
"Hei mahluk aneh, kenapa kamu ada disini?apa kamu mahluk penghuni dunia lain ya?"tanya kambing itu.
"Hehe mohon maaf pak kambing, saya lagi bertugas untuk mencari sesuatu di dunia ini."ujar Darma yang sadar kalau tempat itu bukanlah dunianya melainkan dunia lain.
"Ka...kamu manusia kan?dari alam dunia kan?"tanya kambing itu gemetaran.
"Iya bener, emangnya kenapa?"tanya Darma heran.
"Kalian memangsa saudara kami yang ada di dunia, banyak dari kami yang datang ke dunia untuk mencari makanan namun malah kalian jadikan makanan. Jangan harap kau bisa kabur, kau akan aku jadikan tumbal untuk persembahan kepada Dewa Baphomet."ujar kambing itu mengeluarkan sebuah terompet dari sakunya.
"Ya kan di dunia kami, kambing itu makanan. Kambing di pelihara untuk bermanfaat bagi manusia."ujar Darma dengan santainya tanpa melihat dengan siapa ia bicara.
"Dasar tak berperikekambingan, liat saja mahluk laknat. Aku akan memanggil teman-temanku dan menangkapmu."ujar Kambing itu.
Lalu ia pun meniup terompet itu, bunyinya sama seperti bunyi kambing yang sedang mengembek. Setelah itu, Darma pun menahan tawa karena hal itu. Namun tak lama kemudian, datang sekelompok mahluk yang sama dengan kambing tadi.
"Lah ini kok malah jadi makin banyak yang datang,"ujar Darma bingung.
[Lari tuan, anda akan ditangkap dan di jadikan tumbal untuk Dewa mereka!]
"Astaga bilang dong dari tadi,"ujar Darma dengan polosnya.
"Hadeh, polos dengan bego itu emang beda tipis ya."Author
Darma pun lari ke arah ujung kebun itu.
"Woi jangan lari!"ujar kambing tadi hanya mengatakan jangan lari namun ia diam di tempat.
"Kejar atuh kang, kalau dibilang jangan lari mah gak bakal nurut!"ujar kambing lain yang ikut mengejar Darma.
"Lah iya juga, abdi(saya) teh kebanyakan nonton sinetron kayaknya."ujar manusia kambing pemilik kebun jagung itu ikut mengejar Darma.
Darma pun berlari menerobos semak-semak. Para manusia kambing juga ikut menerobos. Dengan penuh perjuangan, Darma pun sampai di sebuah lobang. Kemudian Darma melompat ke dalamnya untuk bersembunyi. Namun sayangnya lobang itu sangatlah dalam sehingga Darma seperti jatuh dari ketinggian.
"Aaaaaaaa!!"teriak Darma karena ia memang jatuh ke dalam sebuah lubang yang dalam.
Para kambing tadi pun mendengar suara Darma dan berusaha mencari suaranya. Namun mereka tak menemukan Darma.
"Ala sia boy, itu manusia teh kamana?cepat banget hilangnya?"tanya kambing dengan pakaian coklat robek-robek dan celana pendek warna merah.
"Eleh-eleh, jangan-jangan dia punya ilmu menghilang makannya bisa hilang begitu saja."ujar manusia kambing wanita yang memakai penutup kepala dari kain, baju biru panjang, dan celana panjang hitam.
__ADS_1
"Sudah pasti itu teh, soalnya tidak mungkin dia bisa hilang begitu saja tanpa suara."ujar kambing pemilik kebun tadi.
"Sudahlah, gak usah di cari lagi. Lagian dia juga udah bilang, percuma wae(saja/aja)mau dicari juga mah."ujar manusia kambing yang mengenakan bertanduk di kening dengan pakaian serba hijau dari baju sampai celana.
Mereka pun berhenti melakukan pencarian karena dirasa percuma. Setelah itu, para manusia kambing tadi pun pergi dari tempat itu.
Di tempat lain
Byuuurrr!!
Darma pun tercebur ke sebuah aliran air, aliran air itu sangat deras sehingga membawa Darma ke suatu tempat. Darma pun berusaha untuk tetap bertahan dari derasnya aliran air itu. Meskipun ia harus menelan banyak air saat terbawa arus itu. Namun saat setelah meminum air itu, Darma merasakan segar yang luar biasa.
Lalu ujung dari aliran air itu adalah air terjun, karena terbawa air maka Darma pun pasrah harus jatuh dari ketinggian itu. Saat sudah pasrah dengan apa yang terjadi, terjadilah hal yang tidak Darma duga.
Byuurr!!
Ternyata airnya sangat dalam setelah Darma masuk ke dalamnya. Namun karena efek tamparan air itu, Darma pun pingsan.
