAMA: PART 4


__ADS_3

Setelah selesai memasang tenda lengkap dengan atap tambahan yang terbuat dari kain, hujan pun turun di danau itu. Darma pun masuk dan membereskan tempat tidurnya karena ia ingin istirahat dulu sebentar.


Karena lapar, Darma pun mengeluarkan alat-alat masaknya mulai dari kompor gas mini, gas kaleng kecil yang biasa di gunakan oleh orang untuk camping, kuali kecil, alat perebus air kecil, dan lain-lain.


Namun sebelum itu, ia merebus air dulu untuk membuat kopi karena cuacanya memang sangat cocok untuk ngopi. Sambil menunggu air rebusan matang, ia pun menyiapkan kopi sachet yang akan di minum ke dalam gelas.


Setelah airnya matang, ia pun memasukan air itu kedalam cangkir kaleng berwarna abu-abu yang terbuat dari stainless steel. Kemudian kopinya ia seduh dan ia aduk lalu ia minum.


Sluurrrpp


Ia tak pernah merasakan minum kopi setenang ini tanpa memikirkan besok harus memulung kemana lagi. Pandangan Darma tertuju ke danau yang terlihat sangat indah itu, tetesan air hujan yang deras membuat sekitarannya terdengar damai.


Suara hujan, suara air mengalir, dan suara kodok membuat tempat itu menjadi sangat damai dan suasananya sangat tenang. Darma pun menyiapkan bahan makanan untuk ia masak karena ia lapar.


Mulai dari mie instan, sosis, telur, dan makanan lainnya yang bisa di masak. Ia pun memotong sosis lalu memasukannya ke tempat berbahan tupparware. Setelah itu ia pun menaruh wajan kecil di kompor itu dan menuangkan minyak ke dalamnya.


Ia pun memasak semua bahan makanan itu. Setelah matang, makanan itu ia pindahkan ke mangkok lalu ia pun menikmati makanan itu. Makanan itu ia nikmati sambil melihat danau yang ditimpa hujan deras itu.


Tenang, nyaman, dan dingin bersatu menjadikan tempat itu terlihat indah dan membuat siapapun yang ada di situ akan sangat betah melihatnya dan suasananya sangat-sangat nyaman.


Selesai makan, Darma membawa kopinya ke depan tenda dan melihat ke arah luar. Hujan yang tadinya deras lama-kelamaan menjadi gerimis. Darma jadi teringat saat ia masih jadi pemulung dan kehujanan di jalan.


Kalau hujannya siang ia duduk dan kedinginan di setiap bangunan yang bisa ia jadikan tempat berteduh, kalau malam hujannya turun maka ia akan mencari tempat yang bisa di jadikan tempat untuk tidur.


Kadang hujan turun sampai pagi tanpa henti membuat keadaan dan suasana di luar menjadi sangat dingin. Tak jarang Darma harus tidur dengan perut kelaparan serta badan yang kedinginan karena hujan itu.


Sekarang ia bisa menikmati makanan enak, tidur di tempat yang nyaman dan dengan suasana yang mendukung untuk tidur. Kopi di seruput, jiwa dan pikiran tenang, tak terasa air mata Darma menetes mengingat masa-masa sulitnya sebelum ada sistem.

__ADS_1


"Hiks hiks, sistem terimakasih ya udah datang ke hidupku."ujar Darma pada sistem.


[Terimakasih kembali tuan, tuan pantas untuk mendapatkan ini tuan. Karena dari sekian banyak manusia yang memiliki uang, namun tuan yang berbaik hati menolong agen kami yang menyamar menjadi nenek tua renta. Tuan memang kayak mendapatkan hadiah ini atas ketulusan hati tuan, sebentar lagi tuan akan mendapatkan hal yang lebih dari ini dan kehidupan tuan akan sangat bahagia, nyaman, dihormati, dipuji, di sanjung dan lain-lain]


"Iya sistem, aku gak tau harus ngucapin apalagi karena kamu sudah memberikanku kesempatan untuk menjadi orang sukses."ujar Darma mengelap air matanya.


