100 TANAMAN AJAIB

100 TANAMAN AJAIB
MEMBELI GUDANG SEMBAKO


__ADS_3

9:30


Kini Darma sedang duduk di halaman samping istana yang berada di samping kiri rumah besar itu sambil menikmati kopi capucino dan burger yang ia buat sendiri ketika pergi ke dapur tadi. Kemudian Silva pun datang dan memarkirkan mobilnya di depan tempat santai itu.


Kemudian Silva pun turun dari mobil dan berjalan ke tempat Darma berada sambil membawa minuman berwarna hijau dengan topping Boba di bawahnya. Silva juga membawa adik-adiknya yang ia jemput dari sekolah karena pulang cepat juga. Adik-adiknya Silva masuk ke rumah duluan, sedangkan Silva yang sudah melihat Darma pun berjalan ke arah Darma.


"Udah upacaranya?"tanya Darma lalu ia menggigit kembali burgernya.


"Udah sayang, huhh panas banget tadi pas di lapangan."ujar Silva meminum Thailand Tea yang ia beli itu.


"Ya namanya upacara, yaudah istirahat aja dulu. Aku juga lagi nunggu pemilik gudang itu ngirim lokasi gudangnya."ujar Darma lalu ia kembali mengunyah makanannya.


"Apa tuh, enak keknya."ujar Silva menatap burger milik Darma.


"Nih, mau gak?"tanya Darma menyerahkan burgernya itu.


Lalu Silva pun mengambilnya. Saat Silva akan menggigitnya, Aroma burger itu tercium sangat wangi dan membuat nafsu makan meningkat. Saat ia menggigitnya dan mengubahnya, Silva merasakan kelezatan burger itu yang tak pernah ia rasakan pada burger lain.


Seperti ada bumbu lain yang di burger itu yang membuat burger itu terasa sangat-sangat lezat dan enak ketika dimakan sehingga membuat ingin lagi dan lagi untuk menikmatinya.


"Emmmn enak banget burgernya sayang, kamu beli dimana nih?"tanya Silva dengan wajah sumringah dan menikmati setiap gigitan demi gigitan burger itu.


"Buat sendiri itu,"ujar Darma menjilat sisa saus yang menempel di tangannya.


"Hah?kamu masak sendiri yang?"tanya Silva lalu ia kembali memakan Burger itu dengan sangat lahap.


"Iya, enak ya?"tanya Darma meminum kopinya itu.


"Enak banget sayang, udah banyak burger yang aku makan tapi baru kali ini aku ngerasain yang rasa dan kelezatan dan kelembutan roti, daging, sayur-sayurannya segar. Perfect banget ini burgernya, rasanya aku jatuh cinta dengan rasa dari burger ini."ujar Silva dengan ekspresi masih menikmati burger itu.


"Iseng iseng aja itu aku buatnya, itu hasil eksperimen dari pencampuran bahan makanan di dapur."ujar Darma.


Ting


Penjual Gudang Sembako


Loc(google maps)


Darma

__ADS_1


Oke pak, saya otw.


"Yang, ayo kita pergi!kamu ikut kan?"tanya Darma mengajak Silva.


"Ntal ulu, laghi makan bental."ujar Silva berbicara dengan mulut penuh.


"Buruan, kita di tunggu soalnya sama yang punya gudang itu!"ujar Darma menghabiskan kopinya.


Setelah Silva selesai makan, mereka pun langsung berangkat menggunakan mobil


Lamborghini biru yang dibawa Silva tadi. Di sini Darma yang membaca google maps untuk menuju ke gudang itu dan Silva yang membawa mobilnya.


15 menit kemudian


"50 meter belok kiri yang!"ujar Darma sambil melihat google maps.


"Okey beb,"ujar Silva.


Tepat 50 meter ada tikungan ke kiri, Silva pun mengarahkan mobilnya ke kiri. Merekapun sampai di sebuah gerbang dengan tulisan"GUDANG SEMBAKO KEBUTUHAN KITA". Lalu satpam pun membuka pintu gudang sembako itu.


Darma yang di sebelah kiri pun membuka kaca jendela untuk memberitahu satpam tujuan mereka datang ke tempat itu.


"Mau ketemu sama yang punya gudang pak, soalnya kata yang punya gudang mau di jual gudang sembakonya."ujar Darma pada pria paruh baya, tinggi sekitar 178 cm, berkumis tebal, kulit sawo matang, mengenakan baju satpam warna coklat, celana coklat juga, dan menggunakan topi berwarna biru.


