183 Hari Menjadi Kekasih

183 Hari Menjadi Kekasih
33. Perbincangan Ringan


__ADS_3

Pukul satu siang Rahma keluar dari ruang penyelidikan. Ia sudah diperbolehkan pulang. Pihak kepolisian mengatakan mereka akan mengejar para pelaku yang sudah menculik Rahma. Mereka sudah memegang identitas pelaku berdasarkan keterangan dari Pak Bobby.


Sekarang Pak Ferdi sudah bisa bernafas lega karena polisi akan melakukan pengejaran kepada para pelaku.


"Bagaimana kalau mereka mengincar Rahma karena Rahma melaporkan mereka kepada polisi?" tanya Ibu Arini dengan cemas.


"Tante tidak usah cemas. Saya yang akan menjaga Rahma," ujar Rendi.


"Selama kedua penjahat itu belum tertangkap saya yang akan selalu menemani Rahma kemanapun Rahma pergi," lanjut Rendi.


"Apa Rendi tidak kerja?" tanya Ibu Arini.


"Saya kerja, Tante. Hanya saja pekerjaan saya fleksibel bisa dilakukan dimana saja, " jawab Rendi.


"Rendi sudah biasa ikut Rahma kemana saja," ujar Ibu Claudia. Ibu Arini menoleh ke Ibu Claudia.


" Oh, ya?" tanya Ibu Arini tidak percaya.


"Rendi sering ikut Rahma dinas luar, " jawab Ibu Claudia.


Orang tua dan kakak Rahma menoleh ke Rahma seolah bertanya apa benar yang dikatakan Ibu Claudia.


"Mama juga suka ikut Rahma keluar kota, " kata Rendi.


"Ibu Claudia juga ikut?" tanya Ibu Arini dengan tidak percaya. Orang sekaya Ibu Claudia mau ikut dengan Rahma dinas luar ke desa-desa.


"iya, Bu Arini. Seru loh, Bu. Kita bisa melihat yang selama ini belum pernah kita lihati, " kata Ibu Claudia.


Ibu Arini menoleh ke Rahma.


"Kok Mama tidak diajak?" tanya Ibu Arini dengan nada iri.


"Mama kan jauh di Kuningan. Nanti kalau Rahma dinas di Kuningan atau di Cirebon pasti akan Rahma ajak, " jawab Rahma.


Rendi melihat ke jam yang melingkar di tangannya. Waktu sudah menunjukkan waktu setengah dua namun mereka masih belum beranjak dari kantor polisi karena keasyikan berbicara.


Rendi beranjak dari tempat duduk.

__ADS_1


"Sudah jam setengah dua kita belum makan siang, " ujar Rendi.


"Pantesan perut Kakek sudah keroncongan," ujar Pak Sultan.


"Mama belum sholat dzuhur, " kata Ibu Claudia.


"Sholat di mushola resto aja, " ujar Rendi.


"Ayo Om, Tante, Akang kita makan siang dulu! Pembicaraannya dilanjutkan di sana," ujar Rendi. Semua beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan kantor polisi.


Rendi mengajak mereka ke sebuah resto yang berada di jalan Naripan. Di sana mereka makan siang sambil berbincang-bincang dengan kekeluargaan.


"Pak Ferdi, apakah Pak Ferdi sudah memesan hotel?" tanya Pak Sultan.


"Belum, Pak. Kami hendak mencari hotel dekat dengan rumah Pak Sultan, " jawab Pak Ferdi.


"Bagaimana kalau Pak Ferdi dan keluarga menginap di rumah kami?" tanya Pak Sultan.


"Di rumah kami masih ada kamar kosong," lanjut Pak Sultan.


"Kami jadi merepotkan Pak Sultan dan keluarga, " kata Pak Ferdi.


Pak Ferdi menoleh ke Ibu Arini.


"Bagaimana, Ma?" tanya Pak Ferdi kepada Ibu Arini.


"Terserah Papa, " jawab Ibu Arini.


Pak Ferdi kembali menghadap Pak Ferdi.


"Baiklah, kami terima tawaran Pak Sultan, " jawab Pak Ferdi.


"Alhamdullilah, " ucap Ibu Claudia.


Setelah selesai makan mereka pulang ke rumah Pak Sultan.


***

__ADS_1


Sore hari setelah beristirahat Pak Ferdi dan keluarga menuju tempat kost Rahma. Rendi ikut ke tempat kost Rahma. Mereka ingin hari ini juga Rahma pindah kost. Mereka takut terjadi apa-apa pada Rahma. Apalagi tersangka masih berkeliaran di luar sana. Untuk sementara Rahma tinggal di rumah Pak Sultan.


Ibu Sumarni pemilik kost kebingungan mengapa tiba-tiba Rahma ingin pindah tempat kost? Apalagi tadi malam. Rahma tidak pulang. Rahma menceritakan kejadian yang menimpa dirinya kepada Ibu Sumarni. Ibu Sumarni kaget mendengar cerita Rahma.


"Siapa kira-kira orangnya?" tanya Ibu Sumarni.


"Ibu jadi takut menimpa kepada anak-anak yang lain, " kata Ibu Sumarni dengan kebingungan.


"Saya juga tidak tau siapa pelakunya.Tapi ada saksi yang mengetahui siapa pelakunya, " jawab Rahma.


"Mudah-mudahan pelakunya cepat tertangkap sehingga anak-anak yang lain tidak menjadi korban, " ujar Ibu Sumarni.


"Aamiin, " ucap Rahma.


Setelah semua barang-barang Rahma dibawa, mereka pun berpamitan pada Ibu Sumarni.


Tidak lupa mereka mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sumarni yang sudah memperhatikan Rahma. Lalu mereka meninggalkan tempat kost tersebut.


***


Keesokan hari setelah selesai sarapan Pak Ferdi dan keluarga pamit kepada Pak Sultan dan Ibu Claudia. Mereka hendak kembali ke Kuningan.


"Terima kasih sudah menerima kami di sini," ucap Ibu Arini


"Sama-sama, Bu. Kami senang Pak Ferdi, Ibu Arini dan Rasyid mau menginap di sini, " jawab Ibu Claudia


"Maaf, kami jadi merepotkan Pak Sultan, Ibu Claudia dan Rendi dengan menitipkan Rahma di sini, " ucap Ibu Arini.


Pak Ferdi dan Ibu Arini memutuskan untuk menitipkan Rahma di rumah Pak Sultan karena mereka bingung mencari tempat yang aman untuk Rahma. Sebelumnya mereka berencana akan membawa Rahma pulang ke Kuningan untuk sementara waktu. Namun, Rahma tidak bisa cuti karena ada pemeriksaan BPK.


"Tidak apa-apa, Bu. Saya senang Rahma di sini, jadi saya bisa merasakan rasanya punya anak perempuan, " ujar Ibu Claudia.


Setelah selesai berpamitan mereka pun pulang ke Kuningan. Namun sebelum mereka berangkat menuju ke Kuningan mereka mengantarkan Rahma ke kantornya.


Sebelum Rahma turun dari mobil ia mencium tangan kedua orang tuanya dan Rasyid.


"Hati-hati dan jaga diri baik-baik!" pesan Ibu Arini.

__ADS_1


"Iya, Ma, " jawab Rahma.


*Assalamualaikum." Rahma turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam kantor. Kemudian mobil Pak Ferdi meninggalkan halaman kantor Rahma.


__ADS_2