100 TANAMAN AJAIB

100 TANAMAN AJAIB
RUMAH SILVA


__ADS_3

Darma, Silva dan Papanya Silva pun pergi ke parkiran. Saat sudah di parkiran, Darma terkejut melihat mobil milik Papanya Silva yang ternyata Lamborghini. Mata Darma sangat terbelalak melihat mobil itu karena baru pertama kali ia melihatnya.


"I...ini mobil apa om?"tanya Darma pada Papanya Silva.


"Ini Lamborghini Veneno Rodster,"ujar Papanya Silva membukakan pintu untuk anaknya.


"Wow, keren banget ini mobilnya."ujar Darma kagum lalu ia menyentuh mobil itu.


"Ini mahal loh Papaku beli,"ujar Silva masuk ke mobil itu.


Karena tak pernah naik mobil, Darma pun bingung cara membuka pintu mobil itu. Ia tetap berdiri di tempatnya sembari mengetuk pintu yang ada di tempat Silva. Lalu Silva pun pun membuka kaca mobilnya.


"Kenapa Mas?"tanya Silva.


"Cara buka pintunya gimana?"tanya Darma yang masih terlihat bingung.


Silva pun menarik tombol buka pintu mobil itu lalu mengangkatnya ke atas. Setelah itu Darma pun masuk ke mobil yang luar biasa mewah itu. Setelah itu, Silva juga ikut masuk ke dalam mobil lalu mereka pun pergi dari tempat itu.


Sepanjang perjalanan, mereka mengobrol dengan santai dan nyaman di dalam mobil itu. Karena obrolan siang ini, Darma dan Papanya Silva langsung akrab.


30 menit kemudian


Merekapun sampai di pintu masuk rumah Silva. Darma melihat gapura bertuliskan"RUMAH ANDI SUTJIPTO". Gapuranya saja sangat mewah dengan perpaduan warna putih dan emas dengan tulisan berwarna emas yang sepertinya itu emas asli yang di susun menjadi nama tempat.


Rumah itu di kelilingi pagar beton yang tingginya mencapai 7 meter dan ada kawat berduri di sekeliling pagar itu. Saat masuk, 6 orang satmpam menjaga pintu itu memberi hormat pada Pak Andi. Saat masuk, sebuah gedung pencakar langit yang kira-kira setinggi 30 meter itu terlihat dari jalan raya.


"Wiiih, besar banget rumah om."ujar Darma melihatnya dari dalam mobil.


"Ini karena perusahaan om, namun kunci utama kesuksesan om adalah sistem."ujar Pak Andi sambil membawa mobilnya.


"Dulu misi om pas dapat sistem apa?"tanya Darma.


"Dulu om diberikan misi mencari 100 mustika mahluk ghaib, satu mustika om dapatkan harganya 100 juta rupiah beserta poin dan hadiah tambahan. 50 misi om selesaikan, om langsung beli perusahaan dan mengembangkannya. Di misi 50 nanti kamu akan dapat hadiah berupa kemampuan istimewa atau bakat terpendam yang kamu miliki dan itu bisa menjadikanmu orang yang hartanya sangat berlimpah seperti om pada saat ini. Lihat itu, itu adalah ATM pribadi milik om!"ujar Pak Andi menunjuk 7 buah mesin ATM di halaman rumahnya.

__ADS_1


"Wow, ini karena sistem berarti om?"tanya Darma.


"Karena sistem dan usaha om, perusahaan ini om kembangkan dengan bantuan sistem juga. Hingga sekarang om udah punya 20 cabang dan 1 juta lebih karyawan. Ini rencana om mau buka cabang lagi yang ke 21 di kota Darsana."ujar Pak Andi.


"Luar biasa,"ujar Darma.


"Kamu juga 2-5 tahun lagi bakal jadi seperti om, karena misimu ini masuk gampang. Hanya mencari 100 tanaman langka, kamu akan mencapai kesuksesan di level 30."ujar Pak Andi meneruskan perjalanan.


Sepanjang perjalanan, Darma melihat beberapa bangunan di samping jalan masuk ke rumah Silva. Ada sekolah, panti asuhan, taman bermain, dan ada panti jompo serta tempat jajan anak-anak yang diberi nama"JAJAN YUK".


