
Besoknya
Darma pun terbangun dari tidurnya setelah terlelap semalaman. Ia harus cek out hari ini karena sudah 2 hari menginap di hotel itu. Namun sebelum cek out, Darma pun mandi terlebih dahulu.
Setelah mandi dan menggunakan pakaian misi yang hanya terlihat oleh Darma dan juga baju hitam serta celana jeans biru, Darma pun turun dengan membawa tas selempangnya. Karena seluruh barangnya untuk saat ini ada di penyimpanan sistem. Jadi, Darma hanya perlu membawa barang kecil jika kemana-mana.
"Permisi kak, saya mau cek out dari hotel ini!"ujar Darma meletakkan kunci kamarnya di meja receptionist.
"Okeyy kak terimakasih sudah menginap di hotel kami, jangan lupa menginap di lain waktu di sini ya!"ujar wanita itu tersenyum.
"Iya kak,"ujar Darma dengan senyuman di wajahnya lalu ia pun pergi dari tempat itu.
[Tuan, apa tuan siap dengan misi yang kedua?]
"Nyari tanaman apa?"tanya Darma duduk di motornya.
[Buah mangga merah tuan]
"Hah?mangga merah?"tanya Darma.
[Buah mangga merah adalah mangga alam misi yang di temukan di alam ghaib. Buah ini memiliki fungsi yaitu untuk memperkuat imun tubuh sehingga tak akan sakit selama 1 tahun, yang kedua untuk menghilangkan kanker dalam waktu satu bulan sejak di konsumsi, yang ketiga untuk menghilangkan diabetes dalam waktu yang sama dengan kanker tadi]
"Hah?alam ghaib?"tanya Darma cukup kaget dengan hal itu. Namun karena suara cukup keras, orang-orang yang melihatnya pun memandang Darma dengan tatapan aneh.
[Tim kami mengambilnya dari alam ghaib dan menanamnya di alam misi, buah mangga itu berbuah sangat lebat di habitatnya dalam dunia misi]
"Owh gitu, jadi dimana lokasinya?"tanya Darma pada sistem.
[Teka-teki petunjuk:
Lautan luas hijau dan kosong
Di depan melengkung huruf abjad
500 lurus di tengah duri
Imut, lucu, gigi dua, sangar dan memakan daging.
Air turun dari atas di tampung oleh lingkaran berwarna hijau berbatas keras.
Lingkaran kecil di belakang air gelap dan sunyi dengan cahaya di ujung
Merah, panjang, dan manis memiliki banyak khasiat.]
"Hmmm kita masuk ke teka-teki yang pertama yaitu Lautan luas hijau dan kosong, apakah ini pulau di tengah lautan?"tanya Darma.
__ADS_1
[Benar tuan]
"Tapi pulau di tengah lautan itu banyak, apa perlu aku jelajahi seluruh lautan untuk menemukan pulau ini?"tanya Darma.
[Tak perlu tuan, sistem akan memberikan petunjuk. Pulau di tengah laut ini berhadapan dengan bangunan besar dan tempat rekreasi]
"Hah?gitu doang?"tanya Darma.
[.....]
"Di suruh nyari sendiri nih ceritanya,"ujar Darma.
[Bantuan GPS lokasi misi hanya ada di misi pertama, untuk ke depannya tak ada lagi menggunakan GPS lokasi misi.]
"Yaaah jadi benerna aku harus mikir dan kerja sendiri nih?"tanya Darma pada sistem.
[Clue lainnya akan sistem berikan per teka-teki, tuan cukup menebak teka-tekinya lalu sistem akan berikan clue lainnya jika tuan berhasil menebak teka-tekinya]
"Huhh baiklah, tampaknya kali ini aku akan bekerja dengan keras dan menggunakan pikiran secara penuh."ujar Darma.
[Semangat tuan]
"Pulau di tengah lautan, berhadapan dengan bangunan megah dan tempat rekreasi. Apakah pulau yang ada di sana?"tanya Darma menunjuk pulau yang ada di seberang.
[Benar tuan]
[Sistem sudah bilang kalau tempat menginap tuan pasti di sekitaran misi yang akan tuan selesaikan]
"Iya sih, aku lupa dengan hal itu sistem."ujar Darma menggaruk kepalanya yang tak gatal.
[Tuan bisa memulai misi itu sekarang!]
"Sabar dulu, aku belum sarapan. Bisa kan ini sarapan dulu?"tanya Darma.
[Bisa tuan, sistem lupa kalau tuan harus makan dulu. Silahkan sarapan dulu tuan sebelum bekerja!]
"Oke sistem,"ujar Darma menghidupkan motornya lalu ia pun pergi dari hotel itu.
