
Setelah membeli tiket, Darma pun turun ke bawah untuk mengantri masuk ke perahu. Setelah perahu yang pertama pergi, perahu kedua pun diarahkan ke tempat menunggu antrian. Perahu itu pun berada di posisi yang pas, para penumpang pun diarahkan menaiki kapal.
Seluruh penumpang yang berada satu perahu dengan Darma pun naik ke perahu itu. Sekitar 10 orang naik ke perahu itu secara antri dengan satu per satu masuk ke bagian depan tempat duduk perahu itu.
Darma duduk di bagian tengah di samping seorang bapak-bapak berbaju batik, kumis tebal, kulit sawo matang, dan membawa tas yang agak besar.
Lalu pada saat sedang duduk, sebuah kertas yang di jepit dengan papan ujian pun di berikan kepada yang satu minggu ke atas berada di pulau itu supaya nanti bisa di jemput ketika sudah pulang.
"Lah iya no handphone aku lupa, mana belum punya."ujar Darma yang menerima kertas itu.
[Apakah tuan ingin membelinya di toko sistem, sekalian dengan kartunya tuan?]
"Huh, iya aku lupa ada toko sistem. Boleh deh sistem, terdesak nih aku."ujar Darma yang memang sudah tak tau harus bagaimana lagi.
[Toko sistem]
[Silahkan kedipkan kedua mata anda tuan untuk masuk ke dalam toko sistem ini!]
Lalu Darma pun mengedipkan kedua matanya.
Semua benda ada di toko sistem itu, Darma pun memilik alat komunikasi dan memilih handphone sesuai keinginannya dengan harga 5 juta rupiah saja. Setelah itu Darma membeli kartunya yaitu kartu sultan yang harganya 30 ribu satu kartu saja.
[Tuan, apakah tuan ingin sistem memasangkan kartunya?]
"Iya sistem, pasang aja. Nanti kalau udah jadi taruh di tas aja ya!"ujar Darma pada sistem.
[Baik tuan]
[Memasukan kartu sim ke dalam handphone]
[Proses......]
[Selesai]
[Barang di pindahkan ke tas selempang tuan]
__ADS_1
[Uang di potong: 5.050.000]
[Sisa Saldo: 46.900.000]
Handphone Darma pun dipindahkan ke tas selempangnya.
[Sudah tuan]
Darma pun meraba tas selempangnya dan benar saja, ia memengang handphone miliknya sendiri. Rasa bahagia adalah hal yang pertama kali di rasakan oleh Darma saat memegang handphone itu. Walaupun ia membelinya karena merasa darurat, ia tetap merasakan kebahagiaan saat memiliki handphone itu.
Darma pun mengeluarkan handphonenya dan menghidupkannya. Ia tahu cara menggunakan handphone saat dulu ada temannya sudah sukses karena bekerja sebagai tukang bangunan dan akhirnya dari modal itu ia membuka warung kecil-kecilan. Setelah warung kecil-kecilan, ia menyewa rumah dan membuka warung di rumahnya. Alhasil menjadi ramai dan ia bisa membeli handphone serta berjualan secara online.
Handphone itu pun di hidupkan oleh Darma dan kemudian ia melihat isi handphonenya itu. Waktu itu Darma hanya di ajari mematikan, menghidupkan, dan bermain beberapa sosial media serta game. Namun Darma tak di ajari cara menyimpan nomor. Ia pun kebingungan dan pada akhirnya minta bantuan sistem.
"Sistem, ini cara tau no handphone ku dari aplikasi apa?"tanya Darma.
Lalu sistem pun menjelaskan sampai Darma mencobanya dan menulis no handphonenya di kertas itu. Setelah kertas itu ia serahkan kembali ke orang yang menyerahkan kertas itu tadi, Darma pun kembali menatap ke laut dan handphonenya ia simpan di tas selempangnya itu.
Darma sangat menikmati perjalanan ini, angin yang bertiup sepoi-sepoi, ombak yang naik turun, dan pemandangan indah di sekitat laut itu membuat Darma betah dalam perjalanan itu.
