
Mereka pun masuk lalu pria tadi pun pergi dari ruangan itu. Lalu Darma dan Silva pun di persilahkan duduk oleh pria itu.
"Eeeeeh jadi mas ini yang mau beli saya punya gudang?"tanya pria itu menatap Darma.
"Iya pak, saya yang ngechat bapak tadi."ujar Darma.
"Iya-iya benar, eeeeh namanya siapa kalau boleh tau?"tanya koko pemilik gudang itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Darma.
"Darma pak,"ujar Darma.
"Owh, sepertinya sampeyan ini masih muda. Berapa umure sampeyan?"tanya koko cina itu.
"Loh, iso boso jowo toh ko?"tanya Silva.
(Lah, bisa bahasa Jawa ko?)
"Iso, aku nang kene iku dari cilik. Aku sekolah e nang kene dan kerja juga nang kene."ujar Koko pemilik gudang itu.
(Bisa, aku di sini dari kecil. Aku sekolah di sini dan kerja juga di sini.)
"Tapi memang banyak sih yang kayak Koko ini,"ujar Darma mengangguk.
"Iya, bisa bahasa Jawa dan bahasa cina tapi ada juga yang bisa bahasa Jawa plus Indonesia tapi gak bisa bahasa cina."ujar Darma.
"Loh saya termasuk itu, saya gak bisa bahasa cina."ujar Koko itu.
"Nah kan bener, coba bahasa cina ko!"ujar Darma.
"Loh ra iso rek, aku isone jowo karo Indonesia."ujar Koko cina itu.
(Loh gak bisa rek, aku bisanya Jawa dengan Indonesia.)
"Okelah ko, pake bahasa indonesia aja!"ujar Darma.
"Oke mas, jadi mas mau liat gudang yang mau mas beli ini dulu gak sebelum di beli?"tanya koko pemilik gudang itu.
"Boleh ko,"ujar Darma.
"Oke, kita langsung aja ke gudang."ujar koko pemilik gudang itu.
__ADS_1
Mereka pun keluar dan langsung menuju gudang. Setelah melihat gudang secara langsung dan telah paham dengan situasi serta kondisi gudang itu, Darma pun akhirnya setuju dan mereka kembali lagi ke ruangan tadi.
"Gimana mas gudangnya?apa mau dibeli sekarang?"tanya koko pemilik gudang itu.
"Boleh ko, berapa harganya ko?"tanya Darma.
"Untuk bangunannya itu 1 milyar saja dan isinya juga 500 juta saja ya. Jadi total semuanya 1,5 Milyar aja mas."ujar Koko pemilik gudang itu.
"Owh segitu, saya transfer sekarang ya ko."ujar Darma setuju dengan harga yang Koko itu berikan.
Darma pun mentransfer uang gudang beras dan isinya itu.
[Saldo di kurang: 1.500.000.000]
[Sisa Saldo: 19.141.100.000]
Setelah gudang itu diberikan dan diserahkan kepada Darma, mereka melakukan serah terima gudang itu beserta isinya secara resmi dan dengan foto-foto untuk bukti kalau gudang itu telah di serahkan.
Setelah acara serah terima selesai, koko yang sudah tak ada urusan lagi pun pergi. Lalu dia menyerahkan tugas untuk memberikan bos baru mereka kesempatan mengenal pergudangan dulu.
Lalu semua karyawan office dan buruh gudang itu pun berkumpul untuk mendengarkan arahan dari bos baru mereka.
"Pagi pak!!"ujar mereka serempak.
"Baiklah, perkenalkan nama saya Darma Satria atau kalian bisa memanggil saya Darma. Saya adalah owner baru gudang beras ini, jadi tolong kerja samanya mas-mas dan mba-mba baik yang di karyawan office maupun karyawan pengangkat beras ataupun sales gudang. Yang saya harapkan adalah mas-mas dan mba-mba ini bekerja dengan giat dan lebih semangat lagi. Mulai sekarang jam kerja dan lain-lain akan saya tentukan. Apa ada pertanyaan?"tanya Darma pada semua karyawan.
"Mohon izin pak bos,"ujar salah seorang laki-laki yang sudah berusia lanjut mengangkat tangannya ingin bertanya.
"Panggil mas saja pak, saya masih muda. Umur saya masih 19 tahun, atau mau panggil dek juga gpp pak."ujar Darma.
"Gak enak mas kalau saya panggil dek, kan masnya ini bos saya."ujar bapak itu.
"Oke pak, panggil mas aja!"ujar Darma tersenyum.