Setelah sarapan, Darma pun langsung pergi ke penyewaan perahu penyeberangan menuju ke pulau itu. Ada perkampungan nelayan yang tak jauh dari pulau itu.
Karena bingung dimana ia bisa menumpang menyeberang ke pulau yang akan ia datangi, Darma pun mampir ke rumah salah satu warga di tempat itu.
"Punten bude,"ujar Darma pada ibu paruh baya itu.
"Iya, ada perlu apa?"tanya bude itu tersenyum.
"Mau nanya nih bude, di kampung ini ada dermaga penyeberangan atau nelayan yang bisa saya tumpangi gak ke pulau deket depan hotel Beatifull beach?"tanya Darma pada bude itu.
"Mas lurus aja dari sini, trus nanti mentok laut belok kanan trus lurus aja, setelah itu mas nanti bakal mentok di warung makan, belok kiri lurus aja. Nah di ujungnya itu dermaga penyeberangan khusus wisatawan pulau-pulau di sekitar ini."ujar Bude itu menjelaskan rute ke dermaga penyeberangan.
__ADS_1
"Owh gitu, oke bude. Makasih ya bude udah sudah mau repot-repot menunjukan arah ke saya."ujar Darma menghidupkan kembali motornya.
"Iya le, sama-sama."ujar bude itu.
"Yaudah, saya duluan ya bude."ujar Darma lalu ia menggas motornya.
"Iya, jangan ngebut-ngebut le!jalannya kecil"ujar bude itu memperingatkan.
"Iya bude!!"ujar Darma dengan suara agak keras.
Darma pun langsung mengikuti jalan yang di sampaikan bude itu. Benar saja apa yang di katakan bude itu, 100 meter dari tempat awalnya berangkat adalah laut lepas yang di halangi dengan dinding beton setinggi 1 meter. Setelah itu Darma pun lurus lagi dan mencari belokan ke kiri yang di katakan bude itu.
Sepanjang perjalanan, yang di lihat oleh Darma adalah bahwa rumah-rumah di tempat itu mayoritas rumah papan. Ada rumah dari batako, tapi hanya 1-5 bangunan saja, sisanya rumah papan. Ini artinya masyarakat yang tinggal di rumah atas laut yang juga di sebut kampung nelayan masih mempertahankan ciri khas mereka yaitu rumah papan.
Lalu Darma pun sampai di simpang 4 yang mungkin menuju ke beberapa tempat. Karena ada 4 simpang, maka Darma mengikuti bude tadi yaitu belok kiri. Tak lama kemudian Darma sampai di sebuah Dermaga bernama"DERMAGA KAMPUNG NELAYAN" dengan sebuah tulisan di sampingnya"UMKM KAMPUNG NELAYAN".
Dari tulisan itu dapat di pahami bahwa warga sekitar juga memiliki usaha menyewakan dan mengantar penumpang ke pulau kosong di sekitarnya untuk berlibur. Darma pun memarkirkan motornya di parkiran khusus yang lumayan luas.
Parkiran itu berisi motor para penumpang yang akan menaiki perahu kayu yang sudah menggunakan mesin. Parkiran yang cukup luas seperti ruangan seukuran 10×10 itu memiliki ciri khas yaitu setiap sudut di batasi dengan sebuah pembatas tali yang di ujung tali itu ada kayu yang dibawahnya cor-coran semen sebagai pemberat.
Ada tulisan juga per bloknya itu yaitu:
Parkir 1 hari saja:3.000
Seminggu : 5000
Dua Minggu: 8 ribu
Tiga Minggu 13 ribu
1 bulan 20 ribu
Darma pun mengambil parkir yang 1 Minggu dengan uang parkir sebesar 5000. Setelah membayar parkir pada penjaga parkir itu.Setelah di bayar uang parkirnya, motor Darma pun di berikan sebuah kalung dari tali rafia dan kardus dengan tulisan"PARKIRN 1 MINGGU".Setelah itu Darma langsung pergi ke kasir dermaga yang ada di sebuah pos kecil sebelum turun ke perahu.
"Berapa mba harga tiketnya?"tanya Darma mengeluarkan dompet dari tasnya dan mengambil uang 100 ribu.
"30 ribu saja mas,"ujar wanita itu.
Darma pun mengambil uang 50 ribu dan memberikannya pada wanita itu.
"Kembaliannya ambil aja mba!"ujar Darma mengambil tiketnya lalu langsung turun ke bawah.
"Makasih ya mas baik,"ujar wanita itu tersenyum.
Darma pun turun dari tangga itu menuju ke tempat para penumpang menunggu giliran untuk naik ke perahu kayu itu.
__ADS_1