Baru kali ini ia menaiki kendaraan laut seperti perahu itu. Selama hampir 20 tahun ia hidup, ia belum pernah sama sekali menaiki kendaraan laut seperti perahu, kapal, kayak dan lain-lain.
Para penumpang itu muntah langsung ke laut, jadi tak ada masalah bagi pemilik perahu itu. Yang jadi masalahnya adalah baunya sangat menyengat, sehingga penumpang lain yang mencium aromanya ikutan muntah.
...
Setelah sampai di pulau itu, para penumpang pun turun dan penanggung jawab perahu itu mengikatkan dan memarkirkan perahunya di pinggir pantai dan mengikatnya di besi yang sudah mereka tancapkan karena pulau itu adalah salah satu langganan wisatawan yang berkunjung ke kota itu.
Saat sampai, Darma langsung mencari tempat yang tersembunyi lalu ia pun muntah di tempat itu. Seluruh makanan yang ia makan, keluar karena mabuk laut.
Hoeeeekkk!!!
Hoeekkkkk!!
Setelah muntah, Darma pun menemui penanggung jawab kapal itu untuk memberitahu menjemputnya 1 minggu lagi. Penanggung jawab kapal itu pun mengatakan iya dan memberikan no handphonenya pada Darma.
__ADS_1
Jika Darma sudah selesai urusannya di pulau itu, Darma bisa menghubunginya dan mereka akan menjemput Darma ke pulau itu. Ntah dia yang menjemput langsung atau perahu lainnya yang akan menjemput Darma ke pulau itu.
Setelah berbincang cukup lama, Darma pun masuk ke hutan dan mulai melakukan perjalanan mencari jawaban teka-teki nomor dua. Sambil berjalan, Darma pun membuka layar sistem dan melihat petunjuk kedua.
[Di depan melengkung huruf abjad]
"Di depan melengkung huruf abjad, apa huruf a-z melengkung?"tanya Darma.
[Bukan tuan]
"Jadi apa?"tanya Darma pada sistem.
[Ayo cari lagi tuan, clue-nya adalah pintu masuk sebuah kampung]
"Pintu masuk sebuah kampung?"tanya Darma.
[Benar tuan]
"Pintu masuk sebuah kampung/desa. Berarti ada di bagian paling depan dari sebuah kampung, desa, ataupun perumahan. Sepertinya aku tau benda ini."ujar Darma berpikir lagi.
Sambil berjalan, Darma pun berpikir apa yang biasanya ada di pintu masuk kampung ataupun desa dan perumahan. Sambil berjalan sambil berpikir membuat Darma tak merasakan lelahnya perjalanan yang ia lakukan itu.
Setelah cukup lama ia berjalan, Darma pun menemukan sesuatu terlintas di pikirannya mengenai teka-teki tadi. Ia mengingat saat memasuki sebuah kampun, desa, dan perumahan pasti di depan pintu masuknya ada bangunan melengkung dan bahkan lurus yang ada tulisannya seperti contoh"SELAMAT DATANG DI KAMPUNG DURIAN BELANDA".
"Owh gapura namanya,"ujar Darma telah menemukan jawabannya.
[Benar tuan, karena teka-teki telah tertebak tuan bisa mendapatkan petunjuk lainnya menuju tempat itu. Clue kedua adalah tanda tambah lurus]
"Hah?apaan?tanda tambah lurus?"tanya Darma bingung karena clue kedua itu.
Tanda tambah harusnya ada 4 arah mata angin yaitu Barat, Timur, Selatan, dan Utara. Namun clue tadi mengatakan kalau tanda tambahnya lurus. Oleh karena itu, Darma kembali berpikir apa maksudnya ini.
"Tanda tambah lurus, lumayan sulit tapi aku pasti bisa menemukannya."ujar Darma percaya diri.
Ia melihat kiri dan kanan berusaha mencari jawaban teka-teki itu. Jalan demi jalan ia tempuh namun belum ketemu juga Jawabannya karena cukup sulit. Arah tanda tambah itu lurus semua jika dilihat dari buku. Namun cluenya malah tanda tambah lurus.
__ADS_1
Reader pada tau jawabannya?
Komen ya!