100 TANAMAN AJAIB

100 TANAMAN AJAIB
ISTIRAHAT PRA MISI KEDUA


__ADS_3

Setelah membagikan makanan dan uang serta berbincang-bincang dengan kakek tadi, Darma pun melanjutkan perjalanan untuk mencari penginapan yang lokasinya dekat dengan lokasi pelaksanaan misi kedua.


Sistem pun mengarahkan Darma menuju ke kota Artana, sebuah kota di pulau Jawa yang memang menyimpan banyak misteri dan peninggalan pusaka para nenek moyang. Butuh sekitar 2 jam perjalanan untuk berkendara menuju ke kota itu, karena evolusinya masih 6%, maka Darma masih bisa merasakan lelah. Oleh karena itu, sesekali ia berhenti di pinggi jalan untuk istirahat melepas lelah dengan membeli minuman atau jajanan. Setelah itu ia akan melanjutkan kembali perjalanannya menuju lokasi yang di tunjukan sistem.


2 jam kemudian


Darma pun sampai di sebuah hotel di pinggir jalan. Hotel itu bernama"Beach hotel" dan letaknya memang di pinggir pantai.


"Sistem, ini hotel kan?"tanya Darma melongo melihat hotel besar dan megah itu.


[Iya tuan, lokasi misi tuan yang kedua ada di pulau seberang hotel ini. Oleh karena itu, tuan sistem atur menginap di sini dan bisa sekalian berlibur


"Enak bener ya, sebelum kerja di kasih nyaman dan liburan dulu."ujar Darma menghentikan motornya di parkiran hotel besar itu.


[Iya tuan, karena misi tuan ini adalah misi yang tergolong extreme]


"Iya sih, misi pertama aja pas udah selesai dan mau ending malah endingnya di kejar mahluk seram bernama troll"ujar Darma menganggukkan kepalanya pertanda paham.


Darma pun masuk dan memesan kamar hotel. Setelah ia membayar untuk dua malam dengan jumlah yang yang harus di bayar yaitu satu juta, 500 ribu satu malamnya dan dapat menikmati liburan di pantai yang ada di belakang hotel itu.


Setelah ia mendapatkan kunci kamar, Darma berniat ingin naik ke kamarnya yang ada di lantai 5. Namun karena belum pernah masuk ke hotel dan belum pernah menginap di dalamnya, Darma pun bingung bagaimana caranya ia naik.


[Tuan ikuti sistem saja untuk menuju ke lantai 5!]


"Oke sistem, untung ada kamu. Kalau gak, aku terpaksa nanya sama orang di hotel ini."ujar Darma.


[Berjalan ke lift tuan!]


"Lift apaan?tangga?"tanya Darma dalam hatinya.


[Ikuti tanda panah itu saja tuan!]


Setelah sistem mengatakan itu, tanda panah putih yang biasa pun muncul. Lalu Darma mengikuti arahan sistem supaya cepat sampai ke tempat yang di tuju.

__ADS_1


Darma pun sampai di sebuah tempat dengan ruangan kecil dan tiba-tiba ada orang muncul dari ruangan itu. Dengan penuh rasa heran, Darma pun berbicara sendiri.


"Wah, apa ini ruangan sihir. Orang-orang tiba-tiba muncul dan ruangan itu langsung tertutup lagi.


[Cara menggunakan lift:



Masuk ke dalam liftnya


Tekan tombol ⬆️ yang ada di kotal tombol


Pilih lantai/tombol nomor kamar]



Darma pun mengikuti arahan dari sistem. Seketika ruangan itu tertutup dan langsung naik ke atas. Karena baru pertama kali naik Darma merasa bahwa ia terbang di dalam lift itu.


"Wiiih, aku terbang ke atas."ujar Darma bahagia karena baru pertama kali naik lift.


"Ini namanya lift, sering denger tapi baru kali ini bisa naik lift ini. Keren banget sih ini, aku kelamaan jadi gembel nih keknya."ujar Darma lalu ia pun mencari kamarnya.


Setelah ketemu, Darma pun membuka pintu kamar itu dengan memasukan kartu kunci kamar itu ke dalam alat pembuka kunci pintu itu. Pintu pun terbuka dan lagi-lagi Darma takjub dengan hal itu, teknologi yang sudah sangat canggih ia saksikan langsung di depan mata.


