100 TANAMAN AJAIB

100 TANAMAN AJAIB
LIBURAN PRA MISI KEDUA: LAST PART


__ADS_3

Besoknya


Matahari mulai naik ke atas langit, burung-burung berkicauan pertanda sudah pagi. Darma masih tertidur dengan lelap di kasur yang nyaman itu. Namun karena kebelet ingin BAB, Darma pun bangun dan langsung masuk ke kamar mandi.


Setelah BAB, Darma pun keluar dari WC dan langsung berjalan ke jendela lalu ia buka jendela itu. Pemandangan yang sangat luar biasa, pagi itu pantai belakang hotel itu terlihat sangat indah di tambah dengan pemandangan pulau di tengah laut.


Darma pun tersenyum lalu ia keluar dari kamarnya dengan membawa tas selempangnya. Ia pergi keluar untuk mencari sarapan dulu. Udara segar masih terasa ketika masih pagi, namun ketika sudah siang maka yang terhirup adalah udara yang sudah tercampur dengan polusi udara.


Sambil melihat kiri kanan, Darma mencari pedagang sarapan pagi. Setelah 10 menit berkendara, Darma pun menemukan orang yang menjual sarapan. Kemudian Darma memesan lontong sayur sebanyak 2 bungkus karena porsi makan Darma sedikit di atas manusia normal.


"Bude, lontong sayurnya dua!"ujar Darma.


"Oke mas, tunggu bentar ya biar saya buat dulu!"ujar bude itu.


"Iya bude,"ujar Darma duduk di sebuah kursi di samping pohon.


Darma pun melihat ada minimarket di belakang gerobak penjual sarapan pagi ini.


"Bude, saya ke minimarket dulu ya mau beli minum."ujar Darma beranjak dari duduknya.


"Iya le,"ujar bude itu mengangguk.


Darma pun melangkah menuju ke minimarket itu. Saat ia masuk, ia pun merasakan dingin di ruangan itu. Lalu Darma pun mencari barang yang akan ia beli. Saat berkeliling, Darma menemukan rak tempat minuman.


Darma mengambil beberapa buah minuman lalu ia membayarnya. Setelah membayar minuman itu, Darma pun kembali ke gerobak penjual sarapan pagi tadi lalu membayarnya. Lalu ia pun pergi dari tempat itu.


20 menit kemudian


Setelah makan dan dirasa cukup istirahatnya, Darma pun pergi ke pantai untuk menikmati liburannya sebelum besok ia kembali menyelesaikan misi. Darma pun berjalan menuju ke pantai, saat sampai di pantai ia merasakan ketenangan di tempat itu.


Ia pun duduk di kursi yang telah di sediakan di dekat pantai, Darma membawa cemilannya ke pantai itu dan menikmati cemilannya sambil menatap laut dan pulau yang ada di tengah laut.


"Dulu aku ingin ada di sini dan bersantai sambil makan cemilan, sekarang yang aku inginkan benar-benar terjadi sesuai dengan yang aku inginkan."batin Darma.


Ombak laut, angin yang berhembus sepoi-sepoi, dan burung-burung yang terbang ke sana kemari membuat Darma merasa nyaman. Setelah makanannya habis, Darma pun membuka bajunya lalu ia langsung berenang.


Byuuurrr!!

__ADS_1


(Suara air)


Darma terjun ke air dan menyelam ke dalam air itu. Saat di dalam air, Darma merasakan sebuah keaneh dari dalam air. Karena di depan sana ia melihat seperti ada sesuatu yang bergerak dan itu besar.


Kemudian Darma berenang agak ke tengah sedikit, ternyata yang dia lihat hanyalah bangkai kapal yang tenggelam di tengah laut. Darma pun berenang ke arah kapal tenggelam itu dan menaikinya.


Darma pun berjalan mengitari bagian kapal yang masih muncul di permukaan. Ia pun melihat ke bagian dalam kapal itu, terdapat sebuah benda yang bersinar di dalamnya.


"Sistem, aku mau beli kacamata renang dong."ujar Darma pada sistem.


[Yang biasa saja, yang bagus, atau yang paling bagus tuan?]


"Yang paling bagus, berapa harganya?"tanya Darma.


