
Malamnya
Darma pun duduk di sofa depan tv setelah ia makan. Saat sedang santai, tiba-tiba sistem memberikan notifikasi. Silva sedang belajar, sehingga Darma duduk sendiri di depan sofa itu sambil menonton.
[Ting]
[Misi ketiga: Mencari Kol Merah]
"Kol merah, okelah kalau gitu. Sistem, keluarkan buku 100 tanaman itu!"ujar Darma.
[Baik tuan]
Buku berisi penjelasan dan teka-teki untuk mencari tanaman yang akan dicari itu pun kini tergeletak di depan Darma. Kemudian Darma pun membuka kembali buku itu.
Darma pun membuka penjelasan misi ketiga yaitu misi mencari sayur kol berwarna merah. Di buku itu di jelaskan bahwa kol itu berlokasi di provinsi dengan julukan kota kembang. Kota kembang itu adalah julukan untuk kota bandung, oleh karena itu Darma harus pergi ke bandung untuk mencari tanaman itu.
"Kota kembang, ini dimana sistem?"tanya Darma pada sistem.
[Jawa Barat/bandung tuan]
"Owh bandung, tempatnya orang-orang sunda berarti ya."ujar Darma.
[Benar tuan, tapi tuan harus pergi ke daerah pelosok hutan dan untuk menuju ke sana silahkan pecahkan teka-teki yang ada di dalam buku itu tuan!]
"Baiklah kalau begitu, aku akan memecahkan teka-teki ini seperti biasanya. Eh tapi teka-tekinya masih unlocked."ujar Darma.
[Karena belum masuk ke hari penyelesaian misinya tuan, anda harus menunggu besok supaya teka-tekinya bisa anda pecahkan!]
"Owh gitu, baiklah kalau gitu."ujar Darma menutup kembali layar hologramnya dan kembali menonton televisi.
"Hai sayang, lagi nonton apaan?"tanya Silva melihat televisi yang di tonton Darma.
"Ntah, gak ada yang enak buat di tonton."ujar Darma menyandarkan punggungnya di sandaran sofa itu.
"Kita nonton film 18+ aja mau gak?"tanya Silva dengan wajah nakal.
"Film 18+?"tanya Darma dengan wajah tak tau apa-apa.
"Iya, kamu gak tau?serius kamu gak tau?"tanya Silva dengan
Darma menggelengkan kepalanya karena tak tau maksud dari Silva.
__ADS_1
"Hah??serius gak tau?"tanya Silva dengan wajah kaget.
"Iya serius, emang itu film apa?"tanya Darma dengan wajah polosnya.
"Astaga, kamu selama ini dimana sih sayang?kok sampe gak tau hal-hal beginian?"tanya Silva masih terheran-heran.
"Aku selama ini di jalanan sama perumahan kumuh pemulung, aku dari umur 6-20 hidup di jalanan. Handphone ini aja diajarin temen makannya bisa aku pakai."ujar Darma.
"Owh gitu, kok bisa umur 6-20 kamu mulung?kamu anak broken home?"tanya Silva mengalungkan tangannya pada leher Darma dan menatap Darma dengan tatapan yang dalam.
"Orang tuaku meninggal saat aku berusia 6 tahun, trus usia 6-10 aku di asuh oleh sepasang kakek dan nenek. Saat usiaku 10 tahun, mereka menyusul ayah dan ibuku. Sejak saat itu sampai sekarang aku hidup hanya di jalanan dengan mengamen dan memulung untuk bertahan hidup. Jangankan nonton tv, megang handphone aja gak pernah dan terakhir diajarin menggunakan handphone itu saat usiaku menginjak 17 tahun."ujar Darma menatap Silva.
"Maafin aku, aku gak tau sama sekali tentang itu."ujar Silva memeluk Darma.
"Iya gak apa-apa, btw besok aku izin ke bandung ya. Aku udah harus mulai mengerjakan misi lagi."ujar Darma.
"Lama gak?"tanya Darma.
"Ya mungkin 1 minggu lah,"ujar Darma.
"Hmmm lama banget, kalau nanti aku kangen gimana?"tanya Silva.
"Cukup doakan saja aku supaya misiku cepat selesai dan cepat pulang!"ujar Darma mengelus pipi kanan Silva.