Di sisi lain
Di kamar Silva
Silva nampak sedang memandangi foto pernikahannya dengan Darma. Baru saja 12 hari Darma tak bersamanya, kini ia sudah kangen dengan suaminya itu.
"Silva, Sayang! Ayo makan dulu nak!"ujar Bu Linda sambil mengetuk pintu kamar Silva.
"Iya ma, ntar lagi Silva turun."ujar Silva masih memeluk guling itu.
Padahal baru beberapa hari mereka berkenalan dan langsung menikah, ntah kenapa Silva sudah merindukan Darma. Begitu juga dengan Darma. Karena sama-sama saling merindukan, Darma pun bermimpi duduk berdua dengan Silva.
Alam mimpi
Di tepi laut tempat ngopi dengan pemandangan menghadap ke laut, ditemani dengan minuman dan cemilan di atas meja. Darma merangkul Silva dan Silva memeluk Darma.
"Indah ya sunsetnya,"ujar Silva menatap ke depan.
"Masih indahan kamu kok,"ujar Darma.
"Aaaa, bisa aja kamu."ujar Silva memukul manja dada Darma.
"Bisa duduk santai di tepi laut dan ditemani serta dapat pelukan mesra dari wanita yang aku sayang tuh impian aku, dulu waktu masih memulung aku sering menghayalkan ini."ujar Darma.
__ADS_1
"Waktu itu wanita yang ada di khayalan kamu itu siapa?"tanya Silva.
"Kamu,"ujar Darma.
"Bacot, boong, emang eak?"tanya Darma dengan nada seperti yang sedang viral di toktok beberapa puluh tahun yang lalu.
"Iya beneran, kamu kan wanita impian seluruh laki-laki. Btw masa gak ada yang deketin kamu satupun?"tanya Darma.
"Banyak sayang, tapi aku gak tertarik aja sama mereka. Karena cowok baik kek kamu jaman sekarang itu langka, kalau cowok deketin aku tuh pasti ada maunya."ujar Silva melepas pelukannya lalu ia meminum minumannya.
Byurrrr
Darma terbangun dari mimpinya. Kemudian Darma pun duduk dan menyadari bahwa yang tadi itu mimpi. Lalu Darma pun melihat ke kiri dan kanan, ia pun baru sadar bahwa ia sedang di alam misi.
"Hah, ternyata cuma mimpi."ujar Darma mengusap wajahnya.
Darma terdampar di pinggir sungai yang lokasinya tak terlalu jauh dengan lokasi awal ia jatuh. Ya kira-kira 1 KM lah dari titik lokasi awal.
Tatapan mata Darma terfokus pada sebuah jembatan kayu. Bahan dasar pembuatannya adalah tulang belulang, ntah tulang belulang apa itu yang jelas jembatan itu terlihat mengerikan. Karena penasaran, Darma pun mendekat ke jembatan itu.
Darma pun menyentuh tulang belulang itu dan mencoba memeriksa bahan dasar pembuatan jembatan itu. Karena penasaran, Darma pun naik ke jembatan itu. Namun saat melangkahkan satu kaki saja, tiba-tiba di hayalnya terdengar teriakan kesakitan dan ia bisa melihat banyak manusia di perlakukan seperti hewan sembelihan.
"Astaga, apa itu tadi?"tanya Darma.
[Tuan, jembatan ini adalah jembatan yang terbuat dari tulang belulang manusia. Para mahluk di pulau ini adalah kambing-kambing yang berevolusi menjadi seperti manusia karena ada satu tanaman yang bisa membuat mereka bisa seperti manusia.]
"Hah?tanaman apa itu?"tanya Darma.
[Untuk sementara sistem rahasiakan dulu tuan, nanti juga tuan pasti tau itu tanaman apa.]
"Hmm baiklah kalau begitu, btw laper juga. Di sini ada tempat aman gak sistem, aman dari mahluk penghuni tempat ini dan aman dari hewan buas?"tanya Darma.
[Masuk ke hutan saja tuan, nanti di dalam hutan ada goa. Tuan tinggal masuk dan beristiraha serta makan di tempat itu!]
"Utara apa selatan?"tanya Darma.
"Utara tuan,"ujar sistem.
"Aduh, ini kalau aku langkahkan kaki lagi bakal kebayang lagi gak?"tanya Darma.
[Iya tuan, tapi tuan bisa mengabaikannya dan terus berjalan saja!]
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu."ujar Darma melangkah.
Darma memilih berlari diatas jembatan itu daripada ia harus melihat para manusia tadi di perlakukan seperti binatang oleh manusia kambing penghuni pulau itu.