"Owh, calon pembeli gudang ini ya?"tanya satpam itu dengan wajah sumringah.


"Iya pak, kalau boleh tau ruangan bosnya dimana ya?"tanya Darma.


"Owh, lurus aja mas. Nanti parkir di sebelah kanan gudang!"ujar bapak itu sangat bersemangat sekali karena dengan pindah tangannya gudang itu maka dia tak perlu mencari kerjaan lain.


"Oke, terimakasih pak."ujar Darma tersenyum.


"Sama-sama mas, kalau udah beli gudangnya nanti pilih saya jadi satpam ya mas! Saya bisa di andalkan kok,"ujar satpam itu.


"Iya pak,"ujar Darma tersenyum.


Kemudian Silva pun membawa mobil itu menuju ke tempat yang satpam tadi katakan. Disana nampak gudang yang di tutup dan ada beberapa orang yang duduk di ruang istirahat pekerja gudang itu.


Di sebelah kanan gudang itu ada parkiran khusus mobil dan motor, lalu Silva pun memarkirkan mobilnya ke parkiran khusus mobil di tempat itu. Setelah mobil di parkiran mereka pun turun dan berjalan bergandengan. Karena belum tau dimana tempat pemilik gudang itu, Darma dan Silva pun berjalan ke ruang istirahat para pekerja gudang itu.

__ADS_1


"Permisi Pak Mas, ruang pemilik gudang ini sebelah mana ya?"tanya Darma pada mereka yang wajahnya kelihatan sedih itu.


Dengan adanya pertanyaan itu, seketika wajah mereka kembali cerah karena orang yang mereka tunggu sejak tadi telah datang.


"Calon pemilik baru gudang ini ya mas?"tanya pria paruh baya mengenakan kaos oblong warna putih, celana training hitam corak putih, sepatu yang sudah usang, kulit warna sawo matang agak gelap sedikit, tidak berkumis dan ia memasang wajah bahagia saat Darma dan Silva datang.


"Iya pak, kalau cocok mau saya ambil."ujar Darma tersenyum.


"Ayo mas saya antarkan ke dalam ruangan bos kamu,"ujar seorang pria yang masih muda dengan pakaian kemeja biru polos dan sepatu kantor tapi, rambut di sisir ke samping, sedikit lebih pendek dari Darma, tampan(tapi tampanan Darma), dan kulit tubuhnya putih.


"Saya duluan pak, saya duluan ya semua."ujar Darma pada para buruh yang ada di tempat itu.


Iya mas


Wokee mas bro


Oke mas


Kemudian Darma dan Silva pun masuk ke ruangan bertuliskan"Office room". Saat Darma masuk, ruangan itu sama seperti ruangan kamarnya dan Silva. Dingin dan memiliki wewangian khas yang tersebar ke seluruh ruangan.


Dari pintu masuk, mereka harus berjalan lurus sekitar 20 meter. Di jalan menuju ruangan pemilik gudang, di samping kana tempat itu ada ruang khusus yang bertuliskan"RUANG STAFF OFFICE".


Darma melihat ada sekitar 5 orang di dalamnya sedang mengetik. Setelah itu, Darma pun sampai di ruangan pemilik gudang sembako itu.


"Permisi pak,"ujar pria yang mengenakan kemeja biru tadi.


"Masuk!"ujar pemilik gudang sembako itu.


Lalu pria itu pun membuka pintu office itu dan kemudian ia dan Darma beserta Silva ikut masuk ke dalam. Di dalam ruangan itu, nampak seorang pria yang sedang duduk sembari menyiapkan berkas.


Pria paruh baya bermata sipit, kulit putih, rambut di sisir ke samping, berkacamata, mengenakan baju kemeja putih, celana hitam, dan sepatu kantoran itu tersenyum menyambut Darma.


"Ini pak yang mau beli gudang sembako ini,"ujar pria itu pada pemilik gudang ini.


"Owh iya, ajak masuk lo. Jangan lu biarin di luar!"ujarnya pada bosnya.


"Ayo masuk mas sama mba!"ujar pria itu.


"Iya mas,"ujar Darma.

__ADS_1


Lalu mereka bertiga pun masuk ke ruangan itu.


__ADS_2