"Kamu mau ngapain?"tanya Darma tiba-tiba.
Silva pun membuka matanya dan tertawa.
"Hahahaha, uhhh polosnya suamiku hahaha."ujar Silva mencubit pipi Darma.
"Aduh-aduh sakit woi,"ujar Darma berusaha menarik tangan Silva.
Lalu Silva pun diam dan memandang Darma dengan tatapan serius, kemudian ia kembali tertawa karena Darma yang polos.
"Kamu kenapa sih?"tanya Darma menggaruk kepalanya bingung.
"Hahaha gak kenapa-kenapa kok,"ujar Silva mengelap air matanya yang keluar karena ia tertawa terlalu kencang.
"Aneh ni orang, gak ada yang lucu malah ketawa."ujar Darma pelan.
"Yaudah, ayo tidur aja!"ujar Silva menarik tangan Darma.
__ADS_1
Darma pun menonaktifkan televisi di kamarnya itu lalu merekapun tidur karena malam sudah semakin larut.
...
Besoknya
"Mas, aku berangkat sekolah dulu ya. Kamu hati-hati nanti ke bandung ya, trus kalau misinya udah selesai langsung pulang. Aku menunggumu di sini!"ujar Silva mencium tangan Darma saat ia akan berangkat sekolah.
"Iya istriku, kamu juga nanti pergi sekolahnya hati-hati ya. Tenang aja, pulang dari menyelesaikan misi aku akan langsung ke sini."ujar Darma pada Silva.
"Iya mas, yaudah aku pergi dulu ya mas."ujar Silva melangkah ke mobilnya sambil melambai ke Darma.
Setelah itu, Silva pun pergi. Darma pun siap-siap untuk berangkat ke Bandung.
8:00
Darma telah membawa peralatan di penyimpanan sistem karena ia tak ingin ribet. Lalu ia pun berpamitan pada Pak Andi dan Bu Linda sebelum pergi.
"Pa Ma, Darma pergi dulu ya. Mau menyelesaikan misi ke bandung."ujar Darma menyalim tangan Papa dan Mama mertuanya itu.
"Iya hati-hati nak, misi apa yang akan kamu selesaikan ini nak?"tanya Pak Andi pada Darma.
"Misi mencari sayur kol berwarna merah Pa,"ujar Darma.
"Hah?sayur kol merah?"tanya Bu Linda.
"Jadi kamu di suruh mencari tanaman-tanaman aneh?"tanya Pak Andi menatap Darma.
"Iya pa, kali ini dapat misi nyari kol merah."ujar Darma.
"Okelah nak, selamat berpetualang. Hati-hati dalam setiap aktivitas yang kamu lakukan!"ujar Pak Andi.
"Iya pa,"ujar Darma mengangguk.
"Cepet pulang le, Silva istrimu menunggumu."ujar Bu Linda.
"Iya Ma,"ujar Darma tersenyum dan mengangguk.
Setelah pamit, Darma pun berangkat menuju ke bandung. Ia pun mengendarai motornya dari rumah ke gerbang yang jaraknya 1 KM ke depan. Dia tak menyangka, akan dapat mertua yang crazy rich. Bahkan dari rumah menuju ke gerbang masuk rumah itu membutuhkan waktu sekitar 2 menit agar sampai di gerbang.
Lalu setelah di jalanan, Darma berhenti sebentar untuk membuka google maps. Ia melihat jarak dari Jawa Timur ke Jawa Barat adalah 772 KM dan perjalanan membutuhkan waktu7 jam 47 menit. Kemudian Darma pun meluncur menuju ke bandung.
__ADS_1
Darma membawa motor dengan santai, sesekali melihat kiri-kanan yang masih perumahan elite. Sekitar 5 KM kemudian barulah Darma keluar dari gerbang perumahan elite.
Di luar perkampungan elite itu, Darma langsung merasakan kembali suasana di kota lamanya. Kendaraan hilir mudik pergi ke suatu arah, banyak pedanga kaki lima, dan anak-anak jalanan berkumpul di tempat itu. Suasana kota rakyat biasa dengan rakyat kaya berbeda. Dari pandangan Darma, mungkin itu penyebab kedua tempat itu di pisah walaupun masih di kecamatan, kelurahan,dan RT RW nya juga berbeda.