Ia tak pernah menyentuh alat modern berteknologi canggih saat masih jadi gembel. Oleh karena itu, susah baginya beradaptasi dengan teknologi di depannya ini. Setelah masuk, Darma pun menutup pintu kamarnya dengan menempel kartu kunci kamarnya di alat pembuka kunci yang ada di dalam.


Darma sangat kagum ketika melihat seisi ruangan itu, karena baru kali ini ia masuk ke ruangan sebagus itu. Sejak di tinggal orang tuanya sampai sekarang, ia belum pernah masuk ke ruangan sebagus ini.


Dulu ia pernah dirawat oleh sepasang kakek dan nenek di rumah reyot, itupun kasurnya sudah usang dan kamarnya bisa dibilang jauh dari kata layak huni. Saat hujan, kamarnya bocor dan terpaksa ia harus tidur di ruang tamu.


Sejak nenek dan kakek itu meninggal, Darma pun hanya mengenal jalanan. Selama hampir 5 tahun ia menjadi anak jalanan. Tidur, makan, belajar baca tulis, dan bercanda tawa bersama teman-temannya di jalan.


Karena ia belum mandi, maka Darma memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Saat mandi juga Darma bingung karena ada alat aneh di atas sebelah kiri berbentuk bundar, ada selangnya, dan ada bintik-bintiknya.

__ADS_1


"Sistem, i....itu apaan?"tanya Darma ketakutan karena ia mengira itu mahluk aneh.


[Itu namanya shower tuan, itu adalah keran air yang berfungsi untuk memudahkan manusia untuk mandi. Jadi jika anda memakainya, maka anda tak perlu lagi memakai gayung. Tinggal putar saja kran airnya, airnya akan keluar dan anda bisa mandi langsung dari shower itu.


"Oke dah, aku coba dulu."ujar Darma.


Darma pun mencoba shower itu dan ia akhirnya bisa menggunakan shower itu. Ia pun senang karena bisa menggunakan alat mandi canggih itu, air matanya sempat menetes karena mengingat saat masih di jalanan dulu.


Jangankan untuk mandi, untuk minum saja kadang susah. Jikalau ingin minum, ia akan mencarinya di tong sampah atau tempat pembuangan barang expired. Disana biasanya ada berdus-dus air mineral yang expired.


Airnya biasanya akan ia tampung di sebuah botol minum miliknya dengan ukuran yang cukup besar dan botolnya ia ambil untuk di jual. Air adalah benda yang tak akan mungkin bisa kadaluarsa atau basi, oleh karena itu Darma tak pernah takut untuk minum air mineral yang botolnya sudah kadaluarsa.


Kadang saat barang itu baru expired, Darma membawa galon bekas dari orang kaya yang suka membuang barang seperti baju, celana, sendal, sepatu, alat masak tak layak pakai, dan galon air yang sudah buruk dan usang.


15 menit kemudian


Darma pun selesai mandi dan ia langsung mengenakan baju. Setelah rapi, Darma pun berniat ingin menonton tv. Lagu-lagi sistem harus mengajarinya menghidupkan tv itu serta cara menggunakan remot. Setelah itu, ia duduk di kasurnya sambil bersantai menonton tv.


"Sistem, roti-roti tadi masih ada kan?"tanya Darma.


[Masih tuan, apa anda ingin membeli kopi cup sebagai teman roti ini tuan?]


"Males mau keluar lagi sistem,"ujar Darma.


[Tidak usah keluar tuan, di toko sistem tersedia kopi botol ukuran 600 ML. Harganya hanya, 10 ribu saja. Pembayarannya akan di ambil dari poin yang masih ada setengah atau 5 juta]


"Widih, bisa gitu?"tanya Darma kagum.


[Bisa tuan, poin yang setengah ini mau tuan jadikan uang atau tetap dalam bentuk poin saja?]


"Jadikan uang aja sistem, tapi simpan di penyimpanan sistem aja supaya nanti aku bisa belanja lagi di toko sistem kalau memang gak bisa atau males keluar!"ujar Darma.


[Baik tuan]

__ADS_1


Setelah sistem mengubah poin Darma yang tadi menjadi uang, kopi milik Darma pun menjadi kenyataan. Tanpa perlu keluar dari kamar itu, Darma sudah bisa menikmati makan roti dan minum kopi sambil menonton tv di kasur hotel yang mewah itu.


__ADS_2