[2 juta tuan]


"Boleh dah, aku beli satu deh sistem!"ujar Darma.


[Saldo di kurang 2 juta: Sisa Saldo 51 juta]


Saat di buka, ternyata benda itu adalah helm renang yang sudah di lengkapi dengan selang udara sepanjang 10 meter. Yang artinya kalau helm itu bisa di gunakan untuk kedalama 1-10 meter di bawah air.


Darma pun membaca cara penggunaannya dan cara merakitnya. Setelah memahami hal itu, Darma pun menempelkan selang yang bisa di panjang pendekkan sesuai ke dalaman yang di inginkan.


Setelah memasang selangnya itu, Darma juga memasang pelampung selang berbentuk kotak itu. Selang pun terpasang beserta pelampungnya, lalu selanjutnya adalah Darma langsung memakai helm renang itu.


Saat sudah memakainya, karet perekat pun menempel di leher Darma. Karet perekat itu berfungsi untuk merekatkan helm pada kepala dan untuk mengahan air yang akan masuk ke dalam helm itu.


Setelah itu Darma pun turun ke air. Kualitas helm itu dengan hasilnya memang sesuai, mata Darma dengan jelas dapat melihat ke seluruh bagian dalam laut tempat ia berada sekarang.


Darma pun berenang ke arah benda berkilauan itu, saat di dekati ternyata benda itu adalah emas batangan yang ada dalam 1 kantong. Ntah kenapa tak ada satupun orang yang menemukannya.


"Sistem, menurut kamu apakah aku harus mengambil benda ini?"tanya Darma pada sistem.


[Ambil saja tuan, di dalam tas hitam itu ada sekitar 20 emas batangan. Nanti akan sistem murnikan dengan pemurnian sistem supaya bisa di jual lagi]


"Mahal gak kalau di jual?"tanya Darma memegang salah satu emas batangan itu.

__ADS_1


[Harga emas batangan yang satu kilo itu sekarang 1.018.440.000 tuan, jika ada 20 batang yang 20 kg maka tinggal di kalikan saja yaitu 1.018.440.000 rupiah×20\=20.368.000.000/20 Milyar 368 juta tuan]


"Hah?se..serius kamu sistem?"tanya Darma kaget mendengar harga emas yang ada di depan matanya sekarang ini.


[Iya tuan]


"Wiiih kaya beneran ini mah, yaudah simpan emas ini trus murnikan sistem. Biar kita jual untuk tambahan saldo di rekening!"ujar Darma sangat bahagia dengan hal itu.


[Baik tuan]


1 kantong emas batangan itu pun di ambil oleh sistem lalu ia masukan ke pemurnian emas di mesin pemurnian emas sistem. Dengan hati gembira, Darma pun keluar dari tempat itu dan mencopot pelampung selang helm berenang itu.


Kemudian Darma pun berenang kembali ke darat. Hatinya sangat senang sekali hari ini karena tak menyangka akan mendapat 20 Milyar dalam satu kali selam.


...


Selesai berenang, Darma pun mandi bilas di kamar mandi yang telah di sediakan. Lalu ia pun mengganti bajunya yang basah dengan baju kering yang telah ia sediakan di tas berenangnya.


Seusai mandi, Darma pun masuk ke hotel untuk mengambil tas selempangnya. Darma pun keluar dari kamarnya dan segera turun ke lantai bawah.


15 menit kemudian


Darma pun sampai di sebuah cafe yang juga menyediakan makanan berat seperti nasi, mie, dan lain-lain. Turun dari motor, Darma di hampiri oleh dua orang anak kecil dengan wajah dan tubuh kusam serta baju sobek-sobek.


"Kenapa dek?"tanya Darma menatap 2 orang itu.


"Kami lapar bang, belum makan dari tadi malam."ujar anak kecil itu.


"Orang tua kalian kemana?"tanya Darma lagi.


"Gak tau bang, kami ditinggalin di jalan."ujar gadis itu.


"Astaga, kenapa anak sekecil ini harus di buang?"batin Darma bertanya-tanya.


"Yaudah, ayo masuk dulu ke dalam!"ujar Darma pada anak dua orang anak kecil itu.


Mereka pun mengikuti Darma masuk ke cafe itu.

__ADS_1


__ADS_2