"Iya mas, izin mau nanya mas. Dari bos kamu yang sebelumnya kamu hanya di beri gaji 3 juta per bulan. Sementara jam kerja kami gak normal dengan gaji kami dan beban kerja kami juga gak normal kayak bisa 1 hari itu 5-10 ton dan itu juga kami kerja sampai jam 9 malam. Selain itu potongannya kalau telat juga besar mas, kalau telat 15 menit aja dengan alasan apapun akan di potong 100 ribu. Jadi apakah nanti pada saat mas bos memimpin kami juga akan seperti itu?"tanya bapak itu.
"Baik, beri tepuk tangan dulu untuk pak siapa namanya pak?"tanya Darma pada bapak itu.
"Beni mas,"ujar Pak Beni.
__ADS_1
"Oke terimakasih Pak Beni karena telah mengajukan pertanyaan, eeeeh untuk hal itu akan saya jawab sekarang saja. Untuk jam kerja itu dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore saja ya, kedua yaitu gaji akan saya bagi rata yaitu UMK Jawa Timur dan kalau kinerja bagus akan saya naikkan, yang ketiga adalah beban kerja untuk kedua tim. Karena ada tim office dan tim pengangkat barang, sales, dan supir maka beban kerja kalian akan saya bagi. Tapi saya akan rapat dulu dengan wakil saya di gudang ini yaitu Mas Farhan."ujar Darma pada semuanya.
Lalu yang lain pun bertepuk tangan dengan keputusan yang dibuat Darma. Setelah itu, mereka pun dibiarkan libur dulu untuk 1-2 hari lalu setelah itu nanti akan di panggil kembali untuk bekerja.
Darma, Silva, dan seluruh karyawan office pun rapat untuk membahas harga sembako di tempat itu. Setelah beberapa jam rapat, hasil rapat pun di dapatkan. Darma mengubah harga beras dan gula menjadi sedikit lebih murah. Karena pemilik awal gudang itu memberikan harga yang sangat tinggi, yaitu memberikan harga dengan keuntungan 10 ribu dari harga awal. Jadi jika awalnya per 50 kg beras misalnya harga selamat 510 ribu, maka harga yang diberikan bos lama mereka adalah 520 ribu.
Darma pun mengambil untung 5 ribu saja dari harga awal. Semua barang ia tetapkan untuk mengambil untungnya yang juga bisa di gapai pembeli. Setelah semua telah diubah, Darma pun menugaskan para karyawan office untuk membuat daftar harga baru. Setelah itu, sales yang berjumlah 3 orang pun ditugaskan menawarkan kembali barang yang pernah mereka tawarkan kepada toko-toko, super market dan minimarket, serta warung-warung di kota itu.
Di ruang boss
Darma sedang berbincang dengan Farhan di tempat duduk pemilik gudang. Sementara Silva duduk di sofa tamu sambil bermain handphone.
"Jadi untuk para pekerja gudang kapan lagi akan kembali kerja mas?"tanya Farhan yang merupakan wakil bos.
"Beras sama gula bakal ada masuk lagi gak mas ke gudang kita ini?"tanya Darma pada Farhan.
"Eh...kalau itu mas bisa ngecek stok dulu mas, kalau pas sama Pak Aceng dulu biasanya mesen 10 ton setiap kali mesan. Jadi sebulan itu bisa 2 kali mesan beras dari pusatnya."ujar Farhan.
"Yang biasa mesen siapa mas?"tanya Darma..
"Itu kerjaannya Karina mas,"ujar Farhan.
"Okelah kalau gitu, oh ya mas Farhan udah ngerti kalau misalnya saya suruh megang gudang ini kan?"tanya Darma pada Farhan.
"Udah Mas, segala mekanisme pekerjaan di sini sudah saya pelajari dan sering juga gantikan bos Aceng kalau pergi keluar. Jadi mas gak perlu khawatir soal itu."ujar Farhan.
"Okelah mas, nanti gaji mas saya kasih 5 juta per bulannya. Setuju gak mas?"tanya Darma.
"Waaah, baik sekali mas bos yang baru ini. Kasih perintah saya mas, akan saya kerjakan!"ujar Darma.
"Kalau gitu tolong beli makanan mas untuk cemilan pagi ini, trus beli kopi juga, coba tanya aja mereka semua mau apa!"ujar Darma.
"Kalau tugas ini saya kasih ke ob kantor ini boleh mas?"tanya Farhan pada Darma.
"Boleh, uangnya pakai uang kantor aja dulu ya mas saya gak bawa uang cash!"ujar Darma.
"Wokeh mas bos, yaudah saya permisi dulu mas bos."ujar Farhan.
"Iya mas hati-hati!"ujar Darma kembali membaca dan melihat grafik pemesanan gudang itu setiap bulannya.
__ADS_1