Darma sangat heran dengan rumah itu, kenapa sampai ada rumah sebesar itu dan dengan halamannya yang sangat-sangat luas. Bahkan mungkin stadion bola terbesar kalah lebar dan besar dengan bangunan ini. Setelah banyak bangunan dan menjelang sampai ke rumah keluarganya Silva, kiri kanan mulai nampak taman bunga dan beberapa buah. Seperti stroberi, semangka, markisa, dan lain-lain.


Sepanjang jalan juga ada pos pengintai yang ada di 5 titik lokasi tempat itu seperti pos pengintai pada saat perang. Di dalam pos itu ada dua orang ber


5 menit kemudian


Merekapun sampai di sebuah istana yang sangat megah. Rumah Silva bagaikan hotel dan istana yang disatukan. Bentuknya seperti istana, namun bahan bangunannya seperti hotel.


Mobil pun berhenti di barisan hari Jumat sesuai dengan hari ini. Pak Andi dan Silva pun turun dari mobilnya, sedangkan Andi masih bengong dengan apa yang dilihatnya itu. Pak Andi langsung mengunci pintu mobilnya setelah keluar dari mobil.


"Eh, Mas Darma masih di dalam kan pa?"tanya Silva merasa ada yang kurang.


"Owh iya hehe papa lupa,"ujar pak Andi membuka pintu mobilnya kembali.


"Huhh kebiasaan,"ujar Silva dengan wajah cemberut.


kamu panggil aja ajak masuk ke dalam rumah ya!"ujar Pak Andi berjalan ke depan.


"Iya pa,"ujar Silva mengangguk.


Silva pun membukakan sisi pintu yang Darma duduki. Darma masih bengong dengan pikiran yang masih seperti tak percaya dengan hal itu.


"Mas!Mas Darma!'ujar Silva menepuk pelan pundak Darma.

__ADS_1


"Eh, udah nyampe ya?"tanya Darma tersadar dari lamunannya.


"Hmm kalau belum, ngapain aku manggil kamu."ujar Silva dengan wajah kesal.


"Hehehe ya maap,"ujar Darma keluar dari mobil itu.


Sambil berjalan ke rumah Silva, Darma melihat-lihar mobil koleksi milik Pak Andi yang jumlahnya tak dapat di dihitung. Mereka pun berjalan masuk ke rumah Silva.


Saat masuk, Darma heran dengan apa yang dia lihat. Karena di ruangan yang harusnya ruangan keluarga, yang ia lihat hanya ruangan kosong seperti basement.


"Kamu heran dan kaget kan ngeliat ruangan ini,"ujar Silva melangkah ke depan.


"Iya, ini kok malah kosong?"tanya Darma melihat-lihat tempat itu.


Silva pun membuka pintu selanjutnya. Saat pintu dibuka, pemandangannya sangat luar biasa. Karena di yang Darma saksikan adalah pemandangan pantai dengan air laut asli dan banyak tumbuhan di sekitar pantai itu yang bisa memanjakan mata.


"I...ini apa?"tanya Darma sangat kagum, shock, dan tak menyangka dengan apa yang ia lihat.


"Ini air laut asli yang di bawahnya ada mahluk laut asli yang tentunya gak berbahaya. Itu pasir asli yang diambil dari padang pasir dan bunga-bunga serta pohon-pohon buah-buahan. Atap rumah sengaja dibuka karena untuk menyajikan keaslian pantai buatan ini."ujar Silva membuka sebuah pintu merah bergambar makanan.


"Jangan bilang ini tempat makan,"ujar Darma menduganya.


Ceklek


Begitu pintu dibuka Darma cukup kagum dengan apa yang dilihatnya. Sebuah ruangan makan mewah dengan kolam ikan dibawahnya, meja panjang beserta kursi dengan panjang×Lebar ruangan itu yaitu 4×5.


"Buseet, itu ruangan makan udah kek rumah ukuran 4×5"author.


"Ini ruang makan?"tanya Darma.


"Ya...seperti yang kamu lihat,"ujar Darma berjalan mengikuti Silva.


Darma masih kagum dan geleng kepala melihat hal ini. Bagaimana bisa orang sampai punya pantai pribadi, ruang makan semewah ini, serta mungkin beberapa fasilitas lainnya yang tentunya akan membuat Darma kagum tak berhenti.

__ADS_1


__ADS_2