[Tuan tak perlu mengucapkan apa-apa, sekarang tuan istirahat dulu saja tuan. Besok baru tuan lanjut, karena perjalanan masih ada 5 KM lagi menuju ke tempat mawar biru itu tuan]


"Baiklah sistem,"ujar Darma mengangguk lalu menatap dengan tatapan bersyukur ke danau itu.


Saat sedang menatap ke danau, tiba-tiba dari air muncul jembatan bambu. Jambatan itu menghubungkan tempat Darma yang sekarang dengan daratan di seberangnya. Darma sangat terkejut melihat jembatan itu pas di depannya.


"Sis...sistem, itu bambu yang di ikat dengan tali yang melilit itu ya?"tanya Darma.


[Benar tuan, jembatan itu akan muncul setiap jam 8 pagi, 2 siang, dan 12 malam. Jadi, untuk bisa melewati danau ini melalui jembatan itu tuan harus melewatinya diantara ketiga jam tersebut. Waktu jembatan itu muncul hanya 30 menit, sisanya jembatan itu akan menghilang kembali]


[Itu jembatan yang dibuat oleh alam untuk orang yang telah dipilih sistem untuk menyeberangi danau ini]


"Apa tempat ini beneran ada sistem?"tanya Darma.


[Ini hanya dunia misi tuan, aslinya ini hanya sebuah hutan biasa dengan pepohonan yang rimbun tanpa adanya danau ataupun sungai. Hanya orang-orang yang mendapatkan misi dari sistem yang bisa menemukan tempat ini]


"Owh gitu, aku kira beneran."ujar Darma mengangguk.


Hujan pun kembali turun dan suasana bertambah dingin. Darma yang telah kekenyangan pun memutuskan untuk tidur karena ia mengantuk.


Darma tidur di kasur yang terbuat dari karet berbentuk kolam anak kecil dengan alas sutra dan kausar itu bisa di tutup dengan cara menekan sebuah tombol. Otomatis sebuah selimut akan naik ke udara dan sebuah penutup kecil yang terbuat dari plastik itu pun menutup dari ujung sampai ujung kasur karet itu.

__ADS_1


Ada lobang sebesar wajah di atas kepala Darma. Tenda itu pun otomatis di kancing oleh sistem dari dalam agar Darma nyenyak tidurnya. Segala kenyamanan itu membuat Darma semakin mengantuk, semakin ngantuk, matanya semakin berat, dan akhirnya ia menutup matanya hanyut dalam mimpi.


Malamnya


Darma pun terbangun dengan keadaan lampu ditenda itu hidup, Darma juga mendengar suara jangkrik dan kodok bersaut-sautan setelah hujan.


Darma pun ingin bangun dari tempat tidurnya namun ia bingung dengan cara keluarnya.


"Sistem, keluarnya gimana nih?"tanya Darma yang sudah panik karena tombol membuka penutup kasur itu ada di luar.


[Tarik tali gantungan kecil di depan mata tuan!]


Darma pun melihat gantungan boneka kecil di depannya itu. Setelah itu ia pun menarik gantungan itu dan penutup ranjang kecil itu kembali ke tempatnya yang tepatnya ada di dalam kasur karet berlapis sutra itu.


"Widih keren juga yak,ujar Darma kagum dengan hal itu.


[Harga satuannya 500 ribu tuan, tuan adalah orang pertama yang memakai barang ini sebelum di buat oleh manusia]


"Hah?maksudnya tempat tidur ini belum ada di dunia manusia?"tanya Darma pada sistem.


[Benar tuan, ini adalah ide alat yang dibuat oleh sistem dan akan di pakai manusia. Lalu nantinya akan di sebarkan dan akan dijual oleh manusia]


"Owh gitu, berarti aku kelinci percobaan?"tanya Darma pada sistem.


[Yah begitulah tuan]


"Hahaha, baru kali ini jadi kelinci percobaan."ujar Darma bangun dari tempat tidur itu dan kemudian ia akan memasak sesuatu karena perutnya keroncongan.

__ADS_1


__ADS_2